Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Tidur


__ADS_3

Mata Nazwa berkaca-kaca ketika dia mendengar perkataan anaknya yang mengatakan bahwa menantu cantiknya sedang mengandung dan tanpa dia minta ari matanya jatuh begitu saja. Di sampingnya Zidan juga menunjukkan kebahagiaan yang nyata lalu dengan penuh hari Nazwa memeluk Devina dengan erat dan mencium puncak kepalanya hingga berkali-kali.


Senyum Devina mengembang dengan sempurna dia menatap mertuanya ketika wanita paruh baya itu menangkup wajahnya dan mencium keningnya lama sekali. Setelahnya Nazwa menjauh dia mengusap air matanya lalu tertawa pelan dan menatap Devina yang tersenyum padanya.


"Sayang"


Devina tersenyum dia terus menatap mertuanya yang masih belum bicara.


"Jadi kalian tadi pergi ke Dokter untuk meriksa ini?" Tanya Nazwa


"Iya Ma aku gak bilang karena aku juga belum yakin." Kata Ziko sambil tersenyum


"Aduh sebentar lagi Papa jadi Kakek." Kata Zidan membuat Devina tertawa mendengarnya


"Baby nya Vina ada dua." Kata Devina


Wajah Nazwa semakin berseri senang dia kembali memeluk Devina dan mencium keningnya.


"Ya ampun sayang ini serius? Kamu hamil anak kembar? Benar Ziko?" Tanya Nazwa dengan antusias


"Iya Ma"


"Devina sekarang Mama jadi mau nangis." Kata Nazwa


Devina tertawa kecil dia memeluk mertuanya itu dengan sayang.


"Mama jangan nangis harusnya Mama senang." Kata Devina


"Mama menangis karena terlalu senang sayang." Kata Nazwa


Ziko tersenyum melihat Mama serta istrinya dia ikut senang ah dia tidak membayangkan bagaimana bahagianya keluarga Devina nanti ketika mendengar kabar ini.


"Vina mau makan apa untuk makan malam hm? Nanti Mama buatkan." Kata Nazwa


"Enggak ada Ma apa aja yang Mama masak Vina suka." Kata Devina


"Kalau mau apa-apa Vina bilang ya? Bilang sama Mama." Kata Nazwa dengan penuh kelembutan


Devina mengangguk patuh dia tersenyum ketika pipinya di usap dengan sayang.


"Vina harus bilang semua mau Vina ke Ziko ya?" Kata Zidan


"Iya Pa"


"Kata Dokter tadi apa Ziko?" Tanya Zidan


"Semuanya baik Pa dan Devina hanya perlu jaga pola makan aja dan rutin makan vitamin." Kata Ziko


"Yaudah sekarang Vina ke kamar aja sama Ziko ya? Istirahat nanti kalau udah waktu makan malam baru keluar ya?" Kata Zidan

__ADS_1


"Vina enggak bantu Mama?" Tanya Devina


"Enggak masalah nanti Mama ada Bibi sekarang Devina istirahat aja." Kata Nazwa


Devina mengangguk patuh lalu menyambut uluran tangan Ziko dan pergi ke kamar bersama dengan suaminya. Begitu masuk ke dalam kamar Devina langsung duduk di tepian ranjang.


Ziko juga ikut duduk di sampingnya dia tersenyum sambil mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Besok kita ke rumah Mommy kamu ya?" Kata Ziko


Devina menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Nanti Mommy sama Daddy senang." Kata Devina


"Iya mereka pasti senang banget Vin." Kata Ziko


"Habis itu kita ke rumah Kak Ara ya?" Kata Devina lagi


"Iya sayang"


"Emm nanti kalau Vina mau sesuatu Ziko pasti kabulin kan?" Tanya Devina


"Iya asal kamu gak minta yang aneh." Kata Ziko


Devina mengangguk faham lalu dia mendekat dan memeluk suaminya itu dari samping.


"Hm"


"Apa Vina jadi malas karena Vina lagi hamil?" Tanya Devina


"Enggak kamu kan memang biasanya malas." Kata Ziko


Perkataan itu membuat Devina langsung melepaskan pelukan dan menatap Ziko dengan wajah cemberut.


"Bercanda." Kekeh Ziko sambil mencubit pelan pipinya


"Ziko jangan nakalll nanti Vina ngambek." Kata Devina


Ziko tertawa mendengarnya.


"Iya enggak akan nakal." Kata Ziko


"Jangan ledekin Vina enggak boleh." Kata Devina lagi


"Iya istriku sayang." Kata Ziko


"Ziko sayang Vina?" Tanya Devina


Ziko langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sayang bangettt"


"Kalau sama baby kita?" Tanya Devina


"Sayang juga"


"Sayangnya sama seperti Ziko sayang Vina?" Tanya Devina


"Iya"


Devina tersenyum senang dia meraih tangan Ziko lalu membawa tangan itu ke perutnya membuat Ziko ikut tersenyum.


Ah ya ampun Devina tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya dia sekarang.


Rasanya tidak sabar ingin memberikan kabar gembira ini pada keluarganya.


°°°°°


Pukul dua malam mendadak Devina terbangun entah karena apa dia tidak lapar hanya tiba-tiba terbangun saja dan sekarang yang Devina lakukan hanya diam sambil terus menatap Ziko yang tertidur dengan lelap. Perlahan tangan Devina terulur untuk mengusap pipi suaminya yang membuat Ziko menggeliat pelan dan semakin mendekat padanya.


Tangan Ziko yang melingkar manis di pinggangnya mengerat membuat Devina tersenyum sambil terus menatap suaminya. Sudah lama mereka menikah Ziko membuat Devina merasa begitu bahagia menjadi istrinya.


'Vin nanti kalau kita punya anak pasti lucu ya? Apalagi kalau anak kita kayak kamu ah pasti gemesin'


Ziko pernah mengatakan hal itu padanya dan Devina masih sangat ingat senyuman suaminya.


"Ziko ganteng nanti kalau baby kita cowok dia pasti seperti Ziko." Kata Devina sambil tersenyum


Devina mendekat dia mencium kening Ziko sebentar dan beruntung Ziko tidak melakukan pergerakan apapun.


"Hidung Ziko mancung banget kayak perosotan." Kekeh Devina sambil menyentuh hidung suaminya


Lagi Devina terus fokus menatap suaminya yang semakin tampan padahal sedang tidur.


"Ini bibir Ziko yang nakal suka cium Vina terus." Kata Devina


Tangan mungilnya menyentuh bibir Ziko lalu mengusapnya perlahan dan Ziko masih belum bangun atau terusik.


"Ziko pasti ngantuk banget dari tadi enggak bangun, sekarang Ziko lagi mimpi apa yaa?" Tanya Devina entah pada siapa


Devina tersenyum lagi dia mendekat dan memberikan ciuman di bibir Ziko lalu memeluknya dengan erat.


Kepala Devina bersandar di dada bidang Ziko yang tidak tertutupi apapun dan perlahan matanya kembali terpejam.


Devina berusaha untuk terlelap lagi.


°°°°


Aku updateeee🥳

__ADS_1


__ADS_2