Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Ice Cream


__ADS_3

Ziko memang selalu punya cara untuk membuat Devina merasa lebih baik ditengah mood nya yang memburuk atau fikirannya yang sering tidak terkontrol dan semua bisa dilakukan dengan cara yang begitu mudah. Duduk dipangkuan Ziko sambil bertanya tentang semua pertanyaan yang memenuhi fikirannya lalu dijawab dengan jujur oleh suaminya sudah membuat Devina membaik.


Perasaannya yang semula gelisah mulai hilang senyumnya yang tadi menghilang kini terbentuk kembali, suaminya bilang dia hanya perlu bertanya kalau memang ingin bertanya. Selama ini Ziko selalu punya cara untuk membuat suasana hati Devina membaik, dia sabar dan begitu perhatian.


Mungkin dalam hubungan mereka Devina yang terlalu banyak menuntut padahal Ziko begitu baik dan perhatian padanya.


"Masih ada pertanyaan lagi?" Tanya Ziko


Devina menatapnya dengan senyuman lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Ada, tapi bukan tentang Alda." Kata Devina


"Hm apa pertanyaan nya?" Tanya Ziko sambil menatap istrinya dengan alis bertaut


"Kenapa Ziko sabar banget sama Vina? Kayaknya selama ini Vina terlalu banyak nuntut Vina sering gak percaya sama Ziko dan banyak hal lainnya, kenapa Ziko masih mau bertahan sama Vina?" Tanya Devina


Ziko tersenyum dia mengusap pipi Devina dengan sayang dan memberikan jawaban yang begitu sederhana.


"Karena aku sayang kamu"


Devina diam sambil menatap mata suaminya.


"Vin, aku selalu berusaha untuk ngertiin kamu kalau misalkan kamu cemburu itu artinya kamu takut kehilangan aku dan it's okay karena aku juga gitu, kenapa aku bertahan? Karena aku sayang dan aku gak mau kehilangan." Kata Ziko


Devina tersenyum mendengarnya dia menangkup wajah Ziko dan mengusap kedua pipinya lalu memiringkan wajahnya. Saat hidung mereka bersentuhan Ziko memejamkan matanya dan tak lama dia dapat berasakan bibir manis Devina sudah mendarat di bibir nya.


Dengan penuh kelembutan Devina bergerak pelan tangan yang tadi ada di kedua pipi Ziko kini sudah pindah ke leher pria itu dan menariknya mendekat. Keduanya berciuman untuk waktu yang cukup lama hingga Devina menjauhkan wajahnya ketika hampir kehabisan nafas.


Dahi mereka menyatu Devina menatap Ziko yang juga sedang menatapnya. Tersenyum manis Devina mengusap bibir bawah suaminya dengan tangan kecilnya.


"Vina sayang Ziko"


Kalimat itu mungkin sudah sangat sering mereka ucapkan satu sama lain, tapi kali ini berbeda ungkapan sayang itu benar-benar membuat keduanya bahagia.


"Vina sayang banget sama Ziko." Kata Devina lagi


Setelah mengatakan hal itu Devina memberikan ciuman di bibir suaminya hingga berkali-kali membuat Ziko terkekeh pelan.


"Maaf ya? Vina minta maaf karena sering curiga sama Ziko." Kata Devina


"Gak papa sayang." Kata Ziko


"Vina bakal nurutin semua mau Ziko sebagai permintaan maaf." Kata Devina senang


"Apapun?"


Devina bergumam pelan seraya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kalau gitu Ziko minta Devina kecil." Kata Ziko


Mata Devina membulat sempurna dan dia langsung memeluk tubuh Ziko sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sangat suami.

__ADS_1


"Zikooo"


Tertawa kecil Ziko mengusap kepala Devina dan memberikan ciuman di puncak kepalanya.


"Bercanda Devina." Kekeh Ziko


Devina terdiam untuk sesaat lalu dia melepaskan pelukannya dan menatap Ziko dengan senyuman.


"Kalau Ziko beneran mau enggak papa." Kata Devina


"Vin...."


"Enggak papa kita kan udah menikah." Kata Devin dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya


"Aku bercanda sayang, kamu belum siap dan aku gak mau maksa." Kata Ziko


"Vina bisa belajar nanti." Kata Devina lagi


"Vin hey bukan cuman masalah itu, tapi aku juga tau kalau kehamilan di usia kamu yang masih cukup muda itu bisa bahaya untuk kamu apalagi fisik kamu yang gak terlalu kuat, i mean kamu mudah sakit sayang." Kata Ziko


Perkataan itu malah membuat Devina terdiam.


"Sayang, jangan diem aja aku juga masih mau berduaan sama kamu terus." Kata Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang


"Vina sering sakit ya?" Kata Devina pelan


"Vin"


Ziko tersenyum seraya menyampirkan rambut Devina ke belakang telinga.


"Vina semua orang itu beda sayang dan kamu bukan satu-satunya orang yang mudah jatuh sakit hmm? Udah ah barusan tadi seneng sekarang cemberut lagi." Kata Ziko


"Vina gak bisa bayangin gimana jadinya kalau enggak ada Ziko." Kata Devina pelan


"Gak perlu dibayangin karena hal itu gak akan pernah terjadi." Kata Ziko dengan senyuman


Devina tersenyum dan kembali memeluk suaminya dengan erat membuat Ziko ikut memeluknya.


°°°°


"Ihh punya Vinaaa"


Tawa kecil Ziko terdengar ketika Devina berseru kesal melihat dia yang memakan ice cream coklat milik Devina yang ada di dalam kulkas, masalahnya hanya tinggal satu. Dengan raut wajah cemberut Devina berjalan menghampiri Ziko dan mencoba merebut ice cream yang sekarang pria itu angkat tinggi-tinggi.


Devina semakin merajuk dia berusaha melompat untuk mendapatkan ice cream miliknya dan membuat Ziko menunduk untuk menatapnya. Wajah Devina semakin cemberut bibirnya mengerucut sebal dia berusaha menggapai ice cream miliknya, tapi terlalu sulit Ziko sangat tinggi.


"Zikooo"


Devina hampir menangis membuat Ziko mengalah dan menahan tangan Devina lalu menatapnya dengan senyuman.


"Ice cream Vina tinggal satu jangan di makan." Kata Devina

__ADS_1


"Barengan"


"Ihh gak mauu punya Vina balikinnn." Kata Devina


Ziko tertawa melihatnya dan hal itu semakin membuat Devina kesal sekarang Ziko jahil seperti dulu di sekolah padahal sudah lama tidak.


"Zikoooo"


"Barengan ih bagi dua." Kata Ziko


"Enggak mau itu punya Vina balikinn ish nangis nih." Kata Devina


Ziko masih enggan memberikan ice cream yang ada ditangannya.


"Ish balikin Ziko ice cream Vina nanti keburu meleleh gak enak." Kata Devina dengan wajah cemberut


Ziko baru ingin bicara sebelum Mama nya datang dan menanyakan apa yang terjadi karena dia mendengar suara keributan di dapur.


"Kenapa sayang?" Tanya Nazwa


Devina langsung menatap mertuanya dengan wajah cemberut dan mengadukan perbuatan suaminya.


"Ice cream Vina tinggal satu dimakan sama Ziko." Kata Devina


"Ziko kenapa sih jahil banget?" Tegur Nazwa


Ziko hanya tertawa mendengarnya.


"Gemes Ma lucu dia kalau lagi kesel." Kata Ziko sambil tertawa


"Tuh kan Maaa." Adu Devina pada mertuanya


"Kamu ini udah balikin kalau gak ajakin Vina ke super market lagi." Kata Nazwa


Menggelengkan kepalanya pelan Nazwa menepuk pelan pundak Devina dan berlalu pergi.


Setelah Nazwa pergi Devina menatap suaminya dengan cemberut dan meminta lagi ice cream miliknya. Kali ini Ziko mengalah dan memberikannya pada Devina membuat istrinya itu tersenyum, tapi tak lama senyumnya hilang.


"Tuh kan udah mulai cair." Kata Devina


Menghela nafasnya pelan Devina berusaha mengabaikan dan memakan ice cream miliknya karena cuacanya memang cukup panas sekarang.


Tak lama setelah menyiapkan ice cream ke mulutnya Devina dibuat terkejut dengan Ziko yang mendekat dan mencium bibirnya.


Lalu tanpa dosan mengusap sudut bibirnya.


"Manis"


°°°


Lunass yaaa yang pada bilang kurang🤣

__ADS_1


Besok up tiga lagi gak nihh🤣


__ADS_2