
Jam menunjukan pukul 14.30dinda terbangung, merasakan berat diarea perutnya, saat dinda membuka mata tangan kekar dion melingkar diperutnya, awalnya dinda kaget, kemuadian dinda membalikan badanya dinda menatap wajah dion yang kini menjadi suaminya, dinda terpesona dengan wajah tampan dion hingga tidak menyadari bahwa dion sudah terbangun.
"apa sudah puas kamu memandangiku sayang?" ucap dion dengan suara serak khas bangun tidur. dinda yang malu karena kepergok memandangi dion,
"eng..mas sudah bangun, ka...kalau gitu aku mandi duluan setelah itu kita sholat ashar berjamaah" jawab dinda kemudian dia bangun dan langsubg berlari menuju kamar mandi.
Dion yang melihat tingkah dinda tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, sementara dinda didalam kamar mandi, dia merasa malu dan detak jantungnya pun seperti lari maraton.
"aishh, kenapa aku sampai lengah begini sih! kan maluuu!! huwaaa..." ucap dinda dengan suara lirih takut terdengar oleh dion.
" ah sudahlah lebih baik aku mandi dulu, sebentar lagi MUA akan datang" ucapnya lagi.
Tak lama dinda keluar kamar mandi, dia menatap dion yang duduk disofa dikamarnya,
" sudah selesai sayang?" tanya dion
" ehm sudah mas, mas cepet mandi, aku tunggu untuk sholat" jawab dinda
dion berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu mereka sholat berjamaah.
Suara ketukan pintu kamar dinda terdengar dari dalam, dion membukakan pintu kamar dinda. ternyata Tim MUA sudah datang untuk merias dinda dan juga ada bunda maya, dan nadia mami dion.
"anak mami gantinya di kamar sebelah, disini untuk menantu mami, sekarang kamu pindah gih" ucap nadia
"kenapa harus pindah sih mi, dinda itu istri aku, lagian cuma make up doank kan??"jawab dion
"eitz, gak ada penolakan! hushh hussh sana, disana sudah ada MUA yang akan meriasmu!"ucap nadia sambil mendorong tubuh putranya keluar dari kamar dinda. Dion keluar dan menuju kamar sebelah yang sudah ada tim MUA disana dan juga ada bayu, leo, rendi dan reyhan. mereka sudah kompak mengenakan atasan batik yang sama, keempat pria tersebut srmakin tampan dan gagah.
Di kamar dinda, dinda dirias oleh tim MUA, terlihat sangat cantik, polesan make up tipis tidak terlalu menor membuat aura kecantikanya semakin bertambah.
" cantiknyaa menantu mami? ihh jadi gemes deh!" ucap nadia
" terima kasih mi" jawab dinda sambil tersenyum kepada mertuanya
__ADS_1
" mami masih gak percaya kalau gadis yang dulu dikenalin wadayon fahan akan jadi menantu mami sekarang" ucap nadia lagi
"lho jadi, jeng nadia sudah kenal sama dinda sebelumnya?" tanya maya
"iya jeng, wadayon farhan tinggal satu komplek sama saya, dan waktu itu beliau meminta ijin untuk dinda yang akan tinggal bersama wadayon farhan" jawab nadia
"oh, gitu, pantas nak dion langsung jatuh cinta pada pandangan pertama, dan mendengar mau dijodohin sama dinda langsung jawab iya, ini toh alasanya??" ucap maya
"ihh bunda,, dinda malu tau!" kata dinda
"kenapa malu sayang, dion suami kamu, ingat ya,, mulai sekarang kemanapun kamu mau pergi ijin dulu sama suami, apapun yang dikatakan suami kamu harus nurut, gak boleh kayak anak kecil, mengerti sayang??" ucap maya
"iya bundaa, dinda ngerti, sayang bunda?" jawab dinda
"sama mami nggak nihh??" goda nadia
"iya donk sama mami juga'' jaeab dinda.
Syfa sudah selesai besiap- siap ia mengenakan stelan kebaya moderen berwarna maroon yang kontraa dengan kulit putihnya terlihat elegan dan cantik, syfa keluar dari kamar tamu dengan membawa tas slempang kecil yang berisikan dompet dan hp miliknya, rencananya syfa akan ke kamar dinda menemui sahabatnya itu, tapi sebuah tangan menarik lengan syfa dan membawanya kesebuah mobil.
"lepasin! kamu siapa!" ucap syfa yang duuduk dibangku mobil, seorang pria tegap dan tampan memasuki mobil tersebut dia menyunggingkan senyum termanisnya
"mas bayu?" gumam syfa sambil mengerutkan alisnya
"iya sayang ini aku, kenapa apa kamu takut diculik sama calon suami kamu sendiri?" goda bayu
"ap..apa..calon suami??" ucap syfa
"iya, aku calon suami kamu sayang, kan kamu sekarang pacar aku!"ucap bayu dengan PD nya.
"sejak kapan aku jadi pacar mas bayu??" tanya syfa
pletak........ suara jitakan dikening syfa membuat syfa meringis dan memegangi keningnya.
__ADS_1
"sakit mass??" rengek syfa
"makanya jangan pura2 lupa!" ucap bayu
"aku gak lupa mas, emang mas nembak aku?? kirain mas bercanda??" jawab syfa
"syfa dengerin mas, mas sudah tidak pantas lagi dengan kata2 romantis ataupun acara nembak, mas ingin langsung menikahi kamu?? apa kamu mau jadi istri mas?" ucap bayu sambil menggenggam tangan syfa, syfa yang mendengar ucapan bayu membuatnya terharu, matanya berkaca-kaca.
"kenapa kamu diam fa?? apa kamu tidak mau menerima ku?" ucap bayu lagi
"bukan begitu mas, jujur aku seneng banget, bahagia dan juga terharu dengan apa yang maz bayu ucapkan, beri aku waktu mas, untuk meyakinkan perasaan ini sama kamu" jawab syfa, sebenarnya syfa masih ragu dengan perasaanga, apakah dia benar mencintai bayu atau sekedar nyaman dengan bayu, syfa ingib memastikan itu
"baiklah, apabila kamu sudah siap dengan jawaban kamu, kamu hubungi aku, tapi aku minta kamu jangan kecewain perasaan aku fa?" ucap bayu
"ingsya allah mas" jawab syfa
" ya sudah kita berangkat ke hotel tempat resepsi sekarang" ucap bayu
"tapi mas, yang lain??" jawab syfq
"sudah tenang lah, mereka semua sudah punya pasangan masing2, lebih baik kita berangkat lebih awal, aku mau mengecek keamanan disana" ucap bayu
"iya mas" jawab syfa
Mereka berangkat menuju Hotel tempat resepsi pernikahan di selenggarakan.. dalam perjalanan dion terus menggenggam tangan syfa, ia tak mau melepaskan walau sedetik pun.....
Hai kakak kakak jangan lupa like, vote and coment yaa😊😊😉
biar semangat up nya..
apa sudah puas dengan syfa dan bayu???
maaf kalau masih ada typo😊
__ADS_1