
Devina keluar dari kamar mandi dia tertawa melihat kedua anaknya yang berada di atas punggung Ziko karena suaminya itu tidur dengan posisi tengkurap. Memang kedua anaknya suka sekali begitu nanti mereka berguling dan menjatuhkan diri ke atas ranjang lalu merengek minta susu.
Berjalan mendekat ke arah ranjang Devina duduk di sana membuat kedua anaknya itu menoleh dan menatapnya dengan wajah lucu. Seperti dugaannya Arthan langsung berguling ke samping dia tidak berjalan, tapi merangkak mendekat ke arahnya.
"Amii"
Devina jujur suka sekali kalau si kembar sudah memanggilnya meskipun belum memanggil dengan sebutan Mami, tapi kata Ami sangat lucu di telinganya, dia gemas.
"Eh Mami udah selesai mandinya." Kata Ziko
Ziko menatap Devina dia masih berbaring karena Ardhan masih nangkring di punggungnya.
"Iya udah selesai Ziko mandi sana bentar lagi sarapan terus berangkat ke kantor Papa." Kata Devina
"Aaa mau di rumah aja." Kata Ziko membuat Devina tertawa pelan mendengarnya
"Enggak boleh Ziko harus kerja." Kata Devina
Ziko menghela nafasnya pelan lalu menatap Ardhan yang baru saja turun dari tubuhnya membuat dia langsung bangun.
"Sini aja sama Apii." Kata Ziko sambil membawa Ardhan ke pangkuannya
Ardhan memainkan tangan Ziko bahkan anak itu memasukkan satu jari Ziko ke dalam mulutnya dan menggigitnya pelan.
"Ey jangan sayang." Kekeh Ziko
Ardhan mendongak anak itu menatapnya dengan begitu lugu membuat Ziko gemas sekali.
"Gemes banget sih." Kata Ziko sambil mencubit gemas pipi Ardhan
"Aaaa"
Anak itu merengek dia mengusap pipinya sendiri.
"Susu ya? Mau susu enggak?" Tanya Devina
"Ami cucu cucuuu"
Kedua anaknya itu langsung merengek membuat Devina tertawa pelan dia turun dari ranjang setelah mendudukkan Arthan di dekat Ziko lalu berjalan menuju meja.
Setiap malam Devina memang selalu membawa kotak susu juga dot anak-anaknya agar tidak terlalu jauh ke dapur. Begitu Devina turun kedua anaknya merengek mereka ingin turun dari ranjang membuat Ziko langsung menurunkannya agar tidak jatuh.
"Amii Amiii"
Kedua anaknya itu berjalan menghampiri Devina yang sedang membuat susu mereka memeluk kaki Devina membuat tawa Devina terdengar.
"Cucu cucuuu"
Arthan sangat heboh dia memeluk kaki Devina sambil menarik narik bajunya.
"Sabar Arthan." Kata Devina sambil tertawa
Begitu selesai membuatkan susu Devina menunduk dia memberikan kedua anaknya dot mereka membuat mereka langsung mengambilnya. Setelah mendapat dot Arthan menempel pada Ziko dia minta di gendong kalau Ardhan dengan Devina.
Kedua anak itu asik meminum susunya, tapi Arthan mulai tak bisa diam begitu Ziko baringkan dia terus saja berputar mengelilingi tubuh Ziko, tapi tentu saja Ziko terus memegang tangannya agar tidak jatuh.
"Arthan jangan gerak gerak duduk yang anteng seperti Ardhan." Kata Ziko sambil membawa anak itu untuk duduk
Bukannya diam Arthan malah ngambek anak itu melempar dot miliknya dan menangis membuat Ziko menghela nafasnya pelan.
"Nanti jatuh Arthan." Kata Ziko
"Amiii Amiiiii"
Arthan menangis membuat Devina langsung menghampirinya dia mendudukkan Ardhan di tengah tengah ranjang dan anak itu tampak anteng dia melihat kembarannya yang menangis.
"Tan Tannn"
Ardhan melepaskan dot nya lalu menunjuk Arthan membuat Devina tersenyum dia langsung mendekat dan membawa Arthan ke dalam gendongannya.
"Amiii"
Arthan menangis wajahnya sangat sedih dia seolah mengadu pada Devina bahwa Ziko nakal.
"Iya Api nakal ya? Pukul Api ya?" Kata Devina sambil memukul pelan lengan Ziko
Ziko tertawa apalagi melihat Arthan yang langsung menempel manja pada Devina.
"Susu nya minum lagi ya?" Kata Devina
Devina mengambil lagi dot milik Arthan yang dia lemparkan dan memberikannya lagi yang langsung di ambil oleh anaknya, tapi begitu Devina ingin membaringkannya lagi di ranjang Arthan merengek lagi membuat Devina kembali menggendongnya.
"Ziko mandi dulu." Kata Devina
__ADS_1
Ziko tersenyum dan mengangguk lalu mendekati Devina dia mencium singkat bibir istrinya juga mencium pipi Arthan yang membuat anak itu kembali merengek.
"Ish ambekan banget." Kekeh Ziko
Ziko lalu pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Devina bersama si kembar.
"Arthan duduk ya?" Kata Devina
Devina naik ke atas ranjang dia mendudukkan Arthan di dekat Ardhan yang masih asik minum susu dengan berbaring.
"Dann"
Arthan ikut berbaring di samping kembarannya membuat Devina tersenyum dia mengusap pelan pipi kedua anaknya bergantian.
Kali ini Arthan diam dia terlihat tenang hingga pintu kamar terketuk dan Nazwa muncul membuat anak itu melepas dot nya.
"Maaa"
Arthan memanggil Oma dengan sebutan Ma dan hal itu membuat Nazwa tersenyum.
"Lagi minum susu." Kata Nazwa
"Iya Ma ini baru aja deh anteng." Kata Devina
"Gemes banget Arthan ih." Kata Nazwa
"Maaa"
Arthan melepaskan dot nya dia lalu merentangkan tangannya minta untuk di gendong membuat Nazwa tertawa pelan dan langsung menggendongnya.
"Mama bawa ke depan ya sayang?" Kata Nazwa
Devina tersenyum sambil mengangguk kalau pagi memang biasanya Nazwa membawa si kembar jalan-jalan di halaman depan rumah.
"Maa"
"Iya Arthan." Kata Nazwa sambil tertawa pelan
Nazwa mengajaknya keluar rumah tepatnya di halaman depan rumah dan anak itu hanya diam dia bersandar manja di bahunya.
"Maaa"
Arthan memang sangat menempel pada Nazwa.
Kalau Ardhan berbeda dia lebih menempel pada Zidan dan Zidan juga sangat senang dengan Ardhan karena anak itu sangat pendiam. Biasanya Ardhan malah senang duduk diam sambil memainkan mainannya berbeda dengan Arthan yang lebih suka jalan-jalan alias tidak bisa diam.
Kadang di dudukan saja anak itu sudah merengak dan kembali berdiri lalu berjalan-jalan membuat Devina maupun Ziko terkadang lelah sendiri.
Di kamar Devina tengah memperhatikan Ardhan yang masih asik meminum susunya memang Ardhan suka sekali susu kalau Devina kasih bubur dia kurang suka, tapi kalau Arthan semua suka.
"Susulin Arthan yuk?" Kata Devina
Ardhan melepaskan dot nya dia menatap Devina.
"Tann"
"Iya kita ke tempat Arthan ya?" Kata Devina
Devina menggendong Ardhan dan anak itu tetap membawa dot miliknya dia meminum susunya sambil mendekap Devina yang membawanya keluar kamar. Sampai di bawah mereka keluar ke halaman depan rumah di mana Arthan tengah berjalan dengan tertatih dan di pantau oleh Nazwa.
Sudah dia bilang kan kalau Arthan itu tidak bisa duduk diam.
Ardhan meminta untuk turun dan Devina menurunkannya membiarkan anak itu menghampiri kembarannya.
"Tan Tannn"
Ardhan memanggilnya dan Arthan tertawa senang membuat Devina tersenyum melihatnya.
Mereka berdua akur sekali, tapi kalau sekalinya Arthan sedang jahil dia akan terus mengganggu Ardhan.
Ya, sama seperti dia dan Devano dulu.
°°°°
Ziko mengetuk pulpen nya ke meja sambil menghela nafasnya pelan, dia rindu si kembar dan istri cantiknya yang menggemaskan, tapi hari ini Ziko sangat sibuk dia bahkan tidak bisa pulang untuk makan siang. Menghela nafasnya pelan Ziko beranjak dari tempat duduknya dia berjalan ke arah jendela dan menatap keluar.
Ziko tidak pernah menyesal dia menikah muda dengan Devina dan memiliki anak di usianya yang masih dua puluh satu tahun karena itu adalah hal yang menyenangkan untuknya. Tersenyum manis Ziko mengeluarkan ponselnya dan melihat ada pesan yang Devina kirimkan ternyata sebuah foto, dia tertawa melihat foto yang istrinya kirimkan.
Ziko lihattt kelakuan Arthannn😩
Ziko tertawa sambil menggelengkan kepalanya pelan, memang ada saja tingkah Arthan yang membuatnya gemas bukan main. Tak lama pesan kembali masuk ke dalam ponselnya dan kali ini hanya foto Ardhan saja.
__ADS_1
Kalau Ardhan diamm dia dari tadi digangguin terus sama Arthan
Menggelengkan kepalanya pelan Ziko jadi ingin segera pulang ke rumah dan dia langsung mengetikkan balasan untuk istrinya.
Sayangg aku jadi mau cepet pulang
Mau cium mau gigittt
Masih menunggu balasan Ziko mengalihkan pandangannya ketika pintu ruangan terbuka dan seseorang muncul dari sana.
"Maaf Pak anda di minta Pak Zidan untuk ke ruangannya"
Ziko menghela nafasnya pelan lalu mengangguk singkat sebagai tanggapan. Memasukkan lagi ponselnya ke saku celana Ziko berjalan keluar ruangan dan pergi ruang kerja Papa nya.
Hari ini memang sangat sibuk padahal Ziko ingin bermain dengan si kembar.
°°°°
Devina benar-benar pusing melihat Arthan yang terus saja mengganggu Ardhan anak itu mengambil semua mainan yang Ardhan pegang membuat Ardhan merengek, tapi setelahnya diam dan mengambil mainan yang lain. Memang begitu Arthan suka sekali mengganggu kembarannya padahal tadi Arthan asik main begitu juga Ardhan, tapi tiba-tiba Arthan langsung menghampiri Ardhan dan mengambil mainannya.
Sudah lima kali mungkin dan sepertinya Ardhan mulai kesal dia melempar mainannya lalu menangis dan Arthan malah ikut menangis juga. Meras bingung Devina langsung memberikan susu yang memang sudah dia buat karena sebentar lagi anak-anaknya harus tidur.
Mungkin mereka sedikit rewel karena sudah siang juga, jadi mengantuk.
"Susu ya?" Kata Devina
Arthan mengambil susunya, tapi tidak dengan Ardhan dia menangis mungkin masih kesal karena sejak tadi main dia diganggu.
"Apiiiii"
Ardhan menangis dengan kuat membuat Devina langsung menggendongnya, tapi begitu ingin bangun Arthan ikutan merengek.
"Apii Apiiii"
Ardhan menangis dia memukul mukul pelan wajah Devina dengan tangan mungilnya.
"Ardhan sst bobok ya? Api masih kerja." Kata Devina dengan penuh kelembutan
"Apiiii"
Ardhan terus menangis dia memukul mukul lagi wajah Devina.
"Iya iya telpon ya? Telpon Api ya?" Kata Devina
Devina mengeluarkan ponselnya hendak menelpon Ziko, tapi Ardhan menangis dia memberontak dalam dekapan Devina hingga ponsel Devina jatuh.
"Aduhh"
Ponsel itu jatuh ke lantai dan tak lama Nazwa muncul karena mendengar suara tangisan, dia melihat Devina yang sedang menggendong Ardhan juga Arthan yang sedang meminum susu sambil menatap keduanya.
"Kenapa sayang?" Tanya Nazwa
"Enggak tau Ma lagi rewel aja Ardhan mau sama Ziko nih dari tadi manggilin terus." Kata Devina sambil berusaha menenangkan Ardhan
"Maaaa"
Ardhan memanggil Nazwa sambil merentangkan kedua tangannya membuat Nazwa langsung membawa anak itu ke dalam dekapannya. Perlahan tangis Ardhan hilang dia bersandar pada bahu Nazwa dengan manja.
"Ayo minum susu ya?" Kata Devina lagi
Devina memberikan lagi dotnya, tapi Ardhan merengek dan melemparkannya lagi.
"Aaaa"
"Iya iya kita ke depan ya? Lihat mobil." Kata Nazwa
Nazwa membawa Ardhan ke depan dan Arthan terus melihatnya lalu dia merengek.
"Maaa Dannn"
Devina menoleh dia mengangkat tubuh Arthan.
"Iya sama Oma sama Ardhan ya sayang." Kata Devina
Devina membawa Arthan menyusul Nazwa yang mungkin ke halaman depan rumah karena biasanya si kembar suka di sana apalagi melihat mobil mereka akan langsung bersemangat.
Kalau tidak ada Nazwa pasti Devina akan kebingungan sendiri.
°°°°
Aku updateee🥰
__ADS_1