
Kelelahan menemani Darren yang begitu aktif Devina akhirnya bisa bernafas lega begitu anak itu tidur dalam dekapannya. Sekarang Devina tersenyum sambil mengusap kepala Darren dengan sayang membuat Ziko menatapnya dalam diam serta senyuman yang mengembang dengan sempurna.
Seolah sudah biasa Devina menjaga Darren dengan penuh perhatian dan anak itu juga merasa sangat senang hingga dia terus mengajak Devina bermain, mulai dari game hingga berlarian di dalam rumah. Biasanya kalau hanya dengan Ziko anak itu hanya akan bermain game saja atau menonton kartun, tapi karena ada Devina dia melakukan banyak hal.
Melihat hal itu membuat hati Ziko menghangat sendiri, dia seolah melihat Devina yang menjaga anaknya sendiri.
"Capek ya Vin?" Tanya Ziko
Devina mematap Ziko dengan senyuman lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Heem Darren gak mau diam main terus." Kata Devina
"Sini aku peluk biar gak capek lagi." Kata Ziko
Devina tertawa mendengarnya, tapi ia tetap mendekat pada Ziko dan duduk dipangkuannya lalu memeluk dengan sayang.
"Besok mau ke rumah Daddy kamu kan?" Tanya Ziko
"Mauu"
"Nanti kita kesana sekitar jam sembilan atau sepuluh ya?" Kata Ziko membuat senyuman manis Devina mengembang dengan sempurna
Menganggukkan kepalanya dengan semangat Devina mencium sekilas bibir suaminya dan mengucapkan terima kasih.
"Makasih Zikoo"
"Ciumnya yang lamaa." Kata Ziko
"Ish gak mau." Kata Devina galak
"Vinn"
Mengerucutkan bibirnya sebal Devina menatap Ziko yang tersenyum padanya dan akhirnya Devina mendekatkan lagi wajahnya lalu mencium bibir Ziko. Tak langsung menjauhkan wajahnya Devina menggerakkan bibirnya perlahan dengan tangan yang mengusap leher suaminya.
Di sela ciuman mereka Ziko tersenyum dia melingkarkan tangannya pada pinggang Devina dan menariknya untuk mendekat sambil membalas ciuman yang Devina berikan. Entah berapa lama, tapi Devina langsung berhenti begitu dia merasa kalau nafasnya hampir habis.
"Udah"
"Kurang lamaa." Kata Ziko membuat Devina kesal sendiri
"Ishh nakal banget." Kata Devina
Ziko tertawa lalu kembali memeluk Devina dengan erat membuat istrinya itu menyandarkan kepala di dada bidangnya.
"Zikoo"
"Hm"
"Vina mau jalan-jalan lagi kayak kita biasanya." Kata Devina
"Jalan-jalan?" Tanya Ziko
"Heem dulu kita jalan-jalan terus ke kedai ice cream, cafe, pantai dan banyak deh pokoknya." Kata Devina
"Vina mau jalan-jalan?" Tanya Ziko
"Mau"
"Yaudah nanti kita jalan-jalan, malam ini gimana? Vina mau ke pasar malam?" Tanya Ziko
Devina menjauhkan wajahnya lalu mengangguk dengan semangat.
"Mauu"
"Nanti malam kita kesana ya?" Kata Ziko
__ADS_1
"Iyaa"
Merasa sangat senang Devina mencium bibir Ziko hingga berkali-kali membuat pria itu tertawa ketika mendapatkannya.
"Udah ah nanti kamu aku terkam sampai gak bisa jalan." Kata Ziko
"Ishh Zikoo!"
"Kami cantik banget sih Vin." Kata Ziko sambil menatap Devina dengan senyuman
"Em Vina cantik karena Vina perempuann." Kata Devina
"Gemes banget." Kata Ziko sambil mencubit gemas pipinya
"Ziko juga gemes pipinya kayak Vina." Kata Devina
Ziko tertawa mendengarnya apalagi ketika Devina terus mencubit pipinya dan menariknya pelan.
Tentu saja berat badan Ziko memang naik dan hal itu membuat dia kelihatan lebih berisi sekarang, tapi tetap saja tubuh kekarnya tidak hilang.
Ziko terlampau bahagia bersama dengan Devina.
"Nanti kalau udah mulai kuliah Ziko yang anterin Vina ya?" Kata Devina
"Iya aku yang anter dan jemput kamu kalau perlu aku bakal anterin sampai ke kelas." Kata Ziko
Devina tersenyum dan memeluk Ziko lagi.
"Vina suka dipeluk sama Ziko." Kata Devina
"Kalau dicium suka?" Tanya Ziko
"Emm sukaa"
"Tadi udah jangan sering-sering." Kata Devina
"Memang kenapa?" Tanya Ziko
Devina menatap Ziko sebentar lalu menundukkan kepalanya dan mengatakan hal yang membuat Ziko tertawa.
"Bibirnya sakit Ziko suka gigit bibir Vina yang bawah"
Astaga gemas sekali Ziko jadi ingin menciumnya lagi.
¤¤¤
"MOMMYYYY"
Seruan Devina terdengar bersamaan dengan dia yang berlari masuk ke dalam rumah dan langsung memeluk Fahisa dengan sangat erat. Setelah cukup puas Devina menjauhkan tubuhnya lalu mencium pipi Fahisa berkali-kali membuat wanita paruh baya itu tersenyum senang.
Awalnya dia kaget sekali dengan kedatangan Devina yang tiba-tiba, tapi sekarang Fahisa sangat senang dengan kedatangan Devina bersama dengan menantunya. Baru saja ingin meminta keduanya untuk duduk ternyata Daffa yang tadi lagi di atas kini turun dan melihat Devina.
Mata keduanya bertemu Devina kembali berseru dan menghampiri Daffa yang masih terkejut karena Devina datang tanpa memberi kabar.
"Daddyyy kangenn"
Sudah cukup dengan rasa terkejutnya Daffa membalas pelukan itu dengan sangat erat lalu menjauhkan tubuhnya dan mencium kening Devina.
"Vina kamu gak bilang mau kesini." Kata Daffa
Devina tersenyum lalu menatap Ziko yang ikut tersenyum melihatnya.
"Vina mau kasih kejutan, kemarin Vina bilang sama Ziko mau kesini terus kata Ziko boleh." Kata Devina senang
"Yaudah sini duduk dulu." Kata Daffa
__ADS_1
"Vano mana?" Tanya Devina
Daffa baru akan menjawab sebelum suara Devano terdengar bersamaan dengan pria itu yang baru saja pulang.
"VANOO"
Devano mendongak lalu menatap Devina dengan mata membulat dan dia semakin terkejut ketika Devina berlari lalu memeluknya dengan erat.
"Vina kamu disini?" Tanya Devano sambil membalas pelukan itu dengan erat
"Vina kangenn"
"Aku juga kangen banget sama kamu." Kata Devano
"Vina sini duduk dulu kamu baru sampai." Kata Daffa
Devina melepaskan pelukannya dan mengangguk patuh lalu berjalan ke arah sofa bersama dengan kembarannya. Sampai sana Devina duduk tepat disamping Ziko lalu menatap keluarganya dengan senyuman.
"Vina enggak bilang mau kesini Mommy gak ada apa-apa sayang." Kata Fahisa
"Enggak papa Mommy." Kata Devina
"Iya Ma gak masalah kami kesini mau main aja Vina bilang kangen banget dan di rumah kami juga gak ada kerjaan apapun." Kata Ziko
"Mama senang karena kalian datang kesini." Kata Fahisa
"Iya, makasih Ko udah ajakin Vina kesini." Kata Devano sambil tersenyum
"Gak perlu bilang makasih Van." Kata Ziko
"Gimana kabar orang tua kamu Ziko?" Tanya Daffa membuat Ziko mengalihkan pandangannya ke arah sang mertua
"Mama sama Papa baik." Kata Ziko dengan senyuman
Mereka mengobrol tentang banyak hal dan Ziko dapat melihat kebahagiaan yang Devina rasakan.
Istrinya itu pasti sangat merindukan orang tua serta kembarannya bahkan dari senyuman serta tatapan matanya dapat terlihat jelas.
"Ziko"
"Iya Pa?" Kata Ziko
"Kapan perkiraan kalian masuk kuliah?" Tanya Daffa
"Mungkin satu bulan lagi itu juga belum langsung kuliah Pa biasanya masih nyusun jadwal dulu." Kata Ziko
"Kamu gak ada niat mau ajak Devina pergi? Tau kan maksud Papa?" Kata Daffa
Ziko mengangguk canggung, tentu saja dia tau apa maksudnya masalah bulan madu.
"Ada Pa"
"Pergi kemana?" Tanya Devina sambil menatap yang lainnya dengan penasaran
"Jalan-jalan sayang." Kata Daffa
Devina mengangguk faham lalu dia malah mengatakan hal yang membuat mereka menahan tawa ketika mendengarnya.
"Ada kok Daddy kami sudah berencana mau pergi jalan-jalan emm ke kedai ice cream terus ke pantai atau ke mall juga dan tadi malam kami ke pasar malam"
Devina dengan segala kepolosannya.
¤¤¤
Aduh Vina polos banget sih, jadi pengen cubit pipinya😶
__ADS_1