Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 65


__ADS_3

Salsa yang sudah dalam keadan bersih, dirinya langsung tertidur pulas..


dokter utama salsa telah melakukan visit dan salsa telah meminum obatnya...


"puas lo bikin orang sepolos dia jadi kaya gini?" ucao Thania


"maaf kak gue hilaf"


kata vano


"liat hasil kehilafan lo!" Thania menunjuk Salsa lalu pergi meninggalkan ruangan itu..


ibu Widya dan bi Inah hanya bisa diam mendengar ucapan Thania...


pukul 11 bu Widya pamit pulang, dan akan kembali lagi sore hari..


setelah Salsa tertidur Vano beranjak ke kamar mandi untuk mandi..


bi Inah memang membawakan beberapa baju ganti Vano dan Salsa...


tak lupa membawakan makanan untuk majikannya itu...


tak lama berselang Salsa terbangun...


"sakittt... astagfirullah" ucap Salsa merintih


"nooonn...ni bibi non.. den vano mandi.. apanya yang sakit non"


"ini nya bii" salsa menujuk pahanya.


"bibi balurin salep ya non" ucap bi Inah


"iya bii..di kompres enak kali bii biar ototnya lemes" pinta Salsa


"baik non, bibi keluar ya minta wadah sama perawat..."


salsa hanya menjawab dengan anggukan..


Vano keluar kamar mandi menyadari bi Inah yang baru saja keluar kamar rawat..


Vano menghampiri Salsa


"sayang udsh bangun" tanya vano langsung emelmpar handuknya yang semula ia gunakan untuk membersihkan kepala..


"hmmmm"


jawab Salsa


terlihat raut wajah salsa begitu menahan sakit


"sabar ya sayang maafin aku, kamu mau sesuatu?"


tanya vano


"kompres air hangat ini nya, biar gak kaku, ini kaku dan sakit" ucap Salsa meringis


"yaudah aku minta--------"


belum selsai Vano bicara bi Inah datang Vano menoleh melihat bi Inah membawa wadah stenlles..


"nanti aku kompresin yaa" ucap Vano


bi Inah menghampiri salsa dan vano membawa air hangat, dan handuk kecil..


Vano mulai mengompres bagian paha Salsa yang benar-benar memar selebar piring makan...


"kamu mau makan sesuatu?" tanya Vano

__ADS_1


"mau cheesburger deh" pinta salsa


"iya nanti aku beliin yaa" kata vano


"biar bibi aja den yang beliin, bibi tau kok itu kesukaan non dari kecil"


ucap bi inah


"beli dimana bii, dan naik apa?"


"bukan di sebrang Ruma Sakut ada mekd* den?"


ucap bi inah antara bertanya dan memberi tau..


Vano tepuk jidat, lalu mengeluarkan dompetnya mengambil bebeapa lembar uang merah dari dompetnya...


"saya lupa bii, ini sekalian beli makan siang buat bibi" kata vano


"den Vano ga seklian?" tanya bi inah


"saya ga nafsu makan bii" kata vano


"kamu mau makan yang lain ga sayang?" sambung Vano


"kamu beli buat kamu, kalo kamu ga makan aku gakan makan juga" ucap salsa


"hmm yaudh bii beli aja beberapa ayam, nasi, kentang, burger dan minum..." kata vano


"baik den, non.... bibi permisi"...


bi inah punn bergegas pergi keluar..


Vano terus mengompres bagian bagian lebam itu, entah sudah berapa kali vano mondar mandir untuk mengganti air yang telah dingin...


******


Salsa ingin sekali pulang, rasanya sudah bosan 4 hari di rumah sakit sebagai pasien.


namun vano masih kekeh salsa harus di Rs sampai dokter benar-benar pulih...


Hari ini Sandi sudah kembali ke Jakarta, dan sudah mulai datang ke perusahaan... Vano sedikit lega karena Sandi telah kembali, pasalnya tanpa ada Sandi dan Vano di perusahaan terlalu lama akan membuat masalah...


kini Salsa mulai mengikuti terapy sinar hangat guna mempercepat proses penyembuhan itu...


mereka melakukan itu dikamar rawat Salsa.. hanya ada satu perawat dan Vano...


setelah 3 kali terapy tubuh Salsa tak se kaku kemarin,, kini ia bisa ke toilet di bantu Vano...


dokter pun memperbolehkan salsa istirahat total di rumah besok...


"van... giamana kabar perusahaan papi?" tanya salsa pada vano dengan nada sedikit kesal


"tenang sayang, aku handle dari sini, setiap hari Dimas mengirimkan beberapa berkas by email..."


"tak ada masalah kan?" tanya Salsa meyakinka


"gak ada sayang, nanti Dimas akan datang meminta tanda tanganmu, berkasnya sudah aku periksa"


"oh gitu..."


sore itu bu Widya dan pak Banu datang ke Rs...


"mama senang sayang kamu membaik" ucap bu Widya


"iya mahh, aku juga seneng kaki aku ga sekaku kemarin..." ucap salsa


"kapan boleh pulang Van? tanya bu widya

__ADS_1


"besok sore mam" jawab Vano


"kalin pulang ke rumah kami yaa?" ucap bu widya


"mahh... aku mau pulang ke rumah kita.." ucap Salsa


"papa takut saa, nanti kamu di celakai lagi oleh suamimu" kata pak Banu yang masih kesal dengan anak nya..


"astagfirullah paahh, aku ga sekejam itu" celetuk Vano


"mah , pah, aku akan merasa nyaman dan cepat membaik meskipun tinggal dirumah ku, kalo Vano macam macam aku langsung hubungi kalian, atau aku akan pergi selamanya dari Vano ya mah" ucap Salsa di akhiri meledek Vano


"jangan bicara begitu, mendengarnya saja sudah bikin gila.. apalagi kejadian beneran" celetuk vano


"kalo beneran ya masukin aja ke RSj!!" ucap bu widya membuat Salsa dan pak Banu tertaawaa...


tok


tok


tok


"yaa masuk" ucap Vano


"assalammualaikum" ucap Vanya dan Nadya...


salam di jawab kompak oleh mereka yang berada di dalam ruangan rawat itu...


"Anyaaa, Naddd.. ih kangen" kata salsa


melihat menantunya kesenangan mendapatkan tamu, Vano dan kedua orang tuanya pindah ke ruangan tamu yang juga berada di ruangan itu yang hanya terbatas ruang kamar mandi...


mereka berbincang layaknya seorang sahabat, saat ini incaran mereka adalah Nadya yang baru saja pulang bulan madu...


mereka asyik tertawa sesekali mereka menutup mulutnya menyadari tertawanya berlebihan....


tak terasa sudah satu setengah jam mereka bercengkrama... mereka memutuskan untuk kembali pulang, karena Anya sedari peraktek langsung ke Rs, dan dia sudah rindu anaknya...


*********


Tiga hari berlalu setelah salsa kembali kerumah..


salsa belum berani menuruni tangga sendiri, harus di bantu dan di temani seseorang...


Kini Salsa mengerjakan tugas kantornya dirumah.... Dimas juga siap baolak balik kantor rumah untuk mengirim dan mengantar berkas ...


Salsa ingin sekali beraktifitas seperti biasa, hanya saja Vano melarangnya...


Hari demi hari Salsa lalui.. kini keadaanya semakin membaik setelah recovery di rumah selama 10 hari..


Malam itu Vano pulang telat karena harus mampir ke perusahaan Salsa mengantikan salsa rapat bulanan...


Salsa yang di sibukan dengan pekerjaan kantor yang dibawanya ke rumah akhirnya bisa asyik bermain ponsel...


Salsa mengecek aplikasi tabungannya karena Salsa merasa tadi mendapat notifikasi uang masuk...


matanya melotott bagai tak percaya, vano mengirimkan uang bulanan yang cukup besar untuk Salsa...


Salsa sungguh tak senang, merasa ini sedikit berlebihan...


*awas aja kamu Van....


ucap salsa dalam hatinya...


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2