Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Hujan


__ADS_3

Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna ketika dia bersama Ziko baru saja keluar dari bioskop setelah menonton film bersama. Tangan mungil Devina memeluk lengan suaminya dengan sayang dan sekarang dia mengajak Ziko untuk pergi makan siang karena perutnya sudah merasa sangat lapar.


Hari ini Devina merasa sangat senang karena sudah menghabiskan banyak waktu dengan sang suami apalagi sore nanti dia akan pergi ke pantai bersama dengan Ziko. Sudah lama sekali mereka tidak berjalan-jalan biasanya ketika libur dia dan Ziko hanya akan menghabiskan waktu di rumah saja entah hanya menonton film atau bermain game.


"Mau pesan apa?" Tanya Ziko begitu keduanya sampai di tempat makan dan menemukan tempat yang kosong


"Em Vina mau makan ayam." Kata Devina


"Minum?"


"Jus melon." Kata Devina dengan senyuman manisnya


Ziko menganggukkan kepalanya singkat lalu menyebutkan pesanannya pada pelayan yang datang menghampiri mereka.


"Gak jadi ke kedai ice cream dong?" Kata Ziko pada Devina


"Enggak lain kali aja emm kalau enggak besok." Kata Devina


"Habis ini mau kemana?" Kata Ziko


"Vina capek em pulang dulu ya? Nanti sore baru kita ke pantai." Kata Devina


"Ke apartemen dulu mau?" Kata Ziko


"Mauu"


"Yaudah ke sana aja soalnya gak terlalu jauh dari mall." Kata Ziko


Devina menganggukkan kepalanya singkat lalu tersenyum pada Ziko dan meraih ponsel pria itu yang ada di meja. Dari tempatnya Ziko hanya diam dan membiarkan Devina memainkan ponsel miliknya tanpa protes.


Sejak masih pacaran Devina memang sering sekali memainkan ponsel miliknya entah untuk bermain game atau memeriksa chat yang masuk dan Ziko hanya membiarkan saja karena dia juga terkadang melakukan hal yang sama.


"Ziko"


"Hmm"


Devina meletakkan ponsel milik suaminya lalu menatap Ziko lagi dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Vina boleh tanya kan?" Kata Devina


"Boleh"


"Emm kenapa Ziko bisa sampai marah banget sama Vina tentang masalah kemarin?" Tanya Devina


"Awalnya memang murni karena cemburu, tapi entah kenapa aku merasa kalau Raga sampai berani kayak gitu ke kamu karena kamu yang memang gak pernah bersikap tegas ke dia, maaf." Kata Ziko sambil tersenyum canggung


Devina mengangguk faham lalu tersenyum manis.


"Vina enggak bisa galak, susah." Kata Devina


"Belajar galak." Kekeh Ziko


"Enggak bisa habisnya dari dulu gak pernah ada yang suka marah sama Vina, jadi sampai sekarang Vina kayak gini deh." Kata Devina


"Enggak papa, aku minta maaf karena udah berpikiran buruk." Kata Ziko


"Em enggak papa udah lewat nanti kalau Vina ketemu Raga lagi bakal galak sama dia." Kata Devina


Ziko tertawa kecil lalu mengusap pelan kepalanya dan tak lama setelahnya pesanan mereka akhirnya datang juga membuat Devina tersenyum senang.

__ADS_1


"Akhirnya Vina udah lapar." Kata Devina


"Yaudah kamu makan habis ini kita ke apartemen istirahat sebentar baru kalau sudah sore kita ke pantai, kamu pasti mau lihat sunset kan?" Tebak Ziko


Devina dengan penuh semangat menganggukkan kepalanya membuat Ziko tersenyum melihatnya.


Hari ini adalah hari untuk Ziko dan Devina.


°°°°


Hujan


Saat sore mendadak langit menggelap dan hujan turun membuat Devina langsung memasang wajah cemberutnya karena rencana mereka untuk pergi ke pantai harus gagal. Tidak mungkin mereka pergi ke pantai ketika hujan karena meskipun membawa mobil jika di sana juga hujan mereka tidak akan bisa melakukan apapun.


Selain hujan suara petir juga kilat membuat Devina merasa takut kalian tau sendiri kalau Devina itu takut dengan petir. Sambil memasang wajah cemberutnya Devina menghampiri Ziko yang duduk di sofa.


Melihat hal itu Ziko tersenyum lalu mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Hujann"


"Yaudah lain kali." Kata Ziko


"Ihh masa enggak jadi." Rengek Devina


"Hujan sayang." Kata Ziko


"Siapa tau di sana enggak." Kata Devina


"Sayang, kamu kan lihat hujannya deras dan ada petir juga, lain kali aja hm?" Kata Ziko


"Terus gimanaaa?" Kata Devina


Devina masih memasang wajah cemberutnya membuat Ziko menghela nafasnya pelan.


"Sayang nanti kamu sakit, besok lagi aja kan masih libur." Kata Ziko


Tak memberikan tanggapan Devina memeluk suaminya dari samping dan dia memejamkan matanya ketika merasakan usapan lembut di kepalanya.


"Besok ya? Sekarang hujan meskipun di sana gak hujan, tapi cuacanya pasti dingin nanti kamu sakit." Kata Ziko


Mengangguk singkat Devina semakin mempererat pelukannya membuat Ziko tersenyum dengan tangan yang masih mengusap kepalanya.


"Sekarang Devina mau apa? Bilang sama Ziko nanti aku turutin semuanya." Kata Ziko


Devina melepaskan pelukannya dan ingin mengatakan sesuatu, tapi suara petir terdengar cukup kuat membuat Devina kembali memeluknya dengan sangat erat.


"Hey enggak papa kita kan di dalam apartemen jangan takut, lepasin dulu pelukannya biar aku buat teh hangat." Kata Ziko


Devina memang melepaskan pelukannya, tapi dia juga mengikuti langkah kaki Ziko hingga ke dapur.


"Vina aja yang buat." Kata Devina


Ziko mengangguk singkat dan membiarkan Devina membuat teh hangat. Sebelum menikah Devano mengatakan banyak hal tentang Devina termasuk kebiasaan Devina yang selalu minum teh hangat ketika hujan.


Hal itu sudah menjadi kebiasaan karena dulu mertuanya selalu membuatkan minuman hangat untuk anaknya kalau sedang hujan.


"Udah"


Tersenyum manis Ziko mengajak Devina untuk kembali duduk di ruang tengah dan meminum teh hangat mereka, tapi Ziko tersentak ketika Devina mengambil ponsel miliknya yang baru saja dia ambil dari meja.

__ADS_1


"Jangan main HP"


"Iya"


"Manis enggak teh nya?" Kata Devina sambil menatap suaminya dengan senyuman


"Manis apalagi minumnya sambil lihat kamu, jadi tambah manis." Kata Ziko


"Waktu itu Vina pernah buat teh untuk Vano ehh dia bilang kemanisan." Kata Devina


"Vano enggak terlalu suka manis mungkin." Kata Ziko


"Heem memang Vano enggak terlalu suka manis." Kata Devina sambil meminum lagi teh hangat miliknya


"Vin kamu beneran gak mau kasih tau aku?" Tanya Ziko


"Kasih tau apa?" Tanya Devina bingung


"Nama yang udah kamu siapin." Kata Ziko


Devina terdiam sejenak lalu dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Enggak"


"Kasih tau." Pinta Ziko


"Em yaudah Vina kasih tau, tapi ini rahasia kita berdua ya?" Kata Devina


Ziko mengangguk singkat lalu menatap Devina yang meletakkan gelasnya di meja dan mendekatkan wajahnya ke telinga sambil berbisik pelan di sana.


"Bagus kan?" Kata Devina


Ziko tersenyum manis lalu menganggukkan kepalanya.


"Bagus"


"Nanti nama anaknya Vina harus itu ya?" Kata Devina


"Iya"


Devina tersenyum senang lalu mengambil lagi gelas teh miliknya dan bersandar di bahu Ziko sambil menatap lurus ke depan.


"Vina mau punya anak yang kembar nanti dia kayak Vina sama Vano, pasti lucu." Kata Devina


"Nanti Devina kalah lucu." Kata Ziko


Tertawa kecil Devina menjauhkan wajahnya dan menatap Ziko yang sekarang tersenyum seraya mengacak gemas rambutnya.


"Nanti Ziko juga kalah ganteng sama anaknya Vina"


Dan keduanya tertawa bersama karena percakapan mereka.


Random sekali, tapi entah kenapa terdengar menyenangkan.


°°°°


Update duluuu🥰


Siapa yang tidak sabar Vina sama Ziko punya dede gemoyyy🤣

__ADS_1


__ADS_2