Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Satu Malam


__ADS_3

"Ziko"


Devina menatap mata Ziko yang penuh dengan gairah, dia takut, tapi Devina sendiri yang ingin memberikan ini pada Ziko jadi seharusnya Devina tidak boleh takut. Sayangnya tatapan mata suaminya saja sudah membuat Devina merinding sendiri belum lagi sentuhan yang Ziko berikan membuat Devina menahan nafasnya.


Saat Ziko menggendong tubuhnya Devina melingkarkan tangannya di leher pria itu dan tetap diam ketika Ziko membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Tersenyum, suaminya itu tersenyum, tidak bukan senyuman manis seperti biasanya pria itu tersenyum miring membuat Devina merasa semakin gugup.


Ziko mengusap pipinya menggunakan jari telunjuknya dan terus begitu hingga ke lehernya.


"Ziko"


Ziko bergumam pelan dia menghentikan gerakan tangannya dan menatap lagi Devina dengan senyuman.


"Takut hm?" Kata Ziko


Devina mengangguk sebagai jawaban, dia tidak mau bohong.


"Kalau gitu kamu aja yang mulai." Kata Ziko sambil beranjak dari atas Devina


Devina menatap Ziko sebentar dan suaminya itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Menggigit pelan bibir bawahnya Devina menatap Ziko yang sekarang membuka baju yang pria itu pakai.


"Kenapa sayang?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan lalu mendekat dan perlahan mencium bibir suaminya sambil memejamkan mata juga memeluk tubuh Ziko dengan erat. Tangan Devina mengusap punggung hingga leher suaminya dengan lembut membuat Ziko menggeram pelan.


Tanpa sadar keduanya sudah berbaring dengan Devina yang ada di atas tubuh Ziko, melepaskan ciumannya Devina menatap lagi mata Ziko yang penuh dengan gairah. Devina tersenyum lalu mengusap bibir bawah Ziko dengan lembut membuat pria itu memejamkan matanya.


"Vina"


Ziko memanggil lagi namanya ketika Devina mengusap perutnya dan memberikan kecupan di lehernya.


Entah secepat apa, tapi Devina tersentak begitu Ziko mengubah posisi mereka hingga kini pria itu berada di atasnya. Nafasnya memburu Ziko menatap Devina yang diam dengan wajah memerah.


"Kamu nakal." Kata Ziko serak


Devina menggigit bibir bawahnya karena merasa gugup.


"Kamu cantik banget Vin." Kata Ziko


Mencium sekilas bibir istrinya Ziko tersenyum lalu meminta Devina untuk bangun.


"Angkat tangannya sayang"


Devina hanya bisa menurut dan mengangkat kedua tangannya hingga Ziko berhasil membuka pakaian yang dia kenakan. Melepaskan kaitan bra yang Devina kenakan Ziko meloloskan benda itu dan membuat Devina merasa malu laku memeluknya dengan erat.


"Kenapa hm?" Tanya Ziko sambil mencium punggung polosnya


"Malu Zikoo." Rengek Devina


Ziko tertawa kecil mendengarnya dia melepaskan pelukan Devina dan menatapnya dengan senyuman.


Membaringkan lagi tubuh istrinya Ziko mencium kembali bibir Devina dengan tangan yang mulai bergerak menyentuh tubuh istrinya.


Devina bergerak gelisah membuat Ziko semakin semangat mempermainkannya dan terus menyentuhnya.


"Zikooo"


"Jangan minta berhenti." Kata Ziko sambil mencium sekilas bibirnya

__ADS_1


"Pelannn Zikooo"


Menuruti perkataan istrinya Ziko menyentuhnya secara perlahan membuat Devina melenguh pelan ketika tubuh mereka benar-benar menyatu di bawah sana. Tangannya memeluk bahu Ziko dengan erat ketika pria itu mulai menggerakkan miliknya.


"Vina"


Ziko menggeram pelan dia menatap wajah istrinya dan mencium singkat bibirnya.


"Ziko ngh"


Suara Ziko dan Devina berbaur menjadi satu mereka menghabiskan malam bersama, Ziko sangat menyukai hadiah ulang tahun yang Devina berikan untuknya.


Hadiah terindah yang Ziko Terima.


°°°°


"Ziko udahhh"


Devina merengek pelan karena Ziko masih belum mau berhenti padahal sudah lewat tengah malam bahkan tubuh Devina pegal semua rasanya, tapi Ziko tidak mau diam dia terus merubah posisi mereka dan kembali bermain dengannya. Tubuh Devina pegal dia mengantuk dan ingin tertidur, sayangnya Ziko masih belum mau, dia selalu bilang sebentar lagi.


Seperti sekarang Devina hanya bisa diam ketika Ziko yang masih bergerak pelan di atasnya juga tangan yang bermain di tubuhnya tetap tidak mau berhenti dan mengabaikan permintaannya. Begitu mencapai pelepasannya Ziko menjatuhkan tubuhnya di atas Devina dengan nafas memburu.


Dia mencium pipi Devina dengan sayang.


"Ziko udahh"


Suara Devina bahkan hampir habis karena ulahnya.


"Sebentar lagi hm"


Devina memejamkan matanya ketika tangan Ziko masih tidak mau diam dan terus menyentuhnya.


"Janji habis ini udah." Kata Ziko pelan


"Habis ini udah ya?" Kata Devina


"Iya"


Devina memeluk lagi tubuh Ziko dan membiarkan pria itu terus bergerak di atasnya.


"Selamat ulang tahun Ziko"


Devina berbisik pelan membuat Ziko tersenyum dan mencium bibirnya.


"Terima kasih sayang"


°°°°


Menatap istrinya yang masih terlelap Ziko tidak bisa menahan senyumannya, dia bangun lebih dulu ketika pukul delapan pagi kalau Devina masih tidur dengan sangat nyenyak. Wajar saja mereka baru tidur sekitar pukul setengah tiga dan semua karena ulahnya, tapi bukan salahnya juga Devina yang mulai.


Jujur melihat istrinya tadi malam Ziko benar-benar tidak bisa menahan diri Devina terlihat berbeda, dia seksi sekali di mata Ziko tadi malam. Baiklah mungkin sedikit keterlaluan karena Ziko tidak mau berhenti, tapi Ziko benar-benar tidak tahan.


"Maaf ya Vina"


Ziko mengusap pipi Devina dengan sayang dan istrinya itu sama sekali tidak bergerak, dia masih sangat nyenyak.


"Capek ya?" Kata Ziko


Mencium singkat keningnya Ziko berusaha membangunkan Devina dan mengajaknya untuk mandi lalu pergi sarapan, beruntung orang tuanya lagi tidak di rumah kalau tidak mereka pasti membangunkan Ziko yang masih belum keluar kamar.

__ADS_1


"Vina bangun yuk? Mandi dulu terus sarapan." Kata Ziko


Devina bergumam pelan ketika Ziko mengusap pipinya dan mencubitnya pelan hingga mata Devina perlahan terbuka.


Memasang wajah cemberutnya Devina mendekat dan memeluk Ziko sambil bersandar di dada bidangnya yang tidak tertutupi apapun.


"Ayo mandi dulu terus makan udah siang." Kata Ziko


"Capek Zikoo." Rengek Devina pelan


"Iya mandi dulu terus makan habis itu Vina istirahat lagi." Kata Ziko sambil mengusap kepalanya


"Ziko nakal Vina capek banget gara-gara Ziko." Rengek Devina


"Kamu yang godain aku." Kata Ziko


"Ya Ziko jangan lama-lama." Kata Devina


"Enggak bisa Vin." Kekeh Ziko


Devina mengeratkan pelukannya.


"Capek Ziko"


"Capek banget ya?" Kata Ziko


"Iyaa gara-gara Ziko." Kata Devina


"Yaudah maaf, tapi aku suka makasih hadiahnya." Kata Ziko


"Iya"


"Setiap hari kalau mau tidur pakai baju gitu ya Vin? Nanti aku beliin yang banyak." Kata Ziko


"Enggak"


Ziko tertawa kecil mendengarnya dia menatap Devina yang melepaskan pelukannya.


"Nanti Vina di terkam terus." Kata Devina


Mendekatkan wajahnya Devina mencium bibir Ziko lalu menatapnya dengan senyuman.


"Selamat ulang tahun Ziko"


Ziko tersenyum dan mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Boleh minta hadiah lagi ga?" Tanya Ziko


"Hadiah apa?" Tanya Devina


Mendekatkan wajahnya Ziko berbisik pelan di telinga Devina lalu menatap wajahnya yang memerah.


"Mandi bareng yuk?"


Devina terdiam sejenak, tapi setelahnya tersenyum dan mengangguk sambil mencium sekilas bibir suaminya.


"Em boleh"


Astaga beruntung sekali Ziko di ulang tahunnya.

__ADS_1


°°°°


Enggak jadi dua hari deh sekarang aja updatenya🤣


__ADS_2