
Setelah memastikan Salsa masuk kerumahnya Vano segera menuju rumah orng tuanya...
Sudah Ada pak Banu dan Ibu Widya yang sedang berada di ruang keluarga..
"pah.. Mahh" sapa Vano sambil menyalami pungung kedua orang tuanya
"duduk!" kata Pak Banu ketus..
"keenan mana mah pah" tanya Vano sambil duduk
"keenan tidur sama Khania" kata ibu Widya yang tak kalah ketusnya
"mau kamu yang menjelaskan atau papa yang bertanya?" kata Pak Banu sangat to the Poin
DENGGGGGGG!!!!!!
*Yaa ampun apa mama papa udah tau semua masalah ini...kata Vano dalam batinnya...
"masalah apa pah?" kata Vano sedikit syok dan detak jantungnya sudah berdetak semakin kencang
"masih tanya masalah apa? Sebanyak itukah masalah mu?!!" kata pak Banu semakin tegas
Sementara ibu widya hanya mengelus bahu suaminya
Vano hanya terdiam tertunduk..
"apa yang terjadi antara kamu Lea?" kata Pak Banu lalu berdiri seolah ingin melegakan nafasnya yang sepertinya sangat tertahan dengan masalah anakknya...
"pah itu hanya salah Faham, Vano ga melakukan apapu" kata Vano
PLAAKKKKKK!!!
tamparan keras mendarat di pipi Vano..
"ANAK BODOH!! BAGAIMANA BISA TIDAK MELAKUKAN APAPUN TAPI DIA HAMIL!!!" kata Pak Banu
"mama kecewa sama kamu Van, mama yakin Salsa akan sangat terpukul... Hiks hiks hiksss" kata Ibu Widya
"mah pah percayalah aku hanya di jebak, aku benar benar tidak melakukan itu" kata Vano
"Persetan dengan omonganmu!!!! Apa kamu ga berfikir bagaimana kalo kabar ini terdengar di telinga mertua mu hah??? BODOH!! " kata pak latif yang juga sudah mulai frustasi..
"Lalu kenapa perusahaan isterimu sampai anjlok?!" apa ada hubungannya dengan pacar gelapmu??"
"stop papa! Dia bukan siapa siapanya Vano pah!! Dia cuma jala*g"
Kata Vano kesal
"jala*g yang kau tiduri sampai hamil, hah???!!!" kata pak Vano lebih tegas lagi..
"pahh dia memang menggoda Vano, soal perusahaan itu memang efek dari ini semua.. Vano menolak bertangung jawab ke Lea, Lea mungkin ngadu ke Mr. leon makanya Mr. Leon memutuskan semua ke perusahaan papi.... Mr. leon itu ayah nya Lea,, dan mereka baru saja bertemu sekitar 4 tahun terakhir" kata Vano
"Bagaimana keadaan salsa??" kata Pak Banu
"terpukul, sepertinya sedang tak enak badan.. Vano sudah pisah rumah oah sudah tiga hari" kata Vano tertunduk
"paap bukan orang bodoh, bahkan di hari pertama pun papa sudah tau, hanya saja papa menunggu sejauh mana kamu menyembunyikan masalah ini,,, ternyata justru malah merembet sampai ke urusan perushaaan" kata Banu dengan kesal
"Vano akan segera menyelesaikannya pah..." kata Vano dengan yakin
"Harus!! Kalo sampai terjadi perpisahan antara kau dan Salsa, maka kita juga harus berpisah sebagai hubungan antara orang tua dan anak!!"
DENGG!!!!
__ADS_1
"PAPA APA YANG PAPA BICARAKAN!!!" kata Ibu Widya yang mulai naik emosinya
"diam mah!!!!! dengar Vano.. Mungkin semala 10 bulan ke depan salsa tidak akan mengugatmu, tapi setelah itu, bisa saja Salsa akan menceraikan mu" ucao pak Banu sambil berjalan meninggalkan Vano
"pahhh, papa" panggil bu Widya... Namun tak ada gubrisan sedikit pun dari Suaminya
"sabar sayang, mama percaya sama kamu, besok mama akan menemui salsa.." kata Bu Widya memeluk anaknya
"makasih mah,, hikss hiks, Vano sangat mencintai Salsa mahh, bantu Vano yakinkan Salsa mah" kata Vano lirih sambil menangis di pelukan ibunya...
*yaa Tuhan, tangisan ini baru aku dengar lagi dari anakku ini... terakhir seertinya ia menangis saat balita bahkan saat remajapun tak pernah aku melihatnya menangis seperti ini. Bantulah anakku Tuhan, ku pun tak sanggup kehilangan menantuku, apalagi dengan anakku ini...
Kata bu widya dalam hatinya...
"mandilah nak lalu makan, biarkan Keenan tidur dengan Thania, mama sudah menghubungi Salsa kalo Keenan akan menginap disini..." kata Ibu widya
"iya mah" kata Vano singkat laku bergegas ke kamarnya...
Pukul 1 malam Vano masih belum terpejam, tiba-tiba keenan menangis mencari sosok Salsa atau Vano..
Dengan rasa kantuk Khania menggendong Keponakannya menuju kamar Vano..
Belum sempat Khania mengetuk Vano lebih dulu membuka pintu kamar nya karena mendengar tangisan anaknya
"kenapa sayang" kata Vano
"nyariin abang ama ka salsa diaa" kata Khania
DENGG!!!
"Sayang bobo sama daddy yaa, mami di rumah kakek, besok kita ke baru kesana ya" kata Vano yang sudah menggendong Keenan
"noo, ken mau bobo sama mamii... Hik hiks hiks mamiiii.... Mamiii..mammiiii"
"bang lebih baik abang pulang, kasihan keenan" kata khania
"mau sama mamiiii, mamiiiii" kata keenan dengan isak tangisnya
"sama bi inah mau ga??" kata Vano
"bang,kan bi inah pulang, karena takut ga ada yang masakin kak Salsa" tutur Khania
"ken mau sama mami.. Mamiii...maamiii" kata Keenan terus menangis..
"yaudah diam yaa, kita ke rumah kakek ketemu mami" kata Vano kemudian bergegas kerumah Pak Latif..
"daddy harus bobok sama ken, dan mami" kata Keenan di dalam mobil
"oke! Tapi keen harus bilang ke mami yaa, keen nangis kalo sama mami ga boleh, ya?" kata Vano dengan rasa senangnya mengajari anaknya itu
*aku sangat rindu menatap wajah mu saa, nafasku hampir habis rasanya menahan rindu ini...
Kata Vano dalam hati
15 menit mereka tempuh, akhirnya sampai...
Vano masuk lewat pintu garasi yang terhubung ke dapur, di antar oleh satpam rumah itu..
Vano pun mengetuk pintu kamar salsa.. Sambil menggendong keenan yang masih saja menngis
Tokk
Tokk
__ADS_1
Tooookkk
"mammiiii... Mamiiiiiii mamiii hiks hiks hiks"
Salsa yang baru saja menyelesaikan sholat malamnya terkejut atas kehadiran Vano dan Keenan
Salsapun membuka pintu kamarnya masih menggunakan mukena nya...
"keennn, kamu kenapa?" Kata salsa
"keen mau sama mami, bobo sama mami dan daddy" kata Keenan sesegukan
"sini mami gendong yu" kata Salsa
"mau sama daddy aja, ayoo daddy bobo ayoo" kata keenan
Vano hanya memandang wajah cantik isterinya...
Salsa pun menganggukan kepala seolah mempersilakan untuk masuk dan tidur bersama...
"ayo ken berdoa dulu" kata Salsa membuka mukena nya
Keenan pun membaca doa bersama Vano...
"mami ayo bobo, sini sini" kata Keenan...
Dengan perasaan dekdekan Salsa melangkah berbaring di sisi kiri keenan , sementara Vano di sisi kanan Keenan
"daddy, mami, hug me please" kata Keenan
Kedua orang tua itu pun memluk anaknya erat memejamkan matanya..
*keen terimakasih, daddy rindu sekali menatap wajah mami sedekat ini... Terimakasih keen...
*keenn kenapa kamu bikin jantung mami berdetak kencang, kenapa kamu bikin mami susah melepas daddy... Maafkan mami keen, maafkan...
Merekapun pulas tertidur...
Pukul 05.00 salsa terbangun untuk sholat, usai sholat salsa ingin membangunkan Vano namun rasanya canggung sekali, namun tiba tiba perutnya sangat mual, segera salsa menuju kmar mandi dan memuntahkan isi perutnya yang tak seberapa itu...
Mendengar itu Vano terbngun...
Menghampiri salsa...
"kita ke dokter aja yu, dari kemarin kamu belum membaik sayang" kata Vano
Salsa hanya diam seribu bahasa meninggalkan Vano..
Vano pun bergegas untuk mensucikan diri kemudian ia sholat..
Saat Vano sholat salsa kembali memuntahkan isi perutnya, lagi lagi dan lagi...
"kamu kenapa keras kepala sekali, sudah ayo kita ke rumah sakit, atau aku minta ka Thania datang" kata Vano sedikit kesal..
"tidak, aku sudah ke dokter.. Hanya belum nembaik aja" kata Salsa cuek...
"daddyy, come here..... Mamii hug mee"
Kata Keenan yang merengek dalam tidurnya
Salsa dan Vano menghampiri Keenan, mereka melakukan apa yang keenan pinta.. Salsa pun memejamkan matanya berharap mualnya sudah hilang...
*
__ADS_1
*
*