
Saat Ziko pergi ke kantor dan mertuanya tidak ada di rumah karena arisan Devina yang merasa bosan memilih untuk pergi ke rumah Mona. Sebenarnya tadi Nazwa mengajak Devina untuk ikut, tapi dia menolak karena malu dan tidak mengenal siapapun selain itu Devina tidak mau mengganggu.
Devina berada di dalam taxi sekarang dan sebentar lagi sampai ke rumah Mona yang jaraknya tak terlalu jauh. Tadi Devina belum sempat bilang pada Ziko karena ponselnya habis daya nanti saja kalau sudah sampai rumah Mona baru dia memberi kabar.
Setelah sampai Devina langsung membayar dan turun dari taxi lalu berlari kecil ke halaman rumah Mona. Tidak langsung masuk ke dalam Devina menekan bel hingga berkali-kali dan tak lama pintu terbuka, Mona sendiri yang membukanya.
Gadis itu terlihat kaget melihat Devina yang mendadak ada di depan rumahnya.
"Monaaaa"
Devina tersenyum lebar pada Mona yang menatapnya dengan bingung.
"Lah ke sini sama siapa lo?" Tanya Mona sambil melihat ke sekeliling
"Naik taxi." Kata Devina
"Sendiri?" Kata Mona
"Heem sendirian." Kata Devina lagi
"Udah izin sama Ziko atau mertua lo belum?" Tanya Mona
Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Kenapa gak izin dulu?" Kata Mona
"Em HP nya habis batrai nanti aja." Kata Devina
Mona menggelengkan kepalanya pelan.
"Yaudah sini masuk." Kata Mona
Devina mengangguk singkat lalu masuk ke dalam bersama dengan Mona dan duduk di ruang tamu.
"HP nya charger dulu gih nanti Ziko nyariin." Kata Mona
Devina mengangguk lagi lalu mengisi daya ponselnya dan menaruh ponsel miliknya di atas meja.
"Tante Metta mana?" Tanya Devina menanyakan keberadaan orang tua Mona
"Oh Mama lagi pergi sama temen-temennya biasalah nyokap gue mah gitu Vin." Kata Mona
Devina mengangguk faham dan duduk manis sambil menatap Mona yang datang sambil membawa minum.
"Nih telpon Ziko dulu gih pake HP gue nanti dia nyariin." Kata Mona
Devina terdiam sejenak lalu meraih ponsel Mona dan menghubungi suaminya. Cukup lama menunggu Devina menelpon hingga dua kali sampai akhirnya diangkat juga oleh suaminya.
'Kenapa Mon?'
"Ziko sekarang Vina di rumah Mona tadi mau kasih tau Ziko ponselnya habis baterai." Kata Devina
'Loh? Naik apa ke sana sayang?'
"Naik taxi Mama lagi arisan tadi Vina di ajak, tapi Vina gak mau ikut soalnya malu hehe jadi ke rumah Mona aja." Kata Devina
'Yaudah jangan kemana-mana ya? Nanti kalau mau pulang bilang biar aku susulin'
"Iya Ziko"
'Jangan nakal ya?'
"Iyaaa"
Devina mematikan sambungan telponnya lalu memberikan benda itu pada Mona dan tersenyum.
"Udah Mona." Kata Devina
"Nah gini kan gue tenang nanti kalau ponsel lo udah hidup lo juga kasih kabar ke nyokapnya Ziko." Kata Mona
__ADS_1
Devina mengangguk patuh dan mengambil minum yang ada di meja lalu meminumnya hingga tersisa setengah.
"Monaaa"
Mona bergumam pelan sebagai tanggapan lalu memberikan coklat miliknya pada Devina.
"Mau gak?" Tanya Mona
"Mauuu"
"Nih gue ada dua." Kata Mona
Devina tersenyum senang dan langsung mengambil coklat itu.
"Makasih Mona"
Devina membuka coklat itu dan mulai memakannya sedangkan Mona menatap teman baiknya itu dalam diam, dia mau bercerita, tapi malu juga takut di ledekin.
"Vin"
Devina bergumam pelan sambil menatap Mona.
"Gue mau nanya, tapi lo jangan ketawa ya? Ini gue nanya doang." Kata Mona ragu
"Heemm"
Devina mengangguk singkat dan menatap Mona dengan penasaran.
"Menurut lo Gio itu gimana orangnya?" Tanya Mona cepat
Devina diam mulutnya sedikit terbuka karena terkejut, tapi belum sempat bicara Mona sudah lebih dulu bersuara.
"Enggak ini gue nanya doang jangan mikir yang aneh-aneh." Kata Mona salah tingkah sendiri
"Em Gio baik terus lucu." Kata Devina membuat Mona terdiam untuk beberapa saat
"Nyebelin juga gak?" Tanya Mona
Mona mengangguk faham lalu menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Ziko pernah bilang katanya Gio itu care banget sama orang-orang meskipun dia nyebelin, tapi Ziko bilang Gio pernah ajakin dia ke panti asuhan katanya dulu Gio tinggal di sana." Kata Devina membuat mata Mona membulat sempurna
"Hah? Serius lo Vin?" Tanya Mona
"Iya Ziko bilang katanya dulu Gio tinggal di panti asuhan terus akhirnya ada orang yang angkat dia jadi anak makanya sekarang Gio gak tinggal di sana lagi." Kata Devina
"Dia anak satu-satunya juga mungkin orang tua nya adopsi dia karena gak bisa punya anak kali ya?" Kata Mona
"Em mungkin"
"Gue baru tau ceritanya." Kata Mona
Devina mengangguk singkat dan menatap Mona untuk beberapa saat.
"Mona suka sama Gio?"
Pertanyaan itu membuat mata Mona membulat sempurna dan salah tingkah sendiri.
"Hah? Apa enggak enggak gue enggak suka"
Mona mengatakan itu, tapi pipinya memerah membuat Devina menatapnya dengan jahil.
"Ish suka kan? Haha Mona suka sama Gio"
Devina tertawa senang dan menoel tangan Mona berkali-kali membuat Mona gemas sendiri lalu mencubit pipinya.
"Cerewet bumilll"
Devina memasang wajah cemberutnya karena pipinya terasa panas.
__ADS_1
°°°°
Sekitar pukul lima sore mobil milik Ziko berhenti di area rumah Mona untuk menjemput Devina yang memang masih berada di sana. Saat siang Ziko langsung bertanya apa yang istrinya itu makan dan Devina bilang tadi dia dan Mona memasak, jadi Ziko tidak cemas.
Kalau jauh dari pandangannya Ziko selalu cemas Devina akan memakan apa saja yang dia mau karena terkadang memang begitu bahkan orang tua istrinya dan Devano mengatakan hal yang sama, jika sendiri Devina suka nakal. Keluar dari dalam mobilnya Ziko menekan bel rumah Mona dan tak lama pintu terbuka ada Mona yang berdiri di depannya.
"Mana Vina Mon?" Tanya Ziko sambil tersenyum
"Di ruang tengah tuh lagi nonton drama Korea udah di suruh berhenti gak mau." Kata Mona
Ziko menghela nafasnya pelan.
"Maaf ya ngerepotin." Kata Ziko membuat Mona berdecak sebal
"Apaan sih? Gue seneng lagi ada temen soalnya rumah lagi kosong gak ada siapa-siapa." Kata Mona
Ziko tersenyum lalu masuk ke dalam rumah bersama dengan Mona menemui Devina yang memang masih asik menonton.
"Vina"
Devina menoleh sebentar dan tersenyum lalu mengalihkan pandangannya lagi.
"Devina"
Ziko memanggilnya lagi kali ini Devina bangun dan berjalan mendekat lalu mencium punggung tangan suaminya.
"Pulang yuk udah sore." Kata Ziko
Devina mengangguk singkat sebagai jawaban lalu menatap Mona dan memeluknya untuk beberapa saat.
"Mona maaf ya Vina ngerepotin." Kata Devina sambil tersenyum lucu
"Gak ngerepotin." Kata Mona
Devina tersenyum lalu mengambil tas miliknya.
"Vina pulang ya?" Kata Devina lagi
"Iya main lagi nanti ke sini kalau ada Mama soalnya Mama sering nanyain lo." Kata Mona
"Okayyy"
Devina melambaikan tangannya dan bersama Ziko keluar rumah dengan diantar Mona hingga ke depan pintu.
"Balik ya Mon? Makasih udah jagain Devina." Kata Ziko
"Apaan dah." Kata Mona
Ziko tertawa pelan lalu mengajak Devina untuk segera pulang karena sudah cukup sore.
Masuk ke dalam mobil Devina duduk dengan manis dan memakai sabuk pengamannya lalu tersenyum ketika Ziko melakukan mobilnya meninggalkan area rumah.
"Ziko tadi sibuk?" Tanya Devina
"Hm enggak juga cuman tadi ikut Papa meeting dua kali." Kata Ziko
Devina mengangguk faham lalu meraih ponsel Ziko dan membukanya agar tidak bosan.
Bersandar pada jok mobil Devina membuka sosial medianya melalui ponsel sang suami dan melihat banyak postingan lalu menyukainya bahkan memberikan beberapa komentar juga.
"Eh Vina lupa belum balas pesan Mommy"
Devina mengatakan itu lalu ingin mengambil ponsel di tas, tapi dia panik ketika benda itu tidak ada di sana.
Lalu dia teringat bahwa ponselnya ada atas meja dan belum dia masukkan ke dalam tas.
"ZIKO HP VINA KETINGGALAN"
°°°°
__ADS_1
Lagi enggak yaaa😭