Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Penggoda


__ADS_3

Ziko berusaha menetralkan deru nafasnya yang memburu hebat sesaat setelah dia juga Devina menyelesaikan malam panas mereka, lagi. Kali ini Ziko benar-benar dibuat gila dengan Devina yang benar-benar telah berubah bahkan Ziko sangat terkejut setiap kali tangan mungil Devina dengan nakal menyentuh tubuhnya.


Devina sudah berani sekali sekarang.


Awalnya ketika Devina meminta Ziko untuk diam dan membiarkan Devina saja yang memulai dia tertawa karena merasa lucu, tapi ternyata dia malah dibuat gila dengan Devina. Jemari lentik itu benar-benar lihai mempermainkannya hingga membuat Ziko terus mengerang selama permainan mereka.


Tak hanya itu tatapan polos Devina juga menatapnya dengan berbeda, penuh godaan.


'Vin udah berhenti'


Bahkan Ziko sampai harus meminta Devina berhenti mempermainkannya, tapi wajah Devina berubah lugu dan mengatakan hal yang membuat Ziko benar-benar hampir gila.


'Tapi, belum selesai'


Yang jelas malam ini Devina seolah memiliki dua sisi, pertama si Devina yang polos juga manja dan kedua si Devina istrinya yang menggoda.


Membayangkannya saja membuat Ziko panas dingin sendiri. Sekarang saja Devina terlihat biasa bahkan dia tersenyum, tidak mengeluh lelah seperti sebelumnya.


"Ziko suka gak?" Tanya Devina membuat Ziko menatapnya


Kali ini tatapan Devina benar-benar lugu dan polos.


Suka? Ziko lebih dari suka.


"Suka sayang." Kata Ziko serak


"Berarti Vina boleh kayak gini lagi kan?" Kata Devina


"Enggak jangan." Kata Ziko membuat Devina memasang wajah cemberutnya


"Kenapa? Katanya Ziko suka." Kata Devina


Ziko menggelengkan kepalanya pelan memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu dan malah memeluk Devina dengan sayang.


"Tidur yuk udah malam banget." Kata Ziko


Mengangguk patuh Devina mengeratkan pelukannya dia juga merasa Ziko menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka lalu memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya. Memejamkan matanya Devina tersenyum dalam dekapan suaminya, dia hanya ingin membuat Ziko senang.


Ternyata berhasil.


¤¤¤


Kepulangan Devina dengan Ziko ke rumah membuat Nazwa merasa sangat senang karena anaknya sudah kembali, dia kesepian sekali tiga hari tanpa anak-anaknya di rumah. Tepat ketika waktu makan siang keduanya pulang dan sekarang mereka tengah makan malam bersama di ruang makan.


Tidak ada percakapan apapun hingga mereka benar-benar menyelesaikan makan siang, Devina baru ingin berdiri dan membantu mertuanya, tapi Nazwa melarang lalu mengatakan bahwa Bibi yang akan mencuci piringnya. Akhirnya Devina hanya bisa menurut saja dan sekarang dia bersama keluarga suaminya pergi ke ruang tengah.


"Gimana sayang di apartemen? Vina suka?" Tanya Nazwa begitu mereka duduk


"Em suka Ma." Kata Devina dengan senyuman manisnya


"Ziko sebenarnya Papa mau bilang kalau untuk dua hari ke depan Mama sama Papa mau keluar kota." Kata Zidan

__ADS_1


Ziko menatap kedua orang tuanya bergantian begitu juga dengan Devina.


"Kamu sama Devina berdua saja di rumah dengan Bibi." Kata Zidan lagi


"Ada acara apa Pa?" Tanya Ziko


"Acara pernikahan anak teman Papa." Kata Zidan


"Vina enggak papa kan?" Tanya Nazwa pada menantunya


"Enggak papa Ma." Kata Devina sambil tersenyum manis


"Kamu nanti sama Devina belanja bulanan ya?" Kata Zidan


"Aku?"


"Ya iya Ziko siapa lagi." Kata Zidan sambil menggelengkan kepalanya pelan


"Tapi, aku gak tau harus beli apa aja Pa." Kata Ziko


"Belajar Ziko kamu sama Devina sudah menikah nanti kalian pergi belanja bulanan tanya Bibi keperluan apa saja yang harus di beli." Kata Zidan


"Iya Pa"


"Yaudah kalian kalau mau ke kamar enggak papa udah malam harus istirahat juga." Kata Zidan


Keduanya mengangguk lalu mencium punggung tangan kedua orang tua Ziko dan pergi ke kamar. Begitu masuk ke dalam kamar Devina langsung pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya meninggalkan Ziko yang sedang duduk sambil membuka ponselnya.


Menggelengkan kepalanya pelan Ziko memilih untuk tidak memikirkannya dan bertanya saja pada Bibi nantinya. Seandainya tidak bertanya keranjang belanjaan nanti hanya akan terisi dengan kopi kesukaan Ziko atau ice cream dan cemilan kesukaan Devina.


Ko besok ikut gak?


Ke studio musik kayak biasanya


Udah lama kita gak kesana Ko sama yang lainnya juga


Ziko terdiam sejenak ketika membacanya lalu memberikan balasan, dia rasa tidak ada salahnya juga.


Jam berapa?


Gue kesana nanti sama Devina


Kabarin aja Bas


Selesai membalas pesan Ziko mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka lalu dia melihat Devina yang keluar dengan memakai piyama bergambar doraemon.


Lucu sekali padahal kemarin Devina benar-benar terlihat seperti wanita dewasa yang sukses membuat pria panas dingin, tapi sekarang Devina terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan.


"Zikooo"


Senyuman manis Devina mengembang dia berjalan mendekat lalu duduk disamping suaminya dan memeluk Ziko dengan sayang.

__ADS_1


"Ziko enggak ganti baju?" Tanya Devina


"Iya ini mau ganti baju eh Vin besok mau gak ikut aku?" Tanya Ziko membuat Devina menatapnya dengan alis bertaut


"Ikut kemana Ziko?" Tsnya Devina


"Ke studio musik Bastian ajakin kesana udah lama juga gak kumpul sama mereka, kamu mau?" Tanya Ziko


"Em bolehh." Kata Devina sambil tersenyum manis


"Yaudah besok habis kita kesana." Kata Ziko


"Ada Adyra?" Tanya Devina pelan


"Gak tau juga Vin soalnya Bastian gak bilang, tapi kayaknya ada." Kata Ziko


"Hm yaudah enggak papa kalau ada di juga." Kata Devina dengan senyuman manisnya


"Enggak cemburu?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan lalu mencium bibir Ziko sekilas.


"Enggak kan Ziko udah jadi suaminya Vina milik Vina dia enggak bisa merebut Ziko." Kata Devina


"Kamu sekarang pinter banget godaiin suami ya?" Kata Ziko sambil mencapit gemas hidungnya


"Hehe Vina suka godaiin Ziko." Kata Devina


Ya ampun Ziko benar-benar gemas dibuatnya.


"Kenapa kamu suka godaiin aku?" Tanya Ziko


Devina hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, menolak untuk memberikan jawaban dan malah memeluknya.


"Ziko ayuk tidur"


"Nanti aku ganti baju dulu ya?" Kata Ziko sambil mencium puncak kepala Devina dengan sayang


"Mau Vina bantuin enggak?" Tanya Devina dengan wajah lugunya


Ziko mengurai pelukan mereka lalu mencubit pipi Devina dengan gemas, masih saja mau menggodanya.


"Jangan mulai Devina." Kata Ziko


Devina tertawa lalu mencium bibir Ziko sebentar dan beranjak dari tempat duduknya.


"Bercandaaa Ziko sana ganti baju sendiri"


¤¤¤


Kayaknya predikat cewek polos akan segera lengser dari diri Devina nih gais😶

__ADS_1


__ADS_2