
Fahisa menatap anak perempuannya dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya, pagi ini dia di buat senang bukan main karena Devina datang ke rumah dan anaknya itu dengan paksaan mengatakan kalau dia ingin memasak untuk makan siang. Sama sekali tidak ada penolakan Fahisa hanya membiarkan saja Devina melakukan apa yang dia inginkan dan sudah sekitar dua puluh menit Fahisa menatap anaknya yang sedang memasak.
Suaminya belum pulang mungkin sebentar lagi begitu juga dengan Devano kalau Ziko dia lagi ada urusan bersama Papa nya dan tadi hanya mengantar Devina saja lalu datang setelah urusannya selesai. Meskipun belum terlihat mahir, tapi Devina begitu hati-hati bahkan Fahisa dapat melihat kalau anaknya itu sedikit takut ketika sedang memegang pisau.
Jika Devina sudah ingin melakukan sesuatu maka sulit sekali untuk melarangnya, dia akan berusaha sampai benar-benar bisa.
"Kemarin Vina masak di bantuin sama Mama terus kata Ziko enak, jadi Mommy harus cobain juga." Kata Devina
Fahisa tersenyum lalu mendekat dan mengusap kepala anaknya itu dengan sayang.
"Anak Mommy sudah sangat pintar sekarang." Kata Fahisa
"Em dari dulu udah pintar." Kata Devina membuat Fahisa terkekeh pelan mendengarnya
"Iya sayang"
"Vina mau minta Vano sama Daddy cobain juga, mereka kapan pulang Mommy?" Tanya Devina yang masih fokus dengan kegiatannya
"Mungkin sebentar lagi sayang kalau Daddy tadi bilang sudah di jalan." Kata Fahisa
"Vina enggak sabarr nanti Daddy harus coba." Kata Devina dengan penuh semangat
"Senang sekali kelihatannya." Kata Fahisa
Devina menoleh lalu menatap Fahisa dengan senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya.
"Senanggg soalnya Vina mau tunjukin ke Daddy kalau sekarang Vina udah bisa masak." Kata Devina
Tertawa kecil Fahisa mencubit pelan pipi anaknya membuat Devina hanya bisa tersenyum.
"Em sudah Mommy sanaaa biar Vina yang masak." Kata Devina
"Eh masa Mommy suruh pergi." Kata Fahisa
"Iyaa biar Vina yang selesaikan Mommy sana tunggu aja." Kata Devina
Fahisa hanya mengangguk singkat lalu pergi dari dapur meninggalkan Devina yang masih asik memasak sendirian. Baru saja ingin duduk Fahisa melihat suaminya yang baru saja pulang langsung saja dia menghampiri Daffa dan mencium punggung tangannya.
"Mana Vina sayang?" Tanya Daffa
"Di dapur"
"Dapur?"
"Iya Mas dia baru belajar memasak, jadi katanya Devina mau memasak untuk makan siang dan minta kita coba baru saja aku di suruh pergi dari dapur." Kata Fahisa
Daffa terdiam sejenak lalu setelahnya tertawa kecil.
"Astaga anak itu." Kata Daffa
__ADS_1
"Sudah kamu ke kamar dulu Mas ganti baju." Kata Fahisa
"Hm aku tidak sabar menunggu Devina selesai." Kata Daffa
Fahisa tersenyum sambil menatap suaminya yang berjalan menuju kamar dan tak lama setelahnya pintu kembali terbuka kali ini Devano yang datang anak itu langsung memeluknya.
"Bagaimana kuliahnya sayang?" Tanya Fahisa
"Baik Mom oh iya Vina mana?" Tanya Devano sambil mengalihkan pandangannya
"Ada di dapur hari ini dia spesial ingin memasak untuk kita." Kata Fahisa
"Mommy yakin?" Kata Devano
"Tentu saja dia sudah banyak belajar sayang bahkan Mommy saja di suruh pergi dari dapur." Kata Fahisa
Devano tersenyum lalu mengangguk faham.
"Aku mau lihat Vina dulu." Kata Devano
Devano menaruh tasnya di meja membuat Fahisa menggelengkan kepalanya pelan seraya menatap anaknya yang dengan penuh semangat pergi ke dapur.
Kembali pada Devano yang melihat kembarannya sedang asik memotong beberapa sayuran dengan sangat hati-hati membuat senyuman manis Devano mengembang dengan sempurna. Biasanya Devina pergi ke dapur hanya untuk mengambil camilan atau ice cream di kulkas, tapi sekarang dia sedang memasak.
"Vina"
Panggilan itu membuat Devina berhenti sejenak lalu mendongak dan menatap kembarannya dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
Devano mengangguk dan berjalan mendekat dia bersandar di dekat rak piring sambil menatap Devina yang kembali fokus pada kegiatannya.
"Pinter banget sekarang." Kata Devano
"Ish Vano kemana aja dari dulu Vina memang pinter." Kata Devina
"Siapa yang ajarin kamu masak?" Tanya Devano penasaran
"Mamanya Ziko hehe kata Ziko masakan Vina enak kok, jadi nanti Vano harus coba ya?" Kata Devina
"Iya"
"Yaudah sanaaa"
"Eh malah ngusir." Kata Devano
"Ya jangan ngeliatin Vano tunggu aja di sana." Kata Devina sambil menunjuk ke arah ruang makan
"Iya iya galak banget." Kata Devano
Devina hanya tersenyum sambil menatap Devano yang berjalan menjauh, dia akan membuat mereka merasakan masakannya yang baru belajar dia buat kemarin.
__ADS_1
Devina tidak sabar menunggunya hingga matang.
°°°°
Menatap kedua orang tua serta kembarannya dengan antusias Devina sangat tidak sabar menanti pendapat mereka tentang masakannya yang menurut Devina sih lumayan, tapi tidak seenak masakan mertua atau Mommy nya hanya saja rasanya tidak terlalu buruk. Tersenyum manis Devina menatap ketiganya secara bergantian dan dia sangat senang ketika mereka bertiga mengatakan bahwa masakannya enak.
Saat Daddy nya meminta dia untuk membuka mulutnya Devina langsung melakukan hal itu dan menerima suapan dari Daddy nya dengan penuh kebahagiaan. Terlihat sangat bersemangat Daffa sampai tertawa melihat anaknya, tapi dia tidak bohong masakan anaknya lumayan juga untuk seseorang yang baru belajar memasak.
"Enggak bohong kan? Vina masaknya enak kan?" Kata Devina dengan penuh semangat
"Iya Devina"
Devina tersenyum senang mendengar perkataan kembarannya.
"Kata Mama sama Papa nya Ziko juga enak." Kata Devina senang
"Pinter banget anak Daddy." Kata Daffa
Devina baru akan mengatakan sesuatu hingga dia mendengar suara suaminya dan membuatnya secara refleks menoleh. Senyumnya mengembang dengan sempurna dia segera beranjak dari tempat duduknya dan berlari menghampiri sang suami.
Tanpa menunggu lagi Devina langsung memeluknya dengan erat membuat Ziko tersenyum sambil membalas pelukannya. Di tempatnya orang tua serta kembarannya juga ikut tersenyum melihatnya.
"Ziko udah selesai sama Papa?" Tanya Devina sambil melepaskan pelukannya dan mendongak untuk menatap mata Ziko
"Udah"
"Em udah makan?" Tanya Devina
"Belum"
"Pasti sengaja karena mau makan masakan Vina kan? Harus jawab iya." Kata Devina membuat Ziko tertawa mendengarnya
"Iya"
"Yaudah sekarang Ziko duduk terus kita makan sama-sama dengan yang lainnya." Kata Devina
Ziko hanya diam ketika Devina membawanya ke ruang makan lalu dia duduk tepat di hadapan Daffa membuat Ziko dengan ramah menyapa mertuanya.
"Vina ambilkan makannya." Kata Devina
Devina dengan penuh semangat mengambilkan makan siang untuk suaminya dan hal itu tidak luput dari pandangan Fahisa yang menatap anaknya penuh arti.
Devina sudah banyak berubah, ya meskipun masih manja, tapi Devina lebih perhatian pada orang-orang di sekitarnya sekarang.
Senyuman anaknya begitu tulus, Fahisa berharap dia hanya akan melihat senyuman itu di wajah anaknya dan tidak pernah melihat kesedihan.
'Bahagia selalu anak Mommy yang manja'
°°°°
__ADS_1
Aku updateee🥰