
"Aduh pengantin baru"
Ziko tertawa mendengar perkataan Gio yang ditujukan untuk dia serta Devina yang baru saja datang dan bergabung bersama mereka. Sekarang keduanya ada di salah satu cafe dan berkumpul bersama teman-teman SMA mereka yang membuat keduanya kini jadi bahan ledekan.
Jelas saja diantara yang lainnya baru Devina dan Ziko yang sudah menikah dan semua orang juga tau hubungan keduanya sejak masih sekolah, betapa Devina dan Ziko tidak pernah terpisah. Pernikahan keduanya bukanlah hal yang membuat kaget atau heran orang-orang bahkan hal itu adalah hal yang sudah mereka duga-duga.
Gio dan Mona sering kali bercanda dengan mengatakan bahwa diantara mereka keduanya yang akan menikah lebih dulu, benar saja Ziko dan Devina yang paling pertama menikah.
Tak butuh waktu lama selesai semester pertama perkuliahan keduanya langsung menyebar undangan.
"Sini lah jauhan duduknya kalau mau deket-deket nanti aja di kamar." Kata Gio membuat Devina menatapnya dengan sebal
"Ish Giooo"
"Vin jangan buat gue gemes sama istri orang ya." Kata Gio yang langsung dihadiahi tatapan tajam Ziko
"Vina makin cantik udah jadi istri orang." Kata Mona sambil tertawa
"Memang gitu tau jangankan nikah kadang kalau udah jadi pacar orang aja langsung jadi cakep banget." Kata Cessa
"Kelihatan banget bahagianya kalian berdua." Kata Nayla
Devina tersenyum senang mendengar perkataan teman-temannya.
"Gue udah pesan tadi dan Vina juga udah dipesenin soalnya Ziko udah chat gue tadi suruh sekalian pesenin." Kata Gio
"Iya Gio makasih." Kata Devina sambil tersenyum manis
Gio tidak bohong kalau Devina berkali lipat lebih cantik.
"Mata lo awas keluar." Kata Ziko kesal
"Ya ampun Ko gue gak bakal aneh-aneh juga kali, masih sayang nyawa gue." Kata Gio sambil tertawa
Di lain sisi Mona mendekatkan wajahnya dan berbisik pelan pada Devina.
"Kado pernikahan dari gue udah di pakai belum Vin?"
Devina menatap Mona dengan lugu lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Belum bajunya tipis banget sekarang kan lagi dingin terus juga terawang, aneh deh Mona beli baju kayak gitu." Kata Devina
Mona hanya bisa tersenyum mendengarnya, kadang dia gemas sendiri kalau bicara pada Devina.
"Gak papa kali Vin." Kata Mona
"Enggak mau Ziko ledekin aku kalau aku pakai baju itu." Kata Devina
Baiklah Mona akan berhenti saja karena sulit bicara dengan Devina yang polosnya keterlaluan.
"Gimana Ko nikah sama Vina?" Tanya Mona
Ziko menatap Mona dengan senyuman lalu menatap Devina juga yang tersenyum manis kepadanya.
"Bebas, dulu mau peluk aja takut dilihat Vano." Kata Ziko sambil tertawa
"Ziko peluk aku terus kok waktu kita pacaran." Kata Devina
__ADS_1
"Susah ya Vin." Kata Cessa pelan
"Susah apa?" Tanya Devina
"Udah Vin diem aja tuh pesanan kita udah datang." Kata Nayla
Devina tersenyum senang begitu makanan datang, dia sedikit lapar, tapi raut wajahnya berubah kesal ketika melihat ada udang diantara menu mereka.
"Ihh siapa yang pesan udang?" Tanya Devina
"Gue Vin kan lo tau gue suka makan udang." Kata Nayla
"Vina mauu"
"Enggak!"
Devina mengerucutkan bibirnya sebal begitu mendengar suara Ziko yang penuh penekanan.
"Jangan berani-berani Vin aku gak mau alergi kamu kambuh ya?" Kata Ziko
"Enggak papa tau kalau sedikit boleh." Kata Devina
"Devina, enggak boleh." Kata Ziko lagi
"Vin lo tuh alergi banget sama udang." Kata Mona
"Ah kan tau gitu gak pesen udang deh gue." Kata Nayla
"Boleh kok kalau sedikit enggak papa." Kata Devina lagi
"Kamu mau aku dimarahin Daddy sama Vano ya?" Kata Ziko
"Itu banyak makanan Vin." Kata Ziko sambil menunjuk ke arah meja
"Cium aja Ko kalau gak mau nurut." Kata Cessa membuat Devina memukul pelan lengannya
"Cessaaa"
"Makanya Vin gak usah aneh-aneh kebiasaan banget." Kata Cessa
"Iya ihh enggak." Kata Devina
Mereka hanya bisa tersenyum melihat Devina apalagi Ziko yang benar-benar tak habis fikir dengan apa yang baru saja istrinya itu katakan. Bisa habis dia kalau alergi Devina tiba-tiba kambuh dan hal itu akan membuat dia dicap sebagai suami yang kurang memperhatikan istrinya.
Tidak akan dia biarkan dan lagi Devina bisa parah sekali kalau alerginya kambuh.
"Eh gue penasaran deh, lo kan gak pernah jauh-jauh dari Vano terus gimana Vin rasanya?" Tanya Gio
"Emm kangen, tapi aku sering telpon terus kemarin juga ke rumah sama Ziko." Kata Devina
"Vano kesepian pasti." Kata Cessa
"Sana temenin." Canda Gio
"Wah gila langsung dihajar gue sama Adara." Kata Cessa membuat Devina tertawa mendengarnya
"Cessa mah sama Gio aja." Kata Devina membuat keadaan hening seketika
__ADS_1
"Apaansih Vin." Kata Cessa sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Malah jodohin orang." Kata Ziko pada Devina
Devina hanya menunjukkan cengirannya saja lalu mereka mengobrol tentang banyak hal bersama-sama.
Rasanya menyenangkan bisa melakukan hal ini lagi bersama mereka karena sudah enam bulan lebih mereka jarang bertemu karena sibuk dengan kuliah.
Berkumpul dan mengobrol bersama begini sangat menyenangkan.
¤¤¤
Sampai di rumah sekitar pukul tiga Devina masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, dia masih malu kalau harus mengganti pakaian di depan suaminya. Selagi Devina berganti pakaian Ziko menunggu sambil memainkan ponsel milik Devina dan melihat-lihat foto yang ada disana.
Sekitar sepulug menit berlalu Devina keluar dan sudah berganti pakaian dengan celana selutut serta kaos oversize miliknya. Berjalan menghampiri suaminya Devina duduk dan langsung memeluk Ziko dengan erat membuat pria itu tersenyum senang.
Terkadang selama seharian mereka hanya akan berpelukan dan sesekali diselingi ciuman yang Ziko berikan.
"Makasih Ziko udah ajakin Vina keluar hehe Vina seneng bisa ketemu dan ngobrol sama yang lainnya." Kata Devina
"Sama-sama Vin." Kata Ziko
Melepaskan pelukannya Ziko menangkup wajah Devina dan mengusap sayang pipinya.
"Bentar lagi kita ke kampus untuk ngurusin jadwal kuliah." Kata Devina
"Heem nanti aku temenin kamu sampai ke fakultas." Kata Ziko
"Nantii kalau udah kuliah Ziko gak boleh deket-deket sama cewek lain ya? Gak boleh pokoknya Ziko kan udah punya Vina, jadi jangan ganjen sama cewek-cewek nanti Vina marah." Kata Devina membuat Ziko terkekeh mendengarnya
Siapa juga yang mau dekat-dekat dengan wanita lain?
"Kamu juga sama." Kata Ziko
"Ish iya enggak Vina kan gak pernah dekat-dekat sama cowok kalau Ziko pernah." Kata Devina
"Enak aja kapan?" Kata Ziko tidak terima
"Ziko sering bantuin Tiara sampai dia suka terus waktu Vina ke kelas dia peluk tangan Ziko." Kata Devina
"Iya aku kan gak suka sama dia." Kata Ziko
"Bener ya?" Kata Devina dengan mata memicing
Ziko tertawa lalu mencium singkat bibir istrinya.
"Aku udah menikah sama kamu Vin itu artinya kamu satu-satunya wanita yang aku cinta"
Devina tersenyum senang lalu melingkarkan tangannya di leher Ziko dan mendekatkan wajahnya sambil mencium bibirnya.
Sontak saja Ziko merasa seperti habis mendapat lotre hingga dia langsung menahan tengkuk Devina begitu dia ingin menjauhkan wajahnya.
Bibir Ziko terus bergerak sampai Devina memukul pelan dadanya dan membuat Ziko menjauhkan wajahnya sambil mengusap pipinya dengan penuh kelembutan.
Menjauhkan wajahnya Ziko mencapit gemas hidung Devina dan mengatakan hal yang membuat pipi Devina memerah.
"Udah berani ya?"
__ADS_1
¤¤¤
Ziko kegirangan sendiri😂