Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Papi Ziko


__ADS_3

Mata Devina berbinar begitu dia bersama suaminya masuk ke dalam toko buku tadi sehabis makan mie ayam Devina minta ke toko buku bahkan merengek dengan wajah sedihnya. Akhirnya mereka pergi ke toko buku dan Devina terlihat begitu senang dia langsung pergi ke tempat dimana novel berada.


Dengan sabar Ziko mengikuti istrinya mencari novel yang mau dibeli dia juga tersenyum melihat Devina yang terlihat begitu senang. Biasanya Devina butuh waktu lama untuk memilih novel dan Ziko selalu sabar menunggu.


Saat ini Devina hanya memakai kaos yang di tutupi dengan jaket juga celana panjang kalau Ziko dia hanya memakai kaos hitam dan celana pendek saja.


"Ziko pegangin"


Devina menyerahkan dua buah novel kepada suaminya yang langsung Ziko ambil dan bawa sambil mengikuti langkah kaki istrinya.


"Zikoo"


Devina menatap Ziko sebentar dengan senyuman di wajahnya.


"Boleh enggak Vina beli banyak?" Tanya Devina


Pertanyaan itu membuat Ziko tersenyum ketika mendengarnya.


"Boleh"


Devina langsung tersenyum senang dia memilih lagi novel yang ingin dia beli hingga menit demi menit berlalu dan kini sudah ada lima novel yang dia bawa.


Masih berlanjut selama lima belas menit dan Devina menambah lagi tiga hingga kini ada delapan novel yang mau dia beli.


"Ziko udahh sini Vina bantuin bawa." Kata Devina


Ziko hanya tersenyum lalu bersama dengan Devina pergi ke kasir untuk membayar dan Devina menunggu dengan penuh semangat.


Begitu selesai membayar Devina mengambil alih paper bag yang Ziko bawa lalu mengintip ke dalam membuat Ziko menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum.


Ziko merangkul Devina dengan sayang lalu membuka pintu mobil untuk istrinya dan tidak lupa memakaikan juga sabuk pengaman untuknya.


"Vina suka semua novelnya." Kata Devina senang


Ziko hanya tersenyum lalu dia mulai melajukan mobilnya meninggalkan area toko buku karena sudah cukup sore mereka harus segera pulang ke rumah.


Selama Ziko fokus mengendarai mobilnya Devina asik membuka satu per satu novel yang tadi dia beli lalu memasukkan lagi ke dalam paper bag begitu puas. Sekitar dua puluh menit keduanya baru sampai di rumah Devina terlihat senang dia ingin segera membaca novelnya.


"Yee udah sampai." Kata Devina senang


Ziko tersenyum begitu keluar dari mobil dia menggenggam sayang tangan Devina yang disambut dengan hangat oleh istrinya. Masuk ke dalam rumah keduanya bertemu dengan orang tua Ziko yang sedang menonton TV.


"Ehh udah pulang." Kata Nazwa


"Tadi Vina makan mie ayam terus ke toko buku Vina beli novel banyakk Ziko yang bayar." Kata Devina senang


Kedua orang tua Ziko hanya bisa tersenyum mendengarnya, merasa gemas sendiri dengan Devina.


"Ayo ke kamar sayang mandi dulu." Kata Ziko

__ADS_1


Devina mengangguk patuh dia melambaikan tangan pada mertuanya lalu bersama dengan Ziko pergi ke kamar.


Masuk ke dalam kamar Devina meletakkan paper bag nya di atas meja lalu melepas jaket milik Ziko dan menggantungkannya. Setelah itu Devina duduk di atas ranjang dan mengeluarkan semua novel yang ada di dalam paper bag.


"Sayang mandi dulu udah sore." Kata Ziko


Devina tidak menjawab dia masih asik dengan novelnya membuat Ziko menghela nafasnya pelan lalu berjalan mendekat dan mengambil alih novel yang istrinya pegang.


"Mandi dulu udah sore." Kata Ziko sambil tersenyum


"Enggak usah mandii." Kata Devina


Ziko tersenyum lalu mencubit gemas pipi istrinya.


"Mandi dulu." Kata Ziko lagi


Devina menghela nafasnya pelan sambil memasang wajah cemberutnya.


"Gendong"


Tertawa kecil Ziko menuruti keinginan istrinya dan menggendong tubuh Devina yang sedikit lebih berat dari sebelumnya.


"Mandinya sama-sama." Kata Devina sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ziko


Ziko hanya mengangguk sebagai jawaban begitu masuk ke dalam kamar mandi Ziko menurunkan Devina dari gendongannya.


Sekali lagi Ziko hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang semakin lama semakin menggemaskan.


"Ehh cincinnya belum di lepas nanti jatuh." Kata Devina ketika melihat tangannya


Mendengar itu Ziko meraih tangan Devina lalu melepaskan cincin istrinya juga cincin miliknya dan meletakkan di dekat kaca.


"Sekarang mandi ibu hamil." Kata Ziko sambil mencapit gemas hidung istrinya


Devina menunjukkan cengirannya membuat dia terlihat semakin lucu.


"Mandi sama Ziko berduaaa"


Kapan ya Devina berhenti menggemaskan?


°°°°


"Ziko ayoooo"


Devina dengan penuh semangat meminta Ziko untuk pergi ke ruang tengah dan mengajak Ziko bermain game yang hanya bisa Ziko turuti dengan syarat hanya sebentar karena sudah malam. Begitu sampai di ruang tengah Devina langsung duduk di atas karpet dan mengajak Ziko untuk bermain play station.


Tersenyum tipis Ziko mencubit gemas pipi Devina lalu mengambil dua stik play station dan memberikannya satu pada Devina. Terlihat sekali Devina begitu bersemangat dan tidak sabar membuat Ziko hanya bisa menahan rasa gemas yang ada di dalam dirinya.


"Sebentar aja ya?" Kata Ziko sebelum memulai

__ADS_1


Devina mengangguk dengan semangat.


"Okee satu kali ajaaa." Kata Devina


Begitu mulai Devina dengan kemampuan apa adanya mencoba bermain dan Ziko hanya bisa bermain dengan santai agar Devina bisa menang.


Cukup lama mereka bermain mungkin sekitar dua puluh menit hingga akhirnya Devina benar-benar menang karena Ziko mengalah. Devina tersenyum senang dia melempar stik play station milik Ziko karena senang membuat suaminya itu melotot.


Astaga nanti bisa rusak.


"Yee Vina menang Ziko kalah." Kata Devina


Ziko tersenyum dia mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Karena Vina menang Vina mau minta sesuatu Ziko harus mau nurutin." Kata Devina


"Mau minta apa hm?" Tanya Ziko


"Minta gendong sampai ke kamar." Kata Devina dengan penuh semangat


Ziko tertawa pelan mendengarnya dia mematikan dulu play station miliknya lalu menggendong tubuh Devina dengan mudah dan membawanya ke kamar.


Devina menatap Ziko dengan senyuman dia memainkan pipi pria itu yang sama sekali tidak mengganggu Ziko karena dia hanya diam.


Begitu sampai di kamar Ziko menurunkan Devina di atas ranjang lalu meminta istrinya itu untuk berbaring.


"Sinii Zikoo." Kata Devina


Ziko tersenyum dia ikut naik ke atas ranjang dan duduk di dekat Devina membuat gadis itu langsung mendekat.


"Vina belum ngantuk." Kata Devina


"Belum mau tidur?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan dia meraih ponselnya lalu mengajak Ziko untuk berbaring dan setelahnya Devina mencari film.


"Kita nonton film dulu." Kata Devina


Ziko hanya bergumam pelan dia membiarkan Devina melakukan yang dia mau dan begitu waktu berjalan Ziko yang memang sudah mengantuk tanpa sadar tertidur. Kepalanya kini bersandar pada bahu Devina membuat Devina terkejut lalu menoleh.


Melihat Ziko yang tertidur Devina tersenyum dia mematikan film yang sedang dia tonton laku meletakkan ponselnya di meja dan berbalik dengan hati-hati. Tangan Devina menahan kepala Ziko dia menatap Ziko yang terlihat begitu lelap.


Tersenyum senang Devina mendekatkan wajahnya dia mencium kening Ziko dengan sayang.


"Selamat malam Papi Zikoo"


°°°°


Tolong carikan cowok seperti Ziko untuk author nyaaa😌

__ADS_1


__ADS_2