Dokter Cantik

Dokter Cantik
Eps. 159


__ADS_3

Dua minggu berlalu..


Salsa dan Vano terbang menuju Singapura, karena Ibu Widya akan melakukan operasi disana...


sementara Salsa diminta menjadi dokter pendamping disna..


sungguh itu menjadi kesmpatan yang tak mungkin Salsa lewatkan...


Salsa mengambil cuti nya selama 1minggu, begitu juga Vano..


Kali ini Khania tidak bisa ikut selama Satu minggu.. hanya Dua hari saja, mengingat acara di hotel begitu padat, juga ia harus mengejar perbaikan skripsinya untuk menuju sidang...


pukul 8 waktu Singapura...


"siap sayang?" kata Vano menatap Salsa yang sudah bersiap menuju Rumah Sakit...


"Insya Allah mas aku siap, doakan aku mas, aku akan berikan yang trbaik untuk mama" kata Salsa


"terimakasih sayang, aku mencintai mu" kata Vano sambil memeluk isterinya...


"aku juga mencintaimu mas..." kata Salsa membalas pelukkan suaminya


***


Vano dan Salsa bergegas menuju Rumah sakit bersama Thania dan Khania.. sementara Pak Banu selalu bermalam di Rumah Sakit...


Setiba nya di RS, Salsa harus memisahkan diri guna mengikuti Berffing sebelum operasi di mulai...


Setelah 45 menit lamanya, kini Ibu Widya pun di jempug oleh Salsa dan Dua suster lainnya...


"Papa titip mama ya sayang" Kata Pak banu mengusap pungung menantunya, Salsa.


"bantu aku lewat doa ya pah, Aku yakin mama akan kembali sehat" kata Salsa dengan penuh semangat


Pak Banu hanya menganggukkan kepalanya...


Mereka mengantar bu Widya sampai depan pintu ruang Operasi....


Mereka setia menanti lampu merah padam yang artinya operasi selelsai...


Detik, menit, jam sudah mereka lalui..


operasi di perkirakan memakan waktu 1-2 jam...


Setelah 2jam sepuluh menit, Salsa keluar dengan masih menggunakan pelindung rambut dan masker serta baju steril khas ruang operasi...


"Mas, pah...."kata Salsa, saat itu memang Khania dan Thania pergi membeli makan siang...


"bagaimana sayang?" kata Vano


"mama gimana sa?" kata Pak Banu


"Allhandulillah mas, pah, senua berjalan dengan lancar meskipun kita harus buat lubang kecil untuk membuang cairan kista itu..." kata Salsa


"tapi keadaan mama gimana?" kata Vano


"mama hebat mas, percayalah.. selama operasi mama selalu setabil keadaanya, cuma kita kesulitan aja tadi buat ngambil si kista itu..." kata Salsa


"Nanti Prof mau bicara sama papi, hemm aku ganti pakaian dulu" kata Salsa pamit


"Allhamdulillah Van, papa lega dengernya" kata Pak Banu pada Vano

__ADS_1


"Vano juga lega pap" kata Vano senyum sumringah...


Setelah menunggu masa observasi selama 45 menit, Ibu Widya masuk ke ruangan rawat, beliau sudah sadar hanya saja harus banyak istirahat tidak dapat banyak bergerak..


Senyum bahagia napak menyelimuti keluarga tersebut, nampak jelas pula wajah salsa yang begitu lelah kala itu...


"Duduk sini sayang" kata Vano kepada salsa, duduk di sisi Vano di atas sofa...


Salsa pun menghampiri... ia langsung duduk di samping suaminya lalu merebahkan kepalanya di bahu Vano...


"capek ya?" tanya Vano mengecup kening isteriny


"enggaa kok mas, aku malah seneng bisa ikut bantu mama" kata Salsa


"makasih syaang" kata Vano mengecup kepala isterinya...


Salsa pun tak lama terlelap dalam pelukan suaminya...


***


Ke Esokan harinya


Keadaan Ibu Widya semakin lama semakin membaik.. meskipun masih belum bsa banyak bergerak tapi kini Ibu widya terlihat lebih segar...


Hari ini Khania memang akan kembali ke Tanah Air seorang diri... Rasa Khawatir menyelimuti diri pak Banu dan Vano, namun Salsa selalu menjadi ibu peri yang mampu menyihir kebaikan dimana-mana... Salsa meminta Vano untuk menjadikan Raffi sebagai pengawas Khania selama mereka memfokuskan diri di Singapur.. smentara di rumah Khania bisa di awasi oleh Bi Romlah dan Pak Sanusi...


Bandara Soekarno Hata


18.30


"udah lama nunggu aku nya?" kata Khania pada Raffi yang kala itu menjemputnya


"kita makan dulu Yu, aku laper Raff" kata Khania


"iyalah sayang, aku juga laper" kata Raffi


"Kamu suka bebek ga? aku pengen makan bebek deh" kata khania


"Suka, apalgai makan nya sama kamu" kata Raffi sambil membukakan pintu mobil untuk Khania


yang begini nii yang bikin jantung kaya abis lari di kejar anjing


Dalam hati Khania


Raffi telah berada di kursi kemudi nya menunu RM yang menyediakan beranekan ragam menu bebek...


"Nyonya besar sudah membaik sayang?" kata Raffi bertanya pada Khania


"Nyonya???" kata Khania dengan nada tidak sukanha


"iya Nyonya... mama kamu" kata Raffi


"baik" kata Khania kesal


kenapa di manggil mama Nyonya.. dia tau aku pacarnya dia juga manggil aku sayang, kenapa manggil mama Nyonya, apa itu ga bikin telinga ini sakit?!


kata Khania dalam hatinya


"syukurlah, aku seneng loh dengernya.." kata Raffi...


"maakasih" kata Khania

__ADS_1


Keheningan pun terjadi, Khania berusaha memejamkan matanya agar tidak adanya perbincangan...


"Sayang udah sampe, turun yu" kata Raffi


"hemm" kata Khania yang sudah membuka matanya sejak Raffi memasuki area parking. .


Merekapun menuju dalam restoran, mereka memesan beberapa Menu sesuai keinginana..


keheningan itu terjadi sampai mereka menyelesaikan makannya...


di mobil dalam perjalanan pulang..


"kamu kenapa ko diem aja?" kata Raffi


"gapapa" kata Khania singkat


"apa aku berbuat salah?" tanya Raffi


"enggak," kata Khania


Raffi pun memilih diam, hingga sebentar lagi akan sampai di kediaman vano, Raffi oun kembali membuka Suaranya...


"khania... aku menjalin hubungan ini bukan untuk sehari dua hari, tolong kamu kalo ada suatu masalah sekcil apapun yang menyangkut hubgungan ini, terbukalah.." kata Raffi


"apa yang kamu gak suka mbo yoo di bicarain" kata Raffi dengan lembutnya


"Kamu anggep aku apa?" kata Khania sedikit meninggikan nada bicaranya..


"anggep temen, sahabat, pacar, kekasih, calon isteri" kata Raffi santai


"terus kenapa kamu panggi mama ku, nyonya?j" kata Khania kesal


Raffi pun tertawa...


"yaaampun sayang, kamu badmood gara-gara itu?" kata Raffi menatap Khania sekilas


"iya"


"dengar baik baik! aku akan merubah panggilan itu menjadi mama, ketika kita resmi mendapat restu dari orang tua mu, Karena disisi lain aku sangat amat menghargai Ibu mu, mama mu, orang yang melahirkan mu, maka itu aku memangilnya Nyonya.. pada kenyataanya dia memang Nyonya besarkan? apa salah?"sambung Raffi


"aku ga suka kalo kamu manggil mama nyonya di saat kita berdua rafff" kata Khania


"oke, oke, aku salah... aku minta maaf sayang, aku minta maaf yaa" kata Raffi memegang tangan Khania


"janji jangan panggil mamaku Nyonya di depan aku..." kata Khania sambil melirik Raffi


"iya sayang, aku janji..." kata Raffi dengan tukusnya


Raffi pun mengantar khania kembali ke rumah Vano dengan selamat...


*****


**info menyedihkan...


Author abs dapet kejutan dari suami author dapet hadiah ulang tahun hempong baru, pdahal hempong lama author ga ada masalah...


nah aku kesulitan buat mindahin akun ini guys, aku login pake fb, sedangkan aku gatau email dan password fb aku hahaha


jd aku jg gabsa log in ke ponsel baru aku...


sedih ga si... ini gatau harus gimana sekarang huhu

__ADS_1


__ADS_2