
Melihat suaminya yang telah pulang juga baru saja memasuki kamar membuat Devina tersenyum senang lalu berlari menghampiri Ziko dan melompat ke dalam pelukannya membuat Ziko tertawa kecil seraya membalas pelukan itu dengan sayang. Tangan kekarnya mengusap lembut rambut hitam Devina dan tangan yang lainnya melingkar manis di pinggang Devina.
Setelah merasa cukup puas Devina melepaskan pelukannya tanpa memberi jarak di antara keduanya dan dia berjinjit untuk memberikan ciuman di pipi suaminya. Sontak saja hal itu membuat Ziko senang bukan main, dia juga hanya diam ketika Devina mengajaknya duduk di tepian ranjang.
Tak banyak yang Devina lakukan dia hanya sibuk menatap Ziko dengan mata indahnya.
"Ziko gimana disana?" Tanya Devina
"Hm gitu ada banyak cewek." Kata Ziko bercanda
Dia memang berniat mengerjai Devina.
"Ihh katanya cowok aja." Kata Devina kesal
"Gak tau tiba-tiba pas disana ada banyak ceweknya juga." Kata Ziko membuat wajah Devina berubah murung
"Pasti Ziko suka disana." Kata Devina
"Suka"
Dengan wajah cemberutnya Devina memukul pelan lengan suaminya dan membuat Ziko tertawa.
"Bercanda, cuman sama Gio dan yang lainnya gak ada cewek tadinya Adyra mau ikut, tapi gak jadi." Kata Ziko sambil mengusap pelan kepala Devina
"Ish bohong!" Kata Devina kesal
"Maaf cantik." Kata Ziko
Tersenyum tipis Devina kembali menatap suaminya.
"Ziko"
"Kenapa sayang?" Tanya Ziko
Devina ingin mengatakan sesuatu, tapi langsung menggelengkan kepalanya pelan dan dia meraih tangan Ziko untuk melepaskan jam tangan yang pria itu kenakan lalu menaruhnya lagi di meja.
"Mau ngomong apa? Jangan buat suaminya penasaran." Kata Ziko
"Emm sebenarnya tadi...."
"Tadi apa hm?" Tanya Ziko sambil menatap wajah Devina
"Tadi Vina sempat baca chat Ziko sama Alda." Kata Devina
"Lalu?"
"Ziko beneran ngelakuin itu untuk Vina? Ziko enggak masalah hubungan sama Alda jadi enggak baik karena Vina?" Tanya Devina
Ziko tersenyum mendengarnya lalu mengusap pelan pipi Devina dengan sebelah tangannya.
"Aku lakuin apa yang kamu minta sayang, jadi setelah ini jangan marah lagi sama aku ya?" Kata Ziko
Dengan penuh semangat Devina menganggukkan kepalanya.
"Sekarang aku mau tanya, kenapa kamu cantik banget tadi di foto hm? Kamu bikin aku jadi mau cepet pulang sayang." Kata Ziko
Devina hanya tertawa kecil sebagai tanggapan, dia memang sengaja agar Ziko cepat pulang.
"Vina cantik ya?" Kata Devina sambil menatap suaminya
__ADS_1
"Kenapa masih tanya? Kamu itu cantik banget." Kata Ziko
"Enggak masih banyak yang lebih cantik." Kata Devina
"Tapi, gak ada yang gemesin kayak Vina." Kata Ziko sambil mencubit gemas kedua pipi Devina
Setelah merasa cukup puas Ziko melepaskan tangannya dan mencium kening Devina untuk sesaat. Mata mereka bertemu keduanya tersenyum sambil menatap satu sama lain.
Mereka yang melihat pasti akan dengan mudah tau betapa keduanya saling mencintai.
"Vin kita main mau gak?" Tanya Ziko
"Ih gak mauuu!" Kata Devina dengan raut wajah yang berubah galak
"Bukan main itu sayang." Kata Ziko sambil menahan tawanya
"Terus main apa?" Tanya Devina
"Kita main game nanti yang kalah dapat hukuman." Kata Ziko
"Em hukumannya apa?" Tanya Devina
"Hukumannya, kalau Devina yang kalah nanti aku cium kamu, tapi kalau aku yang kalah kamu cium aku." Kata Ziko
Perkataan itu membuat Devina terdiam sejenak untuk mencerna perkataan suaminya, tapi sesaat setelahnya dia langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Masa hukumannya kayak gitu?!" Kata Devina
"Enggak papa bagus untuk kita." Kata Ziko
"Ish itu mah hukumannya bikin Ziko seneng." Kata Devina kesal
"Gak mau ish yang lain hukumannya." Kata Devina
"Enggak aku maunya itu." Kata Ziko
"Yaudah kalau Vina kalah Ziko boleh cium Vina, tapi kalau Vina menang Ziko harus nurutin semua mau Vina ya?" Kata Devina
Ziko terdiam sejenak lalu mengangguk setuju sebagai jawaban.
"Deall!"
Baiklah Devina harus menang, dia mau minta sesuatu pada Ziko dan pria itu harus menuruti keinginannya.
°°°°
"Vina menanggg"
Ziko menatap Devina yang terlihat begitu senang setelah berhasil menang dari bermain play station dengannya bahkan senyumannya mengembang dengan sempurna tak hanya itu Devina juga memeluknya. Sepertinya Devina sudah punya rencana entah untuk mengerjainya atau tidak, tapi Ziko akan menurut.
Setelah melepaskan pelukannya Devina mengulurkan tangan pada Ziko yang langsung pria itu sambut dan dengan penuh semangat Devina mengajak Ziko masuk ke ruang musik yang pernah dia datangi sebelumnya. Sampai disana Devina meminta Ziko untuk duduk lalu dia mengambil gitar milik suaminya dan duduk tepat di sampingnya.
"Mau apa? Aku suruh nyanyi?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya dengan cepat sebagai jawaban.
"Ajarin Vina main gitar." Kata Devina
"Untuk apa?" Tanya Ziko
__ADS_1
"Enggak papa mau belajar." Kata Devina sambil tersenyum
Ziko mengerutkan dahinya bingung, tapi setelahnya dia hanya mengangguk patuh lalu menatap Devina yang sekarang memangku gitar kesayangannya.
"Cepat ajarin." Kata Devina dengan penuh semangat
"Tiba-tiba banget." Kekeh Ziko
"Cepat Ziko ajarin." Kata Devina
"Iya ini tangannya taruh disini." Kata Ziko
Dengan senyuman di wajahnya Ziko menempatkan tangan Devina dan membuat istrinya itu kini menatapnya.
"Awas tangannya luka kena senar gitar pelan-pelan aja metiknya." Kata Ziko
Tak mendapat tanggapan Ziko menatap Devina yang malah asik menatapnya.
"Malah ngeliatin." Kata Ziko
Tertawa kecil Devina terus menatap Ziko lalu mengatakan sesuatu yang membuat suaminya ikut tertawa.
"Ziko ganteng deh kalau dari samping gini"
"Gak jadi belajar hm?" Kata Ziko
"Jadiii"
"Sekarang coba pelan-pelan biar tangannya gak sakit." Kata Ziko
Devina mengangguk patuh lalu memetik pelan gitar yang ada di pangkuannya dan menatap Ziko dengan senyuman.
"Bener gak?" Tanya Devina
"Bener, sekarang ganti kuncinya." Kata Ziko
Sekali lagi Devina mengangguk patuh dan mereka berdua menghabiskan cukup banyak waktu hingga Devina menyudahi sendiri keinginannya belajar. Meletakkan gitarnya di dekat sofa Devina menatap Ziko dengan senyuman.
"Ziko tau gak kenapa Vina minta ajarin gitar?" Tanya Devina
"Enggak, memang kenapa?" Tanya Ziko
Devina tersenyum lalu memberikan jawaban yang membuat Ziko tertawa dan mengacak gemas rambutnya.
"Tadi Vina baca novel terus ada bagian dimana cowok itu ngajarin pacarnya main gitar, kelihatannya romantis Vina mau coba"
Astaga Ziko gemas sekali cepat carikan karung sekarang dia akan mengarungi Devina biar tidak ada yang mengambilnya.
Tak cukup sampai disitu Devina mendekat dan mencium singkat bibir suaminya lalu mengatakan sesuatu lagi.
"Ternyata Ziko lebih romantis nanti Vina mau minta ajarin main gitar lagi, setiap hari"
Baiklah Ziko akan ajarkan dan dia akan meminta bayaran nantinya.
°°°°
Karunginn jangan sampai kabur🤣
__ADS_1