
Ziko tidak tau jam berapa Devina tidur tadi malam karena dia yang sudah mengantuk tampa sadar tertidur, tapi yang jelas Devina begitu sulit untuk dibangunkan ketika pagi dan orang tuanya bilang biarkan saja, jadi Ziko hanya sarapan bersama orang tuanya. Saat kembali ke kamar setelah sarapan Devina juga masih tidur dengan lelap istrinya itu begitu nyenyak Ziko tidak tega membangunkannya hanya saja ini sudah mau jam sembilan dan Devina belum sarapan.
Duduk di tepian ranjang Ziko menyingkirkan helaian rambut Devina yang ada di wajahnya lalu mengusap pipinya dengan penuh kelembutan membuat istrinya itu bergumam pelan. Tersenyum manis Ziko memanggil nama Devina sambil mengusap pipinya hingga berkali-kali agar dia bangun dan berhasil perlahan Devina membuka matanya.
Devina menatap suaminya dengan sayu dan Ziko mengusap lagi pipinya dengan sayang.
"Bangun yuk sarapan dulu." Kata Ziko
Bergumam pelan Devina masih menatap Ziko lalu dengan bantuan suaminya dia bangun.
"Sarapan dulu udah mau jam sembilan." Kata Ziko
Ziko merapihkan rambut Devina yang berantakan lalu meminta istrinya itu untuk mencuci muka ke kamar mandi.
Memejamkan matanya sebentar Devina akhirnya beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
"Vina mau langsung mandi aja." Kata Devina
"Yaudah aku tungguin." Kata Ziko
Selagi Devina ke kamar mandi Ziko keluar kamar untuk menghampiri Papa nya yang masih belum berangkat ke kantor. Tadi Zidan mengajak Ziko untuk berangkat bersama, tapi sepertinya Ziko akan menyusul saja dia harus memastikan Devina makan sarapannya dulu.
"Pa"
"Loh belum ganti baju?" Kata Zidan
"Hehe Papa duluan aja ya? Aku nunggu Devina sampai sarapan dulu nanti langsung ke sana." Kata Ziko
"Yaudah untung hari ini gak sibuk, nanti langsung ke sana ya?" Kata Zidan
Ziko mengangguk patuh, dia bukan tidak mau, tapi paling tidak Ziko harus memastikan dulu Devina makan sarapannya. Begitu Zidan pergi Ziko bergegas kembali ke kamar untuk melihat Devina dan ternyata istrinya itu baru saja keluar dari kamar mandi.
Devina tersenyum dia berlari kecil menghampiri Ziko yang ada di depan pintu.
"Zikoo"
"Emm"
"Vina malu." Kata Devina pelan
"Malu kenapa?" Tanya Ziko
"Vina baru bangun." Kata Devina sambil menundukkan kepalanya
Ziko tersenyum dia mengusap kepala istrinya dengan sayang lalu mengangkat dagu Devina agar menatapnya.
"Enggak papa sayang udah ayuk makan, tadi aku mau bangunin kamu, tapi Mama bilang biarin aja kamu lagi istirahat." Kata Ziko dengan penuh kelembutan
"Vina udah gak pernah bantuin Mama lagi." Kata Devina
"Enggak papa sayang nanti kalau Vina bangun lebih pagi baru bantuin Mama sekarang enggak papa." Kata Ziko
Devina tersenyum tipis lalu dia duduk di ruang makan bersama dengan Ziko dan mengambil sarapan untuknya.
"Ziko udah makan?" Tanya Devina
"Udah sayang." Kata Ziko
Devina mengangguk singkat lalu mulai menyantap sarapannya.
"Aku habis ini ke kantor Papa kamu di rumah aja ya?" Kata Ziko
Perkataan itu membuat Devina menatap Ziko dengan raut wajah cemberut, dia bosan kalau di rumah.
"Sebentar aja nanti sore pulang." Kata Ziko
Devina tersenyum lalu mengangguk sebagai jawaban, dia juga tidak mungkin melarang kan?
__ADS_1
Tidak mungkin Ziko harus ada untuknya selama dua puluh empat jam penuh, jadi Devina harus belajar mengerti.
"Kalau Vina keluar boleh?" Tanya Devina
"Memang Vina mau kemana?" Tanya Ziko sambil tersenyum
"Ke rumah Cessa." Kata Devina
Devina tiba-tiba ingin bertemu Cessa.
"Cessa? Memang dia ada di rumah?" Tanya Ziko
"Pasti ada Cessa jarang keluar." Kata Devina dengan senyuman
"Boleh, tapi Devina di sana aja jangan kemana-mana lagi." Kata Ziko
Devina mengangguk patuh membuat Ziko tersenyum senang lalu mengusap pipinya dengan sayang dan meminta Devina untuk menghabiskan sarapannya.
"Ziko ganti baju dulu aja biar Vina makan sendirian." Kata Devina
Mendengar itu Ziko mengangguk setuju dan langsung pergi ke kamar untuk mengganti pakaiannya meninggalkan Devina yang sedang menyantap sarapannya. Di bawah Devina yang sedang makan dihampiri oleh Nazwa yang duduk di sampingnya.
Senyum Devina mengembang begitu melihat mertuanya dan Nazwa juga sama dia tersenyum sambil mengusap sayang kepalanya.
"Udah bangun?" Tanya Nazwa
Devina mengangguk sebagai jawaban.
"Mama maaf Vina udah jarang bantuin Mama lagi.... Emm besok Vina bangun lebih pagi supaya bisa bantu Mama." Kata Devina
"Aduh pakai minta maaf segala kamu ini anak Mama sayang udah ah lagian ada Bibi juga." Kata Nazwa
Devina hanya tersenyum tipis mendengarnya.
"Mama nanti aku mau ke rumah teman ya?" Kata Devina
"Iya, dimana sayang rumahnya?" Tanya Nazwa
"Iya boleh, tapi jangan makan sembarangan di sana ya?" Kata Nazwa
Devina mengangguk patuh dia memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya lalu meminum air putih hingga habis dan tersenyum karena merasa kenyang.
"Vina mau ganti baju dulu ya?"
Nazwa mengangguk lalu menatap Devina yang kini kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian.
Ah dia senang sekali dengan kehadiran Devina di rumah mereka.
°°°°
"Cessaaa"
Cessa terdiam dengan mata membulat kala Devina ada di depan pintu rumahnya bersama dengan Ziko dan teman baiknya itu tersenyum sambil melambaikan tangan padanya. Awalnya Ziko memang mengatakan bahwa Devina ingin main, tapi dia kira bukan sekarang karena masalahnya ada Alex juga di rumahnya.
Terlihat begitu senang Devina menatap Ziko dan mengatakan bahwa dia akan bersama Cessa seharian dan itu semakin membuat Cessa terkejut. Tidak, bukan tidak mau Cessa hanya terkejut karena terlalu mendadak.
"Cessa ayo....."
"Siapa Sa?" Tanya Alex yang tiba-tiba muncul dari balik pintu
Devina tersenyum lagi dia melambaikan tangan pada Alex juga.
"Alex, aku mau main ke rumah Cessa." Kata Devina
Ziko tersenyum sambil mengusap rambut Devina dengan sayang.
"Ini lo berdua sibuk enggak? Devina tiba-tiba mau ke rumah lo Ces, tapi kalau lo berdua sibuk gue ajak ke tempat Mona aja dia." Kata Ziko
__ADS_1
"Hah? Enggak lah enggak sibuk yaudah masuk Vin." Kata Cessa
Devina tersenyum dia menatap Ziko lalu mencium punggung tangannya dan melambaikan tangan.
"Jangan kemana-mana ya? Kalau mau keluar bilang ke aku juga." Kata Ziko
Devina mengangguk patuh.
"Cessa gue titip Vina ya? Lex tolong ya jagain bentar." Kata Ziko
"Aman"
Ziko melambaikan tangan pada Devina lalu masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi ke kantor Papa nya.
Kembali lagi pada Devina yang kini menatap keduanya dengan senyuman membuat Cessa tersenyum tipis lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah. Melangkahkan kakinya ke dalam rumah Devina duduk di ruang tengah bersama dengan Cessa dan Alex.
Begitu duduk pandangan Devina terarah ke meja yang berserakan lalu dia mengambil satu benda yang ada di sana dan menatapnya membuat Cessa menghela nafasnya pelan.
"Wahh ini apa?" Tanya Devina
Alex menatap kekasihnya dengan wajah bingung.
"Eh undangan? Ihhhh Alex sama Cessa mau menikah yaaaa? Kapan?" Tanya Devina dengan antusias
Cessa mengusap dahinya pelan, padahal dia berniat merahasiakan ini dari teman-temannya dulu sampai semua sudah beres karena Cessa sendiri terkadang masih sering bertengkar dengan Alex bahkan untuk hal sepele.
"Kok Cessa enggak bilang?" Tanya Devina lagi
Cessa tertawa pelan lalu menatap Alex seolah minta pria itu untuk membantu menjawab, tapi Alex malah mengangkat bahunya acuh.
Kan memang menyebalkan.
"Cessa mau nikah kapan? Nanti Vina di undang ya? Cessa udah pilih undangannya? Vina mau bantuin." Kata Devina lagi
Belum sempat Cessa atau Alex bicara Devina sudah kembali mengeluarkan suara.
"Cessa cepetan nikah terus hamil kayak Vina nanti kalau anak kita sudah besar bisa kita jodohin kayak di novel yang Vina baca." Kata Devina dengan senyuman
Astaga jauh sekali.
"Wah bagus sih Vin enggak dapat Mama nya gak papa yang penting kita besanan." Canda Alex
Devina menunjukkan cengirannya lalu dia menatap lagi kotak cincin yang ada di meja.
"Wah udah beli cincin juga?" Kata Devina
Baru akan Devina mengambilnya Cessa sudah lebih dulu mengambilnya.
"Eitss rahasia." Kata Cessa
Devina mengerucutkan bibirnya sebal, tapi tidak marah.
"Nanti Vina kadoin untuk Cessa sama seperti yang dulu pernah Cessa kasih." Kata Devina
Mata Cessa langsung melotot mendengarnya berbeda dengan Alex yang merasa penasaran.
"Emang dia kasih apa Vin?" Tanya Alex
"Enggak apasih kepo banget." Kata Cessa pada kekasihnya
Devina malah tersenyum dan menjawab membuat Cessa diam dengan wajah memerah.
"Cessa kasih Vina baju seksi"
Alex tertawa membuat Cessa menatapnya dengan kesal dan melemparkan bantal kursi ke wajahnya membuat Devina menatap keduanya dengan bingung.
Aneh sekali kedua pasangan itu.
__ADS_1
°°°°°
Wahh author double update😀