Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Si Jahil Arthan


__ADS_3

Arthan dan Nadhin benar-benar tidak bisa disatukan keduanya selalu ribut padahal Nathan juga Ardhan terlihat begitu anteng, berbeda sekali dengan Arthan yang ketika melihat Nadhin langsung merengek begitu juga sebaliknya. Sekarang sudah jam enam sore Devina akan pulang setelah makan malam dia bersama Adara ada di ruang tengah menunggu si kembar yang masih bermain.


Supaya tidak bertengkar Arthan bersama dengan Nathan dan Nadhin bersama dengan Ardhan kini mereka terlihat anteng bermain. Seandainya tidak di satukan Arthan dan Nadhin akan diam entah ada masalah apa dua anak kecil itu.


"Amiiii"


Arthan tiba-tiba memanggilnya anak itu meletakkan mainan miliknya dan berjalan mendekati Devina lalu menjatuhkan tubuh kecilnya ke dalam dekapan Mami nya.


"Kenapa Arthan?" Tanya Devina dengan penuh kelembutan


Arthan mengucak pelan matanya lalu berbaring dan meletakkan kepalanya di kaki Devina.


"Cucu Amii"


Arthan merengek membuat Devina tersenyum karena tau anaknya yang satu itu sudah lelah dan ingin tidur.


"Udah capek dia." Kekeh Adara


"Dari tadi paling pecicilan." Kata Devina sambil mencubit pelan pipi anaknya


"Ami cucu"


Arthan merengek lagi membuat Devina tersenyum lalu memanggil Ziko untuk menjaga Arthan sebentar karena anak itu kalau sudah mengantuk pasti rewel.


"Ziko sebentar Vina mau buat susu." Kata Devina


Devina beranjak dari tempatnya dan Arthan langsung merengek membuat Ziko segera menggendongnya.


"Cucu"


Arthan memang akan terus merengek kalau belum di berikan susu, jadi Devina bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan susu.


Di dapur Devina bertemu dengan Daddy nya yang langsung tersenyum begitu melihatnya.


"Vina mau buat susu Arthan udah nangis kayaknya dia ngantuk." Kata Devina


"Arthan lucu ya? Dia pecicilan banget Daddy senang lihatnya." Kata Daffa


Devina tersenyum mendengarnya lalu mengangguk sebagai tanggapan, memang anaknya yang satu itu tidak bisa diam.


"Vina sering main sini ya?" Kata Daffa lagi


"Iya Daddy"


Devina yang sudah selesai membuat susu menatap Daddy nya sebentar lalu memeluk pria paruh baya itu dengan sayang.


"Minggu depan Vina nginap sini nanti Vina bilang Ziko." Kata Devina


Perkataan itu membuat senyum manis Daffa mengembang dengan sempurna lalu dia mengikuti Devina hingga ke ruang tengah. Di sana Ardhan, Nathan dan Nadhin masih benar-benar asik bermain ketiganya memainkan mobilan milik Nathan yang memang sangat banyak.


Kalau Arthan anak itu masih menempel pada Ziko matanya sayu, dia terlihat begitu mengantuk, tapi ketika melihat Devina anak itu langsung minta di turunkan.


"Ami cucu cucuuu"


Daffa tertawa pelan dia melihat Arthan yang langsung mengambil dot nya lalu berbaring dengan menjadikan paha Devina sebagai bantal untuk kepalanya. Meskipun sedang meminum susu anak itu tetap tidak mau diam kakinya terus bergerak bahkan terkadang dia berguling membuat Devina hanya bisa menghela nafasnya pelan.

__ADS_1


Baru Arthan saja yang mengantuk, tapi biasanya memang begitu Arthan akan tidur lebih dulu dan sering kali anak itu akan terbangun lebih awal lalu menganggu kembarannya atau menangis hingga Devina juga Ziko harus terjaga untuk menemaninya.


"Gemes banget sih dia Vin mau aku gigit beneran rasanya." Kata Devano yang melihat Arthan sangat tidak bisa diam


Anak itu meminum susu, tapi badannya terus bergerak apalagi kakinya yang terus menendang seperti tidak ada lelahnya.


"Keturunan Ziko sih enggak bisa diem jadi." Kata Adara membuat Ziko tertawa mendengarnya


Tapi, waktu kecil dulu dia memang nakal kata Mama nya dia pernah mendorong temannya hingga jatuh lalu kabur karena takut di marah. Selain itu Ziko juga sering merusak mainan yang Mama nya belikan, persis sekali seperti Arthan bukannya dimainkan Ziko malah melempar atau memukul nya ke lantai.


Ya Arthan benar-benar duplikatnya.


"Bin Binn"


"Brrrnbrrrrnn"


"Sstsssttt"


Ardhan, Nathan dan Nadhin benar-benar asik sendiri ketiga anak itu sibuk bermain mobilan.


Nadhin memang aneh dia sedikit memiliki boneka juga barbie karena dia lebih suka memainkan mainan yang sama dengan Nathan entah itu mobilan atau robot atau apapun yang Nathan punya.


"Aduh ini cantiknya Papa mainnya boneka aja ya?" Kata Devano sambil mengangkat tubuh Nadhin yang malah membuat anak itu merengek lalu memukul Devano karena kesal


"Aaaaa"


"Van kamu ini." Kata Adara


Devano tertawa lalu menurunkan Nadhin lagi membiarkan anak itu bermain.


"Pasti asik ada Angga, Alana sama Aluna." Kata Devina senang


Daffa mengangguk singkat dia menatap cucu nya bergantian dan dengan senyuman Daffa berjalan mendekat lalu duduk di antara ketiga cucunya yang asik bermain.


"Paaa"


Nadhin memanggilnya anak itu bangun dan mendekat pada Daffa lalu memeluknya membuat Daffa tertawa.


Devina pun sama dia ikut tersenyum melihatnya.


Orang tuanya sangat senang dengan kehadirannya karena suasana rumah semakin ramai dengan kehadiran empat balita lucu kan menggemaskan juga tak bisa diam.


Mungkin kalau ada tujuh dengan anak-anak Sahara akan semakin menyenangkan ya?


°°°°


Sampai di rumah ketika pukul sembilan malam kedua anak Devina belum tertidur tadi Arthan sudah tidur, tapi ketika di angkat anak itu bangun lagi kalau Ardhan sama sekali belum tidur. Tidak langsung turun dari mobil Devina menunggu Ziko membuka pintu juga mengambil Arthan untuk di gendong karena dia akan menggendong Ardhan.


Dalam dekapan Mami nya Ardhan terlihat begitu manja dia bersandar di bahu Devina sambil mengucak pelan matanya. Masuk ke dalam rumah mereka bertemu Nazwa yang sepertinya baru saja selesai makan malam karena keluar dari arah dapur.


"Eh udah pulang"


Devina tersenyum kecil mendengarnya.


"Mama aku langsung ke kamar ya?" Kata Devina

__ADS_1


"Iya ini tumben banget si kembar belum tidur." Kata Nazwa


"Asik main tadi Ma." Kata Ziko


Belum sempat Nazwa memberikan tanggapan Ardhan sudah merengek.


"Amii cucu"


Devina tersenyum dia mencium sayang kepala anaknya lalu mengatakan lagi pada Nazwa bahwa dia akan ke kamar.


Bersama dengan Ziko keduanya pergi ke kamar si kembar di baringkan di atas ranjang di tengah-tengah ranjang besar mereka dan Ziko menjaga keduanya selagi Devina membuatkan susu. Bukan Arthan namanya kalau dia diam anak itu bukannya tidur malah bangun dan berguling ke arah Ardhan hingga Ardhan merengek karena tubuhnya di tabrak oleh kembarannya.


"Arthan"


Ziko membaringkan Arthan lagi lalu menggerakkan jari telunjuknya.


"No Arthan jangan gangguin kembarannya." Kata Ziko


Arthan malah merengek dia bangun lalu menimpah tubuh Ardhan membuat anak itu merengek dan menangis.


"Ya ampun Arthan jangan gitu sayang." Kata Ziko


Ziko mengangkat tubuh Arthan, tapi anak itu malah menangis.


"Aaa Dan Dannn"


"Iya jangan diganggu Ardhan nya." Kata Ziko


"Dann Dannn"


Arthan terus merengek dia memukul wajah Ziko berkali-kali karena kesal hingga Devina datang membawa susu.


"Kenapa Ziko?" Tanya Devina


"Ini nih gangguin Ardhan." Kata Ziko


"Amiii"


Devina tersenyum dia duduk di tepian ranjang lalu memberikan susu pada Ardhan yang membuat anak itu diam. Setelahnya Devina mengambil Arthan dia membaringkan anak itu sedikit lebih jauh dari Ardhan lalu memberikan susu pada anak itu.


Huh Arthan memang sangat jahil dia selalu saja mengganggu Ardhan.


°°°°


Hai aku minta maaf karena baru bisa update soalnya tiga hari ini aku enggak enak badan huhuu😭


Cerita Gavin sama Vano nyusul yaa😁


Oh iya aku buat cerita baru di aplikasi oren (wp)hihii nama akunnya widadwioktafiani kalo kalian punya aplikasinya bisa kali ya mampir🤭


Aku enggak update update bukan karena itu yaa, tapi memang karena aku lagi enggak enak badan udah tiga hari panas dingin, tapi sekarang udah mendingan😁


Besok kita double update okayyy☺


Siapa yang kangen si kembarrr?

__ADS_1


__ADS_2