
Devina menghela nafasnya pelan melihat Arthan yang kembali menangis padahal baru saja minum susu hal itu membuat Devina mendekat dan menggendongnya lagi. Begitu berada dalam dekapan Devina anak itu berhenti menangis dia berusaha menyentuh wajah Devina dengan tangan mungilnya.
Awalnya kesal, tapi wajah Arthan begitu lucu membuat Devina tersenyum dia duduk lagi di sofa dan memberikan susu untuk Arthan. Tangan anak itu memegang dot nya dia menatap Devina yang asik menepuk-nepuknya dengan pelan.
Ardhan sudah nyenyak setelah menghabiskan satu dot susu kalau Arthan sudah mau habis dua, tapi masih saja menangis.
"Masih haus ya?"
Devina mengatakan itu sambil mengusap pipi Arthan membuat anak itu terus menatapnya.
"Vinaaa"
Suara Ziko terdengar bersamaan dengan suara pintu yang terbuka ternyata suaminya itu pulang untuk makan siang di rumah. Tersenyum senang Ziko langsung berjalan mendekat dia menatap Arthan yang kini menatapnya.
Anak itu melepaskan dot nya dia merentangkan kedua tangannya sambil menatap Ziko, minta di gendong. Melihat itu Ziko tersenyum dia mengangkat tubuh Arthan membuat anak itu tertawa senang.
"Dia udah mau habis dua botol susu, tapi belum bobok Ardhan udah bobok." Kata Devina
"Kenapa hmm? Macih haus yaa? Macih mau minum cucu?" Tanya Ziko
Arthan memeluk leher Ziko dia bersandar dengan manja di bahunya membuat Devina tersenyum melihatnya.
"Manja banget dia." Kata Devina sambil mengusap pipi anaknya
Arthan mengucek pelan matanya dengan tangannya yang mungil membuat Devina merasa gemas sendiri melihatnya.
"Arthan sama Papi ya?" Kata Devina
Baru saja Devina akan melangkahkan kakinya menjauh Arthan menangis membuat Devina menghela nafasnya pelan.
"Arthan kan sama Papi." Kata Devina
Anak itu tetap menangis membuat Devina akhirnya kembali mendekat dan Arthan langsung diam.
"Bobok ya Arthan?" Kata Ziko
Ziko membawa Arthan ke ranjangnya lalu membaringkan anak itu di samping Ardhan yang benar-benar terlelap, tapi bukan ikut tidur Arthan malah memukul Ardhan dengan tangan mungilnya membuat anak itu kini menangis.
"Ehh Arthan"
Devina langsung menggendong Ardhan yang menangis, memang begitu Arthan kalau dia tidak mau tidur dan dipaksa tidur dia malah akan mengganggu kembarannya.
Kalau bangun lebih dulu saja Arthan akan memukul pelan Ardhan hingga bangun dan mereka bangun berdua.
"Iya iya mau cucu lagi yaa?" Kata Devina pada Ardhan
Devina tak membuat susu lagi tadi, jadi dia memutuskan untuk memberikan asi saja pada Ardhan dan anak itu langsung diam dia menyusu pada Devina dengan tenang.
Melihat Ardhan yang meminum susu Arthan ikut menangis dia berusaha menggapai Devina juga membuat Ziko kebingungan sendiri.
__ADS_1
"Arthan nanti ya? Arthan udah habis susu dua, gantian sama Ardhan ya." Kata Ziko
Arthan masih terus menangis membuat Ziko menghela nafasnya pelan dan mendekat pada Devina hingga Arthan menggerakkan tangannya.
"Sini Ziko pegangin Arthan." Kata Devina
Ziko menurut dia memegangi Arthan yang kini ikut menyusu pada Devina membuat Devina tersenyum sambil menatap anaknya yang kini sudah diam.
Mata Ziko menatap Devina sekarang istrinya itu sangat pintar dia benar-benar bisa membuat baby twins diam. Pernah satu kali Devina pergi bersama Mama ke super market Ziko menjaga baby twins di rumah dan dia kebingungan ketika kedua anak itu menangis bersamaan.
Ardhan selesai lebih dulu anak itu kembali tenang dan tertidur membuat Devina meminta Ziko untuk memindahkan Ardhan ke ranjang. Tangan Devina menyangga tubuh Arthan dia mendekap anaknya yang masih asik menyusu.
"Arthan enggak kenyang kenyang ya?" Kata Devina sambil mengusap pipinya dengan sayang
Arthan menggerakkan tangannya berusaha menggapai wajah Devina membuat Devina tertawa pelan.
"Ziko makan dulu sana." Kata Devina ketika Ziko kembali duduk di sampingnya
"Nanti aja." Kata Ziko
Ziko menatap Arthan juga Devina secara bergantian dia tersenyum lalu mengusap pipi Arthan dengan sayang.
Ziko dan Devina menunggu cukup lama hingga Arthan benar-benar terlelap dan berhenti menyusu pada Devina.
"Nah bobok juga." Kata Ziko
Devina tersenyum dengan hati-hati dia membaringkan Arthan di samping kembarannya dan kini mereka berdua tidur dengan lelap.
"Capek?"
Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Makan siang yuk? Anak-anak kan udah tidur." Kata Ziko
"Iya tadi yang masak Bibi." Kata Devina
Ziko mengangguk faham memang tadi Mama nya juga sedang ke rumah Tante Nadya dan awalnya Devina ingin ikut, tapi si kembar sedikit rewel, jadi Devina memilih di rumah saja. Merangkul istrinya itu dengan sayang Ziko mengajak Devina pergi ke ruang makan dia juga mencium singkat puncak kepalanya membuat Devina tersenyum.
Terkadang Ziko memang pulang untuk makan siang biasanya kalau pulang untuk makan siang itu berarti Ziko akan pergi keluar kantor setelahnya. Sampai di ruang makan keduanya duduk Devina langsung mengambilkan makan siang untuk suaminya lalu untuk dirinya sendiri.
"Hari ini si kembar rewel ya?" Tanya Ziko sebelum makan
"Em sedikit." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya
"Vina mau Ziko carikan..."
"Enggak enggak Vina bisa sendirian." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya
Memang Devina sangat tidak mau mencari pengasuh untuk anaknya, dia tidak suka dan lebih suka merawat anaknya sendiri.
__ADS_1
"Iya enggak Ziko cuman tanya." Kata Ziko
"Jangan, Vina bisa jagain si kembar sendirian Vina enggak capek." Kata Devina
"Iya sayang." Kata Ziko sambil mengusap kepalanya
Devina tersenyum, dia mau merawat anaknya sendiri melihat mereka tumbuh dengan mata kepalanya sendiri.
Menyaksikan si kembar yang akan mulai belajar berjalan lalu bicara itu akan menyenangkan.
°°°°
Ziko melihat kedua anaknya yang tengah berguling di atas ranjangnya yang besar mereka berdua baru saja bangun tidur dan Devina sedang mandi, dia sendiri baru satu jam yang lalu sampai rumah. Tertawa kecil Ziko melihat Ardhan yang dengan wajah lucunya bersandar di atas bantal membuat pipinya terlihat semakin tembam.
Sedangkan Arthan tidak bisa diam dia terus saja berguling hingga Ziko menahannya karena sudah semakin ke pinggir. Anaknya yang satu itu mengangkat kakinya dan menyentuhnya dengan tangan mungilnya, kebiasaan baru Arthan.
Tersenyum manis Ziko mendekat pada Ardhan dia mengusap pipinya yang malah membuat Ardhan memejamkan matanya lagi. Memang Ardhan itu sangat pendiam kalau bangun tidur dan malah di usap usap dia akan kembali tidur.
Beda lagi kalau Arthan saat bangun tidur dia malah pecicilan.
"Aaaaa"
Ziko tertawa melihat Arthan yang sepertinya ingin bicara.
"Kenapa hmm? Anak Papi mau apa?" Tanya Ziko dengan gemas
Merasa begitu gemas Ziko mencium pipi keduanya bergantian kalau Ardhan hanya diam, tapi Arthan langsung mengusap pipinya dengan sebelah tangannya.
Tak lama Devina keluar dari kamar mandi dia tersenyum melihat kedua anaknya yang sudah bangun, tadi waktu Devina mandi mereka masih tidur. Devina sedang mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk dia lalu berjalan mendekat dan menatap kedua anaknya juga Ziko yang asik sendiri.
"Gemes banget." Kata Devina melihat Arthan dan Ardhan yang sama-sama bersandar di bantal
Ziko menoleh dia tersenyum lalu menarik Devina mendekat hingga Devina kini ada di pangkuannya.
"Belum cium tadi"
Setelah mengatakan itu Ziko menghujani Devina dengan ciuman membuat Devina hanya bisa pasrah, dia tertawa pelan mendapat serangan ciuman dari Ziko.
Merasa puas Ziko menunduk dan beralih ke leher Devina dia menciumnya dan meninggalkan jejak kemerahan di sana membuat Devina mencengkram pelan kaos yang Ziko kenakan sambil menggigit pelan bibir bawahnya.
Dia tertawa begitu Ziko membisikkan sesuatu di telinganya.
"Udah lama juga enggak buat itu"
Dasar Ziko mesumnya tidak hilang juga!
°°°°
Halo aku updateeee❤
__ADS_1
Cerita Vano sama Dara aku update nanti malam yaaaa🥰