
Raut wajah Devina terlihat murung dia menatap Ziko yang sejak tadi terlihat fokus pada laptopnya dan mengabaikan Devina sepertinya pria itu masih marah, dia bersikap tidak seperti biasanya. Tadi Ziko memainkan ponsel miliknya mungkin dia melihat Devina yang sudah membuka blokir nomor Raga di ponsel nya, tapi sekarang Devina sudah blokir lagi nomor pria itu di ponselnya.
Setiap Devina ajak bicara Ziko hanya akan menanggapi seadanya bahkan terkadang dia hanya bergumam pelan saja dan hal itu membuat Devina sedih sendiri. Sekarang Devina duduk ditepian ranjang sambil menatap Ziko yang duduk di meja belajarnya, sedang mengerjakan tugas.
Mereka baru saja selesai makan malam dan Ziko tak langsung tidur dia memilih untuk mengerjakan tugasnya.
Monaa kayaknya Ziko marah sama aku
Gimana jadinya😭 Mona bantuin Vinaaa
Devina menatap layar ponselnya menunggu balasan Mona bahkan karena tidak kunjung mendapat balasan Devina menelpon Mona hingga berkali-kali sampai akhirnya pesan itu dibaca juga.
Marah gimana?
Masa iya Ziko marah sama lo?
Devina langsung membalas pesan itu agar Mona juga membaca dan segera membalas pesannya.
Tadi Ziko lihat ponsel Vina kayaknya dia lihat kalau Vina udah buka blokir nomor Raga
Gimana Mona? Tapi, sekarang Vina udah blokir lagi nomornya
Lo sih kenapa di buka coba blokirnya?
Udah tau Ziko cemburuan masih aja kayak gitu
Monaa tolonginn
Devina jadi ingin menangis saja, dia tidak akan bisa tidur kalau Ziko marah padanya.
Yaudah lo coba bicara sama dia Vin
Minta maaf dan bilang kalau lo udah blokir lagi nomor Raga
Tapi, kalau Ziko marah gimana?
Dia gak mungkin marah-marah apalagi sampai bentak lo
Tapi, Ziko diemin dan cuekin Vinaa
Vin udah sekarang lo bicara dulu sama Ziko
Monaaa
Cepat Devinaaa!
Ishh iya ini Vina coba ngomong sama Ziko
Setelah membalas pesan itu Devina tidak langsung bicara pada Ziko, tapi dia masih terlihat bingung juga takut untuk mengajak suaminya bicara. Cukup lama terdiam akhirnya Devina malah memilih pergi ke kamar mandi dan sekilas melirik Ziko yang sama sekali tidak menoleh padanya.
Padahal ketika sedang tidur dan Devina terbangun saja Ziko akan ikut membuka mata lalu bertanya.
'Mau kemana Vin?'
Sekarang Devina lewat pria itu hanya diam dan tidak mau menegur bahkan menoleh saja tidak, pasti dia marah sekali padanya. Di lain sisi Ziko menatap ke arah pintu kamar mandi lalu menghela nafasnya pelan, dia pasti sudah membuat Devina bingung.
__ADS_1
Sebenarnya Ziko bukan marah pada Devina, tapi dia sedang memikirkan beberapa hal yang membuat Ziko jadi enggan bicara. Jujur saja Ziko berniat untuk meminta Devina tidak melanjutkan kuliah nya, tapi dia rasa itu berlebihan.
Ziko tidak mau terlalu buta akan rasa cemburunya hanya saja dia juga tidak tahan melihat Devina yang selalu jadi incaran para pria di kampus. Rasanya akan sangat egois jika Ziko meminta Devina berhenti kuliah hanya karena rasa cemburunya.
Menghela nafasnya pelan Ziko meraih ponsel nya yang bergetar dan ternyata ada pesan dari Mona begitu di buka gadis itu mengirimkan banyak screenshot. Begitu melihatnya Ziko tidak bisa menahan senyumnya karena isinya adalah Devina yang bercerita pada Mona.
Benar dugaannya Devina mengira kalau dia marah.
Ajak ngomong sana kasian istri lo bingung dia
Ziko tidak membalas pesan itu dan hanya membaca saja lalu meletakkan ponsel nya ketika suara pintu kamar mandi terdengar. Secara refleks Ziko berpura-pura sibuk dengan layar laptopnya dan membiarkan Devina yang berjalan mendekat.
"Ziko"
Hanya gumaman pelan yang Ziko berikan niatnya hanya untuk mengerjai Devina saja.
"Ziko maafin Vinaa"
Ziko mendengar suara Devina yang begitu pelan dan ketika menatap mata istrinya dia melihat genangan air mata disana. Belum sempat bicara Devina sudah duduk dipangkuan nya lalu memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
Suara isakan terdengar Devina memeluknya sangat erat hingga membuat Ziko merasa sedikit sesak.
"Vin?"
"Maaf jangan marah Vina udah blokir lagi nomornya Raga." Kata Devina
Tersenyum tipis Ziko dengan sedikit paksaan menjauhkan tubuh Devina lalu mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
"Aku gak marah." Kata Ziko
"Ziko marah dari tadi diemin Vina gak mau ngomong kalau Vina tanya gak mau jawab terus gak mau tidur sama Vina." Kata Devina membuat Ziko tersenyum mendengarnya
"Aku lagi kerjaiin tugas sayang." Kata Ziko
"Zikoo enggak mau ngomong sama Vina." Kata Devina
"Ini lagi ngomong." Kata Ziko
"Ishh tadiii dari habis pulang Ziko gak mau ngomong sama Vina kalau Vina tanya diam aja." Kata Devina
Ziko tersenyum dan kembali mengusap pipi Devina dengan sayang lalu mencium keningnya.
"Aku gak marah dan aku juga udah tau kalau kamu buka blokir nomor Raga dari kemarin." Kata Ziko
Perkataan itu membuat Devina menatapnya dengan raut wajah terkejut.
"Aku gak marah Devina dan aku beneran kerjaiin tugas nih lihat kalau gak percaya." Kata Ziko
Devina mengalihkan pandangannya ke arah layar laptop dan melihat kekasihnya yang sedang membuat makalah.
"Gak bohong kan?" Kata Ziko
"Terus kenapa dari tadi cuekin Vina?" Tanya Devina
Ziko tersenyum lalu mengangkat tubuh Devina dan membawanya ke ranjang keduanya duduk dengan Devina yang tetap berada di pangkuannya.
__ADS_1
"Aku cuman lagi mikir." Kata Ziko
"Ziko mikirin apa?" Tanya Devina
"Mikirin kamu." Kata Ziko
"Kenapa mikirin Vina?" Tanya Devina pelan
"Mikirin gimana caranya jagaiin kamu." Kata Ziko
"Vina takut Ziko marah terus ninggalin Vina." Kata Devina sedih
"Gak mungkin Devina." Kata Ziko dengan senyuman
"Vina takut Vina gak mau kehilangan Ziko." Kata Devina sambil menyandarkan kepalanya di bahu Ziko
"Aku sangat bodoh kalau sampai meninggalkan kamu Devina." Kata Ziko
"Vina gak suka Raga dan setelah ini Vina janji bakal jauhin Raga supaya Ziko enggak marah." Kata Devina
Ziko hanya tersenyum mendengarnya, dia tidak memang marah, tapi bukan pada Devina.
"Vina cuman mau Ziko." Kata Devina lirih
"Vin"
"Vina bakal ngelakuin apapun supaya Ziko tetap sama Vina dan gak pergi." Kata Devina lagi
"Devina udah...."
"Vina akan ngelakuin semua yang Ziko mau supaya Ziko tetap sama Vina." Kata Devina
Ziko merasa kalau bahu Devina bergetar dan tak lama dia mendengar isakan yang membuat Ziko membawa Devina untuk menatap matanya.
Ada air mata yang mengalir disana dan Ziko dengan sayang menghapus nya lalu mencium kening Devina dengan sayang.
"Kamu gak perlu ngelakuin apapun Devina aku disini gak akan pernah ninggalin kamu." Kata Ziko
Devina masih terisak membuat Ziko mendekatkan wajahnya lalu mencium sekilas bibirnya.
"Ziko gak akan pernah ninggalin Vina hmm? Sekarang udah jangan nangis tuh lihat hidungnya merah banget." Kata Ziko
Devina menghapus air matanya lalu memeluk Ziko dan mendusal manja di lehernya.
"Maaf aku gak maksud diemin kamu." Kata Ziko
Devina hanya mengangguk saja sebagai jawaban, dia sangat takut kehilangan Ziko.
"Jangan nangis sekarang kamu tidur ya? Aku bakal peluk kamu"
Apa jadinya kalau Devina sampai kehilangan Ziko atau sebaliknya?
Tidak, tentu saja hal itu tidak akan pernah terjadi.
°°°
__ADS_1
Vina bucin banget sama Ziko🥰