Istri Manja Ziko

Istri Manja Ziko
Devano


__ADS_3

Tepat tiga hari sebelum pernikahan kembarannya Devina sudah menetap di rumah orang tuanya untuk menemani Devano hingga acara pernikahan bahkan bisa di bilang dia yang sangat bersemangat. Seperti sekarang Devina berdiam diri di kamar Devano ketika suaminya sedang pergi keluar dia terus menatap kembarannya yang tengah asik memainkan ponselnya.


Sudah sejak pagi Devina sampai dan dia langsung mengganggu Devano sejak kedatangannya ke rumah, tapi kembarannya itu tidak marah hanya sedikit kesal karena Devina melarangnya bertemu dengan Adara. Sebenarnya bukan hanya Devina yang melarang, tapi yang orang tua mereka juga karena hari pernikahan semakin dekat dan Devano tidak seharusnya terus-terusan menemui Adara begitu.


Toh nanti mereka akan bertemu setiap hari dan lagi Adara juga harus mempersiapkan beberapa hal untuk pernikahan bersama dengan orang tuanya.


"Vanooo ishh"


Devina merengek pelan ketika kembarannya tetap sibuk pada ponselnya dan hal itu membuat Devano pada akhirnya menaruh ponsel miliknya di atas bantal lalu mendongak.


"Kenapa hm?" Tanya Devano


"Masa Vina di cuekin." Kata Devina dengan wajah cemberut


Devano tersenyum lalu mencubit pelan pipi kembarannya.


"Vina mau apa memangnya?" Tanya Devano


"Ya ajak ngobrol." Kata Devina


"Mau ngomong tentang apa memangnya Devina?" Tanya Devano


"Ya apa aja banyakk." Kata Devina


"Masih aja gemesin." Kekeh Devano sambil mencubit pelan pipinya


"Ayo ajakin ngobrol akunya." Kata Devina


"Yaudah mau ngobrol apa?" Tanya Devano


"Emm gak tau." Kata Devina


"Aku juga gak tau." Kata Devano


"Ish harus tauu." Kata Devina


"Maksa"


Devina memasang wajah cemberutnya kala Devano tertawa kecil sambil mengacak gemas rambutnya.


"Vin"


"Iyaaa"


"Kamu bahagia kan sama Ziko? Dia gak pernah buat kamu sedih kan?" Tanya Devano

__ADS_1


Kali ini raut wajahnya terlihat sangat serius.


"Bahagiaa banget Ziko selalu buat Vina senang." Kata Devina sambil tersenyum


"Aku sering banget kepikiran kamu Vin kadang kalau malam aku juga mikirin kamu, Devina udah makan belum ya? Devina tidurnya nyenyak gak ya?" Kata Devano


Devina tidak bisa menyembunyikan senyumannya apalagi ketika Devano mengusap rambutnya dengan sayang.


"Aku takut kamu gak nyaman di sana, tapi aku lega banget karena kamu bahagia sama Ziko apalagi waktu aku lihat ini ya ampun pipinya jadi tambah gemesin." Kata Devano sambil mencubit lagi pipi kembarannya


"Aku di suruh makan teruss makanya sekarang pipinya jadi gini." Kata Devina


"Gak papa gemes tau." Kata Devano


"Jadi nambah cantik ya?" Kata Devina dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya


"Cantik banget"


Devina mendekat lalu memeluk kembarannya itu dengan sayang membuat Devano tersenyum dan membalas pelukan itu seraya mengusap rambutnya.


"Vina mau tidur sini." Kata Devina


"Nanti di cariin Ziko." Kata Devano


"Aaa sebentar aja kan ini siang nanti kalau malam tidurnya di kamar sama Ziko." Kata Devina


"Yaudah"


Terlihat begitu bersemangat Devina membuat kembarannya itu tertawa kecil lalu mengikutinya ketika dia berbaring di atas ranjang Devano. Senyumnya mengembang dengan sempurna dia mendekat dan meminta Devano untuk memeluknya.


"Nanti kalau Vano udah menikah gak akan mungkin kayak gini lagi, jadi Vina mau kayak gini sekali ajaa sebelum Vano nikah." Kata Devina


Devano tersenyum dia mengusap kepala kembarannya itu dengan sayang membuat Devina memejamkan matanya.


"Vina mau di temenin sambil di peluk sampai tidur seperti dulu waktu Vina belum menikah sama Ziko." Kata Devina lagi


Bergumam pelan Devano memberikan ciuman singkat di puncak kepalanya dan memeluk Devina membiarkan kembarannya itu terlelap dalam pelukan hangat nya.


Seperti dulu lagi.


Mereka sudah beranjak dewasa bahkan sudah menikah dan hal seperti ini tidak akan bisa lagi mereka lakukan, tapi sekali saja Devina mau tidur dalam dekapan kembarannya seperti dulu lagi.


'Vano temenin tidur sambil di pelukk jangan pergi kalau Vina belum tidur'


Devano rindu sekali dengan kenangannya bersama dengan Devina.

__ADS_1


Dia akan sangat senang tiga hari di temani oleh kembarannya yang akan tinggal di rumah.


°°°°


Ziko menatap bingung kamar yang kosong dia baru saja pulang dan hendak menemui Devina yang katanya ada di kamar, tapi ternyata tidak ada siapapun. Melangkahkan kakinya ke dalam Ziko memanggil Devina pelan lalu membuka pintu kamar mandi dan istrinya tetap tidak ada di sana.


Mungkin Devina sudah bangun, jadi Ziko keluar dari kamar dan ingin mencari istrinya di tempat lain sampai akhirnya dia berpapasan dengan Devano di tangga. Pria itu tersenyum dan mengatakan pada Ziko bahwa Devina ada di kamarnya.


Tentu saja Ziko tidak terkejut dia sering dengar istrinya itu cerita kalau dulu dia sering tidur di kamar Devano.


"Vina ada di kamar gue Ko ke sana aja." Kata Devano


"Gak papa nih?" Tanya Ziko ragu


"Ya gak papa lah memang kenapa? Ke kamar aja udah agak lama juga dia tidur mungkin sebentar lagi bangun." Kata Devano


"Ah oke lo mau kemana?" Tanya Ziko


"Nemuin Daddy." Kata Devano


Ziko mengangguk faham lalu kembali naik ke atas dan pergi ke kamar Devano yang letaknya tepat di sebelah kamar Devina dulu. Masuk ke dalam kamar bernuansa hitam putih itu Ziko kagum karena melihat kamar Devano yang begitu rapih.


Kamarnya rapih baru setelah dia menikah karena Ziko belajar untuk tidak terlalu jorok dan menaruh barang semaunya selain itu Devina juga sering merapihkan kamar mereka. Di atas ranjang Ziko dapat melihat Devina yang terlelap dan hal itu membuat senyumnya mengembang dengan sempurna.


Devina terlihat begitu lelap, tapi dia terusik kala Ziko duduk di tepian ranjang dan menyentuh pelan pipinya.


Devina menggeliat dalam tidurnya dan perlahan mata indahnya terbuka yang dengan sayu menatap mata suaminya.


"Ziko?"


Ziko tersenyum sambil mengusap pipi Devina dengan sayang membuat istrinya itu kembali memejamkan matanya.


"Tidur lagi kalau masih ngantuk." Kata Ziko


Bergumam pelan Devina kembali memejamkan matanya dan menikmati usapan di pipinya.


"Vina tidur di kamar Vano tadi minta dia temani sampai tidur." Kata Devina pelan


"Iya sekarang kalau masih ngantuk tidur lagi." Kata Ziko


Menganggukkan kepalanya Devina meraih tangan Ziko yang ada di pipinya dan menggenggamnya dengan mata yang masih terpejam.


Rasanya nyaman apalagi ketika Ziko mendekat dan mencium keningnya.


"Tidur lagi sayang"

__ADS_1


°°°°


Ini Devina enggak mau tukeran posisi sama aku apa yaa😌


__ADS_2