Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Pelukan


__ADS_3

"Vina aku udah enggak papa"


Devina menghela nafasnya pelan ketika kembarannya itu menjawab hal yang sama sebelum dia pulang dan sekarang Devina dapat merasakan usapan di kepalanya yang membuat Devina mendongak untuk menatap mata kembarannya. Melihat senyuman di wajah Devano membuat Devina akhirnya ikut tersenyum lalu memeluk Devano lagi untuk waktu yang cukup lama.


Tangan kembarannya itu mengusap kepalanya dengan sayang lalu memberikan ciuman sebelum Devina melepaskan pelukannya. Kali ini Devina tersenyum lebih lebar lalu berpamitan pada yang lainnya karena dia ingin pulang.


Devina juga memeluk orang tuanya dengan sayang.


"Hati-hati di jalan ya? Nanti kabari Daddy kalau sudah sampai"


Devina mengangguk patuh lalu menatap Ziko yang mencium punggung tangan orang tuanya dan menepuk pelan pundak Devano.


"Kami pulang ya?" Kata Ziko


Melambaikan tangannya Devina melangkahkan kakinya menjauh dari rumah orang tua nya dengan Ziko yang merangkul pinggangnya dengan sayang. Masuk ke dalam mobil Devina memakai sabuk pengamannya tanpa mengatakan apapun bahkan wajahnya masih terlihat murung.


Tak langsung melajukan mobilnya Ziko menatap Devina lalu mengusap pipinya pelan membuat istrinya itu menoleh dan menatap matanya.


"Kok masih cemberut?" Kata Ziko


"Kesel sama Vano." Kata Devina


"Jangan cemberut gitu ah Vano kan udah gak papa lukanya juga udah di obati." Kata Ziko


"Vano pasti sayang banget sama Adara sampai ngelakuin hal itu ya?" Kata Devina


"Iya dia ngelakuin hal itu karena dia sayang banget sama Adara dan gak mau lihat Adara sedih." Kata Ziko


"Kalau ada yang kayak gitu ke Vina gimana? Ziko bakal gitu juga enggak?" Kata Devina


"Kenapa masih tanya hm? Aku bakal hajar orangnya." Kata Ziko

__ADS_1


Devina tersenyum mendengarnya lalu menghela nafasnya pelan dan mengatakan sesuatu pada suaminya.


"Waktu di kampus Vina takut banget dadanya sampai sesak." Kata Devina


"Sekarang udah lebih baik kan?" Kata Ziko


"Udah lega, tapi masih kesel." Kata Devina


Mengusap pelan pipinya Ziko tersenyum lalu mulai melajukan mobilnya meninggalkan area rumah mertuanya.


Dia tau Devina sangat mencemaskan kembarannya dan itu hal yang sangat wajar apalagi keduanya begitu dekat. Selama perjalanan Devina tidak banyak bicara dia hanya diam seraya menatap lurus ke depan.


Dia tidak menyalahkan Adara karena Devano memang begitu jika ada orang yang menyakiti orang yang dia sayang, tapi Devina kesal sekali terutama pada Julian. Seandainya dia bisa bertemu pria itu pasti Devina akan memukulnya berani sekali dia menyakiti kembarannya.


Terlalu sibuk dengan pikirannya Devina sampai tidak sadar jika mobil suaminya telah berhenti di area rumah. Begitu turun Devina langsung mendekat dan memeluk lengan Ziko lalu bersama-sama masuk ke dalam rumah.


"Baru pulang?"


"Tadi habis dari rumah Mommy." Kata Devina


Nazwa mengangguk faham.


"Yaudah Mama mau ke belakang dulu." Kata Nazwa


Begitu Nazwa pergi Devina dan Ziko melangkahkan kaki mereka menuju kamar sampai di sana Devina langsung mendudukkan dirinya di tepian ranjang dan meletakkan tas nya di meja.


"Masih cemberut aja." Kata Ziko


"Ish iya enggak." Kata Devina sambil menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman


Tertawa kecil Ziko berjalan mendekat lalu duduk disamping Devina dan mengusap kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Julian itu kuliah dimana?" Tanya Devina


"Kenapa tanya dia?" Tanya Ziko dengan raut wajah tidak suka


"Mau tanya aja nanti kalau ketemu Vina bakal pukul dia." Kata Devina


"Memang berani hm?" Kata Ziko


"Ya nanti habis pukul Vina kabur." Kata Devina membuat Ziko terkekeh mendengarnya


"Lucu banget sih." Kata Ziko


"Tadinya Vina kira yang pukul Vano itu Om Juan ternyata anaknya, kesel banget sama yang namanya Julian." Kata Devina


Ziko hanya diam dan membiarkan Devina bercerita juga mengatakan semua yang ada di benaknya.


"Nanti kalau kita ke rumah Adara untuk ikut Vano lamaran aku bakal marahin Julian." Kata Devina


"Iya"


"Tapi, Ziko harus jagain aku." Kata Devina


Tertawa kecil Ziko hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Mau peluk"


Setelah Devina mengatakan hal itu Ziko merasakan pelukan hangat yang istrinya itu berikan dan membuat dia tersenyum sambil membalas pelukannya.


Devina memejamkan matanya, dia merasa sedikit lebih tenang.


°°°°

__ADS_1


Update duluuuu🥰


__ADS_2