
Setelah kegiatannya terganggu karena acara makan malam bersama kini Devina yang baru saja masuk ke dalam kamar bersama dengan sang suami langsung memeluk Ziko cukup erat hingga membuat suaminya itu tertawa. Terkadang Devina memang begitu dan bagi Ziko hal itu membuat Devina terlihat semakin menggemaskan apalagi kalau dia sudah menatap Ziko dengan tatapan polos nya yang malah membuat Ziko ingin membawa istrinya itu ke ranjang.
Ah abaikan pikiran mesumnya.
Cukup lama mereka berpelukan hingga Ziko meminta Devina untuk melepaskan pelukan mereka dan segera mengganti pakaian karena sudah cukup larut. Mengangguk patuh Devina pergi ke meja rias untuk melepaskan beberapa aksesoris yang dia kenakan selagi Ziko mengganti pakaian di kamar mandi.
Tak butuh waktu lama Devina selesai dia pergi ke kamar mandi dan bersamaan dengan itu Ziko keluar dengan sudah memakai pakaian yang berbeda. Ingin segera bergabung bersama dengan Ziko secara singkat Devina mengganti pakaiannya lalu menghampiri sang suami.
Devina naik ke atas ranjang dia berbaring di sana sambil mendekat dan memeluk lagi Ziko dengan erat.
"Tidur udah malam." Kata Ziko
"Emm enggak mau tidur." Rengek Devina membuat Ziko tertawa
"Memang mau ngapain kalau gak mau tidur hm?" Tanya Ziko
"Mauuu....."
"Tidur ah udah mau jam sepuluh." Kata Ziko lagi
"Ihh enggak mau." Kata Devina sambil mengeratkan pelukannya
"Yaudah mau ngapain?" Tanya Ziko
Devina tidak mau menjawab dan tetap memeluk Ziko dengan erat membuat suaminya itu hanya bisa tersenyum sambil mengusap kepalanya.
"Ziko"
"Hm"
"Vina sekarang nakal ya?" Tanya Devina
"Nakal banget." Kata Ziko sambil tertawa
"Semua gara-gara Ziko sekarang Vina nakal karena Ziko." Kata Devina
"Kenapa aku?" Tanya Ziko
"Ya karena Ziko yang ajarin Vina jadi nakal." Kata Devina
Ziko hanya bisa tertawa mendengarnya dan tak lama setelahnya Devina melepaskan pelukannya lalu menatap Ziko dengan senyuman.
"Kenapa hm?" Tanya Ziko
Bukan menjawab Devina malah beranjak dari tempat tidurnya lalu mengambil sesuatu di lemari dan kembali naik ke atas ranjang.
Ziko yang merasa penasaran langsung bangun dan duduk sambil menatap benda yang Devina bawa, dia sangat mengenali benda itu.
__ADS_1
Kotak musik yang dulu Ziko berikan.
"Ziko ingat ini gak?" Tanya Devina
"Ingat, hadiah ulang tahun untuk kamu." Kata Ziko
"Heem Vina suka banget hampir setiap malam dulu Vina putar kotak musiknya." Kata Devina senang
Ziko ikut tersenyum mendengarnya.
"Waktu itu Daddy masuk kamar dan lihat Vina lagi lihat kotak musik ini terus Daddy tanya sesuatu." Kata Devina
"Tanya apa?" Tanya Ziko penasaran
"Daddy tanya tentang Ziko katanya Vina bahagia enggak sama Ziko terus pernah enggak Ziko buat Vina sedih." Kata Devina
"Lalu jawaban kamu?" Tanya Ziko
"Vina jawab Vina bahagia dan Ziko pernah buat Vina sedih, tapi lebih sering buat Vina senang." Kata Devina sambil tersenyum
Ziko tersenyum seraya mengusap pipi Devina dengan sayang, sedangkan istrinya itu asik menatap kotak musik yang ada di genggamannya.
"Kenapa gak kamu bawa?" Tanya Ziko
"Enggak, memang sengaja Vina tinggalin beberapa barang disini supaya nanti kalau Vina ke sini rasanya masih sama." Kata Devina
"Apa lagi yang kamu tinggal disini?" Tanya Ziko
"Ini apa?" Tanya Ziko
Ada dua benda yang Devina bawa.
"Ini buku harian Vina." Kata Devina
"Kamu punya?" Tanya Ziko
"Punya, tapi Ziko enggak boleh baca yang ini bolehnya yang ini aja." Kata Devina
"Kenapa gak boleh yang ini?" Tanya Ziko sambil menunjuk buku berwarna biru muda
"Karena ini rahasia." Kata Devina
"Kenapa rahasia?" Tanya Ziko
"Em gak mau nanti Ziko marah kalau baca." Kata Devina
"Kenapa marah?" Tanya Ziko bingung
__ADS_1
"Soalnya ini buku harian Vina waktu Vina suka sama Alex hehe." Kata Devina
"Hah?"
"Iya dulu kan enggak bisa dekat sama Alex jadi Vina suka nulis disini." Kata Devina
"Kenapa masih di simpan?" Tanya Ziko
Tidak, dia tidak cemburu lagi pula Devina sudah menjadi istrinya.
"Enggak pala lagi pula ini gak semua tentang Alex ada tentang Ziko juga." Kata Devina
"Aku?"
"Heem Ziko ingat kan? Dulu kita sering jalan-jalan bareng dan Vina selalu tulis disini." Kata Devina
"Lalu buku yang satunya?" Tanya Ziko
"Inii buku tentang Ziko." Kata Devina
"Tentang aku?" Tanya Ziko memastikan
"Iya di situ Vina tulis banyak semua hal tentang Ziko dan ada foto Ziko juga yang Vina taruh di sana." Kata Devina
"Aku gak pernah tau." Kata Ziko
"Ya kan rahasia." Kata Devina
"Kamu buat aku makin sayang tau gak?" Kata Ziko sambil mencubit pelan pipi istrinya
Devina tersenyum dia menaruh bukunya di atas meja lalu menangkup wajah Ziko dan menatapnya.
"Vina sayang Ziko." Kata Devina
Belum sempat memberikan tanggapan Ziko di buat diam ketika Devina mencium bibirnya dan refleks Ziko memejamkan mata seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Devina. Kali ini Ziko membiarkan Devina melakukan apa yang dia mau dan Ziko akui dia di buat gila dengan gerakan perlahan Devina yang sialnya memabukkan.
Begitu Devina menjauhkan wajahnya Ziko dapat melihat Devina tersenyum senang dengan bibir yang sedikit memerah juga rambut berantakan.
"Zikooo"
"Hm"
Suara Ziko sudah cukup serak dan Devina sama sekali tidak peduli.
"Ziko ayo mainn"
Ah sial kalau sudah begini mana sanggup Ziko memberikan penolakan!
__ADS_1
°°°°
Singkirkan fikiran kalian yang mengira Devina itu polos😭