Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Bocil Ziko


__ADS_3

Devina belum terbiasa bangun tengah malam, tapi tiga hari belakangan ini Devina selalu terbangun sekitar jam satu hingga dua malam karena tangisan kedua anaknya yang membuat dia harus terjaga untuk satu atau dua jam. Beruntung selalu ada Ziko yang menemani seperti sekarang ketika waktu sudah menunjukkan pukul dua malam Devina tengah menyusui baby Ardhan yang terbangun, biasanya tak lama dari ini Arthan akan bangun juga.


Di samping Devina ada Ziko yang asik menatapnya sambil sesekali mengusap pipinya, terkadang Ziko akan diam lalu mengucapkan Terima kasih dan meminta maaf karena sudah mengganggu waktu tidur Devina padahal itu sama sekali bukan hal yang harus dilakukan. Setiap melihat wajah Devina yang terlihat lelah Ziko merasa sedih, tapi istrinya itu selalu bilang dia baik-baik saja dan senang merawat anak mereka.


Si kembar yang sangat tampan dan menggemaskan.


"Lama banget minum cucunya." Kata Ziko


Devina tersenyum ketika mendengarnya, dia mengusap pipi anaknya dengan sayang membuat mata Ardhan perlahan tertutup.


"Kapan gedenya ya sayang?" Tanya Ziko membuat Devina tertawa pelan


"Ziko ish baru juga lahir ya nanti." Kata Devina


"Mau ajakin main mau ajakin ngobrol." Kata Ziko


"Aku masih bayi Papi." Kata Devina dengan wajah lucu


Ziko tertawa dia menatap lagi Ardhan yang kini mulai terlelap.


"Ututuu udah bobok." Kata Ziko gemas


Selang beberapa saat suara tangis Arthan terdengar membuat Ziko tertawa pelan.


"Satu selesai satu lagi nangis." Kata Ziko


Ziko membawa Ardhan dengan hati-hati agar anak itu tidak bangun lalu membaringkannya di ranjang dan beralih mengangkat baby Arthan. Berbeda dengan Ardhan yang suara tangisannya cukup kecil kalau Arthan ketika nangis berisik sekali suaranya.


"Cupcupp jangan nangis yaa kita minum cucu ganteng." Kata Ziko sambil mencium sayang anaknya


Devina tersenyum melihatnya Ziko terlihat sangat lucu sekali.


"Kalau baby Arthan nih pasti lama minum cucunya kan rakus." Kata Ziko yang malah membuat anak itu semakin menangis


"Ziko jangan gitu." Kata Devina dengan penuh kelembutan


Devina mengambil alih Arthan dari tangan suaminya lalu memberikan bayi mungil itu susu membuat tangisannya hilang seketika.


"Tuh kan rakus banget." Kata Ziko sambil menekan pelan pipinya membuat Arthan menangis


"Ziko jangan nakal." Kata Devina


Ziko tertawa lalu mengusap pipi Arthan membuat anak itu diam dan kembali menyusu pada Devina dengan tenang.


"Ihh gemes kayak Vina." Kata Ziko


Devina tersenyum dia meminta Ziko mendekat lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ziko sambil memejamkan mata karena merasa lelah.


"Ngantuk ya Mami?" Tanya Ziko


"Enggak ngantuk." Kata Devina yang kembali membuka matanya


Dia menunduk melihat Arthan yang masih menyusu.


"Pipinya gembul." Kata Devina


Ziko tertawa dan menyetujuinya.


"Vina hebat banget." Kata Ziko sambil mengusap pipi istrinya dengan penuh kelembutan


"Makasih Ziko." Kata Devina

__ADS_1


"Lucu ya? Kita udah jadi Mama dan Papa muda." Kata Ziko sambil tertawa


"Iyaa"


"Vina belum keliatan kayak Mami masih kayak anak kecil lucu gemesin minta di cubit." Kata Ziko membuat Devina kini cemberut


"Vina udah besar." Kata Devina


"Mana ada sihh Mami selucu Vina gemes banget ini kalau lagi pergi kayaknya kamu di kira Kakaknya deh bukan Mami nya." Kata Ziko semakin menggoda Devina


"Enggakkk"


Devina cemberut, dia tidak suka Devina sudah besar sudah punya anak dua.


"Vina lucuu gemesin." Kata Ziko lagi


"Aaa enggakkk." Rengek Devina


Ziko tertawa lalu menatap Arthan.


"Baby Arthan lihat kan? Mami masih lucu yaa? Gemesin kayak kalian." Kata Ziko


"Enggak Zikoo." Kata Devina sebal


"Tapi, kamu beneran lucu." Kata Ziko


Devina diam dan memasang wajah sebalnya membuat Ziko tertawa lalu memeluknya.


"Gemes"


Ziko menggesekkan hidungnya di leher Devina membuat istrinya itu meras terganggu karena geli.


Ziko mengalah dia melepaskan pelukannya dan menatap lagi Devina lalu anaknya.


"Arthan ayo bobok." Kata Ziko sambil mengusap pipi anaknya dengan sayang


Arthan masih terlihat semangat meminum susu dan belum tertidur.


Memang Arthan berbeda dengan Ardhan yang lebih tenang dan mudah sekali kembali tidur ketika bangun.


Dasar duplikat Ziko.


°°°°°


"Aaa mana bocilnya Vinaa"


Devina langsung memasang wajah cemberut ketika anak kesayangannya dipanggil dengan sebutan bocil oleh ketiga temannya yang kini baru saja masuk ke dalam rumah. Ketiganya pergi ke ruang tengah dimana dua baby tampan itu dibaringkan dan Mona langsung heboh sendiri melihat wajah tampan keponakannya.


Dengan wajah antusias Mona menggendong dengan hati-hati baby Ardhan yang terlihat kalem membuat Devina tersenyum. Jangan khawatir Mona sudah biasa menggendong bayi begitu karena dia punya banyak keponakan.


"Hai bocil"


"Monaaa jangan panggil anak aku bocil." Rengek Devina


"Tau lo Mon sembarangan aja ini mah tuyul haha tuyul Ziko." Kata Cessa yang semakin membuat Devina cemberut


"Cessaaaa"


Ketiga temannya tertawa melihat wajah cemberut Devina lalu Nayla mencoba menggendong Arthan yang malah membuat anak itu menangis.


Berbeda dengan Ardhan yang selalu anteng Arthan akan menangis kalau yang menggendongnya bukan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Arthan"


Nayla menyerahkan lagi Arthan pada Devina membuat anak itu diam.


"Ih tuyulnya Ziko sensitif banget sih maunya sama Mami nya aja." Kata Nayla


"Naylaaa jangan panggil tuyul anak aku ganteng gini masa bilangnya bocil sama tuyul." Kata Devina sebal


Mereka tertawa senang mendengar kekesalan Devina.


"Iya iya baby Arthan dan Ardhan uuu gemesnya." Kata Cessa


Devina tersenyum dia mengusap pipi Arthan membuat anak itu terlihat seperti sedang tertawa.


"Aaaa gemesss mau gigit." Kata Cessa heboh


Devina tertawa dia mencium kening Arthan dengan sayang.


Tak lama Ziko datang bersama dengan Alex lalu dengan tengilnya Alex langsung duduk di dekat Mona sambil melirik Ardhan.


"Wih ganteng bener kok mirip gue ya?" Kata Alex membuat Ziko langsung menoyor kepalanya


"Sembarang lo." Kata Ziko sebal


Alex tertawa lalu melihat lagi Ardhan yang terlihat tenang.


"Turunan Vina nih diam banget." Kata Alex


Devina tersenyum mendengarnya lalu memberikan baby Arthan pada Ziko membuat anak itu merengek pelan, tapi diam ketika Ziko mengusap pipinya.


"Aa Mona kasih ke guee mau gendong juga Arthan enggak mau sama gue." Kata Nayla


Mona tersenyum lalu menyerahkan Ardhan dan benar saja anak itu tetap diam dia tak menangis.


"Ihh anteng banget." Kata Nayla senang


Cessa ikut tersenyum dia juga mengusap pipi Ardhan dengan tangannya membuat lidah anak itu bergerak.


"Gemesss bangettt." Kata Cessa


"Mau Ces ayo bikin." Kata Alex membuat Cessa mendengus kesal


"Nikah dulu Lex." Kekeh Ziko


"Lah kan bulan depan, gak papa kita proses dari sekarang." Kata Alex


"Pergi lo Lex." Kata Cessa ketus


Alex tertawa lalu mengatakan kalau dia hanya bercanda.


Devina ikut tertawa melihat mereka lalu dia meminta Ziko untuk memberikan Arthan karena anak itu mulai merengek, mungkin mengantuk.


Arthan memang rewel berbeda dengan Ardhan yang sangat tenang.


Tidak terbayang deh kalau sudah besar gimana mungkin nanti Arthan akan jadi pengganggu Ardhan yang diam.


°°°°


Hello aku updateee🥰


Tuyul Ziko gemes yaaaa🤣

__ADS_1


__ADS_2