
Devina terlihat lahap memakan mie ayam yang telah dibelikan oleh kembarannya dan juga suaminya membuat kedua orang itu merasa senang, disampingnya Adara juga sama. Niatnya Adara juga Devina hanya ingin iseng saja, tapi begitu melihat mie ayam yang dibelikan rasanya langsung sangat lapar.
Piring Devina hanya tersisa sedikit dan ketika merasa kenyang Devina langsung meminum air putih yang ada di meja lalu mengusap perutnya dengan sayang. Terlihat begitu puas Devina membuat suaminya merasa senang karena melihatnya makan dengan lahap setelah sebelumnya memuntahkan makan siangnya.
"Baby nya senangg"
Fahisa tertawa pelan ketika mendengarnya dia menatap wajah Devina yang masih terlihat begitu imut.
"Ziko"
"Iya sayang"
Devina tersenyum dan mengatakan sesuatu yang membuat Fahisa tersenyum senang.
"Vina mau nginap disini." Kata Devina
Ziko terdiam sejenak lalu mengingat apa ada hal penting untuk besok, tapi sepertinya tidak karena besok hari minggu dan artinya tidak perlu ke kantor.
"Nanti telpon Mama dulu ya?" Kata Ziko
Devina mengangguk dengan semangat lalu menatap Adara yang juga sudah menghabiskan makannya.
"Adara udah selesai? Enak ya?" Kata Devina
"Heem enak aku kenyang banget." Kata Adara senang
"Ayo kita makan lollipop yang Vano beliin." Kata Devina
Devina merangkul lengan Adara dan mengajaknya ke ruang tengah meninggalkan Devano juga Ziko yang tetap berada di ruang makan bersama Fahisa.
"Aduh kalian harus banyak sabar loh." Kekeh Fahisa
Ziko hanya bisa tersenyum ketika mendengarnya.
"Vina suka minta apa aja Ziko?" Tanya Fahisa
"Enggak minta apa-apa Ma cuman kadang manja banget, tapi waktu itu dia mau makan udang untungnya aku lihat dan bisa cegah dia dan tadi Devina kerjain temen-temennya." Kata Ziko
"Gak ada habisnya itu anak jahil banget." Kata Devano membuat Ziko tertawa mendengarnya
"Untung teman-teman Vina sabar Mommy bersyukur banget Vina di kelilingi orang-orang yang sayang banget sama dia." Kaya Fahisa
Ziko ikut tersenyum mendengarnya.
"Dulu hal yang Mama takutkan ketika Vina mau menikah itu Mama takut keluarga kamu, orang tua kamu gak suka sama Devina yang terlalu manja karena ya kamu tau sendiri Vina gimana." Kata Fahisa sambil tersenyum tipis
"Mama sama Papa juga sayang banget sama Vina." Kata Ziko
"Gak ada yang gak sayang sama Vina." Kata Devano sambil tertawa pelan
"Vina manja banget karena Daddy nya memperlakukan dia seperti seorang putri." Kata Fahisa lagi
"Vina mungkin manja, tapi dia enggak pernah aneh-aneh Ma dan dia malah lucu Mama sama Papa suka banget waktu itu aja Vina ngaduin aku ke Mama sama Papa karena katanya aku nakal." Kata Ziko membuat Fahisa tersenyum mendengarnya
"Enggak salah gue percaya sama lo Ko." Kata Devano
"Vina cewek yang Ziko suka sejak awal masuk sekolah, jadi gak mungkin Ziko sia-siain dia setelah Ziko susah payah rebut hatinya." Kata Ziko
__ADS_1
"Makasih banyak Ziko"
Fahisa terlihat begitu tulus membuat Ziko tersenyum dan mengangguk singkat sebagai jawaban.
Sekarang kembali pada Devina yang ada di ruang tengah sedang menonton TV bersama Adara sambil memakan lollipop yang tadi di belikan. Mereka nonton film Tinkerbell yang kebetulan sedang tayang di tv dan Devina terlihat begitu fokus ketika menonton.
"Pixie hollow itu beneran ada gak ya?" Tanya Devina yang menanyakan tentang tempat tinggal tinkerbell
Adara tertawa mendengarnya lalu menoleh pada Devina yang terlihat fokus.
"Vina gak suka sama Vidia ish nyebelin." Kata Devina mengomentari salah satu tokoh yang ada di film
"Manis banget Vin lollipop nya." Kata Adara
"Adara enggak suka?" Tanya Devina
"Suka kok cuman bilang aja." Kata Adara sambil tersenyum
Devina sedang asik menonton ketika Ziko datang dan mengulurkan tangan di hadapannya.
"Mandi dulu yuk udah sore"
Devina mendongak untuk menatap mata suaminya.
"Aku udah telpon Mama katanya boleh nginap disini, jadi sekarang mandi dulu ganti bajunya." Kata Ziko
Devina menghela nafasnya pelan dan melihat ke arah TV sebentar lalu menatap Adara juga.
"Adara aku mandi dulu ya?" Kata Devina
Habis menikah kan mereka tinggal selama satu minggu di sini sebelum pergi ke rumah Ziko.
Masuk ke dalam kamar Devina duduk di tepian ranjang lalu melepaskan gelang juga cincin miliknya agar tidak hilang dan menaruhnya di nakas. Setelahnya Devina melepaskan ikatan rambutnya dan membiarkan rambut hitamnya terurai dengan manis.
"Ziko"
"Hmm"
"Vina mau ke pixie hollow." Kata Devina
"Hah?"
"Itu tempat tinggalnya tinkerbell." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya
"Kamu ada aja deh." Kata Ziko gemas
Devina tersenyum lalu menangkup wajah suaminya dan menekan kedua pipi Ziko hingga bibir pria itu mengerucut sekarang.
"Lucuu"
Devina tertawa senang dia terus memainkan kedua pipi Ziko dengan gemas sampai dia puas.
Ziko sendiri hanya diam dan membiarkan Devina melakukan apa yang dia mau.
°°°°
Pagi ini Ziko di buat pusing karena tidak menemukan Devina di kamar padahal masih pukul setengah enam pagi, entah kemana perginya istrinya itu pagi buta begini. Sudah melihat ke kamar mandi tidak ada akhirnya Ziko keluar kamar dan mencari Devina ke sekeliling rumah.
__ADS_1
Masih tidak ada juga Ziko jadi cemas sekarang ponsel Devina juga tidak ada di kamar dihubungi juga tidak bisa. Astaga kemana istrinya itu pergi paling tidak kan bisa bangunkan Ziko agar dia tidak cemas begini.
Saat mencari ke taman belakang Ziko malah bertemu dengan Devano yang kelihatannya juga bingung.
"Vina mana?"
"Adara mana?"
Keduanya menanyakan hal itu secara bersamaan membuat Ziko menghela nafasnya pelan.
"Aduh ini mereka kemana coba?" Kata Ziko pusing
Masalahnya ini masih pagi sekali bahkan masih cukup gelap, kemana mereka pergi?
"Coba deh ke depan." Kata Devano
Ziko ikut ke depan dan ternyata gerbang sudah terbuka membuat kedua pria itu semakin cemas dibuat istri mereka.
"Cari Van"
Ziko bersama dengan Devano melangkahkan kaki mereka keluar rumah untuk mencari Devina dan Adara yang entah pergi kemana tanpa izin dari mereka.
Di lain sisi Devina terlihat senang jalan bersama dengan Adara menuju taman sekalian olahraga, dia tidak izin karena orang rumah masih pada tidur dan ponselnya tidak ada nada atau getar. Keduanya bergandengan tangan Devina sesekali menggerakkan tangan mereka hingga kini keduanya terlihat begitu lucu.
"Nanti kita kena marah gak ya?" Kata Adara
"Emm enggakk nanti kalau marah aku aduin Daddy." Kata Devina sambil tersenyum
"Nanti sebelum pulang makan bubur dulu yuk Vin." Ajak Adara
"Emm boleh Vina sukaa." Kata Devina senang
Keduanya masih asik berjalan hingga Devina melihat sesuatu yang membuatnya tersenyum.
"Ada kucing lucuuu"
Devina menunjuk ke arah kucing berwarna putih yang memakai kalung, mungkin milik orang yang sedang bermain.
Devina tersenyum senang, tapi matanya membulat melihat sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan lumayan tinggi membuat Devina berlari.
"DEVINAA"
Adara berseru kencang karena takut dia juga berlari menyusul Devina yang sekarang memeluk kucing itu bersamaan dengan mobil yang mengerem mendadak tepat sebelum sempat mengenai tubuh Devina.
Jantung Adara berdegup kencang dia takut sekali dan ternyata bukan hanya dia ada Ziko bersama dengan Devano yang melihat dari kejauhan juga. Dari tempatnya Ziko berlari cepat sekali hingga sampai di hadapan Devina yang malah asik mengusap kepala kucing dalam dekapannya.
"Ada yang luka enggak?" Tanya Ziko cemas
Bukan menjawab Devina malah menatap suaminya dengan senyuman lalu mengangkat kucing yang ada dalam dekapannya.
"Lucuuu"
Oh astaga apa istrinya itu tidak sadar dia sudah membuat Ziko nyaris pingsan karena hampir tertabrak mobil?!
°°°°
Aku updateeeee hehe maaf banget kemalaman😞
__ADS_1