Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Darren


__ADS_3

Devina terlihat antusias membantu Nazwa memasak di dapur ah tidak kali ini bukan hanya membantu, tapi Devina sendiri yang memasak dengan arahan dari mertuanya, dia tidak sabar untuk meminta Ziko mencoba masakannya. Sudah sejak setengah jam yang lalu Devina berada di dapur untuk memasak bahkan dia meninggalkan Ziko yang masih asik tidur.


Sebenarnya Devina sedikit takut karena ini kali pertama dan dia takut masakannya tidak enak, tapi mertuanya memberikan semangat dengan mengatakan bahwa tidak masalah karena Devina masih belajar. Hampir selesai memasak makanannya Devina menatap mertuanya dengan senyuman lalu mendekat dan memeluk Nazwa.


"Makasih Mama udah ajarin Vina"


Nazwa tersenyum dan mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Sama-sama sayang." Kata Devina


Melepaskan pelukannya Devina melihat sekali lagi masakannya lalu mematikan kompor karena mertuanya bilang sudah cukup matang.


"Nah sekarang Vina bangunin Ziko biar Mama minta Bibi nata meja makan." Kata Nazwa


Devina mengangguk patuh lalu pergi meninggalkan dapur dan bergegas ke kamar untuk membangunkan suaminya. Begitu masuk ke dalam kamar Devina melihat Ziko yang sedang mengeringkan rambutnya, dia pasti habis selesai mandi.


Tersenyum senang Devina berlari mendekat lalu memeluk Ziko dari belakang membuat suaminya itu tersentak, tapi setelahnya tersenyum karena melihat Devina yang memeluknya.


"Ziko ayo makan Vina udah selesai masaknya Ziko harus coba." Kata Devina


Melepaskan pelukan istrinya Ziko membalik tubuhnya hingga kini berhadapan dengan Devina dan dia dapat melihat senyuman manis yang terbentuk sempurna di wajah cantiknya.


"Ayoo Ziko harus cobaaa." Kata Devina dengan wajah yang menggemaskan di mata Ziko


"Iya sebentar aku sisir rambut dulu masa keluar kamar rambutnya berantakan." Kata Ziko


"Vina aja Vina"


Devina mengambil sisir lalu meminta Ziko untuk duduk dan dengan senyuman di wajahnya Devina mulai menyisir rambut sang suami yang sudah cukup panjang.


"Ziko kapan potong rambutnya?" Tanya Devina


"Males ah biarin gini aja." Kata Ziko


"Udah panjang tau." Kata Devina


"Yaudah besok aja." Kata Ziko


"Vina anterin." Kata Devina


"Iya"


"Udah selesai sekarang ayo turun." Kata Devina dengan sangat antusias


Ziko tersenyum lalu menyambut uluran tangan Devina dan bersama-sama pergi ke ruang makan bersama dengan istrinya.


"Sini duduk"


Ziko tidak bisa untuk tidak tersenyum ketika Devina menarik kursi di ruang makan agar dia bisa duduk lalu istrinya itu duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Ini Devina yang masak Pa tadi Mama cuman bantuin aja dia di dapur." Kata Nazwa


"Benarkah? Pasti rasanya enak seperti buatan Mama." Kata Zidan


Devina tersenyum senang mendengarnya tadi dia sudah mencoba dan menurut Devina rasanya lumayan.


Dengan sangat antusias Devina mengambilkan makan untuk suaminya membuat kedua orang tua Ziko tersenyum penuh arti melihatnya. Anak mereka beruntung sekali bisa memiliki Devina.


"Ayo Ziko cobaa"


Sekarang Devina sama sekali tidak ada rasa canggung dengan kedua mertuanya dia benar-benar sudah menganggap keduanya seperti orang tua sendiri.


Di tempatnya Ziko tersenyum lalu mencoba memakan masakan istrinya dan untuk sesaat dia terdiam, rasanya memang tidak sama persis dengan masakan Nazwa, tapi enak.


"Hm enak Vina pinter masaknya." Kata Ziko


"Di ajarin Mamaa." Kata Devina


"Yaudah kamu makan." Kata Ziko ketika Devina malah asik menatapnya


Devina mengangguk patuh lalu mencoba masakannya sendiri dan dia tersenyum senang, nanti Devina akan mengajak Ziko ke rumah lalu memasak untuk yang lainnya di sana.


"Kalian ada acara apa setelah ini?" Tanya Zidan


"Gak ada apa-apa Pa." Kata Ziko


"Enggak lupa kan?" Kata Zidan


"Darren ulang tahun Ziko kan kemarin sudah Papa bilang." Kata Zidan


"Hah?"


"Pasti lupa, hari ini kita mau ke rumah Darren dia ulang tahun." Kata Nazwa


"Ih Ziko enggak kasih tau kita belum beli kado." Keluh Devina


"Udah enggak papa acara siang Papa kasih tau lagi karena takut Ziko lupa dan ternyata benar dia lupa." Kata Zidan


"Maaf Paa gak inget." Kata Ziko


Menggelengkan kepalanya pelan Zidan meminta yang lainnya untuk makan dan menghabiskan sarapan masing-masing.


Ah Devina sangat tidak sabar untuk bertemu dengan si lucu Darren.


°°°°


"Ziko kita beli robot aja ya?"


Ziko hanya mengangguk sambil menatap Devina yang sedang memilih hadiah untuk Darren dan terlihat sekali bahwa Devina begitu bersemangat bahkan sudah sejak tadi Devina mengatakan kalau dia tidak sabar bertemu dengan si kecil Darren. Setelah memilih dua buah robot yang menurutnya bagus Devina mengajak Ziko untuk membayar ke kasir.

__ADS_1


Tidak lupa mereka juga meminta untuk di bungkus kado agar Devina tidak perlu kembali ke rumah hanya untuk membungkus hadiahnya. Beberapa menit menunggu akhirnya selesai Devina langsung membawa paper bag yang cukup besar dan berisikan hadiah untuk Darren.


Devina memeluk paper bag itu ketika dia sudah masuk ke dalam mobil.


"Darren pasti suka Vina enggak sabar mau ketemu Darren." Kata Devina


"Dia juga sama kata Papa sejak kemarin Darren selalu mengatakan pada Mama nya supaya tidak lupa mengundang Devina." Kata Ziko membuat Devina tersenyum senang


"Vina mau peluk Darren." Kata Devina


"Peluk Ziko?"


"Em udah sering kalau mau tidur juga peluk terus." Kata Devina


Ziko tertawa kecil mendengarnya lalu kembali fokus pada jalanan di hadapannya hingga mereka berdua benar-benar telah sampai. Dengan penuh semangat Devina mengajak Ziko untuk bergegas karena dia tidak sabar untuk bertemu Darren.


Begitu masuk ke dalam Devina tersenyum senang ketika Darren memanggilnya dan berlari kecil ke arahnya.


"Ante Vinaaaa"


Devina memeluk anak itu dengan erat membuat yang lainnya tersenyum, mereka tidak menyangka Darren akan sangat senang.


"Hey ganteng selamat ulang tahun." Kata Darren


Melepaskan pelukannya Devina mencium kedua pipi Darren lalu memberikan paper bag yang tadi dia bawa.


"Hadiah untuk Darren." Kata Devina


"Makasih Antee." Kata Darren sambil tersenyum lebar hingga menampilkan giginya yang rapih


"Darren sini dong." Kata Ziko


Darren menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap Devina dan merentangkan kedua tangannya.


"Ante gendong"


Tertawa kecil Devina mengangkat tubuh Darren membuat anak itu tersenyum senang lalu memeluknya.


Dari tempatnya Ziko diam dengan senyuman penuh arti yang menghiasi wajahnya, menggemaskan sekali mereka berdua.


Darren tidak pernah semanja ini, tapi dengan Devina dia terlihat sangat manja.


Memang Devina selalu berhasil membuat orang-orang merasa nyaman.


°°°°


Aku updateee🥰


Vina cantik banget sihh ya ampun😍

__ADS_1



__ADS_2