
Devina sakit!
Tubuhnya panas ketika bangun tidur Ziko melihat istrinya itu masih tertidur dan saat ingin dibangunkan dia merasakan hawa panas yang mengenai kulitnya begitu bersentuhan dengan kening Devina. Jelas saja Ziko panik apalagi ketika dibangunkan Devina hanya bergumam pelan lalu saat sudah benar-benar bangun Devina mengeluh kepalanya terasa berat sekali.
Akhirnya dengan izin dari Zidan hari ini Ziko tidak akan pergi ke kantor sekarang dia ada di dapur mengambilkan makan dan menunggu Nazwa mencarikan obat. Begitu semuanya siap Ziko langsung pergi ke kamar untuk memberikan makan pada Devina.
Setelah itu dia akan melihat anak-anaknya yang masih belum bangun, tadi dia sempat melihat dan keduanya masih tidur.
"Sayang"
Devina membuka matanya dia menatap Ziko dengan sayu.
"Vina makan dulu ya?" Kata Ziko
Devina mengangguk saja dia langsung bangun dan duduk sambil bersandar, matanya terpejam untuk sesaat.
"Arthan sama Ardhan?" Tanya Devina
"Mereka masih tidur, udah sekarang Vina makan dulu habis itu minum obat dan tidur lagi." Kata Ziko
Devina hanya mengangguk saja.
"Vina makan sendiri aja." Kata Devina
"Ssstt diem sayang sini kamu duduk aja aaaa." Kata Ziko
Devina tersenyum dia hanya menurut saja dan membiarkan Ziko menyuapinya makan dengan telaten.
"Vina kenapa hm? Capek ya?" Tanya Ziko sambil merapihkan rambut Devina yang sedikit berantakan
"Kehujanan kayaknya kemarin waktu Ziko keluar sama Arthan kan hujan gerimis terus Vina ke depan ambil paket." Kata Devina
"Pantesan sampai panas begini." Kata Ziko
"Ziko enggak ke kantor?" Tanya Devina
"Enggak kata Papa di rumah aja jagain cucu sama menantunya." Kata Ziko membuat Devina tersenyum mendengarnya
"Makasih ya Ziko." Kata Devina
"Udah berapa tahun kita nikah masih aja bilang makasih, ayo aaa lagi habis itu minum obat." Kata Ziko
Devina tertawa pelan dan kembali menerima suapan yang Ziko berikan untuknya.
Benar, sudah lebih dari lima tahun mereka menikah, tapi Devina masih sering mengatakan Terima kasih dan maaf.
Devina makan dengan lahap dia menghabiskan sarapannya membuat Ziko tersenyum lalu memberikan dua buah obat dan juga air hangat.
"Ayo Mami minum biar cepet sembuh habis itu langsung istirahat." Kata Ziko
Devina mengangguk patuh dan meminum obat yang Ziko berikan padanya.
"Sekarang istirahat lagi aku lihat Arthan sama Ardhan dulu." Kata Ziko
"Peluk dulu sebentar." Kata Devina dengan wajah cemberut
Ziko tertawa pelan dia meletakkan nampan yang dia bawa ke meja lalu mendekat dan memeluk Devina juga memberikan ciuman di setiap sudut wajahnya.
"Jangan sakit ya Mami kalau demamnya enggak turun nanti aku panggil Dokter." Kata Ziko
"Aaa jangan enggak mau." Kata Devina
"Makanya sekarang Vina istirahat tidur." Kata Ziko
Devina patuh dia kembali berbaring dan Ziko langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya lalu mencium keningnya dengan sayang.
"Ziko keluar dulu." Kata Ziko
Setelah memastikan Devina kembali istirahat Ziko pergi ke dapur dan meletakkan nampan yang dia bawa di atas meja lalu pergi ke kamar anaknya untuk melihat mereka.
Ternyata si kembar sudah bangun, tapi mereka tidak menangis Ardhan hanya diam dengan posisi menyamping dan pipi yang menempel pada bantal, sedangkan Arthan anak itu sudah asik dengan mainannya. Tersenyum manis Ziko masuk ke dalam membuat mereka berdua tersenyum dan Arthan langsung menghampirinya.
__ADS_1
Meskipun satu kamar, tapi Ziko memberikan dua ranjang yang berbeda karena keduanya sering ribut kadang berebut selimut.
"Apii"
"Udah bangun, enggak nangis pinter banget anak-anak Papi." Kata Ziko
"Piii Ami manaa?" Tanya Ardhan
Anak itu turun dari ranjangnya dan menghampiri Ziko.
"Mami masih tidur soalnya Mami lagi sakit." Kata Ziko
"Kenapa cakit?" Tanya Arthan dengan wajah cemberut
"Ami cakit?" Tanya Ardhan
"Iya Ami sakit, jadi Arthan sama Ardhan jangan berantem ya? Ayo sekarang mandi dulu habis itu makan baru lihat Mami." Kata Ziko pada keduanya
Keduanya mengangguk patuh lalu mengikuti Ziko pergi ke kamar mandi.
Ah Ziko belum tau serusuh apa mereka berdua kalau sudah di kamar mandi.
°°°°
"Arthan Arthan udah dong nanti kotor lagi"
Ziko benar-benar pusing dengan kedua anaknya yang ketika mandi malah tidak mau diam, Arthan terus saja main sabun sudah di bilas main sabun lagi nanti kalau kena mata dia heboh sendiri sambil bilang 'perih' di suruh diam tidak mau. Beda lagi dengan Ardhan anak itu tidak mau berhenti berendam di air dia terus saja memainkan air hingga baju Ziko basah semua sekarang.
Kedua anaknya asik sendiri mereka tertawa ketika berhasil membuat gelembung dengan sabun setiap kali di suruh berhenti malah pada mau menangis. Sudah setengah jam mungkin lebih mereka tak kunjung selesai sekarang Ziko kembali membilas tubuh Arthan yang sudah penuh sabun lagi.
"Habis ini udah ya jangan main sabun lagi." Kata Ziko
"Celewet Api celewet." Kata Arthan
"Arthan"
Arthan menyengir lucu selesai di bilas Ziko langsung memakaikan handuk untuk anak itu dan memintanya diam sambil menunggu Ardhan membilas badannya.
Jadilah kini Arthan kembali basah dengan handuknya juga.
"Ya ampun Arthan." Kata Ziko
Membiarkan dulu Arthan di sana Ziko yang sudah memakaikan handuk untuk Ardhan membawa anak itu keluar dari kamar mandi selagi mengambil handuk baru untuk Arthan.
"Ardhan duduk sini ya? Papi pakaikan handuk untuk Arthan dulu, oke pinter?" Kata Ziko
Ardhan mengangguk patuh dia duduk di atas karpet sambil menunggu Ziko yang langsung lari ke kamar mandi takut Arthan jatuh karena anak itu kan tidak bisa diam sama sekali.
Masuk ke dalam kamar mandi Ziko kembali menghela nafasnya pelan melihat Arthan yang sudah kembali main sabun.
"Arthan ayo sini." Kata Ziko
Ziko mengangkat tubuh Arthan dia menaruh handuk anak itu yang basah ke keranjang baju kotor lalu membilas lagi tubuh Arthan dan memakaikan handuk.
Selesai Ziko menggendong Arthan dan membawanya keluar kamar, dia tersenyum melihat Ardhan yang benar-benar anteng, anak itu hanya duduk sambil menunggu Ziko.
"Duduk sini Papi ambilkan baju dulu habis itu kita makan." Kata Ziko
Ziko mengambil pakaian untuk si kembar, tapi belum sampai satu menit Arthan sudah berlarian kesana-kemari dengan sudah tidak memakai handuk.
Sudahlah Ziko pusing sendiri dengan anaknya yang satu itu.
"Arthan Arthan duduk jangan lari ya ampun kamu belum pakai baju." Kata Ziko
Arthan berhenti lalu kembali duduk di samping kembarannya.
Menghela nafasnya pelan Ziko menghampiri mereka dengan membawa dua pasang baju.
"Ayo sini Arthan dulu pakai bajunya." Kata Ziko
Ardhan lebih diam, jadi Arthan dulu saja.
"Angkat tangannya." Kata Ziko
__ADS_1
"Angkattt"
Arthan mengangkat tangannya dan Ziko langsung memakaikan kaos berwarna abu-abu pada Arthan dan memakaikan yang lain juga. Selesai memakai baju Ziko mengambil bedak dan memakaikan bedak itu pada Arthan kemudian menyisiri rambutnya yang sudah sedikit panjang.
"Udah, duduk sini jangan lari." Kata Ziko
Setelahnya Ziko memakaikan baju untuk Ardhan, tidak sulit karena anak itu sangat penurut dan selesai semuanya Ziko langsung mengajak mereka untuk makan.
"Ayo sarapan dulu." Kata Ziko
Keduanya menurut mereka berjalan di samping Ziko dengan tangan yang digenggam, jelas tidak akan Ziko biarkan jalan sendiri nanti mereka kejar-kejaran di tangga.
"Ehh cucu Oma udah pada ganteng ayo sini makan." Kata Nazwa
"Aaa mau cambil liat petlikkk." Kata Ardhan
Rupanya anak itu ingin sambil menonton televisi karena kalau pagi memang selalu ada serial kartun Spongebob SquarePants kesukaan mereka.
Baiklah Ziko ayo kamu harus bisa banyak bersabar.
°°°°
Menjaga si kembar sendirian ternyata bukan hal yang mudah bahkan perkara makan saja mereka ribut, bukan mereka sebenarnya, tapi Arthan yang memulai. Pagi ini si kembar sarapan nugget dan juga sosis mereka asik makan hingga Arthan dengan jahilnya mengambil sosis milik Ardhan hingga membuat anak itu merengek.
Sudah selesai masalah sosis Arthan sibuk lagi dengan televisi dia mau ganti film, tapi Ardhan tidak mau dan mereka ribut lagi. Sekarang keduanya sudah selesai sarapan dan akan pergi ke kamar untuk melihat Devina.
Keduanya berlari menaiki tangga membuat Ziko harus memperingati mereka agar tidak lari. Masuk ke dalam kamar keduanya heboh memanggil Devina hingga Devina memejamkan matanya.
Keduanya tersenyum lalu naik ke atas ranjang.
"Amii Amiiii"
Devina tersenyum tipis dia bangun dan bersandar di kepala ranjang lalu meminta keduanya mendekat.
Di peluknya tubuh mereka dengan sayang.
"Udah ganteng, mandi sama siapa ini?" Tanya Devina
"Cama Apiii." Kata Arthan
"Altan mandinya nakal lali lali telus main cabun." Kata Ardhan
"Aldan juga mainnya cama cama." Kata Arthan
Devina tertawa pelan dia mencium pipi keduanya bergantian.
"Ami cepet cembuh." Kata Arthan sambil mencium Devina
Ardhan juga melakukan hal yang sama membuat Devina tersenyum senang.
"Arthan sama Ardhan mainnya di sini aja ya?" Kata Devina
Keduanya mengangguk lalu Arthan turun dari atas ranjang dan menghampiri Ziko.
"Mau apa ganteng?" Tanya Ziko
"Tembakan Altan dol dolll." Kata Arthan
"Iya tunggu Papi ambilin sini aja sama Ardhan, tapi jangan nakal ya Mami lagi sakit." Kata Ziko
Arthan mengangguk faham dia lalu berlari mengelilingi kamar orang tuanya membuat Devina tersenyum melihat mereka.
Sakit pun melihat si kembar yang sangat aktif membuat Devina membaik.
Pasti Ziko pusing saat memandikan mereka berdua biasanya Devina juga begitu dia paling pusing kalau memandikan si kembar.
Karena ketika mandi Arthan dan Ardhan sama-sama tidak bisa diam.
°°°
Heii aku updateee😘
Kamarnya Arthan sama Ardhan ucul yaaaa😍
__ADS_1