Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Tanpa Ziko


__ADS_3

Devina menatap Ziko yang sebentar lagi akan berangkat bersama dengan mertuanya dan meninggalkan Devina selama dua hari ke depan meskipun sedih, tapi Devina tetap berusaha untuk tersenyum. Sebelum suaminya itu berangkat Devina memeluknya sangat lama membuat kedua orang tua Ziko hanya bisa tersenyum melihatnya.


Ziko langsung berangkat dari rumah dan tidak perlu pergi ke kantor dulu makanya Devina merasa senang karena bisa memeluk suaminya itu lama. Setelah merasa puas Devina melepaskan pelukannya dia berjinjit dan mencium pipi Ziko beberapa kali.


"Udah sayang?"


Devina mengangguk singkat lalu mendekat pada Nazwa dan menatap Ziko lagi.


"Papa sama Ziko pergi dulu ya? Cuman dua hari nanti Papa jagain Ziko biar enggak nakal." Kata Zidan


Devina tersenyum senang dia melambaikan tangannya ketika Ziko melangkahkan kakinya menuju mobil dan masuk ke dalam. Di tempatnya Devina terus menatap hingga mobil itu menyala dan melaju meninggalkan arena rumah Devina masih di sana.


Tersenyum tipis Devina menoleh ketika merasakan sentuhan di pundaknya lalu masuk ke dalam bersama dengan mertuanya.


"Vina mau ke kamar." Kata Devina


Nazwa mengangguk faham dia mengusap kepala menantunya itu dengan sayang.


"Vina kalau mau sesuatu bilang sama Mama ya?" Kata Nazwa


Mengangguk patuh Devina melangkahkan kakinya menuju kamar dan masuk ke dalam lalu duduk di tepian ranjang. Menghela nafasnya pelan Devina mengambil ponsel miliknya lalu mencari nomor Cessa.


Devina menekan tombol telpon dan menunggu hingga Cessa mengangkat panggilannya. Cukup lama bahkan Devina sampai harus menelpon tiga kali sebelum akhirnya di angkat.


"Cessaaaa"


Devina tersenyum senang sambil menunggu Cessa bicara, tapi ternyata malah suara pria.


'Kenapa Vin?'


"Alex? Cessa manaa?" Tanya Devina


'Cessa lagi di kamar mandi ini gue di rumahnya'


"Vina ditinggal Ziko dua harii." Kata Devina


'Lah? Kemana? Tumben amat dia mau ninggalin lo Vin'


"Ziko kerja sama Papa di luar kota, jadi Vina di rumah sama Mama." Kata Devina


'Em gitu ini mau ngomong apa sama Cessa? Mau gue sampein ke dia gak?'


"Vina mau main ke sana." Kata Devina


'Hah? Sekarang? Mau naik apa?'


"Enggak tau, tapi Vina mau main bosan di rumah." Kata Devina dengan wajah cemberut


'Lex.... Siapa yang nelpon?'


Suara Cessa terdengar dan Devina samar-samar mendengar percakapan keduanya hingga setelahnya suara Cessa terdengar dengan jelas.


'Aduhh kasiann Bumil ditinggal'


"Cessaaa, ayo mainn." Kata Devina dengan wajah cemberut


'Ini pasti lagi masang muka bete nih'


"Cessaaa"


'Haha iya iya mau kemana?'


"Mau ke tamann." Kata Devina dengan semangat


'Gue ke sana sama Alex deh susulin lo nanti gue ajak Mona sama Nayla sekalian kalau mereka gak sibuk'


"Iyaa Vina siap-siap." Kata Devina


Begitu Cessa mematikan panggilannya Devina langsung berlari dan mengambil jaket milik suaminya, dia hanya akan memakai celana panjang juga kaos pendek yang dia kenakan sekarang. Setelah itu Devina menatap pantulan dirinya di cermin dia tersenyum dan mengikat rambutnya ke belakang.


Devina memakai sedikit bedak lalu mengambil tas kecil miliknya dan membawa dompet yang ada di meja. Selesai semua Devina keluar dari kamar dia pergi ke kamar mertuanya dan mengetuk pintu hingga Nazwa membukanya.


"Eh mau kemana udah cantik?" Tanya Nazwa


Devina tersenyum senang mendengarnya.


"Vina mau main sama Cessa." Kata Devina


"Mau kemana?" Tanya Nazwa


"Mau ke taman." Kata Devina jujur


"Vina mau berangkat sama siapa?" Tanya Nazwa


"Cessa jemput, boleh kan Ma?" Kata Devina


"Boleh, tapi Vina janji jangan nakal ya? Gak boleh makan yang udah Ziko larang." Kata Nazwa dengan penuh peringatan


"Siapp"


"Yaudah"


Devina tersenyum senang lalu memeluk mertuanya dengan sayang membuat Nazwa tertawa kecil dan membalas pelukan itu dengan sayang.

__ADS_1


"Vina mau nunggu Cessa di bawah"


Setelah mengatakan itu Devina mencium sekilas pipi Nazwa dan bergegas menuruni tangga membuat Nazwa hanya bisa menghela nafasnya pelan.


Ziko bilang kalau Devina izin perginya dengan teman mereka yang bernama Mona, Cessa atau Nayla izinkan saja makanya Nazwa memberikan izin.


Biarkan menantunya itu menghabiskan waktu bersama teman-temannya agar tidak terlalu merindukan Ziko.


°°°°


Alex nyaris frustasi melihat Devina yang sama sekali tidak mau duduk diam sejak mereka sampai di taman setengah jam yang lalu. Baru sekarang Devina mau duduk diam sambil memakan ice cream coklat miliknya bersama dengan Cessa dan Alex yang sangat sabar padanya.


Sejak tadi Devina sibuk bahkan tadi dia bermain dengan beberapa anak kecil yang memang ada di taman. Katanya Mona akan menyusul bersama dengan Gio, tapi sampai sekarang kedua orang itu belum datang juga.


"Udah ya Bumil sekarang duduk dulu jangan kemana-mana." Kata Cessa


Devina tersenyum dan mengangguk singkat sebagai jawaban.


"Ehh Monaaaa"


Devina memanggil Mona dengan penuh semangat sambil melambaikan tangan pada gadis itu yang tengah berjalan mendekat bersama dengan Gio di sampingnya.


"Hai Bumil"


Mona duduk di dekat mereka lalu menatap Devina yang asik makan ice cream sekarang.


"Lama lo"


Gio tertawa pelan tadi dia agak sedikit waspada karena takut Devina minta yang aneh-aneh lagi.


Sampai ice cream nya habis Devina tak banyak bicara baru ketika ice cream itu habis Devina beranjak dari tempatnya duduk untuk membuangnya.


"Vina mau main sepeda"


Perkataan itu Devina ucapkan dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya membuat teman-temannya kini menatapnya.


"Sepeda siapa Vina?" Kata Cessa dengan sabar


"Mau main sepeda." Kata Devina lagi


Wajahnya cemberut membuat mereka menghela nafasnya pelan.


"Yang lain deh yang lain." Kata Gio


"Maunya main sepeda." Kata Devina lagi


"Iya sepeda siapa Vin?" Kata Mona


"Bentar deh bentar." Kata Alex


Devina menatap Alex yang pergi menghampiri seseorang pria itu terlihat mengobrol sebentar lalu menunjuk ke arahnya hingga seorang wanita yang diajak Alex bicara melihat ke arahnya. Menunduk dengan sopan Alex membawa sepeda yang memang di bawa wanita itu membuat Devina tersenyum senang.


Baru saja akan naik Cessa sudah lebih dulu menahannya dan menatap Devina dengan penuh peringatan.


"Jangan kebut-kebut nanti jatuh dan jangan jauh-jauh juga, ini sepeda orang yang Bumil." Kata Cessa


Devina mengangguk patuh.


"Mana HP nya nanti jatuh." Kata Mona


Devina mengeluarkan ponselnya dan memberikan pada Mona lalu setelahnya dia naik ke atas sepeda.


Begitu Devina pergi Cessa menghela nafasnya pelan dan kembali duduk bersama dengan yang lainnya.


"Gue tau kenapa gue gak berjodoh sama Devina." Kata Alex


"Kenapa?" Tanya Cessa dengan wajah menyebalkan


"Karena gue gak sabar orangnya haha." Kata Alex


"Alah karena Vina gak mau sama lo." Kata Gio membuat Mona dan Cessa tertawa


"Ehh pernah suka sama gue tuh dia." Kata Alex


"Suka doang nikahnya sama Ziko." Kata Gio lagi


"Eh sekarang sama temennya." Kata Mona sambil melirik Cessa


Mona tertawa senang, tapi setelahnya melihat ke ponsel Devina yang berdering dan menampilkan nama Papi Ziko di sana.


Tersenyum lebar Mona mengangkat panggilan itu dan meletakkan ponselnya di telinga.


'Vin kamu keluar? Kata Mama pergi sama Cessa ya?'


"Iya Ziko dia lagi di luar sama gue dan yang lain." Kata Mona


'Mona? Vina mana?'


"Oh dia lagi godain cowok-cowok." Kata Mona asal


'Mona!'


"Haha lagi maen sepeda tuh orangnya." Kata Mona

__ADS_1


'Sepeda?! Nanti jatuh Mon suruh turun'


"Lah dia nya udah ngilang bawa sepeda." Kata Mona bohong


'Mon! Cari cepetan nanti dia jatuh gimana? Cepet Mon suruh udahan mainnya'


Suara Ziko terdengar panik membuat Mona tertawa pelan dan melihat lagi ke arah Devina yang terlihat berkeliling dengan sepeda orang lain.


"Iya iya yaudah nanti gue suruh dia telpon balik." Kata Mona


Mematikan sambungan telponnya Mona menatap Devina yang sudah kembali dan turun dari sepedanya lalu berjalan menghampiri mereka.


"Alex udahh sana balikin." Kata Devina sambil tersenyum


Alex menghela nafasnya pelan.


"Ini kalau gue gak nurut di hajar gue sama suami lo Vin." Gumam Alex


Alex mengembalikan lagi sepeda itu kepada seorang wanita yang masih berada di tempat tadi lalu mengucapkan Terima kasih.


"Makasih ya Alex baby nya Vina senang katanya makasih untuk Uncle Alex." Kata Devina sambil mengusap perutnya dengan sayang


"Aduh gini nih yang bikin gak bisa nolak permintaan Bumil." Kata Gio yang masih ingat dengan permintaan aneh Devina


"Nayla manaa?" Tanya Devina penasaran karena temannya yang satu itu tidak terlihat


"Lagi ke rumah calon mertuanya." Kata Mona sambil tertawa


Devina mengangguk faham lalu mendadak merasa lapar.


"Aduh Vina lapar." Kata Devina


"Mau makan apa?" Tanya Cessa langsung


"Mau makan bakso." Kata Devina dengan penuh semangat


"Yaudah ayok Bumil jangan sampai ponakan gue kelaparan." Kata Mona


Devina tersenyum senang lalu menyambut uluran tangan Cessa dan pergi ke mobil Alex untuk makan.


Mona dan Gio tentu saja berdua mereka kan datang bersama tadi.


Hari ini Devina akan menghabiskan satu hari full dengan teman-temannya.


°°°°


Berkali-kali Devina merubah posisinya karena tidak bisa tidur padahal sudah jam satu malam, tapi Devina masih belum bisa tidur padahal matanya perih, dia sudah mengantuk. Biasanya Ziko memeluknya dan memberikan ciuman, tapi sekarang Devina sendirian dia kangen.


Menghela nafasnya pelan Devina bangun dan duduk bersandar pada kepala ranjang sambil menatap lurus ke depan dan memainkan kedua kakinya yang tertutup selimut. Cukup lama Devina melakukannya hingga ponselnya bergetar membuat Devina mengambilnya dan ternyata ada pesan dari Ziko.


Aku baru selesai bantuin Papa


Baru mau tidur, Vina pasti udah tidur ya?


Bukan membalas Devina malah menelpon Ziko dan tak butuh waktu lama Ziko langsung mengangkatnya.


'Vina kok belum tidur? Ini udah jam berapa sayang?'


Devina memasang wajah cemberutnya dia kembali berbaring dan menghadap ke samping menempatkan pipinya ke bantal.


"Enggak bisa tidur enggak ada peluk sama cium." Kata Devina


'Tidur dong udah malam'


"Enggak bisa tidur Vina udah mejem, tapi gak mau tidur." Kata Devina


'Cuman dua hari sayang, sebentar ya?'


"Ziko kenapa baru selesai? Ini kan sudah malam." Kata Devina


'Hm memang sedikit sibuk sama Papa tadi'


"Ziko ngantuk ya?" Kata Devina


'Enggak, mau aku nyanyiin sampai tidur?'


"Mauu"


'Yaudah di load speaker aja HP nya agak jauhin'


"Iya udahh"


Devina meletakkan ponselnya sedikit jauh dan tak lama suara merdu Ziko terdengar membuat Devina tersenyum.


Hatinya menghangat seketika dan tanpa Devina minta matanya memejam, dia terlelap dengan nyanyian Ziko yang menenangkan.


Ketika Ziko memanggil dan tak ada jawaban dia tersenyum.


'Selamat malam Devina'


°°°°


Aku updateeee❤🐹

__ADS_1


__ADS_2