Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Dalam Pelukan


__ADS_3

"Namanya Alex itu Darren"


Devina langsung memukul lengan Ziko ketika suaminya itu mengatakan yang tidak-tidak pada Darren, tapi Ziko malah tertawa bukan merasa bersalah membuat Devina gemas sendiri. Saat ini mereka masih menonton kartun lalu saat ada buaya yang muncul Ziko mengatakan nama buayanya Alex dan si kecil Darren hanya mengangguk saja.


Tentu saja Devina kesal karena Ziko ini bicara sembarangan nanti Darren jadi ikut-ikutan gimana?


Namanya anak kecil dia mah percaya aja sama yang diomongin orang dewasa, dasar suaminya jahil sekali. Saat Devina tegur suaminya itu malah tertawa lalu merangkul dan menariknya mendekat sambil mengusap punggungnya.


"Ziko nih jahil gak boleh kayak gitu tau gak baik." Kata Devina


"Iya maaf lagian kan bener Vin si Alex buaya darat." Kekeh Ziko membuat Devina berdecak kesal lalu mencubit pelan lengannya


"Dia baik tau." Kata Devina


"Baik ke cewek aja dia mah." Kata Ziko


"Ziko punya dendam apasih sama Alex?" Tanya Devina heran


Ziko hanya tertawa, dia tidak dendam sebenarnya hanya saja Ziko suka kesal sendiri.


"Kamu tuh belaiin Alex aja." Kata Ziko


"Ish siapa yang belaiin coba? Ziko nih suka berfikiran negatif." Kata Devina


"Itu kamu marah." Kata Ziko


"Bukan marah Ziko, tapi gak baik kayak gitu bahkan meskipun kamu gak suka sama seseorang atau benci sekalipun gak boleh sampai bicara hal yang buruk tentang dia, gak baik dosa nanti kamu." Kata Devina


Ziko tersenyum sambil menatap Devina dia merasa habis dimarahi oleh istrinya padahal Devina mengatakan dengan biasa bahkan tatapan matanya penuh kelembutan.


Memang Devina terlalu baik.


"Iya sayang enggak lagi, Darren itu nama buayanya bukan Alex udah ganti." Kata Ziko


Darren mendongak dan menatap Ziko dengan penasaran.


"Namanya siapa?" Tanya Darren


"Namanya gak ada." Kata Ziko sambil tertawa dan mengangkat tubuh Darren lalu dia bawa ke pangkuannya


Darren mengerucutkan bibirnya sebal lalu mencubit pelan lengan Ziko dengan tangan kecilnya.


"Nih ajaran Vina suka cubit." Kata Ziko


"Ih Ziko kenapa sih hari ini nyebelin banget." Kata Devina kesal


"Tuh lihat Ante Vina lagi galak sini Darren sama Paman aja." Kata Ziko yang masih dalam mode jahilnya


"Ante jangan galak." Kata Darren


Devina berdecak kesal lalu mencubit lengan Ziko dengan gemas dan memasang wajah cemberut.

__ADS_1


"Ante Vina aku mau tidur"


Perkataan Darren membuat keduanya menata anak itu yang tengah mengucak pelan matanya. Senyuman Devina perlahan mengembang lalu dia mengajak Darren untuk pergi ke kamar.


Bukan berjalan Darren digendong oleh Ziko sampai ke kamar lalu dia membaringkan tubuh anak itu di ranjangnya. Dengan manja Darren minta ditemani dan Devina langsung naik ke atas ranjang lalu mengusap kepala Darren dengan sayang.


"Licik banget Darren." Kata Ziko


"Ziko ish diem dia mau tidur." Kata Devina kesal


"Iya iya diem"


Dalam diam Ziko memperhatikan keduanya dia dapat melihat sisi yang berbeda dari Devina.


Waktu bergulir hingga Darren benar-benar terlelap dalam tidurnya membuat Devina tersenyum lalu mencium kening anak itu dengan sayang.


"Kiss untuk aku mana sayang?"


Yang Ziko dapatkan justru tatapan tajam Devina dengan raut wajah menggemaskan.


°°°


Setelah menemani Papa nya pergi ke acara kantor Ziko pulang ke rumah sekitar pukul sepuluh malam dan dia langsung pergi ke kamar untuk melihat Devina yang ternyata belum tidur. Saat mata mereka bertemu Devina tersenyum senang dia berlari kecil menghampiri Ziko lalu memeluk nya dengan sangat erat.


Ikut tersenyum Ziko membalas pelukan itu dengan sayang lalu mengangkat tubuh Devina dan mendudukkan Devina di pangkuannya. Dengan manja Devina menyandarkan kepala di dada bidang Ziko, dia tidak bisa tidur karena merindukan suaminya.


"Vin sebentar ya? Biar dibuka dulu jas nya panas." Kata Ziko


"Vina kangennn"


Perkataan itu membuat Ziko tertawa ketika mendengarnya.


"Kangen?"


"Iya kangen banget sama Ziko tadi makan malam cuman berdua sama Mama." Kata Devina mengadu


Ziko hanya tersenyum sambil mengusap rambut Devina dan memberikan ciuman di puncak kepalanya.


"Sekarang Ziko udah disini." Kata Ziko


Devina tersenyum dia melingkarkan tangan di leher Ziko dan menariknya mendekat lalu mencium bibirnya dengan penuh kelembutan. Mata Devina terpejam bibirnya bergerak pelan di atas bibir sang suami membuat Ziko ikut memejamkan matanya dan mengusap punggung Devina dengan sayang.


Mereka terus berciuman hingga Devina merasa hampir kehabisan nafas lalu berhenti dan mendorong pelan tubuh Ziko ke atas ranjang. Tersenyum penuh arti Ziko memiringkan tubuhnya dan memeluk Devina dengan sayang membuat istrinya itu tersenyum senang lalu membalas pelukannya.



"Besok kuliah ya?" Kata Ziko


Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Jam kita sama untuk berangkat, tapi pulangnya kamu duluan." Kata Ziko

__ADS_1


"Kalau Vina pulangnya minta jemput Daddy boleh? Nanti Vina main dulu ke rumah Daddy jadi Ziko jemput di rumah Daddy." Kata Devina


"Boleh Devina." Kata Ziko


"Nanti Vina bakal minta jemput Daddy kalau sudah pulang." Kata Devina


Ziko menganggukkan kepalanya dan mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Devina"


"Hmm"


"Kamu mau punya anak berapa?" Tanya Ziko


Pertanyaan itu membuat Devina mendongak dan menatap suaminya dengan bingung, tapi tetap menjawab juga.


"Emm tigaaa"


"Kamu mau punya anak kembar kayak Mama kamu?" Tanya Ziko lagi


Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Mau, supaya nanti kayak Vina sama Vano atau kayak Vina sama Vina, jadi Vina nya ada dua eh enggak tiga sama Vina yang asli." Kata Devina


Mendengar hal itu Ziko tertawa lalu mencubit pipinya dengan gemas.


"Enak tau Ziko punya kembaran aku sering jahil sama Vano terus kerjaiin dia juga teruss ada yang bisa jajanin." Kata Devina senang


Ya ampun menggemaskan sekali.


"Kayaknya cuman berlaku untuk kamu sama Vano aja deh Vin." Kata Ziko


"Enggak ah semua juga gitu." Kata Devina


Ziko hanya tersenyum saja lalu memeluk Devina lagi dan mengusap kepalanya membuat Devina memejamkan matanya perlahan.


Tapi, matanya kembali terbuka kala tangan Ziko menyusup masuk ke dalam piyama tidurnya dan mengusap punggungnya dengan lembut.


"Ish mau tidurrr"


Tertawa kecil Ziko menjauhkan wajahnya laku mencium singkat bibir Devina dan membisikkan sesuatu.


"Tidur dalam pelukan aku ya?"


°°°


Kalau Vina gak mau aku siap kok tidur di pelukan kamu Ziko sayangg😘


Devina langsung marah!


__ADS_1


__ADS_2