
Devina memainkan jari-jari tangan Ziko yang ada dalam genggamannya membuat suaminya itu tersenyum sambil terus menatap Devina yang terlihat begitu senang dengan tangannya. Sudah lima belas menit mungkin Devina masih memainkan tangannya tanpa mengatakan apapun dan Ziko juga hanya diam saja membiarkan Devina melakukan apa yang dia mau.
Hari ini Ziko pergi ke kantor Papa nya lebih siang karena Zidan sendiri yang meminta dan karena itu Devina tidak mau membuang kesempatan. Duduk di tepian ranjang bersama dengan Ziko saja sudah membuat Devina merasa senang.
"Ngapain sih sayang?" Kekeh Ziko
Devina mendongak dan menunjukkan cengirannya membuat matanya menyipit.
"Emm enggak tau." Kata Devina
Ziko tertawa karena gemas lalu mencubit pipi istrinya yang malah membuat Devina tersenyum.
"Ziko di sana ketemu cewek-cewek gak?" Tanya Devina
"Ketemu"
Ziko menjawab dengan jujur karena tentu saja Ziko bertemu dengan wanita di sana.
"Cantik?"
"Hm lumayan." Kata Ziko
Devina cemberut dan mencubit pipi suaminya.
"Kenapa sayang? Kamu lucu banget sih." Kata Ziko gemas
"Vina waktu itu nangis karena Ziko tinggal." Kata Devina
"Kenapa nangis?" Tanya Ziko sambil mengusap pipi Devina dengan sayang
"Karena kangen Ziko air matanya turun sendiri padahal Vina udah bilang sama baby nya jangan nakal karena Papi lagi kerja." Kata Devina
"Sekarang udah pulang." Kata Ziko dengan penuh kelembutan
"Heem Vina senang." Kata Devina
"Kemarin ngapain aja waktu aku gak ada?" Tanya Ziko
Devina tersenyum lalu mulai bercerita tentang dia yang menghabiskan waktu bersama dengan teman-temannya.
"Vina ke taman sama yang lain em cuman Nayla yang gak ada karena dia lagi pergi." Kata Devina
"Naik sepeda?"
Devina mengangguk dengan semangat.
"Kita ke taman terus ada anak kecil Vina main sama mereka hehe habis itu di beliin ice cream, jadi Vina makan ice cream dulu baru main sepeda." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya
"Sepeda siapa?" Tanya Ziko
"Enggak tau itu sepeda orang Alex yang pinjam." Kata Devina dengan senyuman lucu
"Ya ampun istrinya siapa ini sih." Kata Ziko sambil mencubit gemas pipi istrinya
"Istrinya Ziko"
Devina menjawab itu dan langsung memeluk suaminya dengan erat.
"Istrinya Ziko gemes banget." Kata Ziko sambil mengusap rambut hitam Devina dengan sayang
"Ziko di sana bisa tidur enggak? Vina enggak soalnya enggak ada yang peluk." Kata Devina dengan wajah cemberut
Ziko ikut tersenyum lalu tiba-tiba saja ide jahil muncul.
"Bisa dong kan ada yang di peluk." Kata Ziko
Benar, Devina langsung melepaskan pelukannya dan menatap Ziko dengan galak.
"Siapaa?! Ish siapaa? Ziko peluk siapaaa?" Tanya Devina marah
__ADS_1
Ziko tertawa dan ingin mengusap kepala Devina, tapi langsung di tepis oleh istrinya.
"Siapaaaaa? Ziko jahat." Rengek Devina
Ziko yang awalnya tertawa berubah panik ketika Devina malah ingin menangis.
"Ehh ehh bercanda sayang." Kata Ziko
Devina terisak dan memukul lengan Ziko karena kesal.
"Bercanda sayang." Kata Ziko
"Siapaaa? Ish bilang siapa?" Rengek Devina lagi
"Peluk guling sayang." Kata Ziko
"IHHHHH"
Devina berseru kesal dan menyerang Ziko dengan cubitan di tangannya yang sama sekali tidak terasa.
"Ihhh jahat!" Seru Devina kesal
Air mata Devina masih mengalir membuat Ziko langsung menghapus air matanya dan meminta maaf.
"Maaf maaf aku cuman bercanda." Kata Ziko
"Ihh enggak lucu!" Kata Devina kesal
Devina memukul Ziko lagi lalu keluar dari kamar masih dengan air matanya.
"Mamaaaaa"
Mendengar rengekan itu Nazwa melihat menantunya yang menuruni tangga dengan air mata di susul dengan Ziko.
"Ehh kenapa ini?" Tanya Nazwa
Devina memeluk mertuanya dengan erat.
"Bercanda Devina." Kata Ziko yang malah ingin tertawa karena melihat wajah lucu istrinya
"Zikooo"
Nazwa menegurnya membuat Ziko tertawa pelan.
"Bercanda Ma beneran." Kata Ziko
"Ihh enggak lucuuu." Kata Devina kesal
"Aku tinggal lagi ya?" Canda Ziko
"Ziko"
Nazwa kembali menegurnya dan tak lama Devina melepaskan pelukannya lalu memukul lengan Ziko karena kesal.
"IHHH"
"Udah sini Vina sama Mama aja." Kata Nazwa
Dengan wajah cemberut Devina menghampiri Nazwa lagi membuat mertuanya itu menghapus air matanya dengan penuh kelembutan.
"Jangan di gangguin Ziko kamu ini." Tegur Nazwa
"Gemes sih dianya." Kata Ziko
Menggelengkan kepalanya pelan Nazwa menatap lagi menantunya.
"Ikut Mama masak yuk? Mama mau buat cake." Kata Nazwa
Raut wajah Devina berubah dia terlihat senang dan langsung mengangguk dengan semangat.
__ADS_1
"Eh gak mau sama aku?" Goda Ziko
Devina memasang wajah galaknya dan menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Enggakk!"
Setelah memberikan jawaban itu Nazwa mengajak Devina ke dapur meninggalkan Ziko yang semakin gemas dengan tingkah istrinya.
Lagian siapa juga yang bisa menggantikan Devina?
Ziko bahkan nyaris tak bisa tidur karena terus memikirkan istrinya di sana.
°°°°
Devina menatap ke sekelilingnya dengan raut wajah bingung, dia pergi ke kantor mertuanya untuk menemui Ziko dan tadi sudah izin dengan Nazwa juga yang langsung memberikan izin. Sejak tadi Devina sangat ingin makan berdua dengan Ziko di tempat mereka biasa makan, warung bakso yang dulu sering mereka kunjungi.
Meskipun masih merasa kesal, tapi Devina tidak bisa bohong kalau dia juga sangat tidak bisa berjauhan dengan Ziko dan lagi suaminya itu tadi hanya bercanda. Memang Devina saja yang lagi sensitif makanya menangis, tapi sekarang Devina sudah biasa saja.
Melangkahkan kakinya ke dalam Devina berniat untuk bertanya pada seorang pegawai.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?" Tanya wanita itu dengan senyuman di wajahnya
"Vina mau ketemu Ziko." Kata Devina
Wanita itu terlihat bingung ketika mendengarnya.
"Sudah buat janji...."
Belum selesai bicara suara seseorang membuat keduanya menoleh dan wanita itu langsung menunduk sopan begitu melihat atasannya.
"Loh ada Vina?" Kata Zidan
"Papaaa aku mau ketemu Ziko." Kata Devina
Zidan tersenyum lalu mengajak Devina untuk pergi ke ruang kerja Ziko yang ada di atas. Di samping Zidan ada sekretarisnya yang ikut tersenyum pada Devina lalu mengikuti langkah kaki mereka.
"Vina sama siapa?" Tanya Zidan
"Sendirian, naik taxi." Kata Devina
Zidan mengangguk singkat dan Devina diam dengan senyuman ketika mereka ada di lift yang membawa mereka naik ke lantai empat. Begitu keluar Devina mengikuti lagi langkah kaki mertuanya itu hingga berhenti di ruangan yang ada di sebelah kanan.
"Ziko ada di sana Vina masuk aja ke dalam dia lagi gak sibuk kok." Kata Zidan
"Makasih Papa." Kata Devina
Devina masuk ke dalam ruangan dan langsung memanggil suaminya membuat Ziko mendongak mengalihkan pandangannya dari layar laptop. Tersenyum manis Ziko menghampiri Devina yang langsung memeluknya.
"Ziko"
Ziko tertawa dan membalas pelukan Devina sambil mengusap rambutnya dengan sayang.
"Kok bisa ke sini?" Tanya Ziko
"Naik taxi terus di antar Papa ke sini tadi ketemu Papa di bawah." Kata Devina sambil tersenyum
Ziko mengangguk faham dan mengusap pipi Devina ketika istrinya itu menjauhkan tubuhnya.
"Vina minta maaf ya udah marah-marah tadi padahal Ziko cuman bercanda." Kata Devina
Ziko tersenyum dan mengangguk singkat sebagai jawaban.
"Enggak papa." Kata Ziko
Devina menatap mata suaminya lalu berjinjit dan mencium bibirnya sebentar.
"Vina cium supaya Ziko senang"
Astaga Devina muncul di hadapannya saja sudah membuat Ziko senang.
__ADS_1
°°°°
Halo aku updateee🥳