Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Luka


__ADS_3

Arthan jatuh!


Devina panik bukan main ketika anak itu jatuh hingga dahinya terluka bahkan berdarah, meskipun hanya sedikit, tapi Devina panik sekali dia sampai menangis. Sayangnya yang ditangisi malah tersenyum bahkan ketika di obati anak itu tidak menangis hanya merengek pelan lalu kembali memakan permen lollipop yang diberikan untuknya.


Tadi Arthan terus saja berlarian hingga dia tersandung dan pada akhirnya jatuh lalu mengenai ujung meja yang cukup tajam. Saat jatuh dia memang menangis, tapi ketika diobati dia sudah tidak menangis apalagi saat Ziko memberikan lollipop untuknya.


Kini Arthan ada di kamar bersama dengan Ardhan asik bermain mobilan dan Devina menjaga keduanya bersama Ziko yang ada di sampingnya. Mata Devina masih memerah bahkan hidungnya juga karena tadi dia menangis tidak mau berhenti karena melihat darah di dahi anaknya.


Darahnya hanya sedikit karena itu goresan kecil, tapi tetap saja itu luka pasti sakit.


"Udah sayang itu Arthan enggak papa." Kata Ziko sambil mengusap punggung Devina dengan sayang


Devina tak menjawab dia bergumam pelan dengan wajah cemberut.


"Vinaaa sini lihat aku uuu ya ampun sedih banget." Kata Ziko sambil menangkup wajah Devina dan mencium keningnya


"Arthan nyebelin." Keluh Devina


"Arthan lihat nih Ami marah karena Arthan jatuh tadi." Kata Ziko


Arthan mengerjapkan matanya beberapa kali lalu menatap Ardhan kemudian menatap lagi kedua orang tuanya.


Anak itu tersenyum lalu bangun dan berlari mendekati Devina.


"Arthan jangan lari nanti jatuh lagi." Kata Devina lelah


"Ami jangan malah malah telus." Kata Arthan


Devina tetap cemberut, tapi dia melihat Arthan yang memasang wajah lugunya.


"Kalo malah malah nanti keliput." Kata Arthan sambil tertawa


"Arthannn"


"Kabull kabull Ami malah lagi." Kata Arthan


Arthan berlari menjauh membuat Devina memperingatinya lagi, tapi anak itu terus saja berlari bahkan mengelilingi Ardhan.


"Altannn jangan lali aku pucing." Kata Ardhan


Arthan lalu berhenti dia duduk di samping Ardhan.


"Aldan Aldann"


Ardhan menatap Arthan yang memanggilnya lalu tersenyum dan memberikan mobilan.


"Nihh"

__ADS_1


Arthan mengambilnya anak itu tersenyum lalu menggerakkan mobilan itu di lantai.


Melihat hal itu Devina tersenyum senang sekali kalau Arthan mainnya tidak lari-larian dan duduk anteng bersama dengan Ardhan.


"Altan Altan tukelan." Kata Ardhan


Arthan diam lagi dan kali ini dia memberikan mobilannya pada Ardhan menukarnya dengan milik pria itu. Biasanya Arthan tidak pernah mau bahkan dia sering kali merebut mainan milik Ardhan.


"Aku cukanya walna itam." Kata Ardhan


"Akuu walna melah." Kata Arthan


Kedua anak itu kini sedang akur membuat Ziko senang sekali melihatnya.


Kalau begini kan enak dilihatnya.


°°°°


"Ehh kenapa ini cucu Opa dahinya di plaster?"


Arthan tersenyum lucu dia berlari lagi menghampiri Zidan yang langsung membuat pria itu menggendongnya hingga Arthan tertawa senang. Seperti kebiasaan ketika Zidan pulang dari kantor Arthan mencium pipinya lalu memeluk pria itu dengan sayang.


Meskipun habis jatuh Arthan tidak ada kapoknya lari-lari entahlah Devina lelah sekali kalau di marah dia malah menangis. Cukup lama berada dalam gendongan Arthan meminta turun dan Zidan bergantian menggendong Ardhan.


"Altan jatuh lali lali telus." Kata Ardhan membuat Zidan tertawa mendengarnya


Anak itu hanya menyengir lucu lalu memeluk kaki Zidan membuat pria itu tertawa.


"Mau beli mainan enggak ini cucu Opa sayang?" Tanya Zidan pada keduanya


"Mauuu mobilann." Kata Arthan dengan penuh semangat


"Lobottt cama lego." Kata Ardhan


Zidan tersenyum mendengarnya dia lalu menurunkan Ardhan dari gendongannya.


"Besok ya? Besok kita ke toko mainan." Kata Zidan


Kedua anak itu mengangguk dengan semangat membuat Zidan tersenyum lalu mencubit pipi keduanya bergantian.


"Papa hehe Arthan sama Ardhan mau mandi dulu." Kata Devina


"Eh iya Vina ini mandi dulu." Kata Zidan sambil tersenyum


"Arthan Ardhan ayo mandi." Kata Devina


"Altan enggak mandi ini cakit." Kata Arthan sambil menunjuk dahinya

__ADS_1


"Mandi Arthan enggak papa enggak kena lukanya." Kata Devina


Arthan cemberut, tapi mendekat juga pada Devina bersama dengan Ardhan lalu pergi ke kamar mereka.


Ternyata di sana sudah ada Ziko pria itu sedang mencari baju untuk kedua anaknya.


"Aaa Apii Altan mau pakai baju cpidelmen." Kata Arthan


"Aldan jugaa." Kata Ardhan ikutan


"Iya udah mandi dulu." Kata Ziko


Arthan dan Ardhan mengikuti Devina lagi masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Ziko yang hanya bisa tersenyum. Memasukkan lagi baju yang tadi sudah dia ambil Ziko mencari baju spiderman seperti permintaan si kembar.


Arthan sama Ardhan itu kadang kompak juga.


°°°°


Arthan cemberut dia selalu marah kalau Devina mendekat membuat Devina hanya bisa bersabar dengan kelakuan anaknya yang satu itu. saat mandi tadi luka Arthan tanpa sengaja terkena cipratan air hingga anak itu merengek.


Sekarang Arthan menempel pada Ziko dengan manjanya sedangkan Ardhan anak itu tiduran di atas ranjang sambil memegang robot miliknya. Membiarkan saja Arthan yang sedang merajuk Devina menghampiri Ardhan dan mengajak anaknya itu bicara.


Ardhan bangun dia memberikan mainannya pada Devina.


"Ni lobot punya Aldan untuk Ami." Kata Ardhan


"Untuk Ardhan aja." Kata Devina


Ardhan menggelengkan kepalanya pelan dia mengambil lagi robot miliknya yang lain lalu memukulkannya pada robot yang Devina pegang.


"Lobotnya belantem." Kata Ardhan


Devina tertawa dia mengikuti Ardhan dan anak itu ikut tertawa.


Melihat itu Arthan merengek dia turun dari pangkuan Ziko lalu berlari dan naik ke atas ranjang.


"Main jugaa"


Ziko hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


Dasar Arthan sama saja seperti dia ingin ngambek sama Devina, tapi kesal juga kalau Devina asik sama yang lain.


Nanti kalau sudah besar pasti seperti Ziko.


°°°°


Haiiiii🥰

__ADS_1


__ADS_2