
Selama seharian Devina sudah sepakat akan menghabiskan waktu bersama suaminya bahkan dia sudah membuat jadwal apa saja yang akan mereka lakukan dan dia sangat senang karena Ziko bilang akan menuruti semua yang dia inginkan. Pertama Devina mengajak suaminya untuk lari pagi dan sudah sejak pukul setengah enam Devina siap untuk melakukan lari pagi bersama dengan Ziko, dia sangat semangat.
Rencananya setelah lari pagi mereka akan makan bubur di dekat taman yang kata Ziko rasanya sangat enak dan hal itu membuat Devina sangat penasaran. Setelah sama-sama siap Devina langsung memeluk lengan Ziko dan mengajaknya untuk segera pergi.
Sampai di bawah ternyata sudah ada Nazwa yang langsung bertanya pada keduanya dan dengan penuh semangat Devina menjawab bahwa mereka akan pergi lari pagi.
"Yaudah hati-hati pagi ini Mama sama Papa mau ada acara sama teman lama"
Mengangguk faham keduanya lalu melanjutkan langkah kaki mereka dan keluar dari rumah. Begitu sampai di luar Devina terlihat sangat bersemangat membuat Ziko tertawa kecil melihatnya.
"Vina kadang suka ikut Vano lari pagi juga, tapi baru sebentar Vina minta istirahat kadang juga kalau pulang Vina minta gendong." Kata Devina
Ziko tertawa kecil lalu bersama dengan Devina keduanya mulai berlari kecil menyusuri area perumahan dan karena ini akhir pekan ada beberapa orang juga yang sedang lari pagi.
"Ziko"
"Hm"
"Emm gak jadi." Kata Devina membuat Ziko terkekeh sambil menatapnya
Devina terlihat begitu bersemangat karena sudah lama Devina tidak melakukan hal ini biasanya dia bersama Devano, tapi setelah menikah Devina tidak pernah melakukannya lagi. Tidak seperti biasanya dimana Devina akan banyak beristirahat kali ini Devina tidak minta untuk berhenti sama sekali dan terus berlari kecil bersama dengan Ziko disampingnya.
Matahari sudah mulai bersinar membuat Devina tersenyum senang dan dia semakin bersemangat ketika area taman terlihat tidak jauh dari tempatnya sekarang.
"Ziko udah mau sampai." Kata Devina senang
Ziko hanya bisa tersenyum melihat Devina yang sangat senang hanya dengan hal yang begitu sederhana dan ketika keduanya sudah benar-benar sampai di area taman Ziko mengajak Devina untuk duduk lebih dulu. Keduanya duduk di atas rumput sambil menatap lurus ke depan dengan Devina yang tersenyum manis karena merasa senang.
"Duduk dulu bentar." Kata Ziko
Devina mengangguk patuh lalu dia mengulurkan tangannya pada sang suami.
"Ziko sini tangannya." Kata Devina
Tak memberikan penolakan Ziko mengulurkan tangannya yang membuat Devina langsung meraihnya.
Dia meletakkan tangannya yang kecil di atas tangan Ziko lalu menautkan jari-jarinya di sana.
"Buburnya dimana? Kata Ziko dekat sini." Kata Devina sambil mengedarkan pandangannya
__ADS_1
"Memang dekat sini kok jalan sedikit lagi nanti kita sampai." Kata Ziko
"Em Ziko memang enak banget ya?" Kata Devina
"Kata aku enak soalnya aku sering beli bubur di sana kadang juga Mama yang suruh beli." Kata Ziko
Devina mengangguk faham lalu melihat ke sekeliling dan dia menemukan seorang pasangan yang tengah menjaga anak mereka bermain.
"Ziko"
"Hm"
"Vina mau kayak gitu juga." Kata Devina
Ziko mengikuti arah pandang Devina dan dia langsung tersenyum begitu melihatnya.
"Nanti kalau Vina sudah punya anak Vina bakal ajak Ziko jalan-jalan supaya kita bisa kayak gitu juga, mau kan?" Kata Devina
Mata istrinya itu menggambarkan kebahagiaan yang teramat besar membuat Ziko tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Pasti asik Ziko nanti kalau sudah punya anak kita bisa main sama mereka dan Ziko pasti bakal senang banget nanti ada yang gangguin Ziko selain Vina." Kata Devina lagi
"Ziko mau tau enggak?" Tanya Devina
"Tau apa?" Kata Ziko
Devina menjauhkan wajahnya lalu menatap Ziko dengan senyuman manisnya.
"Vina udah punya nama." Kata Devina
"Nama?"
Devina menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.
"Nama untuk anak Vina nanti ada dua Vina udah siapin." Kata Devina
Bolehkah Ziko bilang bahwa Devina adalah wanita yang sangat berarti untuknya bahkan hampir sama dengan nyawanya?
Istrinya ini bisa begitu bahagia hanya dengan hal yang sederhana dan Ziko benar-benar merasa bersalah karena kemarin sudah membuatnya menangis.
__ADS_1
"Siapa namanya?" Tanya Ziko
"Namanya rahasia Vina gak mau kasih tau." Kata Devina
"Jahat"
"Vina selalu bayangin nanti kita bakal jagain anak kita sama-sama terus main ke taman atau ke rumah Daddy pasti Mommy sama Daddy senang dan Vano juga terus Mama sama Papa nya Ziko juga." Kata Devina
Ziko tersenyum penuh arti dia mengusap kepala Devina dengan sayang dan istrinya itu hanya terus menatap ke depan.
"Ziko"
Sesaat setelahnya Devina menatap mata Ziko dengan mata indahnya.
"Kenapa?"
"Jangan marah sama Vina lagi ya? Kalau Vina salah Vina bakal minta maaf, tapi jangan marah sama Vina lagi." Kata Devina
"Enggak akan"
"Hmm Vina udah lapar ayo makan." Kata Devina
Tersenyum manis Ziko berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Devina yang langsung istrinya itu sambut dengan hangat dan Devina juga menautkan jari-jarinya dengan Ziko.
Keduanya jalan beriringan dan Ziko sesekali menatap Devina dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Banyak yang bilang Devina beruntung memiliki Ziko karena yang mereka lihat Ziko sangat mencintai dan sayang pada Devina, tapi nyatanya Ziko yang beruntung memiliki Devina.
Devina selalu menunjukkan perasaannya, dia selalu menaruh percaya pada Ziko sepenuhnya dan dia selalu menyayangi Ziko mereka bilang begitu karena mereka tidak tau seberapa manisnya Devina memperlakukan suaminya.
Devina mungkin manja, tapi dia selalu bersikap manis pada suaminya.
°°°°
Yuhuu aku update🥰
Dapet salam dari si cantik dan menggemaskan Devina🥰
__ADS_1