Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Curhat


__ADS_3

Dua hari belakangan ini Devina merasa bingung sendiri dengan sikap Raga yang mulai berbubah karena pria itu jadi sering menghubunginya dan di kampus juga sering tiba-tiba muncul dihadapannya, tentu saja Devina berusaha menghindar. Selain itu Devina juga tidak bilang pada Ziko kalau dia sudah membuka blokir pria itu dan Devina juga tidak bilang kalau Raga sering menghubunginya, dia takut Ziko marah.


Rasanya tidak akan ada masalah karena Devina tidak pernah memberikan tanggapan apapun pada Raga bahkan kalau di kampus dia selalu mencari cara untuk menghindar. Sekarang juga Devina tidak lagi meminjam buku pada Raga dia selalu bilang pada Ziko karena pria itu memang meminta Devina untuk melakukannya, jadi dia hanya menurut saja.


Devina takut membuat suaminya marah.


"Vin udah siap?"


Suara itu membuat Devina tersentak lalu menoleh ke belakang dan menatap Ziko yang sudah siap untuk mengantarnya ke kampus, suaminya itu tidak ada jadwal kuliah untuk hari ini.


"Em udah." Kata Devina sambil tersenyum


Begitu Ziko mengulurkan tangannya Devina dengan senang hati menyambutnya lalu mereka bersama-sama keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Devina tidak banyak bicara, dia hanya diam sambil menatap ke luar dan disampingnya Ziko juga hanya fokus mengendarai mobilnya.


Jujur saja Ziko tau kalau Devina sudah membuka blokir nomor Raga di ponselnya, tapi dia hanya diam saja dan tidak masalah untuk itu semua karena Ziko juga tau Devina tidak terlalu menanggapi bahkan ada beberapa pesan yang dia abaikan.


"Vin"


"Emm"


"Nanti pulangnya jam satu kan?" Tanya Ziko memastikan


Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Iya Ziko jam satu." Kata Devina


"Habis antar kamu ke kampus aku di suruh Papa ke kantornya nanti kalau kamu udah pulang chat aku ya?" Kata Ziko


"Iya nanti Vina chat Ziko emm kenapa Ziko ke kantornya Papa?" Tanya Devina


"Gak tau." Kata Ziko sambil mengangkat bahunya acuh


"Yaudah nanti Vina bakal nunggu Ziko jemput di dekat perpustakaan ya?" Kata Devina


"Iya nanti aku jemput disana." Kata Ziko


Setelahnya tak banyak percakapan di antara keduanya karena Devina yang sibuk berbalas pesan dengan Mona yang tiba-tiba saja menghubunginya. Sampai akhirnya mobil Ziko berhenti di area kampus membuat Devina memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu turun dari mobil bersama dengan Ziko.


Tanpa banyak bicara Ziko menggenggam tangan Devina dengan sayang dan mengantar Devina untuk pergi ke kelasnya. Kali ini kelas Devina ada di lantai dua dan selama perjalanan ada banyak pasang mata yang menatap mereka berdua karena jelas saja Devina cukup di kenal di kampusnya.


Baru ingin masuk ke dalam kelas sebuah suara membuat Devina juga Ziko mengalihkan pandangannya, ternyata Raga.


"Devina"


Raut wajah Ziko berubah tidak bersahabat dia menatap pria itu dengan tajam, tapi Raga terlihat biasa saja dan malah berjalan mendekat membuat Zika mengepalkan tangannya.


"Eh Raga"


Devina hanya menyapa seadanya lalu dia melirik ke dalam kelas dimana sudah ada Intan dan Hanifa.


"Ziko udah ya? Vina masuk kelas dulu Ziko hati-hati nanti kalau udah sampai kantor Papa kasih tau." Kata Devina


Ziko bergumam pelan sebagai jawaban dan mengusap kepala Devina sebelum membiarkan istrinya itu masuk ke dalam kelas.


"Duluan Raga"


Setelah mengatakan hal itu tanpa menatap pria di hadapannya Devina bergegas masuk ke dalam, dia tidak mau berlama-lama disana.


Kembali pada Ziko yang menatap Raga dengan tajam membuat beberapa orang disana memperhatikan mereka dalam diam. Di tempatnya Raga terlihat santai dan tidak terganggu dengan tatapan Ziko padanya bahkan dia tersenyum seraya memasukkan tangannya ke saku celana.


Berdecih pelan Ziko melangkahkan kakinya menjauh, tapi dia berhenti kala Raga memanggilnya dan berjalan mendekat.


"Lo takut sama gue sampai harus blokir nomor gue dari HP Devina?" Tanya Raga sambil menatap Ziko dengan remeh

__ADS_1


"Takut? Enggak sama sekali! Gue cuman jauhin istri gue dari pembohong seperti lo yang bilang memiliki pacar padahal nyatanya dia adalah sepupu." Kata Ziko


"Oh udah tau ternyata, memang kenapa? Gue sengaja bilang gitu." Kata Raga santai


"Gak hanya itu juga kan? Lo bilang suka baca buku dan omong kosong lainnya padahal semua buku yang lo kasih pinjam ke istri gue itu juga milik sepupu lo." Kata Ziko


"Lalu?"


"Berhenti gangguin Devina dan menjauh dari dia." Kata Ziko dengan penuh penekanan


"Sayangnya hal itu gak akan pernah terjadi, lo tau apa? Gue sama dia udah terlanjur berteman bahkan Devina sama sekali gak pernah menghindar dari gue kalau ketemu di kantin pun kita makan sama-sama, kesan gue di hadapan dia udah baik Ziko." Kata Raga sambil tertawa kecil


"Tapi, lo lupa satu hal dia istri gue dan gue akan buat dia menjauh dari lo." Kata Ziko


"Ya silahkan dan gue gak akan biarin hal itu terjadi, cukup menantang mendekati wanita yang udah punya suami kayak Devina." Kata Raga


Ziko mengepalkan tangannya kuat dia berjalan mendekat dan mencengkram kerah kemeja Raga membuat orang-orang kini menatap ke arah mereka.


"Hadapin gue sebelum lo berani mendekati Devina!"


Setelah mengatakan hal itu Ziko melepaskan tangannya dan mendorong kasar tubuh Raga lalu pergi dari hadapan pria itu dengan raut wajah tak bersahabat.


Sampai di parkiran Ziko masuk ke dalam mobil dan memukul stir mobilnya cukup kuat seraya mengumpat.


"Brengsek!"


Status pernikahan bahkan tidak membuat Ziko tenang dan masih takut jika ada seseorang yang berhasil merebut Devina nya.


Tidak akan pernah dia biarkan hal itu terjadi!


°°°


"Wah gila berani banget itu cowok!"


Agh Ziko kesal sekali rasanya!


Mengepalkan tangannya cukup kuat Ziko. Mengalihkan pandangannya lalu menghela nafasnya pelan berusaha meredam rasa kesalnya. Sekali lagi dia bertemu dengan Raga makan Ziko tidak akan pernah bisa menahan amarahnya.


"Serius dia bilang kayak gitu?" Tanya Mona


"Terus gue bohong gitu? Dia ngomong kayak gitu Mon di depan wajah gue sendiri." Kata Ziko kesal


"Gila berani banget harusnya lo pukul aja Ko." Kata Mona


"Di kampus Mon gue gak mau buat keributan, tapi kayaknya sekali lagi gue ketemu dia gue gak bakal bisa tahan deh." Kata Ziko


"Cakep gak cowoknya?" Tanya Mona membuat Ziko berdecak kesal mendengarnya


"Kalo cakep kenapa memang?" Tanya Ziko ketus


Mona tertawa lalu memberikan jawaban yang membuat Ziko menatapnya dengan sebal.


"Ya kalo cakep bisa dijadiin pertimbangan lah." Kata Mona


"Mon gue lagi gak mood bercanda." Kata Ziko


"Iya maaf maaf." Kata Mona


"Agh sial! Gue kira setelah nikah sama Vina gue gak perlu takut lagi, tapi ternyata sama aja." Kata Ziko


"Haha ya iyalah gila Devina itu cantik manis wajarlah banyak yang suka meskipun dia udah nikah cuman ada satu cara supaya rasa takut lo itu sedikit berkurang." Kata Mona


"Cara apa?" Tanya Ziko

__ADS_1


"Devina udah gak kuliah dan dia cuman diam di rumah, baru semester kedua Ko masih banyak cowok yang bakal ketemu Devina dan mungkin naksir sama dia." Kata Mona


"Dia masih mau kuliah Mon." Kata Ziko


"Yaudah tahan aja rasa cemburu lo mustahil cewek kayak Devina gak ada yang suka di kampusnya." Kata Mona sambil tertawa kecil


"Gue hamilin dia aja kali ya?" Kata Ziko asal


"Wah ide bagus sih Ko." Kata Mona


"Gue gak mau maksa Mon dia bilang belum siap." Kata Ziko sambil menghela nafasnya pelan


"Lah jadi lo sama dia sejak nikah belum pernah itu?" Tanya Mona kaget


"Udah itu mah sering malah." Kata Ziko santai


"Kok gak kebobolan Ko?" Tanya Mona membuat Ziko berdecak kesal


"Kan udah gue bilang Devina belum siap dan dia masih mau kuliah." Kata Ziko


"Jadi?"


"Ya gue gak buat dia hamil lah mungkin nanti kalau udah lulus kuliah." Kata Ziko


"Kelamaan itu mah gas ajalah Ko sekarang." Kata Mona


"Ck. Dia belum siap dan setau gue kalau masih di usia muda itu bahaya untuk janin dan juga Ibunya." Kata Ziko


"Sok tau lo." Kata Mona


"Tau lah gue tanya sama Dokter langsung." Kata Ziko membuat Mona tertawa


"Niat banget"


"Gue gak mau kehilangan Devina entah untuk alasan apapun." Kata Ziko


"Terus lo mau gimana?" Tanya Mona


"Gue bakal bilang ke Devina dan minta dia untuk jauhin Raga." Kata Ziko


"Okay Devina memang bisa jauihin si Raga, tapi memang cowok itu bisa?" Tanya Mona


"Agh sial! Kenapa gue harus beda fakultas sama Devina sih?!" Kata Ziko kesal


"Yaudah lah Ko yang penting gini aja lo cukup percaya sama Devina dan gue yakin kok Devina gak bakal berpaling dari lo." Kata Mona


"Iyalah pelet gue kuat gini." Kata Ziko


Mona berdecak kesal lalu memukul kuat lengan Ziko membuat pria itu tertawa kecil.


"Percaya aja sama Vina dia itu tipe orang yang setia banget Ko." Kata Mona lagi


Ziko tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dia juga akan selalu percaya pada Devina.


Dia yakin istri cantiknya itu tidak akan pernah berpaling darinya.


°°°


Updateee nihh🥰


Makanyaa Vina jangan cantik-cantik dong Ziko pusing jagaiin kamunya😭 Bagi ke aku sedikit lah cantiknya🤣


__ADS_1


__ADS_2