
Sudah tiga hari belakangan ini Devina merasa mudah sekali lelah dan cukup sensitif, dia sering mengomel kalau kedua anaknya tidak mau diam. Bukan hanya itu ketika Ziko terlambat pulang Devina juga akan merajuk hingga menolak bicara dengan suaminya.
Aneh memang, tapi Ziko berusaha untuk memaklumi itu semua.
Sayangnya hari ini Devina semakin aneh bukan tidak mau bicara saja, tapi Devina tidak mau di dekati oleh Ziko dan malah marah kalau dia mendekat. Jelas saja Ziko tidak betah biasanya dia selalu menempel pada istrinya itu.
Membingungkan sekali.
"Sayangg"
Berbeda dari biasanya Devina tidak tersenyum dan malah menatapnya dengan sinis.
"Ya ampun aku salah apa sayang?" Tanya Ziko bingung.
Devina hanya mengangkat bahunya acuh tanpa mau memberikan jawaban.
"Vinaaaa jangan diemin Ziko." Kata Ziko dengan raut wajah sedih.
Bukannya luluh Devina malah berniat pergi membuat Ziko langsung menarik wanita itu dan memeluknya dengan erat.
"Aku salah apa Vina? Jangan diemin aku." Kata Ziko pelan.
Devina tidak mau memberikan jawaban.
"Sayanggg"
Devina masih tetap diam.
"Mamiiii"
Devina menghela nafasnya pelan dan berusaha melepaskan pelukan suaminya.
"Ya ampun sayang jangan kayak gini, aku salah apa hm? Aku minta maaf kalau aku salah." Kata Ziko dengan raut wajah sedih.
"Enggak"
"Vinaaa"
"Vina mau liat anak-anak." Kata Devina.
"Enggak, kasih tau dulu Ziko salah apa." Kata Ziko sambil menahan lagi tangan istrinya.
Devina menggelengkan kepalanya pelan seraya tersenyum.
"Aaa sayang jangan diemin aku." Kata Ziko.
Devina melepaskan tangan Ziko kemudian berjalan keluar kamar meninggalkan suaminya yang terlihat frustasi karena ulahnya.
Senyum Devina mengembang dengan sempurna begitu dia keluar kamar, seru sekali mengganggu suaminya.
Di dalam kamar Ziko terlihat frustasi sendiri, dia langsung mencari ponsel istrinya dan melihat kalau ada sesuatu di sana.
Tapi, tidak ada apapun.
Lalu Devina kenapa?
Ziko berusaha berpikir juga apa dia sudah berbuat salah atau tidak, tapi dia rasa tidak.
Agh Ziko pusing memikirkannya.
Baru saja beberapa menit sejak Devina keluar tiba-tiba istrinya itu kembali lagi membuat Ziko langsung berniat menghampirinya.
"Ziko duduk aja." Kata Devina sambil melotot.
Ziko menurut, dia langsung duduk sambil menatap Devina yang berjalan mendekat ke arahnya.
Istrinya itu duduk di sampingnya dan menatapnya dengan senyuman, dia mengusap kepala Ziko dengan sayang.
"Vina marah banget sama Ziko"
"Kenapa? Aku salah apa?" Tanya Ziko pelan.
Devina cemberut, dia membuka genggaman tangannya dan menunjukkan sesuatu.
"Vina marah karena Ziko enggak tau kalau Vina lagi hamil." Kata Devina.
Untuk beberapa saat Ziko diam dengan raut wajah bingung, dia menatap testpack lalu menatap Devina hingga bergantian.
"Aku udah ke Dokter sama Mama katanya usia kandungannya udah dua minggu terus....."
__ADS_1
Belum sempat menyelesaikan perkataannya Ziko sudah menubruk tubuh Devina dan memeluknya dengan sangat erat. Bukan hanya itu saja Ziko juga menciumi wajah Devina dengan gemas membuat istrinya itu tertawa senang.
"Kenapa enggak bilang? Aaaaa sayangnya Ziko kenapa enggak bilang?" Tanya Ziko heboh.
Pria itu masih terus menciumi Devina karena gemas dan senang.
"Jadi, kita bakal punya baby lagi? Vinaaa aku seneng banget sayang." Kata Ziko dengan raut wajah penuh kebahagiaan.
Devina pun ikut tersenyum, dia hanya diam ketika Ziko melepaskan pelukannya lalu menangkup wajahnya dan mencubit gemas pipinya.
"Baby Vina mau punya baby lagi." Kata Ziko.
Tertawa pelan Devina mengangguk sambil membiarkan Ziko mencubiti pipinya.
Masih dalam posisi seperti itu hingga pintu kamar terbuka dan kedua anak mereka datang lalu masuk ke dalam bersama-sama.
"Amii Amiiii"
Arthan dan Ardhan berlari dengan lucu ke arah mereka lalu keduanya naik ke atas ranjang.
"Amii Amiii kata Oma kita mau punya adik agiii." Kata Arthan dengan mata berbinar.
"Aku mau adik." Kata Ardhan juga.
Devina dan Ziko tersenyum ketika mendengarnya.
Tanpa permisi Ziko memeluk kedua anak itu dan menjatuhkan keduanya ke dalam pangkuannya.
"Iya anak-anaknya Papi mau punya adik." Kata Ziko sambil mencium kedua pipi anak itu bergantian.
Keduanya tertawa senang lalu Arthan bangun dan anak itu melompat-lompat di atas kasur di susul dengan Ardhan yang melakukan hal yang sama.
Devina hanya tersenyum saja melihat kedua anaknya yang sangat menggemaskan itu.
"Ehhh tapi, harus janji enggak boleh nakal supaya Mami dan adiknya sehat terus." Kata Ziko pada kedua anaknya.
"Janjii janjiii"
"Peluk Mami?" Kata Devina sambil merentangkan kedua tangannya.
"Peluk Amiiii"
Senang sekali rasanya mereka akan memiliki anggota baru lagi.
°°°°
"Jangan sayang biar aku aja"
Devina tersenyum ketika Ziko memandikan kedua anaknya karena takut Devina terpeleset dan kelelahan.
Raut wajah Ziko terlihat begitu bahagia, dia menggandeng kedua anaknya dan membawa mereka masuk ke dalam kamar mandi.
"Lucu"
Tertawa pelan Devina mengintip dari balik pintu dan memperhatikan Ziko yang mulai kewalahan ketika memandikan Arthan yang sangat tidak bisa diam.
"Buca bucaaa banyak bucaaa"
Arthan berseru heboh ketika ada banyak bisa di tubuhnya hingga melompat-lompat senang.
"Arthan jatuh jangan lompat-lompat." Kata Ziko mengingatkan.
"Aku bica buat balon." Kata Ardhan pamer.
Anak itu membentuk huruf O dengan jari-jari tangannya lalu meniupnya pelan hingga ada gelembung kecil.
Arthan langsung heboh sendiri anak itu mendorong pelan tubuh Papinya dan menghampiri sang kembaran yang asik membuat gelembung-gelembung kecil.
Melihat itu Devina tertawa pelan, memang kedua anak itu tidak pernah bisa diam mereka hanya akan diam ketika sedang tidur saja.
"Sayang enggak boleh gitu ayo mandi yang bener." Kata Devina dari depan pintu kamar mandi.
Kali ini keduanya menatap Devina dengan cengiran lucu, tapi mereka menurut hingga Ziko tidak terlalu kesulitan.
Dan ya bajunya basah semua sekarang.
"Udah Vina aja yang gantiin bajunya." Kata Devina ketika Ziko selesai memandikan kedua anaknya.
"Basah semua baju aku." Kekeh Ziko sambil melihat pakaiannya yang sangat basah.
__ADS_1
"Iya makanya Ziko langsung mandi terus ganti baju." Kata Devina dengan senyuman di wajahnya.
Ziko mengangguk singkat kemudian pergi ke kamarnya sendiri meninggalkan Devina yang kini mengajak kedua anaknya untuk mengganti baju.
Untungnya kali ini kedua anak itu menurut. Dengan handuk yang melilit di tubuh kecil itu keduanya berjalan mengikuti Devina kemudian duduk sambil menunggu Devina mengambil baju.
Tak butuh waktu lama Devina sudah membawa dua pasang baju untuk kedua anaknya yang sekarang sedang duduk diam.
Tumben sekali biasanya sangat pecicilan.
Devina tersenyum manis, dia meminta Arthan untuk mendekat dan memakaikan baju untuk anak itu terlebih dahulu.
"Amiii"
"Iya sayang"
"Aku punya adik belapaa?" Tanya Arthan sambil menatap Devina dengan lucu.
"Aku mau cegini." Kata Ardhan sambil mengangkat kelima jarinya dan membuat Devina tertawa mendengarnya.
"Rahasia"
"Kenapa lahacia? Adik aku di taluh mana?" Tanya Ardhan dengan penuh rasa ingin tau.
"Adiknya Arthan sama Ardhan ada disini." Kata Devina sambil menunjuk perutnya.
"Mana manaaa? Altan mau liat." Kata Arthan.
"Aku jugaaa"
"Eh belum bisa di lihat." Kata Devina dengan penuh kelembutan.
"Tapi..."
"Ayo ganti baju dulu nanti lagi tanya ke Maminya." Kata Devina yang membuat kedua anak itu diam.
Devina dengan telaten menggantikan baju untuk kedua anaknya yang ketika selesai dia langsung mencium kedua pipi anaknya bergantian.
"Udah ganteng"
"Amiii"
"Iya sayang"
Arthan tersenyum lebar sambil menatap Devina.
"Ami aku enggak mau adik pelempuan nanti dia cepelti nenek lampil." Kata Arthan.
Devina langsung tertawa mendengarnya.
"Enggak dong kalau adiknya Arthan sama Ardhan perempuan nanti dia lucu seperti Mami." Kata Devina.
"Lucu ya Mi??" Tanya Ardhan dengan penuh antusias.
"Iya lucu nanti dia gemesin." Kata Devina lagi.
Kedua anak itu langsung tersenyum mendengarnya.
"Sini peluk Mami dulu." Kata Devina.
Berlari kecil keduanya memeluk Devina dengan sayang.
"Nanti sayang enggak sama adiknya?" Tanya Devina.
Dan kedua anak itu menjawab dengan penuh semangat.
"Cayanggg"
Bisa dibayangkan akan seramai apa rumah ini nantinya.
...°°°°°...
*Yeayyy finally aku updateeeeee❣️
Siapa yang kangen sama Mami Vina dan si kembar yang nakalll???
heheeee
akhirnya Mami Vina menyusul Adaraaaa💞
__ADS_1
Baby nya kembar lagi gak yaaaa*???