Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Percakapan Tentang Dulu


__ADS_3

Pernikahan yang sempurna bersama dengan Devina adalah hal yang selalu Ziko harapkan bahkan dia rela melakukan apapun untuk Devina agar istrinya itu bahagia dan tetap berada di sisinya. Mungkin jika Ziko terlalu egois serta hanya mementingkan dirinya sendiri dia akan memaksa Devina untuk berhenti kuliah saja, tapi tidak Ziko tidak mau Devina merasa terkekang dengan sikapnya.


Benar kata teman-temannya dia hanya perlu percaya pada Devina dan seperti apa yang pernah Devina katakan bahwa dalam sebuah hubungan kepercayaan adalah hal yang paling penting, jangan sampai hal itu hilang. Sekarang Ziko tidak ingin rasa cemburu menguasai dirinya dan malah membuat hubungannya dengan Devina memburuk dia tidak mau kalau hal seperti itu sampai terjadi.


Setelah selesai makan malam bersama teman Ayahnya kini mereka telah pulang ke rumah dan Devina sedang duduk di meja rias sambil melepas kalung yang melingkar manis di lehernya lalu menghapus make up yang dia kenakan.


"Vina"


"Emm"


Ziko berjalan mendekat lalu meletakkan kedua tangannya di bahu Devina membuat istrinya itu tersenyum.


"Kenapa Ziko?" Tanya Devina


"Enggak, aku mau tidur, tapi mau nungguin kamu selesai dulu." Kata Ziko


Devina mengangguk faham lalu mengambil beberapa kapas dan membasahi benda itu dengan sesuatu sebelum mengusapkan ke wajahnya.


"Kamu cantik banget tadi." Kata Ziko membuat DevinDevina tersenyum mendengar nya


"Vina gak pernah dibolehin pakai-pakai make up jadi dulu Vina sering beli diam-diam terus disumputin di bawah baju." Kata Devina


"Nakal"


Devina hanya menanggapinya dengan senyuman lalu menatap wajahnya di kaca yang sekarang sudah tidak ada lagi make up disana.


"Nah udah bersih sekarang Vina mau ke kamar mandi dulu cuci muka terus ganti baju." Kata Devina


"Cepetan ya?" Kata Ziko yang di jawab dengan anggukan oleh istrinya


Selagi Devina pergi ke kamar mandi Ziko duduk di meja rias lalu mengambil foto pernikahan mereka yang terdapat di bingkai. Senyuman manisnya mengembang Ziko mengusap foto itu dengan penuh kelembutan dan dia mendadak ingat hari pernikahannya dengan Devina.


Hari ketika dia melihat Devina dengan gaun pengantin dan berjalan di sisi kedua orang tuanya lalu ketika Ziko memakaikan cincin untuknya serta memberikan ciuman dikeningnya. Semua masih teringat kelas dalam ingatannya bahkan dia masih sangat ingat setiap kata yang mertuanya ucapkan untuknya.


Perkataan mertuanya yang menyerahkan tanggung jawab Devina padanya.


'Saya percayakan anak saya pada kamu Ziko dan saya harap kamu tidak akan pernah menyakiti dia karena bagi kami Devina layaknya mutiara yang sangat berharga, tolong jaga dia dan gantikan tanggung jawab kami untuk menjaganya'

__ADS_1


'Sejak awal Mama tau kalau kamu pasangan yang paling cocok dengan Devina karena ketika melihat cara kamu menatapnya Mama tau bahwa ada cinta yang begitu besar untuk Devina dan Ziko tolong jaga anak Mama jangan pernah menyakiti dia apalagi membuatnya menangis'


Mungkin Ziko masih terlalu mudah bahkan usianya masih dua puluh tahun ketika menikah, tapi Ziko sudah sangat mengerti dan yakin tentang perasaannya. Cinta yang dia miliki untuk Devina nyata dan Ziko yakin cinta itu akan bertahan untuk selamanya, dia tidak akan berkhianat.


Saat tengah asik melamun Ziko mendengar suara pintu yang terbuka dan ternyata Devina yang sudah keluar dengan memakai piyama berwarna hijau. Tersenyum manis Ziko beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Devina untuk segera tidur.


Begitu naik ke atas ranjang Devina langsung mendekat dan memeluk Ziko dengan erat membuat suaminya itu mengusap kepalanya.


"Vin"


"Hmm"


"Kita ngobrol sebentar yuk." Ajak Ziko


Perkataan itu membuat Devina menguraikan pelukannya lalu menatap Ziko dengan alis bertaut.


"Ziko mau bicara tentang apa?" Tanya Devina


Ziko tersenyum dia menatap Devina lalu mengusap pipinya dengan sayang.


"Kenapa Ziko tanya gitu? Vina enggak pernah menyesal." Kata Devina dengan senyuman manisnya


"Aku cuman mau tanya aja sayang dan ada pertanyaan lagi." Kata Ziko


"Apa pertanyaannya? Sekarang Vina bakal jawab apa pun yang Ziko tanyakan." Kata Devina


"Kamu pernah merasa risih sama sikap posesif aku?" Tanya Ziko


"Enggak Vina justru senang karena itu artinya Ziko sayang sama Vina dan lagi Vina udah biasa karena Daddy sama Vano juga gitu." Kata Devina


"Kamu pernah bayangin gak Vin gimana jadinya kalau aku gak nyataiin cinta ke kamu?" Tanya Ziko


"Bentar Vina bayangin dulu." Kata Devina


Ziko tertawa mendengarnya dan dia menatap Devina yang benar-benar terlihat seperti sedang berfikir.


"Kalau Ziko enggak nyataiin cinta ke Vina mungkin Vina bakal sama Alex atau Harris mereka sempat dekat sama Vina dulu." Kata Devina

__ADS_1


"Seandainya aku enggak ikutin kata Mona dan yang lainnya terus malah berakhir dengan biarin kamu dekat sama Alex pasti sekarang kita...."


"Kita enggak menikah mungkin Vina masih pacaran." Kata Devina


"Kamu kelihatan santai banget ngomongnya." Kata Ziko sambil tertawa kecil


"Iya kan Ziko cuman tanya." Kata Devina


"Dulu aku takut banget mau bilang suka ke kamu." Kata Ziko


"Kenapa takut?" Tanya Devina bingung


"Ya karena kita sahabatan Vin dan disitu aku posisinya tau kalau kamu lagi jatuh cinta banget sama satu orang, aku takut kalau pengakuan cinta aku malah membuat hubungan kita gak baik dan buat kamu menjauh dari aku makanya aku selalu nyembunyiin perasaan yang aku punya." Kata Ziko


"Padahal Ziko itu yang paling penting untuk Vina dulu memang Vina suka banget sama Alex, tapi karena Alex pacaran terus dan Vano juga minta aku jaga jarak sama dia aku gak pernah terlalu berharap sama Alex." Kata Devina


"Kenapa aku penting untuk kamu Vin?" Tanya Ziko


"Em karena yang selalu ada untuk Vina dan selalu bisa ngertiin Vina itu cuman Ziko terus kalau boleh jujur dulu Vina takut kalau Ziko punya pacar terus jadi berubah sama Vina bahkan Vina sempat berharap supaya Ziko enggak usah punya pacar." Kata Devina


Mendengar hal itu Ziko tertawa dia senang sekali mendengarnya dari mulut Devina, ternyata dia sangat spesial ya?


"Vina juga pernah berfikir untuk buat Ziko enggak bisa punya pacar terus kalau Ziko punya pacar nanti bakal Vina pisahin supaya Ziko sama Vina aja." Kata Devina lagi


"Sesayang itu kamu sama aku ya?" Kata Ziko sambil menatap Devina


Devina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Dari dulu Vina sayang sama Ziko bahkan kalau Ziko memang menyatakan perasaan sama Vina sejak awal kita pasti udah pacaran dari lama," Kata Devina.


Ziko tersenyum dia hanya menatap Devina yang sekarang mendekatkan wajahnya lalu memberikan ciuman singkat di bibirnya.


"Karena Devina gak mungkin menolak seorang Ziko"


°°°


Maaf kemarin gak update🙂

__ADS_1


__ADS_2