
Suara ketukan di pintu kamar membuat Ziko refleks menjauhkan tubuhnya dan menatap Devina yang terengah karena ciuman yang dia berikan, tersenyum manis Ziko mengusap bibir bawah Devina dengan penuh kelembutan. Sebelum beranjak untuk membuka pintu Ziko menarik selimut agar bisa menutupi tubuh Devina dan barulah dia membuka pintu kamar.
Ternyata sudah ada Nazwa disana dan Ziko langsung tersenyum juga mengangguk faham ketika Mama nya meminta dia untuk segera turun dan menyantap makan malam. Menghela nafasnya pelan Ziko kembali menutup pintu dan menghampiri Devina yang sekarang sudah kembali rapih dengan pakaiannya.
"Pending dulu ya buat baby nya?"
Pipi Devina merona sempurna mendengar perkataan suaminya apalagi setelah mengatakan itu Ziko mencium sekilas bibirnya dan kembali menatapnya.
"Udah rapih lagi sekarang." Kata Ziko
Devina hanya diam dan menatap Ziko yang sekarang merapihkan rambutnya dengan kedua tangan kekarnya lalu mengusap kedua pipinya.
"Yuk turun kita mau makan malam." Kata Ziko
Mengangguk patuh Devina berdiri dengan tangan yang digenggam oleh suaminya dan keduanya bersama-sama keluar dari kamar.
"Besok ada mata kuliah sampai jam sebelas aja?" Tanya Ziko
"Heem cuman sampai jam sebelas habis itu kosong." Kata Devina
"Besok ke apartemen mau gak?" Tanya Ziko
"Ziko enggak kuliah?" Tanya Devina
"Sama kayak kamu jam sebelas selesai, besok cuman ada satu mata kuliah." Kata Ziko
"Emm Vina mau." Kata Devina membuat Ziko tersenyum senang
"Besok tunggu aku di kampus ya?" Kata Ziko
Devina menganggukkan kepalanya lalu dia melepaskan genggaman tangan Ziko begitu keduanya sampai di ruang makan. Meja makan sudah selesai di tata Devina dan Ziko duduk berhadapan dengan kedua orang tua Ziko.
Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna dia menyapa kedua mertuanya dengan ramah.
"Makan dulu yuk." Kata Nazwa
"Iya Ma"
"Oh iya Ziko besok malam orang tua Devina mengajak kita untuk makan malam disana." Kata Zidan
"Beneran Pa?" Tanya Devina dengan antusias
Zidan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Daffa tadi ke kantor dan kami sempat bicara lalu Daddy kamu minta supaya kita bisa makan malam di sana besok karena akan ada Kakak kamu juga." Kata Zidan
Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna, dia sangat tidak sabar ingin bertemu mereka besok.
"Yaudah makan dulu mungkin besok Daddy kamu baru akan bilang." Kata Zidan
__ADS_1
Devina hanya mengangguk patuh lalu dia mulai menyantap makan malam nya tanpa banyak bicara. Pasti menyenangkan semua keluarganya akan ada di rumah besok dan Devina bersama suaminya akan ikut.
Sungguh Devina sangat antusias dia akan menghubungi Devano.
Oh iya Devina mau bicara jujur, sejak percakapan bersama dengan Ziko tadi dia jadi memikirkan beberapa hal masalah anak. Entah kenapa Devina tiba-tiba memikirkannya bahkan dia langsung teringat ucapan suaminya.
Dulu mertuanya juga menikah ketika masih kuliah, apa Mama mertuanya juga menunda kehamilan sama sepertinya?
Selama menyantap makan malam Devina terus memikirkan hal itu bahkan hingga dia selesai dan ketika Ziko mengajaknya kembali ke kamar Devina memintanya untuk pergi lebih dulu. Bersama dengan mertuanya Devina membantu membawa semua piring serta gelas kotor ke dapur dan akan membantu untuk mencucinya juga.
"Vina udah biar Mama aja." Kata Nazwa
Devina tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggak papa Ma biar Vina aja lagian enggak banyak." Kata Devina
Akhirnya Nazwa hanya membiarkan saja dan menatap menantunya yang tengah mencuci piring kotor tadi dengan tangan lembutnya bahkan dari cara Devina melakukannya Nazwa tau Devina hampir tidak pernah melakukannya.
Tentu saja mana mungkin orang tuanya akan membiarkan Devina melakukan itu sedangkan ada banyak pekerja rumah tangga di sana.
"Em Mama boleh gak Vina nanya sesuatu." Kata Devina pelan
"Boleh"
Devina menghentikan sebentar kegiatannya lalu menatap mertuanya dengan senyuman.
"Dulu Mama kan menikah waktu masih kuliah juga emm terus Mama ketika mengandung Ziko itu...."
"Sini Vina lihat Mama dulu." Kata Nazwa
Menurut Devina menghentikan kegiatannya lalu menatap mertuanya dengan pipi memerah.
"Dulu Mama mengandung Ziko ketika masih kuliah dan Mama cuti dua semester lalu setelahnya kembali menyelesaikan kuliah." Kata Nazwa
"Terus Ziko?" Tanya Devina
"Ziko sama Nenek di rumah setiap Mama kuliah nanti kalau sudah selesai Mama susul Ziko kesana." Kata Nazwa
Devina mengangguk faham membuat Nazwa tersenyum melihatnya.
"Kenapa hm?" Tanya Nazwa
"Enggak papa Ma." Kata Devina sambil menundukkan kepalanya
"Vina sayang dengerin Mama ya? Kalau kamu belum siap tidak papa Mama sama Papa juga tidak memaksa dan minta cucu sekarang sayang." Kata Nazwa
"Em bukan gitu Ma." Kata Devina pelan
"Terus gimana?" Tanya Nazwa
__ADS_1
"Vina.... Em Vina senang dan suka kalau lihat anak kecil terus Vina juga mau ngerasaiin." Kata Devina
"Kalau Vina memang sudah siap gak papa sayang, tapi Vina harus tau bahwa ketika punya anak Vina harus membagi waktu dan sayang tidak semudah itu, jadi Vina harus benar-benar siap ya? Jangan terburu-buru." Kata Nazwa
Devina menganggukkan kepalanya lalu kembali melanjutkan kegiatannya dengan Nazwa yang menatapnya sambil tersenyum.
Lucu sekali menantunya.
Menunggu hingga Devina selesai Nazwa langsung mengajak Devina untuk ke atas dan istirahat.
"Mama"
"Iya"
"Besok Vina cuman kuliah sampai jam sebelas terus Ziko mau ajakin ke apartemen." Kata Devina
"Apartemen? Boleh sayang asalkan nanti malam jangan lupa ke rumah orang tua kamu kita akan makan malam disana." Kata Nazwa
"Iya Ma"
"Istirahat ya sayang bilangin Ziko jangan ajakin menantu Mama begadang." Kata Nazwa
Devina mengangguk malu lalu memeluk sekilas mertuanya dan masuk ke dalam kamar. Begitu menutup pintu Devina langsung mendapatkan pelukan dari suaminya membuat Devina terdiam.
Cukup lama Ziko memeluk nya hingga dia membalik tubuh Devina agar menghadap ke arahnya. Kalau sudah begini Devina tau maksudnya bahkan dari tatapan Ziko saja sudah terlihat.
Kalau begini sih sudah pasti mereka akan begadang.
"Kata Mama jangan ajakin Vina begadang." Kata Devina
Ziko tertawa lalu mencium bibinya hingga berkali-kali.
"Mau di ajak begadang aja." Kata Ziko
Devina tersenyum dan hanya diam sambil melingkarkan tangan di leher Ziko ketika pria itu menggendongnya.
Berbaring di atas ranjang dengan Ziko yang menatap matanya Devina tersenyum, dia melihat tatapan penuh kelembutan di mata suaminya.
"Pelukkk"
Nada manja itu membuat Ziko tertawa kecil lalu berbaring disamping Devina dan memeluknya dengan sayang.
Hidung mancung nya bermain di leher Devina membuat istrinya itu merasa geli karena ulahnya.
"Mau ajak Vina main, tapi besok aja di apartemen biar bisa puas"
Devina hanya menanggapinya dengan kekehan, dia sudah terbiasa sekarang mendengar hal itu dari suaminya.
Dasar Ziko mesum.
__ADS_1
°°°
Nih aku kasih update lagii🥰