
Sejak bangun tidur Devina benar-benar enggan beranjak dari tempat tidurnya dia lelah dan merasa sedikit nyeri di sana padahal Devina berniat menghabiskan banyak waktu dengan Ziko hari ini, tapi tidak jadi. Sekarang Devina ada di kamar bersama dengan Ziko yang sejak tadi memangku gitar sambil bersenandung pelan untuknya membuat Devina memperhatikan suaminya itu dalam diam.
Sungguh Devina tidak mau kehilangan Ziko dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan pria yang sangat dia cintai. Meskipun dulu Devina sangat tidak peka dan selalu menganggap Ziko hanya sekedar sahabatnya, tapi sekarang bisa di bilang Devina sudah cinta mati.
Dia sangat mencintai suaminya.
"Udah ya? Capek main gitar terus." Kata Ziko
Devina bergumam pelan dia menatap Ziko dengan senyuman.
"Zikoo"
"Em"
"Tadi Mama sama Papa kenapa nelpon?" Tanya Devina
Sekitar jam sepuluh tadi orang tua Ziko memang menelpon, tapi waktu Devina tanya kenapa Ziko bilang tidak ada masalah apapun.
"Gak kenapa Vin cuman ajak keluar untuk ulang tahun aku, tapi aku bilang jangan hari ini." Kata Ziko
"Kenapa?"
"Kamu kan kelelahan sayang." Kekeh Ziko membuat Devina mengerucutkan bibirnya sebal
"Iya gara-gara Ziko." Kata Devina kesal
"Kamu yang mulai." Kata Ziko sambil mengusap pipinya pelan
"Vina mau bikin Ziko senang." Kata Devina
"Aku senang banget memang Vin." Kata Ziko
"Jadi Ziko suka?" Tanya Devina dengan mata indah yang menatap lurus mata kekasihnya
"Suka banget sayang malah mau lagi nanti malam lagi ya?" Canda Ziko
"Enggakkk"
"Kenapa?" Tanya Ziko
"Capek Ziko lama gak mau berhenti sampai sakit." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya
"Sakit ya?" Kata Ziko
"Heem sakit habisnya sampai mau pagi." Kata Devina
"Kamu sih pakai godain aku segala pakai baju kayak gitu." Kata Ziko
"Ishh salah Vina terus." Kata Devina
"Iya enggak aku yang salah." Kata Ziko
__ADS_1
Memasang wajah cemberutnya Devina mendekat dan memeluk Ziko membuat suaminya itu tertawa sambil mengusap kepalanya dengan sayang.
"Gak mau kasih aku hadiah lagi?" Tanya Ziko
"Ish enggak udah tiga kali Vina kasih hadiah." Kata Devina kesal
"Masa? Baru sekali tau Vin." Kata Ziko
"Enggak udah tiga tadi malam terus tadi pagi waktu Ziko ajakin mandi terus tadi habis makan siang." Kata Devina
"Ya ampun jujur banget." Kekeh Ziko
"Ziko enggak capek apa? Vina aja capek." Kata Devina
"Enggak capek malah tambah semangat." Kata Ziko sambil tertawa
"Tuh kan mesum ish malas." Kata Devina
"Maaf maaf, kamu mau sesuatu gak?" Tanya Ziko
"Enggak, tapi Ziko nanti kalau Mama sama Papa pulang terus kita makan malam di bawah nanti mereka lihat ini gimana? Vina malu." Kata Devina sambil menunjuk lehernya
"Enggak Papa lah bakal maklum kok." Kata Ziko
"Ya maluu memang Ziko enggak?" Tanya Devina
"Enggak"
"Ish nyebelin." Kata Devina
"Emm sukaa"
Ziko menatap Devina yang kini mendongak sambil tersenyum padanya.
"Suka banget hehe"
"Gemes banget sih istri aku." Kata Ziko sambil mencapit gemas hidungnya
"Zikooo"
"Hmm"
Devina mendusal manja di lehernya membuat Ziko tersenyum senang, dia memang puas sekali hari ini.
Saat tengah asik mengusap kepala istrinya dengan sayang ponsel Ziko tiba-tiba berdering membuat pria itu langsung mengambilnya dan mengangkat panggilan dari Gio.
"Halo"
'Woy ulang tahun mana traktirannya?'
Belum sempat Ziko menjawab sudah ada suara Mona, Cessa dan Nayla yang terdengar.
__ADS_1
Wahh Gio sedang jalan bersama para wanita rupanya.
'Sini Ko ajak Vina sekalian udah lama nih gak ketemu'
Ziko tertawa kecil dia menatap Devina yang masih asik dengan posisinya sekarang.
"Enggak deh besok aja ya? Lagi tidur nih Vina." Kata Ziko
'Kok tidur? Masih jam berapa ini Ko bangunin lah ajak sini'
"Iya baru tidur semalaman gak tidur dia capek ma.... Aw sakit Devina." Kata Ziko ketika Devina mencubit lengannya
"Ziko ishh"
'Oh I see gue tau kalian habis ngapain yaudah deh besok janji dulu lo traktiran!'
"Iya Mon besok gue kasih tau tempatnya udah lo sama yang lain nikmatin aja ngedate sama Gio." Kekeh Ziko
'Kurang ajar lo!'
Ziko hanya bisa tertawa lalu mematikan panggilan ponselnya dan meletakkan lagi benda itu di atas bantal.
Begitu Ziko mematikan telponnya Devina melepaskan pelukannya lalu mendekat dan memeluk leher suaminya sambil bersandar di bahunya.
"Capek banget hm?" Kata Ziko
"Heem"
"Kasian, maaf ya?" Kata Ziko
"Ziko"
"Hm"
"Besokk kita mau pergi jalan-jalan sama mereka ya?" Kata Devina
"Iya, kamu mau kemana?" Tanya Ziko
"Terserah Ziko." Kata Devina
Mengangguk faham Ziko menatap Devina dengan senyuman seraya mengusap pipinya dan membuat Devina memejamkan matanya, merasa nyaman.
Menundukkan wajahnya Ziko mencium kening Devina dengan penuh kelembutan membuat istrinya itu tidak bisa menahan senyumannya.
"Sayang Vina"
Devina membuka matanya dia bangun dan mencium bibir suaminya dengan cepat.
"Sayang Ziko juga"
°°°°
__ADS_1
Aku updatee hehe🥰
Maaf kalau terlalu malam yaaa🥰