
Pergi ke kamar untuk membangunkan istrinya yang masih terlelap Ziko malah melihat Devina yang bergelung dengan selimut yang menutupi hingga lehernya. Tersenyum singkat Ziko berjalan mendekat lalu duduk di pinggiran ranjang dan memanggil pelan nama istrinya.
Bergumam pelan sebagai jawaban Devina enggan membuka matanya membuat Ziko tersenyum singkat lalu berniat mencubit pipinya agar dia bangun, tapi Ziko malah merasakan hawa panas di tangannya. Raut wajahnya berubah Ziko memanggil lagi nama Devina sambil mengusap pipinya membuat istrinya itu akhirnya membuka matanya.
Tatapannya begitu sayu membuat Ziko merasa cemas.
"Vina kenapa?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Pusing"
"Sakit?" Kata Ziko cemas
"Enggak, pusing aja sedikit." Kata Devina
"Badan kamu panas sayang." Kata Ziko
"Enggak kok pusing aja Vina masih mau tidur." Kata Devina pelan
"Makan dulu ya? Aku ambil obat sakit kepala juga." Kata Ziko
"Enggakkk"
"Vin udah mau jam delapan kamu sarapan dulu ya?" Kata Ziko dengan penuh kelembutan
"Enggakkk mauu." Rengek Devina
"Bangun dulu coba." Kata Ziko
"Enggakkk pusing Ziko." Kata Devina
"Aku ambil sarapan ya? Kamu makan terus minum obat baru tidur." Kata Ziko
Devina masih menggelengkan kepalanya pelan.
"Kalau masih gak mau aku telpon Daddy kamu ya? Supaya kamu di bawa ke dokter." Kata Ziko
"Jangann"
"Mau makan gak?" Kata Ziko lagi
"Sedikit aja, tapi gak mau minum obat." Kata Devina
"Yaudah aku ambil dulu ke bawah." Kata Ziko
Begitu Ziko pergi Devina kembali memejamkan matanya, dia merasa pusing sekali sepertinya karena kemarin dia terlalu lelah menjaga Darren yang di rumah hingga malam ditambah sebelumnya dia bersama Ziko telah melakukan hal yang melelahkan juga dan lagi Devina hanya makan sedikit saja ketika makan malam.
Di bawah Ziko bergegas menyiapkan makanan lalu menghampiri Nazwa yang sedang menata meja makan.
"Ma"
"Iya ada apa sayang?" Tanya Nazwa
"Ma minta obat untuk sakit kepala." Kata Ziko
__ADS_1
"Untuk siapa sayang?" Tanya Nazwa
"Devina"
"Devina? Dia sakit?" Tanya Nazwa dengan raut wajah panik
"Katanya pusing Ma badannya juga lumayan panas." Kata Ziko
"Ya ampun kamu tunggu dulu biar Mama ambil obatnya." Kata Nazwa
Ziko hanya mengangguk dan tak butuh waktu lama Nazwa kembali dengan membawa obat yang Ziko minta.
"Setelah makan obatnya di minum ya?" Kata Nazwa
"Iya Ma"
"Suruh istirahat Devina kalau masih sakit nanti Mama telpon Dokter Rama." Kata Nazwa
Ziko kembali menganggukkan kepalanya lalu pergi ke kamar dan melihat Devina yang kembali memejamkan matanya.
Menaruh nampan yang dia bawa di nakas Ziko memanggil Devina dan membuat istrinya itu kembali membuka matanya lalu dengan bantuan Devina bangun dan duduk bersandar pada kepala ranjang. Meringis pelan Devina memegang lagi kepalanya yang terasa sakit membuat Ziko jadi cemas.
"Makan dulu aku suapin, tapi ini bukan bubur." Kata Ziko
"Enggak papa." Kata Devina pelan
Dengan perlahan Ziko menyuapi istrinya makan dan Devina tanpa banyak protes menerima suapan demi suapan yang Ziko berikan. Tak sampai habis Devina meminta sudah ketika baru menghabiskan setengah dan Ziko tidak bisa memaksa.
"Minum dulu obatnya." Kata Ziko
Bergumam pelan Devina meminum obat yang Ziko berikan lalu menatap sang suami yang terlihat begitu cemas dengan keadaannya.
"Kenapa? Kamu kelelahan karena kemarin menjaga Darren sampai malam ya?" Kata Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku ke dapur dulu kamu istirahat ya?" Kata Ziko
"Ziko sini lagi." Kata Devina dengan wajah sedihnya
"Iya"
"Cepetan ya? Vina mau peluk." Kata Devina pelan
"Iya aku langsung balik lagi." Kata Ziko
Devina menatap suaminya yang menghilang dari balik pintu sambil menghela nafasnya pelan, dia ingin tidur, tapi ingin memeluk Ziko dan meminta sang suami menunggu hingga dia benar-benar terlelap seperti apa yang selalu Devano lakukan.
Tak butuh waktu lama Ziko langsung kembali dia naik ke atas ranjang lalu membantu Devina untuk kembali berbaring sambil terus menatap matanya.
"Tidur ya?" Kata Ziko
"Ziko sinii"
Ziko mengangguk dia ikut berbaring tepat di samping Devina dan membiarkan istrinya itu mendekat lalu memeluknya dengan erat. Dapat Ziko rasakan hawa panas ketika kulit mereka bersentuhan, sepertinya Devina benar-benar harus istirahat.
__ADS_1
"Ziko kepalanya pusing." Rengek Devina
"Vina mau ke dokter?" Tanya Ziko
"Enggakkk"
"Yaudah istirahat ya? Vina tidur lagi." Kata Ziko
"Tapi, Ziko temenin jangan kemana-mana." Kata Devina pelan
"Iya enggak Ziko disini sama Vina." Kata Ziko
"Peluknya jangan di lepas." Kata Devina lagi
"Iya sayang"
Mengusap kepala Devina dengan penuh kelembutan Ziko benar-benar memeluk istrinya hingga dia tertidur lelap.
Padahal tadi malam mereka bermain bersama dengan Darren yang memang begitu bersemangat dan anak itu baru pulang sekitar pukul setengah sebelas malam itu juga atas desakan orang tua Darren.
Pasti istrinya itu lelah sekali.
°°°°
Selama seharian penuh Devina benar-benar hanya diam di kamar dengan selimut yang terus menutupi tubuhnya kepalanya masih sakit, tapi tidak sesakit sebelumnya. Sekarang dia masih berada di kamar dan baru saja selesai mandi karena dari pagi Devina tidak mandi.
Duduk di atas ranjang Devina hanya diam ketika Ziko menyisir rambutnya dengan perlahan, dia ingin kembali tidur. Tadi siang Devina hanya makan sedikit saja karena dia tidak nafsu makan, tapi obat tetap Devina minum.
"Masih sakit kepalanya? Mau pergi ke klinik saja?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Sedikit aja sakitnya udah mendingan." Kata Devina
Ziko mengangguk singkat lalu dia memeluk Devina dari belakang membuat Devina mengusap tangan yang melingkar manis di perutnya.
"Jangan sakit dong Vin aku kesepian." Kata Ziko
"Yaudah Ziko main sama Gio dan yang lainnya." Kata Devina
"Dari tadi kan jagain kamu lagian mana bisa aku ninggalin kamu." Kata Ziko
Melepaskan pelukannya kali ini Devina memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan suaminya. Baru akan bicara Devina kembali meringis pelan karena sakit di kepalanya.
"Eh sakit ya? Sini tidur lagi." Kata Ziko dengan cepat
Devina memilih diam lalu tersenyum singkat dan mendekat pada suaminya.
Memeluk lagi tubuh Ziko dengan sayang Devina memejamkan matanya begitu merasakan usapan di kepalanya.
"Jangan sakit ya cantiknya Ziko nanti Ziko sedih"
Devina tersenyum mendengarnya dia mengeratkan pelukannya pada sang suami dan Ziko tanpa henti mengusap kepalanya dengan sayang lalu sesekali mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Sakitnya habis ini sembuh ya? Jangan datang lagi biar Vina bisa gangguin Ziko lagi"
__ADS_1
°°°°
Aku updateeee🥰