Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Ziko


__ADS_3

Mata Devina membulat dengan sempurna ketika dia melihat sosok Julian yang tiba-tiba muncul ketika dia bersama kedua temannya keluar dari perpustakaan dan hal itu membuat Devina merasa sedikit takut, tapi ini tempat ramai Julian tidak akan melakukan apapun. Saat pria itu mendekat Devina langsung menggenggam tangan Hanifa dengan sangat erat, setidaknya ada Hanifa.


Sepertinya Julian tau ulahnya kemarin, tapi bukan salah Devina dia tidak akan melakukan hal itu kalau Julian tidak memukul kembarannya. Semakin dekat pria itu Devina menghentikan langkahnya dan mencoba menatap mata Julian yang terlihat marah.


"Lo yang buat ban motor gue kempes waktu di cafe kan?" Kata Julian


"Sok tau jangan nuduh Vina yaaa!" Kata Devina sambil menatapnya dengan mata membulat


"Lo dan kedua temen lo ini datang di waktu yang bersamaan sama gue." Kata Julian geram


"Enggak ada bukti." Kata Devina


"Lo kembarannya Devano dan ada alasan untuk lo ngelakuin itu." Kata Julian


Kali ini Devina diam dan kedua temannya juga diam, tapi Hanifa menatapnya seolah mengatakan bahwa tidak akan ada hal buruk yang terjadi.


"Salah kamu pukul Devano." Kata Devina akhirnya


"Ck. Salah dia yang terlalu ikut campur." Kata Julian


"Salah kamu juga bicara hal yang buruk tentang Adara! Dasar enggak bisa jaga bicaranya." Kata Devina


Julian terlihat seperti ingin marah dia berjalan mendekat dengan tangan terkepal kuat.


"Jangan deket aku teriak nanti! Aku teriak ya?" Kata Devina sambil memasang wajah menyebalkan


"Lo nyebelin sama kayak kembaran lo." Kata Julian


"Kamu tuh yang nyebelin!" Kata Devina kesal


"Vin udah ah pergi aja." Kata Intan


"Jangan macem-macem disini banyak orang." Kata Hanifa


"Aku bilang Daddy nanti." Kata Devina sebelum akhirnya pergi dengan terburu-buru


Begitu berhasil menjauh Devina menghela nafasnya lega lalu menoleh ke belakang dan dia semakin tenang karena ternyata Julian tidak mengikutinya melainkan melanjutkan langkah kakinya. Sepertinya pria itu memang tidak berniat menemuinya dan hanya secara kebetulan saja mereka bertemu di dekat perpustakaan.


"Gue udah takut Vin." Kata Intan


"Kenapa takut Tan? Di sana itu perpustakaan ada banyak orang gak mungkin dia berbuat aneh-aneh apalagi sampai nekat." Kata Hanifa


Devina mengangguk setuju lalu mengajak mereka untuk bergegas ke kelas karena hanya tinggal lima belas menit lagi kelas akan di mulai.


Beruntung dia aman dan Devina yakin Julian tidak akan pernah berbuat lebih, jadi Devina tidak terlalu takut.


Dia tidak boleh takut.


°°°°


"Julian?"


Devina langsung menganggukkan kepalanya ketika Ziko mengatakan hal itu setelah dia bercerita tentang pertemuannya dengan Julian di kampus. Baru saja sampai di rumah Devina langsung memeluk suaminya dan menceritakan itu semua pada Ziko sambil bersandar manja di bahunya.


Ada sedikit rasa cemas ketika Devina mengatakan hal itu, tapi Ziko merasa sangat lega karena Devina mengatakan Julian pergi tanpa melakukan apapun padanya. Memberikan usapan sayang di kepalanya Ziko mencium puncak kepala Devina dengan sayang membuat Devina mengeratkan pelukannya.


"Vina bilang sama dia nanti Vina kasih tau Daddy terus dia diam aja, jadi Vina pergi sama Intan dan Hanifa." Kata Devina


"Vina takut?" Kata Ziko


Devina mendongak dan menatap mata Ziko seraya tersenyum.

__ADS_1


"Emm sedikit"


"Sedikit?"


"Iya takutnya cuman sedikit, tapi sekarang udah gak takut soalnya ada Ziko." Kata Devina sambil tersenyum


Ikut tersenyum Ziko memberikan usapan di pipinya.


"Ziko"


"Hm kenapa?" Kata Ziko


Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Ziko dengan senyuman di wajahnya.


"Ziko tau kan Vina sayang sama Ziko?" Kata Devina


"Tau"


"Vina boleh minta sesuatu gak?" Tanya Devina


"Minta apa hm?" Tanya Ziko sambil menatap Devina dengan senyuman


"Ziko jangan pergi ke mana-mana ya?" Kata Devina


"Memang aku mau pergi kemana?" Kata Ziko


"Ih Ziko kan ada janji sama teman-teman Ziko sore nanti." Kata Devina


"Ah jadi kamu gak mau aku pergi?" Tanya Ziko memastikan


"Heem jangan di rumah aja sama Vina." Kata Devina


"Kenapa?" Tanya Ziko


"Hm yaudah"


"Jadi Ziko gak bakal pergi kan?" Kata Devina


"Enggak sayang." Kata Ziko


"Beneran kan?" Kata Devina dengan antusias


"Iya aku gak bakal pergi di rumah aja sama kamu." Kata Ziko


Tersenyum senang Devina mendekat lalu memeluk Ziko dan bersandar manja di bahunya.


"Kenapa sih Vin?" Tanya Ziko


"Enggak papa mau peluk aja." Kata Devina


Ziko tersenyum dan mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Takut ya? Julian gak bakal buat apa-apa dia gak akan berani." Kata Ziko


"Habisnya dia mukanya serem sih, tapi nyebelin juga." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya


"Gak usah takut." Kata Ziko


"Enggak"


"Ini manja banget karena lagi takut kan?" Kata Ziko

__ADS_1


"Enggakkk"


"Takut"


"Ih enggak Ziko." Kata Devina


Melepaskan pelukannya Devina menatap Ziko dengan wajah cemberut membuat suaminya itu tertawa dan mencubit pelan pipinya.


"Iya enggak"


Devina diam lalu meraih tangan Ziko dan menautkan jari-jarinya di sana membuat Ziko menatapnya dengan senyuman.


"Tangan Ziko lembut banget kayak cewek." Kata Devina


"Masa?"


"Iya Vano aja gak seperti ini tangannya." Kata Devina


Ziko hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Ziko juga putih banget sama kayak Vina." Kata Devina


Tersenyum manis Ziko mengusap kepala Devina dengan sayang.


"Ziko bisa masak enggak?" Tanya Devina


"Enggak"


"Vina juga, tapi Vina mau belajar supaya bisa masak buat suaminya Vina." Kata Devina


"Kan udah belajar sama Mama." Kata Ziko


"Iya, tapi masih belum bisa." Kata Devina


"Enggak papa pelan-pelan belajarnya." Kata Ziko


"Ziko mau makan enggak kalau Vina masakin?" Tanya Devina


"Mau"


"Nanti enggak enak." Kata Devina


"Nanti kalau enggak aku makan kamu marah." Kata Ziko


"Em enggak"


"Memang Vina mau masak untuk aku?" Tanya Ziko


"Nantiii"


"Mau belajar dulu?" Kata Ziko


"Iya nanti waktu akhir pekan Vina mau belajar masak sama Mama udah bilang sama Mama." Kata Devina


Ziko tersenyum lalu memejamkan matanya ketika Devina kembali memeluknya dan mendusal manja di lehernya.


"Vina mau seperti Mommy yang selalu masakin Daddy setiap hari"


°°°°


Aku updateeee maaf udah dua hari gak update😁

__ADS_1



__ADS_2