
Devina menghela nafasnya lega begitu dia sampai di rumah dan kini si kembar yang sejak tadi tidak mau diam sudah tidur dengan lelap sejak di perjalanan pulang. Saat ini Devina masih di kamar kedua anaknya dia memperhatikan mereka dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya.
Menjaga Arthan dan Ardhan mungkin melelahkan, tapi kalau mereka diam Devina malah merasa bingung dan panik sendiri, takut kalau mereka berdua sakit makanya tidak pecicilan. Meskipun tidak mau diam, tapi kedua anaknya cukup penurut, ya kecuali Arthan yang agak sedikit bandel.
Sekarang keduanya tidur Arthan tertidur dengan posisi menyamping dan Ardhan terlentang.
"Akhirnya tidur juga." Kata Ziko.
Devina tersenyum dia duduk di bawah bersama dengan Ziko sambil menatap si kembar yang sudah tidur sejak tadi.
"Tadi di dalam rumah hantu heboh sendiri mereka." Kata Ziko.
"Iya?" Tanya Devina.
"Enggak ada takutnya sayang, apalagi Arthan dia lari tadi terus nabrakin orang-orang pusing aku." Kata Ziko.
Devina tertawa pelan mendengarnya, memang Arthan itu sangat sangat tidak bisa diam.
"Bukannya takut malah sibuk hantu jelek hantu jelek katanya terus bilang harusnya bawa tembakan biar bisa perang sama hantu, enggak ngerti aku Vin hantu aja di ajak ribut." Kata Ziko.
Devina semakin tertawa mendengarnya dia menatap kedua anaknya secara bergantian dan tersenyum.
"Lucu banget sih mereka." Kata Devina.
"Iya sangking lucunya kadang sampe bikin pusing." Kata Ziko.
Devina tersenyum lalu dia menghadap ke arah Ziko dan mengajaknya ke kamar karena sudah malam.
"Ayo ke kamar Ziko harus istirahat besok kan kerja." Kata Devina.
Ziko mengangguk dia berdiri dan merangkul Devina dengan sayang lalu keduanya pergi ke kamar bersama-sama.
Masuk ke dalam kamar Ziko langsung melepaskan pakaiannya di hadapan Devina, memang sudah kebiasaan Ziko nyaris tidak pernah buka baju di kamar mandi.
Devina sendiri langsung mengambil baju tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya, tidak dia mana berani seperti Ziko nanti bisa-bisa dia malah di terkam oleh suaminya.
Kalian tau sendiri Ziko.
Selesai mengganti pakaiannya dengan piyama Devina keluar dari kamar mandi dan menghampiri Ziko yang sudah berbaring di ranjang tanpa memakai baju.
Ya dari dulu pria itu memang jarang tidur pakai baju, biarkan saja sudah kebiasaan katanya panas.
"Sini Vinn." Kata Ziko.
Devina tersenyum dia naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Ziko lalu mendekat untuk memeluk tubuh suaminya. Tangan Ziko membalas pelukannya dia juga memberikan ciuman di puncak kepalanya dengan sayang.
"Ziko capek?" Tanya Devina.
__ADS_1
"Enggak sayang." Kata Ziko.
Devina mengangguk singkat dia mulai memejamkan matanya sambil bersandar di dada bidang Ziko yang selalu membuatnya tenang.
"Sini bobok cantiknya Ziko." Kata Ziko.
Tertawa pelan Devina mendongak untuk menatap wajah suaminya dia lalu mencubit pelan pipi Ziko dengan tangannya.
"Pipi Ziko juga sekarang gembul." Kata Devina.
"Iya dong kan aku bahagia." Kata Ziko.
Devina tersenyum membuat Ziko gemas dan ikut mencubit pipi Devina dengan tangannya.
"Ini juga tambah gembul." Kata Ziko.
"Iya karena Vina juga bahagia." Kata Devina sambil menyengir lucu.
"Vina cantik banget sih." Kata Ziko.
"Hehe makasih." Kata Devina.
Ziko menunduk dia mencium bibir Devina cukup lama lalu menjauhkan wajahnya dan menatap Devina yang kini tersenyum.
"Ayo buat baby lagi." Kekeh Ziko.
Ya ampun sudah punya dua anak, tapi masih menggemaskan sekali.
°°°°
"Ami Amii ayo liat antu agii anti aku bawa tembakan untuk pelang dol dolll"
Arthan kembali berceloteh pada Devina ketika pagi hari dia bahkan mengatakan itu ketika sedang mandi sambil memainkan air. Kedua anak itu bercerita tentang hantu, tapi Arthan yang paling heboh.
Sepertinya mereka sangat senang di bawa ke pasar malam karena sampai sekarang mereka asik bercerita pada Devina dan minta di ajak ke pasar malam lagi. Sekarang mereka baru saja selesai mandi dan Devina ingin memakaikan pakaian, pertama Ardhan lebih dulu.
Arthan asik berlari kesana kemari dengan handuk yang dia kenakan.
"Atu uwa iga tembak tembakk"
Arthan berlari mengambil tembakan mainannya yang ada di lantai lalu membawanya.
"Ami Amii ayo liat antu agiii." Ajak Arthan.
Devina menggelengkan kepalanya pelan sambil memakaikan baju untuk Ardhan dan ketika selesai dia meminta Ardhan untuk duduk.
"Arthan ayo ganti baju." Kata Devina.
__ADS_1
"Gak aku gak mau pake baju." Kata Arthan sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Arthan"
Arthan cemberut dan akhirnya berjalan mendekat ke arah Devina yang langsung memakaikan baju untuknya.
"Arthan yang bener sayang." Kata Devina ketika anaknya itu malah mainan dengan tembakan mainannya.
"Celewet Ami celewet." Kata Arthan sambil meletakkan tembakan mainannya.
Devina hanya bisa menghela nafasnya pelan dan kembali memakaikan baju untuk Arthan hingga benar-benar selesai.
"Nah udah ganteng anak-anak Mami." Kata Devina.
"Yee mainn." Seru Arthan dan Ardhan.
Kedua anak itu langsung berlari keluar kamar membuat Devina berseru pelan memanggilnya, beruntung begitu membuka pintu Ziko muncul dan langsung memeluk keduanya.
"Mau kemana?" Tanya Ziko sambil mencium keduanya secara bergantian.
Arthan dan Ardhan merengek pelan ketika Ziko tidak mau berhenti menciumnya.
"Api antuuu." Kata Arthan.
Anak itu menjauhkan wajahnya membuat Ziko tertawa.
"Arthan yang hantu kan Arthan enggak mau diam seperti hantu." Kata Ziko.
"Gakkk"
Arthan melotot membuat Ziko semakin tertawa melihatnya.
Keduanya dia lepaskan, tapi Ziko menggandeng tangan keduanya ketika menuruni tangga karena mereka kalau turun tangga suka lari-lari.
Begitu sampai di bawah baru Ziko melepaskan tangannya dan kedua anak itu langsung berlari menjauh, pergi ke ruang tengah.
"Tipii tipii"
Rupanya mereka mau nonton televisi.
Ya seperti itu pagi hari di rumah keluarga Ziko.
Ramai dan selalu ada suara si kembar.
°°°°
Arthan kamu bisa enggak duduk diem🙂
__ADS_1