
Tiga Hari setelah kejadian itu, Raffi mengajak Khania berkunjung ke kostnya untuk bertemu dengan Ibu dan Adiknya...
Bismillah... Ini kok dekdekan banget yaa.. Duh kalo mama nya Raffi galak gimana nihhh... Duh Tuhan kalo mama nya galak please buat aku pingsan sementara aja....
Dalam hati Khania
"Assalammualaikum" kata Khania dan Raffi yang baru saja tiba...
"waalaikumsalam .. Raff, ini pasti Khania" kata Ibu Fika yang menyambut kedatangan Raffi
"iyaa tante... Aku Khania" kata Khania menyalami pungung tangan Ibu Fika
"Cantik banget, pinter yaaa cari calonnya..." kata Ibu Fika
"iya dong buu, paket komplit nii.. wanita langkaaaa" kata Raffi dengan Bangganya
Khania hanya terkekeh...
Tak lama datang Adik dari Raffi dari arah dalam...
"nah ini adik aku sayang, namanya Nabila"
"kak, aku Nabila.. "
"aku Khania"
Mereka saling berkenalan berjabat tangan...
"kakak cantik, aku kira di foto doang kak cantiknya. Gataunya aslinya lebih cantik" kata Khania
Khania dan Raffi terkekeh...
"yaudah ayo duduk, ibu sambil masak, jadi mondar mandir dapur yaa" kata Ibu Fika
"iya tante gapapa...." kata Khania
"eeh jangan manggil tante, panggil Ibu aja sama kaya Raffi" kata Ibu Fika
"baik buu" kata Khania cengengesan...
Raffi pun telah mengganti kemejanya dengan kaos santai...
"ini apa kok banyak barang disini? " kata Khania melihat banyak bungkusan hitam besar...
"oh ini belanjaan kita dari kemarin di pusat grosir kak" kata Nabila
"jadi Ibu ayah itu kan punya banyak kariawan di warung makan sama di perternakan,, nah mereka itu dua tahun sekali dapet seragam, nah belinya di pusat grosir..." kata Raffi menjelaskan yang sejujurnya
Khania hanya mengangguk..
__ADS_1
"Ayah Ibu juga Rw kak,ibu ketua PKK, ketua pengajian, jadi sekalian beli seragam, biasa deh emak emak kaa" kata Nabila menambahkan
"waah seru ya pasti disana" kata khania sedikit membayangkan suasana disana yang ramai...
"mainlah kesana sesekali Khania" celetuk Ibu Fika dari dapur yang jaraknya ga jauh dari ruang tamu kamar kost itu
"i..iya buu pasti nanti main" kata Khania
"kalo udah jadi isteri buu pastinya, kalo masih kaya gini malu sama orang tuanya bawa bawa anak gadis orang" kata Raffi dengan sikap dewasanya
"iyaaaa ibu tau nak, nanti kalo udah jadi mantu harus serinh nginep.. nanti ibu kenalin ke temen-temen ibu" kata Ibu Fika...
blussshhh
Pipi Khania memerah, ia merasa malu dan bingung harus berbuat apa..
"buu jangan buat Khania salah tingkah gitu, dia malu sama perkataan ibu..." kata Raffi yang memperhatikan Khania
"ah engga, bohong aja kamu fii" kata Khania mengelak
"oh iyaa besok kita pulang yaa kaa" kata Nabila
"ko cepet?" kata Khania
"udah lima hari kak, aku juga ga enak kalo kelamaan izin kerja..." kata Nabila
"memang kamu kerja di mana?" kata Khania
"wahh hebat, aku punya kakak ipar dokter kandungan, eh pacar aku punya adik seorang bidan" kata Khania
"dia sudah jadi pegawai Negri sayang, makanya jadi bidan di puskesmas" kata Raffi
"hebatttt" kata Khania bangga
"aku mau buka praktek dirumah kak, tapi nunggu surat izin dulu, belum turun.. Kata Nabila
"semoga cepat turun yaa.." kata Khania
"sudah dulu ngobrolnayaa.. Ayok makan, ibu udah selesia masak... Khania suka opor ayam?" kata Ibu fika
"suka bu" kaya Khania
"oh sama ama Raffi.. Raffi kalo makan opor ayam bisa nambah tiga kali" kata Ibu fika
"buu , ih bikin malu aja" kata Raffi
Khania hanya terkekeh kala itu....
Merekapun melanjutkan makan malamnya, tak lama usai menyelesaika Makannya Raffi sedang mandi karena akan mengantar khania pulang...
__ADS_1
Tinggalah Khania, Nabila dan Ibu Fika..
"Khaniaa boleh Ibu bertanya sesuatu?" tanya Ibu fika sangat lembut
deng!!!! duh mendadak mules panas dingin gini siih!!
Batin Khania
"boleh dong buu....ibu mau tanya apa?" kata khania yang juga sopan
"begini nakk... Raffi sudah bercerita banyak tentang kamu, Raffi juga sudah mengatakan ia sangat mencintaimu sejak pertemuan kalia. di kampus.... tapii ibu juga kaget ternyata kamu adik dari bosnya Raffi yang notabennya sebagai Pemilik perusahaan..." kata Ibu Fika lalu ia mengehentikan pembicaraannya...
yaa tuhan.. apa Ibu ga merestui hububgan kami karena dia tau siapa aku ini...
jantung Khania semakin bergejolak merasakan takut akan perjataan selanjutnya yang keluar dari mulut Ibu Fika
"nah.. itu menjadi pikiran ibu nak Khania,Raffi bukan dari golongan konglongmerat seperti kamu... ibu takut ini akan menjadi Boomerang dalam hubungan kalian... apalagi kamu yang akan mebgelolah tiga hotel milik keluargamu,bagaimana kalian bisa mempertahankan perbedaan mencolok itu" kata Ibu Fika
Jujur hatiku sangat sakit mendengar ini buu... aku sangat mencintai Raffi...
"ibu... maaf sebelumnya.. aku pribadi tidak pernah merasa lebih dari Raffi buu, aku hanya meneruskan apa yang sudah orang tuaku bangun dengan susah payah, Raffi pun tau itu, bahkan Raffi juga mendukung aku bu..
masalah perbedaan yang ibu katakan ini,,, keluargaku tidak pernah sedikitpun menganggap ini semua perbedaan buu, yang mereka nilai dari Raffi adalah cintanya padaku, kerja kerasnya untuk menbangun kesuksesan juga menjadi faktor terkuat...
Ibuuuu.. aku juga mencintai Raffi seperti dia mencintai aku, ibu tidak perlu khawatir dengan pertahanan cinta kita, kita akan tetap mendasari hubungan kita dengan cinta dan kepercayaan... soal Rejeki aku yakin Allah akan mempermudah siapa saja yang bekerja keras serta ikhlas menjalani nya... Buuu... aku akan terus bersama Raffi asal ada restu dari Ibu.. jika ibu tidak merestui, aku akan mundur meski sulit... aku ga mau dalam hubunganku berjalan tanpa restu orang tua keduanya..."
kata Khania yang sudah menitihkan air mata yaa, Begitu juga Ibu Fika dan Nabila yang merasa haru akan ucapan Khania...
Ibu Fika langsung Memeluk Khania dengan Hangat...
"Raffi tidak salah mencintaimu sayang, Ibu merestui kalian, ibu ikhlas menjadikan Kamu menantu Perempuan ibu satu-satunya..." kata Ibu Fika Dalam pelukaknnya
"Terkmakasih ibu, khania sagat bahagia mendengar langsung restu dari ibu, bimbing Khania agar mampu menjadi isteri baik untuk Raffi ya buu, doakan kamu agar rencana kami lancar" kata Khania yang juga sudsh terisak. .
"aku mau peluk kalian juga" celetuk Nabila...
merekapun berpelukkan ....
"nabilaa" kata khania
"iya kak ada apa"
Khania mengambil kedua tangan Nabila..
"Maafkn aku, kemarin aku sempat menuding mu sebagai simpanan Raffi, aku syok melihat kamu seolah sendiri disini tanpa ada ibu" kata Khania
"kak Raffi sudah cerita kak, bagiku itu bukan masalah.... aku malah senang bisa mengerjai mu di awal pertama kita dipertemukan" kata Nabila terkekeh
"aahh kau iniii" kata Khania memeluk Nabilaa
__ADS_1
"ayo kita hapus air mata ini, sebelum kak Raffi datang..." kata Nabila
dengan tertawa bahagia mereka menghapus air mata masing-masing hingga Raffi menyelesaikan mandinya....