
Devina memeluk kembarannya dengan sangat erat begitu mereka bertemu di kantin universitas, dia rindu sekali pada Devano dan akhirnya mereka bisa bertemu. Sekarang Ziko pergi ke fakultas bersama teman-temannya dan meninggalkan Devina bersama dengan Devano, memberikan keduanya waktu untuk melepas rindu.
Setelah merasa cukup Devina melepaskan pelukannya lalu menatap kembarannya itu dengan senyuman membuat Devano merasa sangat senang dan mengusap sayang kepalanya. Mata mereka saling bertatapan untuk waktu yang cukup lama sampai Devano memutuskan untuk memesan sesuatu, mereka hanya pesan minum saja karena Devina bilang dia masih kenyang.
Devina benar-benar merindukan kembarannya.
"Vanoo apa kabar?" Tanya Devina membuat Devano tertawa mendengarnya
"Kamu kayak apa aja nanya kabar, aku baik Vin makanya aku bisa ada disini sama kamu." Kata Devano
"Vina kangen banget sama Vano rasanya udah lama banget kita enggak ketemu." Kata Devina sambil menatap kembarannya itu dengan sendu
"Gak boleh sedih." Kata Devano dengan tangan yang mencubit gemas pipi kembarannya
"Ish masih aja nyebelin." Kata Devina sebal
"Pipi kamu nambah tembem." Kata Devano
Devina mengerucutkan bibirnya sebal ketika Devano terus mencubit pipinya.
"Ishh udahh"
Tertawa kecil Devano menjauhkan tangannya lalu menatap Devina lagi.
"Mommy sama Daddy gimana?" Tanya Devina
"Mereka baik Vin jangan khawatir." Kata Devano
"Vano sama Adara juga gimanaa?" Tanya Devina lagi
"Apalagi itu baik banget." Kata Devano membuat Devina tertawa mendengarnya
"Vano kesini sendirian?" Tanya Devina
"Hmm sendirian terus ini lagi nungguin Alex dari tadi bilang lagi dijalan terus." Kata Devano
Devina mengangguk faham dan tak lama setelahnya minuman yang Devano pesan datang. Merasa cukup haus Devina langsung meminum jus alpukat miliknya.
"Kamu betah kan disana?" Tanya Devano ketika kembarannya itu kembalu menatapnya
"Betah Vanoo." Kata Devina
"Sepi deh Vin gak ada yang ke kamar minta ditemenin sampai tidur lagi." Kata Devano membuat Devina tersenyum tipis mendengarnya
"Makanya Vano nikah sama Adara." Kata Devina
"Nanti habis lulus kuliah." Kata Devano
"Kenapa enggak sekarang?" Tanya Devina
"Dia belum siap, aku gak mau maksa Vin sama seperti tunangan aku gak memaksa Adara kalau dia memang belum siap gak papa." Kata Devano
"Vano baik banget." Kata Devina
"Kamu juga." Kata Devano sambil mencubit pipi Devina lagi
"Vano tau gak? Sekarang Vina sering bantuin Mama masak kalau di rumah enggak pernah soalnya Mommy gak kasih izin." Kata Devina
"Jadi kamu bisa masak?" Tanya Devano
"Enggak, Vina belum belajar cuman sering bantuin Mama aja." Kata Devina
Devano mengangguk faham lalu menatap Devina lagi dan tersenyum senang.
__ADS_1
"Em Vano kata Papa yang bayar uang kuliah Vina itu Papa bukan Daddy lagi." Kata Devina
"Iya Vin kamu kan sudah jadi istrinya Ziko dan Papa nya Ziko memang bilang hal itu ke Daddy." Kata Devano
"Bilang apa?" Tanya Devina penasaran
"Bilang kalau kamu udah jadi tanggungan Papa nya Ziko juga karena kamu menantu di sana, istri dari anaknya." Kata Devano
"Vina kangen Daddy." Kata Devina tiba-tiba
Memang begitu Devina dia sering tiba-tiba mengubah arah pembicaraan.
"Nanti main ke rumah lagi kalau ada waktu." Kata Devano
"Heem nanti Vina bilang Ziko." Kata Devina
Devano tersenyum senang, dia juga sangat rindu suasana rumah dengan kehadiran Devina seperti biasanya.
"Vano nanti malam Vina mau makan malam lagi sama keluarganya Ziko." Kata Devina
"Kamu kan udah kenal sama mereka." Kata Devano
"Iya udah, tapi Vina takut." Kata Devina
"Kenapa takut?" Tanya Devano
"Gak tauu takut aja mungkin karena Vina kan baru dua kali makan malam sama keluarga besarnya Ziko." Kata Devina
"Kalau gitu jangan takut kan ada Ziko." Kata Devano
Devina tersenyum lalu menganggukkan kepalanya dan sebuah suara terdengar membuat keduanya menoleh ke belakang.
Ternyata Alex.
¤¤¤
Sebenarnya Alex tidak melakukan apapun bahkan pria itu diam saja dan tidak mengganggu Devina, tapi entah kenapa Ziko selalu kesal kalau melihatnya. Di tempatnya Alex juga terlihat biasa saja tidak terganggu dengan tatapan yang Ziko layangkan untuknya.
Tenanglah meskipun brengsek dia ini tidak akan main-main dengan milik orang lain.
"Alex apa kabarr?" Tanya Devina
"Eh baik Vin." Kata Alex sambil tersenyum
"Alex masih sering ketemu sama Vano ya?" Tanya Devina
"Sering banget Vina kadang masih suka main basket bareng juga sama yang lainnya." Kata Alex membuat Devina mengangguk faham
"Vina liat tuh Ziko." Kata Devano sambil melirik suami kembarannya
Mendengar hal itu Devina menoleh lalu menatap Ziko yang terlihat tidak suka dan Devina malah tertawa.
"Ziko kenapa?" Tanya Devina
"Hm enggak papa kok." Kata Ziko
"Takut kan lo Ko?" Ledek Alex
"Apa?"
"Ish galak banget ngomongnya." Kata Devina pada suaminya
"Takut dia Vin nanti kamu suka aku lagi." Kata Alex bercanda
__ADS_1
"Mana ada." Elak Ziko
"Santai lah Ko waktu lo orang pacaran aja gue gak ganggu apalagi ini udah nikah, masih waras gue." Kata Alex sambil tertawa
Ziko mendengus kesal, tapi tersenyum tipis setelahnya, benar juga apa yang Alex katakan.
"Lagian gue udah punya pacar." Kata Alex
"Udah? Siapa Alex? Siapa? Kasih tau Vina." Kata Devina antusias
"Kenapa kamu mau tau banget Vin?" Tanya Devano bingung
"Ya mau tau ajaa habisnya Alex sering dibilang gagal move on." Kata Devina membuat Alex tertawa mendengarnya
"Kamu kenal banget orangnya Vin." Kata Alex
"Ih siapa? Siapaa? Vina mau tau." Kata Devina lagi
Melihat kelakuan istrinya itu Ziko menggelengkan kepalanya pelan, tapi dia ikut terkejut begitu mendengar jawaban yang Alex berikan.
"Cessa"
Mata Devina membulat dengan bibir yang sedikit terbuka kalau Devano sih biasa saja karena Alex memang mengatakan hal itu padanya. Kedua orang itu memang dekat sekitar dua bulan yang lalu, tapi Alex sendiri baru bilang ketika mereka sudah menjalin kasih.
"Ihh kok Cessaa?" Kata Devina dengan wajah cemberut
"Memang kenapa Vin?" Tanya Ziko
Dia sedikit tidak suka dengan ekspresi Devina, tapi begitu Devina mengatakan alasannya Ziko jadi mau tertawa dan menciumnya sekarang juga.
"Kan Vina jodohinnya Gio sama Cessa"
Bukan hanya Ziko, tapi Alex dan Devano juga ikut tertawa mendengarnya.
"Lah dia sukanya sama aku Vin." Kata Alex
"Awas ya Alex jangan ganjen lagii nanti kalau Cessa nangis Vina marah." Kata Devina sambil menatap Alex dengan mata memicing
Alex tertawa ketika mendengarnya, tapi tetap mengangguk sebagai jawaban.
"Iya Vin"
"Cessa jahat banget gak bilang Vina." Kata Devina
"Mungkin belum Devina." Kata Ziko
Devina menganggukkan kepalanya singkat lalu meminum minuman miliknya yang ada di meja.
"Habis ini kalian mau kemana?" Tanya Devano pada Devina dan Ziko
"Em pulang ke rumah." Kata Devina
"Iya Van kita mau langsung pulang ke rumah." Kata Ziko
"Vano nanti bilang Daddy kalau Vina mau telpon ya? Eh bukan telpon Vina mau vidio call." Kata Devina dengan senyuman manisnya
"Iya Vina"
Senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna lalu dia mendongak dan menatap Ziko yang juga tengah tersenyum padanya.
Kali ini wajah Ziko tak lagi muram, dia tersenyum.
¤¤¤
__ADS_1
Updateee💞