Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Cowok Ganjen


__ADS_3

"Ziko kenapa belum keluar?"


Sejak tadi Devina menunggu Ziko keluar dari kamar mandi, tapi suaminya itu tidak kunjung keluar hingga Devina memutuskan untuk mendekat ke pintu kamar mandi lalu mengetuknya beberapa kali sambil memanggil namanya. Tidak ada jawaban bahkan meskipun Devina memanggilnya hingga berkali-kali, entah apa yang pria itu lakukan sampai lama sekali di kamar mandi.


Devina fikir Ziko marah dan tidak mau bertemu dengannya makanya sejak tadi Devina menunggu Ziko keluar dari kamar mandi. Entah berapa lama Devina berdiri sampai pintu kamar mandi terbuka dan Devina langsung mendongak untuk menatap Ziko yang menatapnya dengan senyuman tipis.


Melihat suaminya yang berjalan lebih dulu Devina langsung menyusulnya hingga kini keduanya duduk di atas ranjang.


"Ziko kenapa lama banget?" Tanya Devina sambil menatap suaminya dengan penasaran


"Enggak papa, tadi sakit perut." Kata Ziko beralasan


"Vina kira Ziko marah." Kata Devina membuat Ziko tertawa kecil mendengarnya


"Enggak Vin aku gak marah." Kata Ziko


"Bener kan? Ziko enggak marah kan? Vina gak bohong kok tadi sore Vina datang bulan." Kata Devina


"Iya Vin enggak." Kata Ziko


Devina tersenyum senang lalu memeluk tubuh Ziko dan hal itu membuat Ziko membeku sambil berusaha melepaskan pelukan Devina yang membuatnya tidak karuan.


"Udah yuk tidur." Kata Ziko


Mengangguk patuh Devina berbaring bersama dengan Ziko lalu gadis itu mendekat dan memeluknya erat sambil menyandarkan kepala di dada bidangnya.


"Vin"


"Hmm"


"Jangan peluk dulu." Kata Ziko pelan


"Kenapa? Biasanya peluk." Kata Devina


"Iya jangan dulu." Kata Ziko lagi


Tubuhnya sering bereaksi berlebihan sekarang apalagi karena tadi Ziko yang mencium Devina sampai... ah lupakan Ziko bisa gila.


"Tuh kan Ziko marah sama Vina makanya gak mau dipeluk." Kata Devina


Melepaskan pelukannya Devina menatap Ziko dengan raut wajah cemberut.


"Bukan gitu sayang." Kata Ziko


"Ziko marah makanya gak mau di peluk." Kata Devina lagi


"Vina bukan gitu." Kata Ziko lagi


Sulit menjelaskan ke Devina.


"Terus kenapaa?" Tanya Devina


Menghela nafasnya pelan Ziko membawa lagi Devina ke dalam pelukannya dan memejamkan mata, tidak papa dari pada Devina merajuk nantinya dia juga tidak bisa menjelaskan pada Devina alasannya.


Sulit membuat Devina mengerti.


"Enggak marah kan?" Kata Ziko


"Heem"


Devina semakin mendekatkan tubuhnya.


"Besok kita ke kampus ya?" Tanya Devina


"Iya Vin"


"Ziko temenin Vina kan?" Tanya Devina lagi

__ADS_1


"Iya nanti aku temenin kamu juga temenin aku." Kata Ziko


Devina mengangguk sebagai jawaban lalu mengeratkan lagi pelukannya pada Ziko dan tersenyum senang.


"Sekarang kamu tidur ya? Besok kamu coba chat Vano siapa tau dia ke kampus juga, jadi kamu bisa ketemu sama Vano." Kata Ziko


"Ihh iya nanti Vina bisa ketemu sama Vano." Kata Devina senang


"Sekarang kamu tidur." Kata Ziko


Devina mengangguk patuh lalu mulai memejamkan matanya membuat Ziko tersenyum dan mengusap kepalanya sayang.


Tak butuh waktu lama Devina sudah terlelap dalam dekapannya dan Ziko yang melihat itu memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya sebelum akhirnya ikut memejamkan mata.


Tertidur bersama dengan Devina yang ada di dalam pelukannya.


¤¤¤


Pagi ini Devina sangat bersemangat untuk pergi ke kampus apalagi tadi kembarannya mengatakan dia juga akan pergi ke kampus dan artinya mereka akan bertemu. Sekarang Devina sudah siap dengan memakai kemeja panjang serta celana jeans miliknya, dia sedang menunggu Ziko yang masih berganti pakaian.


Sesaat setelah Ziko selesai Devina mengambil tas miliknya lalu menggenggam tangan Ziko dan bersama-sama keluar dari kamar. Sampai di bawah keduanya langsung bergabung untuk menyantap sarapan bersama orang tua Ziko dan hari ini Devina tidak membantu untuk membuat sarapan karena dia sejak pagi sudah siap-siap.


"Mau ke kampus sayang?" Tanya Nazwa


"Iya Ma." Jawab Ziko dan Devina serempak


"Yaudah kalian sarapan terus berangkat ke kampus dan Papa mau bilang nanti malam ke rumah Tante Nadya." Kata Zidan


"Iya sayang Tante Nadya minta kita datang ke rumahnya kamu ingat kan Ziko besok ulang tahun Bianca, jadi Tante Nadya mau makan malam bersama keluarga." Kata Nazwa


"Iya Ma"


"Vina udah kenal Tante Nadya kan?" Tanya Nazwa


"Em udah Ma." Kata Devina


Devina kenal dengan Tante Nadya mereka pernah bertemu ketika Devina ikut makan malam bersama Ziko dan tentu saja ketika pernikahan.


Em dia merasa sedikit gugup.


Tak lama seusai menyantap sarapan Devina dan Ziko pamit untuk pergi ke kampus tak lupa keduanya mencium punggung tangan Zidan juga Nazwa sebelum akhirnya berangkat. Masuk ke dalam mobil milik suaminya Devina langsung memakai sabuk pengaman dan tanpa menunggu lagi Ziko melajukan mobilnya meninggalkan area rumah.


"Nanti Vano mau nyamperin kamu apa gimana?" Tanya Ziko


"Em gak tau Vano gak bilang Vina juga gak tau Vano ke kampusnya jam berapa." Kata Devina


"Lalu teman-teman kamu? Mereka ke kampus hari ini juga?" Tanya Ziko lagi


"Intan aja kalau Hanifa enggak." Kata Devina


Ziko mengangguk faham yang dia tau hanya ada dua teman dekat Devina di kampus kalau yang lain Devina tidak terlalu dekat dengan mereka hanya sebatas kenal saja.


Begitu sampai di area kampus Ziko memarkirkan mobilnya di fakultas Devina lalu turun bersama kekasihnya. Menggenggam sayang tangan istrinya keduanya memasuki area kampus dan sambil berjalan Devina melihat ponselnya takut kalau Intan mengirim pesan.


"Ini mau kemana dulu Vin?" Tanya Ziko


"Em Vina mau minta tanda tangan untuk kartu hasial ujian, tapi nanti nunggu Intan." Kata Devina


"Intan dimana?" Tanya Ziko lagi


"Lagi dijalan katanya bentar lagi sampai em Ziko nanti bayar uang kuliahnya dimana?" Tanya Devina sambil menatap suaminya dengan penuh tanda tanya


"Ke bank sayang gampang kok kan bank nya sama cuman sebentar juga gak sampai setengah jam." Kata Ziko


Devina mengangguk faham lalu mengalihkan pandangannya pada ponsel miliknya yang berdering dan ternyata Intan yang menelpon.


"Halo Intan"

__ADS_1


'Vin lo dimana? Gue udah di parkiran'


"Vina di dekat ruang dosen." Kata Devina


'Yaudah tunggu gue kesana'


"Iya Intan"


"Udah sampai dia?" Tanya Ziko begitu Devina mematikan sambungan telponnya


"Udah dia lagi di parkiran tadi berangkat sama temannya." Kata Devina


Tak butuh waktu lama Devina dapat mendengar suara Intan dan senyuman manisnya mengembang dengan sempurna. Melambaikan tangannya Devina memeluk Intan sebentar lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum.


"Kangen Vinnn"


"Vina juga kangen sama Intan." Kata Devina


"Eh maaf ya gue gak datang ke pernikahan lo sama Ziko soalnya tau kan? Gue lagi di Bali pas kalian nikah." Kata Intan


"Iya enggak papa." Kata Devina sambil tersenyum


"Yaudah yuk masuk kita minta tanda tangan." Kata Intan


"Ziko tunggu disini aja ya? Vina masuk dulu sama Intan." Kata Devina


"Iya sayang"


Devina tersenyum lalu melangkahkan kakinya ke dalam meninggalkan Ziko yang sekarang pergi ke tempat duduk yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Sambil menunggu Devina dia duduk dan memainkan ponselnya untuk mengabari teman-temannya bahwa dia sudah ada di kampus.


Saat tengah disibukkan dengan ponselnya Ziko merasa ada seseorang yang duduk disampingnya dan ketika menoleh ada Lucas.


Ah pria itu kenapa harus muncul dihadapannya?


"Vina mana?" Tanya Lucas sok akrab


"Di dalem sama Intan, kenapa cariin istri gue?" Tanya Ziko tidak suka


"Nanya aja udah lama gak ketemu, kangen." Kata Lucas tanpa dosa


Hal itu sontak saja membuat Ziko kesal dia jadi ingin memukul kepala Lucas.


"Gak usah ganjen lo sama istri orang." Kata Ziko ketus


Lucas tertawa kecil ketika mendengarnya, tapi tidak menyangkal atau menanggapi ucapan yang Ziko lontarkan untuknya.


Keduanya duduk bersebalahan entah untuk berapa lama sampai akhirnya Devina keluar bersama dengan Intan dan tentu saja Devina langsung membulatkan matanya melihat siapa yang duduk disamping suaminya.


"Udah sayang?" Tanya Ziko dengan cukup kuat, sengaja memang


"Em udah." Kata Devina


"Yaudah Vin lo mau nemenin Ziko kan? Gak papa kok gue habis ini mau ketemu temen gue juga yang tadi kesini bareng." Kata Intan


"Aku duluan ya Intan." Kata Devina


"Iya"


Devina tersenyum, tapi tubuhnya tersentak begitu Ziko meraih tangannya dan menarik dia mendekat.


"Yuk pergi disini ada cowok ganjen"


Mendengar hal itu Devina tersenyum, tapi dia tetap menurut dan mengikuti langkah kaki Ziko.


Suaminya yang pecemburu.

__ADS_1


¤¤¤


Updateee yaa💞


__ADS_2