Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Pasar Malam


__ADS_3

"Lalii laliiii ada Amiii"


Arthan berlari menjauh ketika Devina ingin mengomeli anak itu karena tidak mau tidur siang sedangkan Ardhan sudah anteng minum susu di kamarnya, tapi anak satu itu malah asik berlarian sana sini. Helaan nafas Devina terdengar dia menyusul Arthan yang sudah menjauh dan berlari ke halaman belakang rumah.


Sampai di halaman belakang bukannya diam anak itu malah naik sepedanya yang ada di sana membuat Devina pusing sendiri. Anak itu mengitari halaman belakang rumah dengan sepedanya dan kini Devina mengalah dia duduk sambil menatap Arthan dengan lelah.


Sudahlah Devina lelah kalau di suruh mengejar Arthan yang tidak ada capeknya.


"Awas ya kalau Papi pulang Mami bilang Arthan enggak mau tidur siang, jadi enggak usah di ajak ke pasar malam." Kata Devina


Arthan langsung berhenti mengayuh sepedanya dia turun dan berlari mendekati Devina dengan wajah cemberut.


"Aaaa ikuttt." Rengek Arthan


"Kalau mau ikut harus tidur siang nanti di sana malah ngantuk gimana? Kan malam." Kata Devina sambil mencubit pipi Arthan dengan gemas


"Gak ngantuk." Kata Arthan


Tuh kan lihat malah menjawab.


"Yaudah enggak usah di ajak Arthan nanti Mami telpon Papi terus bilang 'Papi nanti malam Arthan enggak ikut soalnya dia enggak mau tidur siang...."


"Aaaa ikut ikuttt." Rengek Arthan sambil memeluk Devina dan menyandarkan kepalanya di bahu Devina dengan manja


"Mau nurut enggak sama Mami? Mau bobok siang enggak?" Tanya Devina


"Mauu"


Devina tersenyum dan langsung menggendong anak itu lalu membawanya ke kamar.


Arthan langsung turun begitu sampai di kamar dia naik ke atas ranjang dan menatap Ardhan yang masih minum susu.


"Ayo minum dulu susunya." Kata Devina


Arthan meminum susunya hingga habis begitu juga dengan Ardhan membuat Devina tersenyum dan menaruh gelas besar itu ke atas meja.


"Nah sekarang tidur nanti malam kita jalan-jalan." Kata Devina


Keduanya tersenyum senang dan langsung berbaring kemudian Devina menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


Mereka berdua ini susah sekali kalau di minta tidur siang maunya main saja.


°°°°


Devina masuk ke dalam ruang kerja Ziko, sendirian anak-anaknya sudah tidur, jadi Devina pergi untuk mengantarkan makan siang karena katanya Ziko malas membeli makan. Senyumnya mengembang dengan sempurna dia memanggil Ziko hingga suaminya itu kini menatapnya dan balas tersenyum.


Berlari kecil mendekat Devina langsung memeluk Ziko membuat pria itu tersenyum dan membalas pelukannya. Cukup lama hingga Ziko menjauhkan tubuhnya kemudian memberikan ciuman di kening dan bibir Devina untuk waktu yang singkat.


"Si kembar tidur ya?" Tanya Ziko


"Tidur, Vina suruh tidur nanti malam kan mau ajak mereka ke pasar malam." Kata Devina


Ziko mengangguk singkat dia mengajak Devina untuk duduk.


"Ayo makan katanya Ziko lapar." Kata Devina


"Nanti aja deh." Kata Ziko sambil memeluk Devina dari samping


Pria itu memejamkan matanya sejenak, dia lelah sekali hari ini sejak pagi Ziko baru sempat kembali ke ruangan saat makan siang ini saja sebentar lagi sudah harus ikut Papa nya ke pertemuan penting.


Sekarang Ziko ingin memeluk Devina dulu, mengisi tenaga, dia merasa nyaman sekali setiap kali berada dalam pelukan Devina.


"Makan dulu." Kata Devina sambil mengusap pipi Ziko dengan sayang


"Vina kesini sama siapa?" Tanya Ziko yang malah mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"Naik taxi." Kata Devina


"Nanti ya pulangnya aku mau peluk dulu sebentar." Kata Ziko


"Iya, Ziko capek ya?" Tanya Devina


Ziko mengangguk singkat sebagai tanggapan dan semakin memeluk Devina membuat Devina hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya.


"Kalau Ziko capek nanti malam batalin aja ke pasar malamnya." Kata Devina


"Janganlah nanti mereka ngambek." Kekeh Ziko


Devina tersenyum dan ketika Ziko menjauhkan tubuhnya dia mengusap pipi suaminya itu dengan sayang.


"Ayo makan, mau Vina suapi enggak?" Tanya Devina


"Makan sendiri aja." Kata Ziko


Devina tersenyum dan menatap Ziko yang sekarang sedang membuka kotak makan yang dia bawa lalu mulai menyantap makan siangnya.


Ziko sekarang cukup sibuk, dia banyak waktu di kantor karena sekarang lebih sering menggantikan Zidan di berbagai pertemuan penting.


Tapi, Ziko tidak pernah melupakan Devina dan si kembar pria itu selalu punya waktu untuk keluarga kecilnya.


°°°°°


Si kembar begitu senang pergi ke pasar malam mereka melompat kegirangan begitu sampai di pasar malam yang ramai pengunjung. Tangan Devina menggenggam tangan Ardhan dan Ziko menggenggam tangan Arthan agar anak itu tidak berlarian.


Keduanya benar-benar sangat senang mereka heboh sendiri ketika sampai membuat Ziko dan Devina hanya bisa tersenyum melihatnya. Pertama mereka mengajak dulu Arthan dan Ardhan ke wahana permainan membuat keduanya sangat senang.


"Ituuu ituuu naik ituu Amiii." Kata Arthan heboh


Anak itu menunjuk bianglala.


"Naik itu Amii." Kata Ardhan juga


Ziko langsung membayar untuk empat orang dan mereka langsung naik begitu bianglala berhenti.


"Naik naikkk naik." Kata Arthan heboh


Devina menggelengkan kepalanya pelan dan begitu mereka naik Devina langsung merangkul Arthan juga Ardhan agar tidak banyak bergerak apalagi ketika bianglala mulai bergerak naik. Sayangnya kedua anak itu sudah heboh sendiri mereka langsung berdiri membuat Devina tersentak.


Bukan hanya itu Devina panik sendiri ketika Arthan dan Ardhan melompat.


"Naik naikkk." Kata mereka sambil melompat


"Ehh ehh jangan lompat." Kata Devina


"Arthan Ardhan duduk nanti kita turun ya?" Ancam Ziko


Mereka cemberut, tapi menurut saja Arthan duduk di samping Ziko dan Ardhan duduk di samping Devina.


"Naik naikk." Kata mereka bersamaan, tapi kali ini sambil duduk


Sudahlah biarkan saja Devina pusing sendiri.


"Telbang telbang kita tinggi wusss." Kata Arthan


"Ada kapal cepelti ayunan... Kapalnya enggak di ail." Kata Ardhan


"Naik naikk." Kata Arthan yang benar-benar tidak mau diam


Keduanya berdiri lagi mereka mengintip keluar membuat Devina langsung menarik keduanya agar menjauh karena takut jatuh, ya meskipun ada pengaman, tapi kan tetap saja.


Mereka terus saja berceloteh hingga akhirnya bianglala berhenti dan mereka turun dari sana, lagi Devina berseru kesal ketika Arthan turun dengan cara melompat.

__ADS_1


"Lompattt"


Devina menghela nafasnya pelan dan langsung menggandeng tangannya sebelum dia kabur.


"Ituu ituu antuu antuuu." Kata Arthan menunjuk rumah hantu


"Emang Arthan enggak takut?" Tanya Ziko


Arthan menggelengkan kepalanya pelan.


"Ardhan mau enggak?" Tanya Ziko lagi


Ardhan tersenyum dan mengangguk, tapi Devina tidak mau ikut.


"Vina tunggu sini aja." Kata Devina


Dia bisa tidak bisa tidur kalau sampai masuk ke sana.


"Tapi, jangan nakal ya? Jangan lari nanti hilang." Kata Ziko


Keduanya mengangguk patuh dan kini mereka masuk ke dalam meninggalkan Devina yang menunggu sendirian di luar.


Masuk ke dalam Ziko menggandeng tangan keduanya agar tidak kabur dan membuatnya pusing karena menghilang di dalam rumah hantu. Bukannya takut keduanya malah terlihat senang apalagi Arthan yang malah tertawa ketika hantu muncul.


"Tembak tembak dol doll antunya abis ditembak ya Pi? Beldalah dia." Kata Arthan


Ya suka-suka kamu Arthan.


"Antunya jelekk." Kata Arthan lagi


Kedua anak itu benar-benar tidak takut dan malah asik berceloteh sendiri.


Sudahlah Ziko pusing sendiri dengan kelakuan mereka berdua.


"Antu jelek antu jelek." Kata Arthan


Dia benar-benar tidak takut meskipun wajahnya seram, tadi saja Ziko kaget, tapi mereka malah sibuk hantu jelek hantu jelek.


Jangan saja mereka diikuti sampai rumah nanti.


"Halusnya aku bawa tembakan Pi bial bica pelang cama antu tembak tembak dol dolll." Seru Arthan dengan suara keras yang menggema di ruangan


Ziko hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


"Kita tablak antunya." Kata Ardhan juga


"Iya tablakkk." Kata Arthan


"Ehh ehh Arthan ya ampun anak itu." Kata Ziko


Anak itu berhasil lepas dan berlari kemudian menabrak seseorang membuat Ziko menepuk pelan dahinya.


"Arthan sini nanti Papi tinggal kamu ya disini sama hantu." Kata Ziko antara kesal dan malu


Anak itu malah menyengir lucu kemudian mendekat kepada Ziko lalu menggandeng lagi tangan Papi nya.


Ya ampun perasaan Ziko tidak begitu ketika masih kecil dulu.


Dasar tidak mau diam!


°°°°


Arthan hantu aja di ajak ribut, capek banget😭


Oh yaa jangan lupa mampir di cerita aku yang di aplikasi oren yaa😁

__ADS_1



__ADS_2