
Menikah bersama Devina benar-benar membuat Ziko merasa bahagia setiap detiknya, dia selalu menikmati saat-saat bersama dengan Devina entah hanya sekedar tidur bersama atau makan bersama. Sejak dulu Ziko memang sangat menyukai Devina meskipun awalnya dia sempat mengira perasaan yang dia miliki akan hilang seiring berjalannya waktu, tapi ternyata salah perasaan yang Ziko miliki malah semakin besar.
Ada banyak hal dalam diri Devina yang dia sukai dan hal yang paling dia suka adalah senyuman manisnya, hal pertama yang membuat dia jatuh hati pada Devina. Setiap kali tersenyum mata gadis itu akan menyipit bahkan nyaris menghilang hingga membuatnya benar-benar terlihat menggemaskan.
Selain senyuman Ziko juga suka suaranya, penuh kelembutan dan membuatnya selalu merasa tenang setiap mendengarnya. Mungkin kalau disebutkan akan sangat banyak, jadi Ziko hanya akan memberi tau itu saja.
Sekarang Ziko sedang menatap Devina yang tengah menyisir rambutnya mereka baru saja selesai mandi, bersama. Belakangan ini Devina memang suka melakukannya dia sering mengajak Ziko untuk mandi bersama, tidak melakukan apapun ya meskipun terkadang tangan Ziko suka tidak bisa diam, tapi Devina tidak merasa kapok.
"Udah rapih Devina rambutnya"
Ziko mengatakan itu karena sejak tadi Devina terus menyisir rambutnya yang sudah terlihat rapih.
Rambut Devina itu jatuh sangat mudah diatur dan lembut makanya tidak butuh waktu lama untuk menyisir.
"Hehe udah rapih ya?" Kekeh Devina
Sedikit merapihkan rambutnya menggunakan tangan Devina meletakkan sisir yang dia gunakan lalu menghampiri Ziko yang sedang duduk di tepian ranjang. Tersenyum manis Devina langsung duduk di pangkuannya dan menatap sang suami dengan wajah lugunya.
"Kenapa sekarang Devina nakal hmm?" Tanya Ziko
"Emmm karena Ziko yang ajarin." Kata Devina sambil tertawa
Merasa gemas Ziko mencubit pelan pipinya yang malah membuat Devina tersenyum.
"Kamu tuh bikin aku gila Vin." Kata Ziko
"Kok gituu?" Tanya Devina bingung
"Aku bisa gila kalau jauh-jauh dari kamu." Kata Ziko sambil memeluk tubuhnya dengan erat
Devina tersenyum dia juga dapat merasakan kepala Ziko yang mendusal manja di ceruk lehernya.
"Kamu wangi Vin." Kata Ziko
"Ya kan habis mandi." Kata Devina sambil tersenyum
Menyampirkan ke samping rambut hitam istrinya Ziko mencium leher belakang Devina hingga membuat Devina memeluk pundaknya.
"Ziko ish jangan besok kuliah." Kata Devina
"Iya enggak kok." Kata Ziko
Menjauhkan lagi wajahnya Ziko tersenyum lalu mencium bibir Devina hingga berkali-kali membuat istrinya itu tertawa lalu menahan wajahnya yang ingin menjauh. Sudah pernah Ziko katakan bahwa sekarang Devina sangat pintar bahkan istrinya itu sedang mencium bibirnya dengan penuh kelembutan.
Devina benar-benar telah banyak belajar dari suaminya bahkan dia tidak menolak ketika Ziko membalik keadaan dan membuatnya berbaring di atas ranjang dengan Ziko yang ada di atasnya. Menjauhkan wajahnya Ziko tersenyum seraya mengusap bibir bawah Devina dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
"Jangan godaiin aku Devina sayang nanti malam saja." Kata Ziko
"Em maunya sekarang"
"Udah berani hmm?" Kata Ziko sambil mencapit gemas hidungnya
Devina hanya tertawa kecil lalu mendorong pelan tubuh Ziko hingga berbaring di sampingnya.
"Yaudah nanti malam aja." Kata Devina
Ziko menggelengkan kepalanya pelan lalu mengusap pipi Devina dengan sayang.
"Aku lupa mau nanya sesuatu." Kata Ziko
"Nanya apa?" Tanya Devina dengan alis bertaut
"Cowok yang namanya Raga, dia dekat sama kamu kalau di kampus?" Tanya Ziko
Devina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Vina sama Raga cuman sekelas di empat mata kuliah aja gak sedekat itu dan kami dekat cuman karena sama-sama suka baca buku aja." Kata Devina
"Dia punya nomor kamu?" Tanya Ziko
"Hm yaudah"
"Memang kenapa? Ziko cemburu sama Raga?" Tanya Devina
"Iya aku takut dia suka sama kamu." Kata Ziko
"Ish enggak lah dia udah punya pacar." Kata Devina
"Ya kan takutnya Devina sayang." Kata Ziko
Devina tersenyum lalu mendekat dan memeluk Ziko dengan sayang seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Aku mau nanya lagi Vin." Kata Ziko
"Em tanya aja." Kata Devina
"Kamu kenapa mau sama aku? Kalau dibandingin yang lain aku kalah ganteng." Kata Ziko
Devina tertawa kecil dia menjauhkan wajahnya dan menatap Ziko dengan senyuman.
"Vina mau sama Ziko karena Vina sayang dan cinta sama Ziko." Kata Devina
__ADS_1
Ya ampun Ziko benar-benar mencintai Devina.
"Hanya itu?" Tanya Ziko
"Heem terus kalau untuk Vina yang paling ganteng itu Ziko." Kata Devina
"Kalau dibandingin sama Vano atau Daddy kamu?" Tanya Ziko
"Sama gantengnya gak ada yang lebih ganteng." Kata Devina dengan senyuman manisnya
Rasanya Ziko ingin menyembunyikan Devina hanya untuknya saja.
"Waktu pacaran kita pernah berantem gak sih Vin?" Tanya Ziko
"Pernah Vina masih ingat." Kata Devina
"Pernah?"
"Heem waktu Ziko cemburu sama Alex terus Ziko jalan sama Adyra terus waktu Adyra kirim pesan ke Vina dan bilang kalau Vina egois dan kekanakan yang buat kita jadi makin berantem emm terus..."
"Kayaknya cuman itu deh Vin udah kalau masih ada gak usah dilanjutin lagi." Kata Ziko
"Kenapa?"
"Aku gak mau mengingat kebodohan aku dulu." Kata Ziko
"Enggak papa kan udah lewat yang penting sekarang Ziko sudah sama Vina, milik Vina." Kata Devina dengan senyuman
"Kamu sadar gak sih Vin kalau kamu udah buat suami kamu ini tergila-gila?" Tanya Ziko
"Emm enggakk."
"Kalau gitu kamu harus tau kalau Ziko udah tergila-gila sama Devina." Kata Ziko sambil menangkup wajah Devina dan mencium keningnya
"Ziko juga harus tau kalau Devina emm"
"Devina apa hmm?" Tanya Ziko
Devina tersenyum lalu mencium sekilas bibir Ziko dan berbisik pelan di telinganya.
"Kalau Vina jadi nakal karena Ziko"
°°°
Hayoo update dulu kitaaa😘
__ADS_1