
Mona menatap Devina dengan cemas begitu melihat Devina memuntahkan kembali makan siangnya membuat Ziko langsung merangkulnya untuk menahan Devina agar tidak jatuh karena terlihat lemas. Masih menunduk di wastafel Devina memegangi perutnya kuat-kuat karena merasa sakit lalu meringis pelan dan menangis membuat Mona semakin cemas.
Membersihkan bibirnya dengan air Devina berbalik lalu memeluk Ziko dengan erat membuat suaminya itu langsung menggendongnya dan membawanya keluar kamar mandi. Mereka kembali ke ruang tengah Ziko membawa Devina untuk duduk dipangkuannya dan Devina masih menangis tanpa suara.
Perutnya sakit Devina mencengkram kuat bahu suaminya.
"Aduh bentar Vin bentar gue ambil air hangat ya?" Kata Mona panik
Mona berlari ke dapur untuk mengambilkan minum dan Gio kini menatap keduanya dengan bingung.
"Memang sering Ko?" Tanya Gio
"Kadang aja." Kata Ziko sambil mengusap pipi Devina yang basah karena air mata
Tak lama Mona datang dan memberikan minum untuk Devina yang langsung temannya itu habiskan.
"Sakit banget ya Vin?" Tanya Mona
Devina menggelengkan kepalanya pelan dan memeluk Ziko lagi.
"Ziko mau pulang." Kata Devina pelan
"Pulang?"
Devina mengangguk sebagai jawaban.
"Mau pulang." Kata Devina lagi
"Iya pulang." Kata Ziko sambil mengusap sayang rambut istrinya
Mona menatap keduanya secara bergantian lalu mengangguk singkat.
"Pulang ya Mon? Aduh maaf banget gue sama Vina ngerepotin." Kata Ziko tidak enak hati
"Apasih gak papa kali." Kata Mona
"Istirahat ya Bumill." Kata Gio
Devina hanya mengangguk singkat, tapi tidak mau turun dari pangkuan Ziko membuat Ziko tidak punya pilihan lain selain menggendong Devina sampai keluar. Setelah tas Devina ada di tangannya Ziko langsung bangun dan menggendong Devina yang masih bersandar manja di bahunya.
"Mona aku pulang ya?" Kata Devina pelan
Wajahnya terlihat pucat dan Mona hanya bisa tersenyum sambil mengangguk singkat.
"Istirahat ya Vin." Kata Mona
Mona mengikuti mereka hingga ke depan dan membantu Ziko membuka pintu mobil lalu melambaikan tangan pada keduanya sebelum pergi dari area rumahnya. Di dalam mobil Devina bersandar pada jok mobil sambil memejamkan matanya.
Perutnya masih sedikit sakit, tapi sudah tidak terlalu sakit dan mual Devina masih merasakannya.
"Ziko"
"Iya sayang kenapa? Vina butuh apa?" Tanya Ziko sambil menoleh sebentar
"Vina mau ke rumah Mommy." Kata Devina
__ADS_1
"Ke rumah Mommy sekarang?" Tanya Ziko memastikan
Devina mengangguk singkat sebagai jawaban.
"Oke kita ke rumah Mommy." Kata Ziko
Sepanjang perjalanan Devina hanya diam sambil memainkan ponselnya melihat-lihat akun sosial media miliknya dan membiarkan Ziko fokus pada jalanan di hadapannya. Sekitar dua puluh menit barulah keduanya sampai di halaman rumah keluarga Wijaya membuat senyum Devina perlahan terbentuk.
Devina menaruh lagi ponselnya ke dalam tas lalu turun dari mobil begitu Ziko memarkirkannya di halaman rumah. Melihat itu Ziko bergegas turun dan meraih tangan Devina menahan istrinya itu untuk tidak berlari.
"Jalan aja sayang." Kata Ziko
Devina tersenyum dia mengikuti langkah kaki suaminya memasuki rumah kedua orang tuanya dan begitu masuk Devina langsung berseru kencang karena melihat Daddy nya di ruang tamu.
"DADDYYYY"
Devina melompat senang membuat Ziko menghela nafasnya pelan apalagi ketika istrinya itu berlari membuat Daffa langsung memperingati anaknya itu, tapi Devina tetap berlari dan memeluk Daddy nya dengan erat. Tanpa peduli ada tamu Daffa yang menatapnya dengan senyuman, merasa senang melihat berapa akrabnya ayah dan anak itu.
Sejak dulu kedekatan Daffa dengan anak-anaknya memang bukan menjadi hal yang mengherankan. Semua orang tau itu karena Daffa bukan sekali dua kali rela menunda meeting atau pertemuan penting demi keluarganya.
"Aduh jangan lari sayang." Kata Daffa
"Ehh Daddy ada tamu." Kata Devina malu
Devina melepaskan pelukannya lalu menghampiri Ziko yang sudah ada di sampingnya dan bersembunyi dibalik tubuh suaminya karena malu membuat beberapa tamu Daffa itu tersenyum geli.
"Sebentar ya?"
Devina mengangguk lalu menatap ke arah lain dan tersenyum senang melihat ada Devano yang sedang menuruni tangga.
"Vanoooo"
"Kangen Vanooo"
Devina melingkarkan tangannya di leher Devano dan memeluknya dengan erat membuat kembarannya itu tertawa pelan.
"Ayo naik ke atas ada Mommy sama Adara di ruang keluarga." Kata Devano
Devina mengangguk dengan semangat lalu bersama dengan Devano juga Ziko menaiko tangga dan masuk ke dalam ruang keluarga. Wajah Devina yang semula pucat berubah ceria dia berlari masuk ke dalam dan duduk disamping Mommy nya membuat Fahisa tersenyum senang.
Devina memeluk Mommy nya dengan sayang membuat Fahisa membalas pelukan itu seraya mengusap rambut hitamnya. Di hadapan mereka ada Ziko dan Devano yang ikut duduk.
"Ziko kalian habis dari mana?" Tanya Fahisa
"Dari rumah Mona terus Vina bilang mau ke sini." Kata Ziko
"Kangen hmm?" Kata Fahisa sambil mencubit pelan pipi anaknya
Devina mengangguk dengan semangat lalu menatap Adara dan tersenyum.
"Adara gimana kabar baby nyaaa?" Tanya Devina
"Baik, kamu gimana?" Tanya Adara
"Em baik juga, tapi tadii Vina muntah habis makan." Kata Devina
__ADS_1
"Benarkah? Perut Vina sakit?" Tanya Fahisa
Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Tadi sakit, tapi sekarang udah enggak." Kata Devina
"Kalau Adara beda yang muntah-muntah malah Vano." Kata Fahisa membuat Devina menatap kembarannya
"Memang iyaa?" Tanya Devina
Adara tertawa pelan dan membenarkan ucapan mertuanya.
"Iya Vin dua hari kemarin dia dikamar aja." Kata Adara
Devina tertawa membuat Devano hanya bisa tersenyum tipis melihatnya.
"Ihh lucuuu Vano yang hamil berarti." Kata Devina sambil tertawa senang
Adara ikut tertawa membuat Devano kali ini memasang wajah sebalnya karena terus di ledek.
"Vano lucu dehh." Kata Devina masih dengan tawanya
"Devina"
Fahisa tersenyum dan menggenggam tangan anaknya membuat Devina diam lalu menunjukkan cengirannya.
"Ziko kenapa enggak gitu?" Tanya Devina
"Mau aku kayak gitu?" Tanya Ziko sambil tertawa
Devina menggelengkan kepalanya pelan.
"Enggakkk"
Fahisa tersenyum dia merasa senang dengan kehadiran anak perempuannya.
"Tadi ketemu Daddy?" Tanya Fahisa
"Ketemuu Daddy lagi ada tamu." Kata Devina
Devina terdiam sejenak lalu berpindah ke samping Adara dan berbisik pelan membuat Fahisa menatap keduanya dengan bingung. Mereka tertawa sebentar dan Devina terlihat begitu senang membuat suami mereka merasa penasaran.
Devina memeluk lengan Adara dan menyandarkan kepala di bahunya, dia terlihat seperti seorang adik.
"Nanti ya Adara?"
Devina berbisik pelan sambil tertawa membuat Adara ikut tertawa dan mengangguk singkat sebagai tanggapan.
"Kenapa sih?"
Keduanya menggelengkan kepalanya dengan cepat membuat Fahisa ingin tertawa melihatnya.
Ada-ada saja kelakuan ibu hamil dua ini.
°°°°
__ADS_1
Aku updateee hari ini double update yaaa🥰 Cerita Vano juga nanti di update agak siangan😘
Kira-kira ini Ibu hamil mau ngapain yaaa😆