Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Morning Sickness


__ADS_3

Kali pertama sejak kehamilannya Devina mengalami morning sickness yang cukup parah karena sejak memakan sedikit sarapan Devina memuntahkan lagi semua makanan yang telah dia makan. Sampai sekarang Devina masih di kamar mandi dia menunduk dan masih berusaha untuk muntah karena merasa sangat mual.


Di sampingnya ada Ziko yang menunggu sambil mengusap tengkuknya dia terlihat begitu cemas karena Devina tidak berhenti muntah juga. Perut Devina terasa bergejolak dia masih merasa mual, tapi tidak ada lagi yang bisa Devina muntahkan tadi saja dia hanya makan sedikit.


Tak hanya itu kini Devina merasa perutnya sangat sakit hingga dia meringis dan memegang perutnya cukup kuat.


"Zikoooo"


Devina merengek membuat Ziko semakin merasa cemas apalagi ketika Devina menangis.


"Ziko sakittt"


Devina membalik tubuhnya dia menatap Ziko dengan air mata yang mengalir di pipinya.


"Ziko sakittt"


"Kita ke kamar ya?" Kata Ziko


Devina mengangguk singkat dia melingkarkan tangannya di kedua leher Ziko dan bersandar di bahunya ketika Ziko menggendongnya.


"Ziko perutnya sakitt Vina mual, tapi enggak bisa muntah lagi." Kata Devina pelan


"Iya Vina istirahat dulu ya? Habis ini Ziko telpon Dokter." Kata Ziko


Devina tak menjawab dia terus bersandar di bahu Ziko tanpa mau mengatakan apapun bahkan ketika tau bahwa mertuanya juga ikut mereka pergi ke kamar. Begitu masuk ke dalam kamar Devina meminta Ziko untuk tidak pergi dan jadilah sekarang Devina duduk di pangkuan Ziko dengan tangan yang masih memeluk leher suaminya.


Tangan Ziko mengusap sayang rambutnya membuat Devina merasa sedikit tenang, tapi perutnya masih sakit.


"Vina minum dulu sayang." Kata Nazwa


Devina mengangguk patuh lalu meminum air hangat yang mertuanya berikan dan Devina merasa mulutnya sangat pahit.


"Makan lagi ya?" Kata Ziko


Devina langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Enggak"


"Vina harus makan nanti perutnya nambah sakit." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


Devina masih menolak dia terus saja memeluk Ziko dan bersandar di bahunya tanpa mau mengatakan apapun.


"Devina"


"Sakit Ziko perutnya sakit." Kata Devina manja


"Iya sayang tapi Vina harus tetap makan." Kata Ziko


Devina menggelengkan lagi kepalanya.


"Enggak nanti muntah lagi." Kata Devina


"Devina harus tetap makan sayang, nanti baby nya lapar gimana?" Kata Nazwa berusaha membujuk menantunya


Devina masih menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Sedikit aja gak papa ya? Habis ini Vina istirahat." Kata Ziko


"Enggak mau makan." Rengek Devina


"Makan dulu sayang sedikit aja enggak papa." Kata Ziko lagi


Devina melepaskan pelukannya lalu mendongak dan menatap mata Ziko yang membuatnya akhirnya luluh juga.


"Sedikit aja tapi ya?" Kata Devina


"Iya sayang"


Devina baru akan turun untuk pergi ke bawah, tapi Nazwa langsung menahannya.


"Udah Vina sini aja ya? Biar Mama yang bawa makan ke kamar." Kata Nazwa

__ADS_1


Devina menggelengkan kepalanya pelan.


"Enggak, mau makan di bawah aja Ziko gendong." Kata Devina


Ziko tersenyum begitu juga dengan Nazwa lalu dengan hati-hati Ziko menggendong lagi tubuh Devina dan membawanya ke bawah untuk kembali menyantap sarapan. Setelah ini Ziko harus pergi ke kantor Papa nya karena sebelum berangkat dengan terburu-buru tadi Zidan memintanya untuk datang ke kantor.


Dan Ziko tidak mungkin pergi sebelum memastikan Devina sudah makan meskipun hanya sedikit saja.


Begitu sampai di ruang makan Devina melihat lagi banyaknya sayuran yang ada di meja membuat wajah Devina berubah murung dan dia kembali memeluk Ziko dengan erat.


"Kenapa hm? Vina mau makan apa?" Tanya Ziko


"Vina... Emm"


Devina terdiam sejenak sambil menatap meja makan dan matanya terhenti pada omelette yang masih ada di piring.


"Mau itu aja." Kata Devina


"Mama gak papa Vina biar sama aku aja." Kata Ziko


Nazwa mengangguk singkat dia tersenyum dan mengusap sayang rambut hitam menantunya.


"Vina makan ya?" Kata Nazwa


Devina tersenyum lalu mengangguk singkat.


"Duduknya gini aja di pangku sama Ziko." Kata Devina


"Iya sayang." Kata Ziko


"Vina enggak mau pakai nasi omelette nya aja semua." Kata Devina


Ziko kembali menuruti keinginan istrinya dan mengambil satu piring omelette yang masih cukup banyak.


Keluarga Ziko memang suka sekali sayuran, jadi biasanya makanan lain tidak terlalu suka makanya Nazwa selalu memasak sayuran.


"Ziko pakai saus tomat." Kata Devina lagi


Saat Devina sedang mengunyah Ziko mengulurkan tangannya untuk mengusap perut Devina dengan sayang.


"Makan yang banyak ya baby biar kalian gendut." Kata Ziko membuat Devina tersenyum mendengarnya


Suapan demi suapan Devina Terima hingga ketika dia piring tinggal tersisa tiga omelette lagi Devina meminta sudah dan mengatakan bahwa dia sudah kenyang. Masih dengan senyuman Ziko memberikan lagi minum untuk Devina.


Baru saja selesai minum Devina merasa mual lagi, tapi dia berusaha menahannya dan memeluk Ziko dengan erat sambil bersandar di bahunya.


"Ziko mual lagi." Rengek Devina


"Vina mau muntah lagi?" Tanya Ziko


"Enggak cuman mual aja." Kata Devina


"Ziko"


"Hm mau ke kamar?" Tanya Ziko


Devina menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.


"Vina sakit"


Ziko diam sejenak dia melepaskan pelukan Devina dan menatap wajah istrinya yang memang terlihat sedikit pucat.


"Vina sakit, jadi Vina enggak bisa ke kampus untuk ketemu Pak Mario dan artinya Vina harus istirahat di rumah tidur, nih Ziko panas kan? Vina panas." Kata Devina


Devina membawa tangan Ziko ke dahinya dan membuat suaminya itu tersenyum karena dia tidak merasakan apapun, memang hanya sedikit hangat saja. Namun, wajah istrinya itu memang sedikit pucat karena tadi muntah banyak sekali.


"Vina harus istirahat kan Ziko?" Kata Devina


Ziko mengangguk sebagai jawaban membuat Devina tersenyum senang.


"Ziko harus temenin Vina." Kata Devina manja

__ADS_1


"Iya nanti aku telpon Papa." Kata Ziko dengan penuh kelembutan


Devina tersenyum dia kembali bersandar di bahu sang suami dan memejamkan matanya kala merasakan usapan di rambutnya.


"Zikooo"


Ziko bergumam pelan sebagai tanggapan.


"Mau ke kamar." Kata Devina


Devina melepaskan pelukannya dia menatap Ziko dengan senyuman lalu menarik sedikit kepala Ziko dan mencium singkat bibirnya hingga berkali-kali.


Perbuatan itu membuat Ziko terkejut bukan main karena biasanya Devina tidak pernah melakukan hal itu.


"Vina mau tiduran lagi Ziko"


Oh ya ampun Devina menggemaskan sekali Ziko jadi mau gigit pipinya.


Akhirnya Ziko kembali membawa Devina ke kamar dan istrinya itu langsung duduk sambil bersandar di kepala ranjang lalu Devina merentangkan tangannya.


"Ziko siniii"


Tertawa kecil Ziko akhirnya mendekat dan duduk di tepian ranjang membiarkan Devina memeluknya lagi dengan erat.


Devina baru akan bicara hingga ponsel Ziko berdering dan membuat Devina menjauhkan tubuhnya. Saat di lihat ternyata Zidan yang menelpon dan Ziko langsung mengangkatnya.


"Halo Pa"


'Kamu dimana Ziko? Cepat ke sini ya? Papa mau ajak kamu ke kantor teman Papa'


Ziko menatap Devina sebentar yang sekarang juga menatap ke arahnya.


"Aku bilang Devina dulu ya Pa? Kayaknya dia gak mau di tinggal." Kata Ziko


'Iya kalau kamu gak bisa langsung kabari Papa'


"Iya Pa." Kata Ziko


Begitu Ziko mematikan panggilan dia langsung menghampiri Devina lagi dan tersenyum seraya merapihkan rambut hitamnya.


"Mau ke kantor Papa boleh?" Tanya Ziko


Devina terdiam sejenak sambil menatap mata suaminya.


"Lama?"


"Enggak cuman sebentar aja." Kata Ziko


"Janji?"


Ziko mengangguk pasti membuat Devina tersenyum.


"Pulangnya beliin Vina ice cream coklat yaaa?"


"Iya sayang"


"Emm Ziko jangan genitt." Kata Devina dengan wajah cemberut


Ziko tertawa lalu mengangguk patuh.


"Sekarang cium Vina duluuu"


Tidak mau menunggu Ziko langsung mencium bibir Devina untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya menjauhkan wajahnya.


Devina tersenyum senang dan wajahnya terlihat begitu menggemaskan sekarang.


Astaga Devina kamu sadar gak ya kalau kamu itu lucu?


°°°°°


Aku updatee huhuu maaf banget baru bisa update sekarang😭

__ADS_1


__ADS_2