Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Kangen Ziko


__ADS_3

Bangun dari tidur tanpa Ziko di sampingnya Devina memasang wajah cemberut lalu meraih ponselnya yang ada di atas bantal dan melihat ada beberapa pesan dari suaminya. Tadi malam Devina benar-benar tidur dan Ziko langsung mengucapkan selamat tidur juga meminta Devina untuk tidak nakal selama dia pergi.


Menghela nafasnya pelan Devina melirik jam yang tergantung di dinding dan ternyata masih jam setengah enam. Hal itu membuat Devina langsung pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya lalu keluar kamar, dia malas mandi nanti saja.


Begitu menuruni tangga Devina masih belum menemukan siapapun dan dia merasa lapar hingga Devina pergi ke dapur untuk membuat roti.


"Kangen Zikooo"


Devina duduk dengan wajah cemberutnya lalu mengambil selembar roti dan mengoleskan selai coklat di sana.


Biasanya kalau ada Ziko ada yang bisa Devina ganggu ketika dia bangun lebih pagi atau biasanya Devina bisa memandangi wajah tampan Ziko yang tertidur lelap.


"Kangen Ziko"


Devina cemberut bibirnya menekuk pertanda bahwa dia kesal, tapi setelahnya Devina menghela nafas pelan lalu mengusap sayang perutnya.


"Baby jangan nakal Papi lagi kerja." Kata Devina


Memakan rotinya dengan perlahan Devina melihat mertuanya yang berjalan ke arahnya lalu duduk di hadapan Devina dengan senyuman.


"Eh Vina udah bangun?" Kata Nazwa


"Udah hehe Vina lapar jadi makan roti." Kata Devina sambil tersenyum


Nazwa ikut tersenyum dia mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Mama besok Ziko pulang ya?" Kata Devina


"Iya mungkin malam dia pulangnya." Kata Nazwa


Devina mengangguk faham, tapi wajahnya terlihat lesu.


"Kangen?" Kata Nazwa


"Baby nya yang kangen." Kata Devina membuat Nazwa tertawa mendengarnya


"Dulu Mama juga gitu waktu hamil Ziko nangis terus kalau di tinggal Papa kerja apalagi dulu Papa keluar kota terus, tapi habis itu di marahin sama Nenek katanya Papa kan kerja untuk Mama dan Ziko juga." Kata Nazwa


Devina terdiam sejenak lalu dia kembali merasakan usapan di kepalanya.


"Hari ini Vina mau kemana? Mau Mama temani jalan-jalan?" Tanya Nazwa


"Em Vina enggak tau." Kata Devina


"Yaudah kalau mau kemana-mana bilang sama Mama." Kata Nazwa


Devina mengangguk patuh sambil tersenyum.


"Mama mau masak apa?" Tanya Devina


"Hm Mama mau buat nasi goreng aja." Kata Nazwa


"Vina mau bantuin." Kata Devina


Begitu Devina menghabiskan rotinya dia mengikuti Nazwa dan membantunya membuat sarapan.


Ya kali ini mereka sarapan hanya berdua saja tanpa Ziko atau Zidan.


Huh sepi sekali Devina rindu suaminya.


°°°°


"Kangen Ziko"


Devina mengusap air matanya dan menutup wajahnya dengan bantal agar suara isakannya tak terdengar oleh mertuanya karena dia malu kalau ketahuan menangis. Sungguh Devina sangat sangat merindukan Ziko dia mau memeluk suaminya padahal baru satu hari, tapi rasanya lama sekali.


Sebenarnya Devina juga tidak mau menangis, tapi air matanya keluar sendiri Devina mau memeluk suaminya mau cium Ziko. Bangun dari tidurnya Devina menghapus kasar air matanya dan menahan isakannya.

__ADS_1


Entah sudah berapa lama dia menangis.


"Mau peluk Ziko." Isak Devina


Devina menghapus lagi air matanya yang terus mengalir lalu mengusap perutnya dengan sayang.


"Baby jangan nakal Papi nya lagi kerja." Kata Devina pelan


Menarik nafasnya panjang Devina melirik ponselnya dan dia langsung mengambil benda itu ketika nama Ziko terlihat. Suaminya itu menelpon mungkin karena ini sudah jam makan siang, jadi Devina langsung mengangkatnya, tapi tidak bicara.


'Halo sayang'


Devina bergumam pelan dia menghapus lagi air matanya yang turun tanpa dia minta.


'Vina udah makan?'


"Emm"


'Vina?'


Devina bergumam lagi sebagai tanggapan.


'Vina kok diam aja? Vina udah makan belum? Jawab dong sayang'


"Udah"


Suara Devina terdengar serak dan Ziko menyadarinya.


'Vina kenapa? Vina mual lagi? Vina muntah?'


Devina menggelengkan kepalanya padahal Ziko juga tidak bisa melihatnya.


'Sayang?'


"Enggak Vina enggak papa." Kata Devina yang suaranya malah bergetar karena mau menangis


Devina tak menjawab dia malah menangis dan terisak pelan.


'Eh kok nangis? Ziko salah apa? Vina sakit? Perutnya sakit? kalau sakit panggil Mama sayang'


Devina menggelengkan lagi kepalanya.


"Enggakkk"


'Terus Vina kenapa?'


"Vina nya kangen mau ketemu." Kata Devina nyaris berteriak


'Iya besok ya? Besok Ziko pulang'


"Kangenn"


Devina merengek pelan membuat Ziko menghela nafasnya pelan.


'Jangan nangis ya? Ziko masih kerja sama Papa'


Devina tak menjawab dan masih diam hingga ponselnya bergetar lagi ternyata Ziko merubah panggilannya menjadi panggilan vidio.


Devina mengangkatnya dia menatap layar ponselnya dengan mata memerah dan pipi yang basah.


'Ya ampun Mami jangan nangis'


Devina malah menangis lagi, dia mau peluk suaminya.


'Vina jangan nangis Ziko belum bisa pulang sekarang, besok pulangnya, tunggu ya?'


Devina mengangguk singkat lalu menghapus air matanya.

__ADS_1


'Kok makin cantik padahal lagi nangis'


"Zikoooo"


Devina merengek membuat Ziko tertawa pelan dan menatapnya dari layar ponsel.


'Vina makin cantik, tapi lebih cantik lagi kalau senyum, ayo senyum Mami'


"Zikooo"


Devina merengek lagi dia menghapus air matanya karena air matanya itu terus keluar tanpa Devina minta.


'Vina jangan gini nanti Ziko kepikiran di sini'


"Ya tapi nangis sendiri air matanya keluar sendiri." Kata Devina yang merasa kesal dengan dirinya sendiri karena terus menangis


'Iya iya sekarang hapus ya?'


Devina mengangguk patuh dan menghapus air matanya membuat Ziko tersenyum, dia juga merindukan istrinya yang menggemaskan itu.


'Senyumnya? Kasih Ziko senyum biar semangat'


Devina tersenyum dengan matanya yang memerah.


'


Devina memasang wajah cemberut membuat Ziko tertawa dan menahan diri karena tidak bisa mencubit pipinya.


'Udah makan belum?'


"Udah tadi sama Mama masak ikan, Ziko udah makan?" Tanya Devina


Ziko tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


'Mau makan malah lihat Vina nangis, jadi enggak jadi makan'


Ziko membalik layar kameranya dan menunjukkan makan siangnya yang belum disentuh.


"Maafin"


Devina memasang wajah sedihnya membuat Ziko tersenyum dan membalik lagi kameranya hingga kini Devina dapat melihat wajahnya.


'Enggak papa'


"Janji enggak nangis lagi." Kata Devina pelan


'Iya, aku matiin telponnya ya?'


Devina mengangguk singkat sebagai jawaban lalu tersenyum.


'Besok Ziko pulang'


Devina mengangguk lagi lalu melambaikan tangannya dan mematikan sambungan telpon.


Begitu wajah Ziko tak terlihat Devina tersenyum tipis kemudian mengusap lagi perutnya dengan sayang.


"Baby jangan nakal sama Papi ya? Besok Papi pulang sekarang Papi lagi kerja sama Opa"


Baru satu hari saja Devina sudah begini padahal waktu Ziko akan pergi dia bilang tidak papa dan janji tidak akan menangis.


Sudah Devina memang cengeng di tambah dia lagi hamil, jadi begini sekarang.


Maunya sama Ziko terus kalau Ziko enggak ada langsung ingin nangis.


°°°°


Aku update lagiiii🥰

__ADS_1


__ADS_2