Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Mall


__ADS_3

Menggelengkan kepalanya pelan Ziko harus banyak bersabar karena Devina masih belum mau tidur padahal sudah jam satu malam, tapi istrinya itu masih belum mau tidur. Katanya belum mengantuk dan sejak tadi Devina asik membaca buku sambil tiduran padahal Ziko sudah bilang itu tidak baik untuk kesehatan matanya.


Mungkin sudah dua buku sejak mereka pulang dari rumah Mona yang sudah Devina baca, dia sangat fokus terkadang Devina tersenyum lalu tertawa karena membaca. Sebenarnya Ziko sudah mengantuk, tapi dia masih saja menunggu Devina hingga mau tidur yang entah kapan.


Lembar demi lembar sudah Devina balik dia membaca dengan lengan Ziko yang menjadi bantalannya.


"Vina belum ngantuk?"


Entah sudah berapa kali Ziko menanyakan hal itu, tapi jawaban Devina tetap sama, dia menggelengkan kepalanya.


"Udah malam sayang besok lagi bacanya ya?" Kata Ziko


"Em tanggung dua belas bab lagi." Kata Devina membuat Ziko menghela nafasnya pelan


"Itu banyak sayang, besok lagi lanjutin bacanya ya?" Kata Ziko


"Enggak, Ziko tidur duluan aja." Kata Devina


"Devina"


Devina tak menanggapi dan masih asik membaca sejak dulu memang begitu kalau Devina sedang asik membaca Ziko sering diabaikan.


"Devina udah malam." Kata Ziko


Devina masih diam dan tetap fokus pada lembaran bukunya.


"Vina suaminya lagi ngomong." Kata Ziko


Devina mengalihkan pandangannya dan menatap Ziko dengan bibir mengerucut sebal.


"Besok lagi bacanya ayo bobok." Kata Ziko


Ziko mencium sekilas keningnya membuat Devina luluh juga dan meletakkan bookmark di tempat dia terakhir baca lalu meletakkan bukunya di meja.


"Sini"


Devina mendekat dan merubah posisi kepalanya membuat Ziko meringis pelan merasa tangannya kebas karena terlalu lama Devina jadikan bantalan untuk kepalanya.


"Kenapa Ziko?" Tanya Devina


Ziko menggelengkan kepalanya lalu membawa Devina ke dalam pelukannya membuat istrinya itu bersandar manja di dada bidangnya yang tak tertutupi apapun. Tangan Devina mengusap punggung Ziko lalu memainkan jari telunjuknya membuat Ziko merasa geli.


"Jangan Vina." Kata Ziko


Devina berhenti dan mengeratkan pelukannya.


Memang belum mengantuk Devina tidak memejamkan matanya, tapi dia hanya diam dan membiarkan Ziko tertidur lebih dulu. Mungkin lima belas menit Ziko terlelap dengan sendirinya membuat Devina merenggangkan sedikit pelukannya.


Mata Devina menatap Ziko yang tertidur lelap membuat senyumnya mengembang dengan sempurna. Tangan Devina mengusap pipi Ziko dengan sayang lalu mencium keningnya.


"Ziko bobok ya? Vina mau baca buku lagi"


Devina tertawa pelan lalu dengan hati-hati melepaskan pelukan suaminya dan berjalan tanpa suara ke sofa yang ada di kamar sambil membawa buki yang ada di meja. Berbaring di sofa panjang Devina mulai membaca lagi novelnya dan Ziko tertidur lelap di atas ranjang tanpa sadar bahwa Devina sedang membaca buku lagi bukannya pergi tidur.


Biarkan saja Ziko juga tidak akan tau.


°°°°


"Vina?"


Saat bangun pagi Ziko dibuat terkejut karena tidak menemukan Devina di sampingnya dia nyaris jantungan dan langsung berniat mencari Devina, tapi kepanikan itu hilang begitu melihat Devina tertidur di sofa. Tangan Devina menempel di pipinya lalu tangan satunya masih memegang buku yang dia tutup membuat Ziko menghela nafasnya pelan.


Ziko langsung bangun dan mendekati Devina kalau begini istrinya bisa pegal semua. Sedikit menunduk Ziko mengambil buku yang ada dalam genggaman istrinya dan menaruh di meja.

__ADS_1


Menggeliat pelan Devina merubah posisinya entah jam berapa istrinya itu tidur, tapi yang jelas Devina sangat lelap. Akhirnya Ziko menggendong tubuh Devina dan memindahkannya ke ranjang.


Tak lupa Ziko menarik selimut hingga sebatas dada Devina lalu mencubit pelan pipinya.


"Nakal banget"


Ziko pergi ke kamar mandi untuk bersiap pergi ke kantor bersama Papa nya dan ternyata hingga Ziko selesai Devina masih sangat lelap. Sepertinya Devina tidur sangat larut karena tadi malam saja sudah jam satu Devina belum tidur.


"Masih tidur biarin kali ya?" Gumam Ziko


Ziko bersiap dia memakai sendiri dasinya juga merapihkan rambutnya dan berjalan keluar kamar tanpa membangunkan Devina karena yakin Devina tidur sangat larut.


"Eh mana Vina sayang?" Tanya Nazwa begitu Ziko bergabung di ruang makan


"Vina begadang tuh Ma belum bangun padahal jam satu aku udah suruh tidur." Kata Ziko


"Yaudah biarin nanti Mama yang bangunin." Kata Nazwa


"Ziko ayo sarapan kita harus berangkat lebih pagi mau ke kantor teman Papa." Kata Zidan


Ziko mengangguk singkat dan mulai menyantap sarapannya bersama dengan kedua orang tuanya.


Begitu selesai Ziko langsung berpamitan pada Nazwa dan meminta Mama nya itu untuk menghubunginya jika Devina nakal.


°°°°


"Ziko manaa?"


Devina mengalihkan pandangannya ke sekitar kamar dan memasang wajah cemberut karena tidak menemukan suaminya. Bangun dari tempat tidur Devina membuka pintu kamar mandi, tapi tidak ada siapapun dan ketika melihat jam Devina langsung diam.


Sudah jam setengah sembilan pasti Ziko sudah berangkat, tapi dia tidak bangunkan Devina. Mengerucutkan bibirnya Devina tanpa sadar menangis karena tidak ada Ziko biasanya kalau bangun selalu ada suaminya.


"Vina ditinggal"


Devina menangis dan tak lama pintu kamar terbuka Nazwa masuk ke dalam.


Devina mengangguk, tapi masih menangis.


"Ziko nya manaa?" Rengek Devina


"Eh Ziko udah berangkat." Kata Nazwa


"Vina nya kenapa di tinggal? Ziko kenapa enggak bangunin Vinaa?" Rengek Devina lagi


Nazwa tersenyum dan menghapus sayang air mata menantunya.


"Vina nya masih tidur kata Ziko Vina begadang." Kata Nazwa


Devina memasang wajah cemberutnya masih dengan air mata yang mengalir di wajahnya.


"Zikoooo"


"Sst udah ah sarapan ya? Nanti telpon Ziko." Kata Nazwa


Devina yang memang merasa lapar mengangguk singkat sebagai jawaban lalu menghapus air matanya.


"Vina cuci muka dulu." Kata Devina


Nazwa menggelengkan kepalanya pelan dan menatap Devina yang pergi ke kamar mandi.


"Aduh Ziko istri kamu ngambek." Kekeh Nazwa


Tak lama Devina kembali, tapi matanya memerah karena habis menangis begitu juga hidungnya.

__ADS_1


"Ayo makan"


Devina memeluk lengan mertuanya dan bersama turun ke bawah lalu pergi ke ruang makan.


Devina duduk di sana lalu melihat nasi goreng buatan mertuanya juga ada nugget dan sosis di sana.


"Vina enggak bantuin Mama lagi." Kata Devina pelan


"Eh enggak papa Mama juga sama Bibi." Kata Nazwa dengan senyuman


Devina tersenyum tipis lalu mengambil sarapan dan mulai memakannya.


"Mama mau ke mall Vina mau ikut?"


Devina mendongak dan mengangguk dengan semangat membuat Nazwa tersenyum melihatnya.


°°°°


Bersama dengan mertuanya Devina pergi ke mall katanya Nazwa mau membeli tas, jadi Devina ikut dia juga mau beli sesuatu. Keduanya naik taxi karena mobil Ziko sedang ada di bengkel dan Devina terlihat begitu bersemangat.


Pertama Devina mengantar mertuanya untuk beli tas mereka masuk ke dalam toko yang sudah menjadi langganan Nazwa sejak lama. Di dalam Devina tersenyum dia melihat ada banyak sekali tas yang cantik, tapi Devina masih punya banyak tas dia juga sudah jarang jalan-jalan sekarang.


"Vina mau beli juga gak? Ayo pilih sayang nanti Mama belikan." Kata Nazwa


"Em enggak Ma Vina masih punya banyak tas." Kata Devina


"Beneran? Vina mau apa kalau gitu?" Tanya Nazwa


"Mau makan." Kata Devina membuat Nazwa tertawa pelan mendengarnya


"Oke habis ini kita makan ya?" Kata Nazwa


Devina mengangguk dia mengikuti mertuanya memilih beberapa tas.


"Kata Vina bagus yang warna silver atau pink?" Tanya Nazwa


"Warna silver." Kata Devina


"Ini ya? Kalau gitu Mama ambil yang ini." Kata Nazwa


Nazwa memilih tiga tas lalu pergi membayar ke kasir dan membawa belanjaannya.


"Sini Vina bantuin bawa nya." Kata Devina


"Satu aja ya?" Kata Nazwa


Devina mengangguk lagi dan membawanya.


Mereka berniat pergi makan, tapi Devina melihat sesuatu dan teringat pada suaminya.


'Ziko suka?'


'Suka banget, sering-sering ya?'


Pipi Devina memerah tanpa sebab dan ternyata Nazwa ikut melihat ke arah pandangan Devina lalu tersenyum geli.


"Vina mau ke sana?" Tanya Nazwa


Devina menatap mertuanya dengan pipi memerah lalu mengangguk malu membuat Nazwa tertawa.


"Ayo ke sana"


Kalau Ziko tau dia bisa di goda habis-habisan!

__ADS_1


°°°°


Masih ada lagi😭 Kebanyakan gak sihh😆


__ADS_2