Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Semakin Dekat


__ADS_3

Devina duduk diam di kamarnya sambil menatap Ziko yang memijat pelan kakinya padahal Devina bilang tida perlu, tapi Ziko ngeyel dan tetap melakukannya membuat Devina hanya bisa diam. Kaki Devina sedikit membengkak, tapi tidak sakit Devina masih bisa beraktifitas meskipun sedikit kesulitan hanya saja bukan masalah besar.


Kandungannya yang sudah masuk usia ke sembilan bulan membuat Devina entah kenapa sering merasa cemas sendiri karena membayangkan proses melahirkan, tapi Mommy nya dan Mama Ziko selalu minta Devina untuk tenang. Setiap malam Devina terbangun secara tiba-tiba karena merasa tidak nyaman dalam tidurnya dan Ziko selalu menemani Devina.


"Ziko udah"


Ziko mendongak dia tersenyum lalu menghentikan kegiatannya dan mendekat pada istrinya.


"Sakit enggak kakinya?" Tanya Ziko


Dengan senyuman Devina menggelengkan kepalanya pelan.


"Udah enggak sakit." Kata Devina


"Kalau sakit bilang ya?" Kata Ziko yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Devina


Tangan Ziko terulur untuk mengusap perut istrinya dia berkali-kali mencium perut itu dengan sayang.


"Kapan sih baby nya Papi keluar enggak sabar mau lihat." Kata Ziko gemas


Devina tertawa dia juga tidak sabar menanti kelahiran kedua anaknya.


Huh pasti sangat lucu.


"Ziko sayang kamu di panggil sama Papa"


Suara itu terdengar bersamaan dengan ketukan di pintu kamarnya membuat keduanya langsung melihat ke arah pintu.


"Iya Maa"


Ziko tersenyum tipis dia mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Sebentar ya? Aku ke tempat Papa dulu." Kata Ziko


Devina mengangguk singkat sebagai jawaban dan membiarkan Ziko pergi keluar kamar.


"Kamu jangan kemana-mana ya? Tunggu aku cuman sebentar." Kata Ziko


"Iya Ziko"


Saat Ziko keluar kamar Devina tersenyum tipis dan meraih ponselnya di atas bantal dan mencari nomor kembarannya. Ada beberapa pesan dari Devano membuat senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna.


Vin Vinnn


Gimana kabar kamu? Keponakan aku gimanaa?


Kamu udah sembilan bulan bentar lagii kalau Adara masih delapan bulan


Gak sabar mau lihat baby kamu Vin pasti gemes bangett


Devina tersenyum dia langsung melakukan panggilan vidio dengan kembarannya hingga beberapa saat setelahnya Devina dapat melihat wajah Devano di layar ponselnya. Melambaikan tangannya Devina menyapa dengan penuh antusias dan dia semakin senang melihat ada wajah Adara juga di sana.


Sama seperti Devina yang mengandung anak kembar Adara juga terlihat sangat berisi.

__ADS_1


'Haiii'


"Vano sama Adara lagi ngapainn?" Tanya Devina


'Hm lagi duduk aja, kamu ngapain?'


"Samaa hehe Vina juga duduk aja." Kata Devina dengan senyuman


'Malas ya Vin mau kemana-mana?'


Devina mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Adara.


"Vina takut jatuh." Kata Devina


'Iya jangan kemana-mana kalau gak sama Ziko'


"Iya Vanooo"


Devina tersenyum beberapa saat setelahnya pintu kamar terbuka ada Nazwa di sana.


"Mamaa"


"Vina lagi apa? Di bawah ada Tante Naumi sama Taran ke sana dulu mau?" Tanya Nazwa


Devina mengangguk singkat lalu menatap lagi layar ponselnya.


"Vano nanti aku telpon lagi ya?" Kata Devina


Melambaikan tangannya Devina meletakkan ponselnya lagi di bantal begitu panggilan berakhir lalu dengan hati-hati bangun dan pergi keluar kamar bersama dengan Nazwa yang merangkulnya.


"Aduh Vina perutnya sudah besar sekali ya?" Kata Naumi


Ya memang namanya juga ada anak kembar di sana.


"Hehe iya Tante." Kata Devina sambil tersenyum


"Kak Vina tambah lucu deh." Kata Taran


Devina tersenyum senang ketika mendengarnya.


"Sekarang aku gak pernah kasih Vina pergi sendirian kalau mau kemana-mana aja harus ada temennya." Kata Nazwa


"Iya lah harus." Kata Naumi


Devina hanya mendengarkan saja dan sesekali menanggapi ucapan orang tua yang sedang berbicara sekarang.


"Kata Dokter anaknya laki-laki atau perempuan Vina?" Tanya Naumi


"Emm Vina sama Ziko enggak tanya biar jadi kejutan." Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya


"Kalau cewek pasti lucu deh kayak Vina." Kata Naumi


"Iya pasti gemes kayak Kak Vina." Kata Taran

__ADS_1


Devina tersenyum lebar ketika mendengarnya lalu mengusap lagi perutnya dengan sayang.


Banyak yang sayang dengan baby nya.


Devina dan Ziko memang memilih untuk merahasiakan jenis kelamin anak mereka dan menunggu hingga waktu kelahiran tiba supaya jadi kejutan.


Tapi, Devina ingin anak laki-laki yang tampan seperti suaminya.


Pasti lucu.


°°°°


Devina menatap ke arah pintu menunggu kedatangan Ziko karena dia ingin ke kamar mandi dan biasanya selalu Ziko temani karena Ziko tidak memberikan izin bagi Devina untuk pergi ke kamar mandi sendirian. Cukup lama Devina menunggu, tapi Ziko tak juga datang dan dia sudah sangat ingin buang air kecil.


Akhirnya Devina memilih untuk bangun dan dengan hati-hati pergi ke kamar mandi sendirian. Tangan Devina terus berpegangan pada apapun yang ada di dekatnya karena Devina sangat takut jatuh.


Begitu masuk ke kamar mandi barulah Devina mendengar suara Ziko.


"Vina? Kamu dimana sayang?"


Dari dalam kamar mandi Devina menjawab pertanyaan suaminya.


"Vina di kamar mandi Ziko." Kata Devina dengan suara yang cukup keras


"Kenapa sendirian sayang? Ziko lama ya?" Tanya Ziko yang sudah mendekat ke kamar mandi


"Enggak papa Vina bisa kok sendirian." Kata Devina


"Aku tunggu depan pintu ya?" Kata Ziko dari balik pintu kamar mandi


"Iyaa"


Hanya beberapa menit hingga Devina selesai dan dengan hati-hati berdiri lalu berjalan keluar kamar mandi. Begitu membuka pintu tangan Ziko langsung menyambutnya membuat Devina tersenyum.


Suaminya itu membantunya hingga Devina kini duduk di atas ranjang.


"Ziko enggak papa Vina bisa sendirian." Kata Devina sambil tersenyum


"Enggak bisa sayang aku harus temenin kamu terus." Kata Ziko


Devina tertawa pelan dia meraih tangan Ziko dan menatap matanya.


Entah kenapa mendadak dadanya sesak sendiri, tapi Devina langsung tersenyum.


"Ziko"


Ziko bergumam pelan sambil mengusap kepalanya dan dia tersenyum ketika Devina menyandarkan kepala di bahunya.


Devina takut, tapi entah takut karena apa.


Mungkin bukan ketakutan, tapi rasa cemas karena waktu kelahiran yang semakin dekat.


Tidak papa Devina semua akan baik-baik saja ada Ziko yang akan selalu berada di sisi kamu.

__ADS_1


°°°°


Hai maaf banget baru bisa update😭


__ADS_2